Tuesday, 20 November 2018

TERNYATA ANAKKU ATLIT

Menginginkan anak ini itu, jadi begini jadi begitu, oh☺ ternyata dia juga punya pilihan, Aybun. ☺

Sebagai orang tua, aku selayaknya bersyukur dia punya pilihan, artinya dia sudah punya prinsip. Tidak ikut ikutan teman, atau galau memilih sesuatu. Dia bisa memutuskan mau memilih apa, alhamdulillah. Pilihannyapun adalah pilihan yang out fo the box dalam keluarga (hahay)

Aybun,  Setelah melewati berbagai rasa, latihan keras dan intensif berbulan bulan lamanya. Latihan fisik dan teknik pagi, siang, dan malam. Latihan mental dan pembinaan sikap yang berkelanjutan. Finally hari ini, Senin 19 November 2018, si sulung berangkat menuju medan pertarungan.

Aisyah bilang, "Aisyah sudah korbankan berbagai kegiatan keren dan penting demi ikut porprov ini, termasuk magang di Lebah Putih Academy." Aisyah bertekad memperoleh yang terbaik.

Sempat juga kemaren heboh memperjuangkan hijab syar'i. Untuk tabayyun, Ummi menghubungi pihak pihak terkait termasuk pemda hingga keterhubungan dengan bapak gubernur, ketua INKANAS. Pak gubernur mengontak KONI, alhamdulillah kata beliau OK tak masalah dengan hijab. Ummi dan ayah juga dipanggil sensei pelatih untuk memperoleh penjelasan dengan terang tentang hijab, alhamdulillah semua clear. Ummi dan ayah menjadi tenang.

[8:25 AM, 11/19/2018] Betty Arianti: Beruntung banget dl berkesempatan curhat sama Emak Bapak waktu workshop di Payakumbuh,
[8:26 AM, 11/19/2018] Betty Arianti: Kata kata Bapak, KAMU HARUS MENANG, sangat jadi penyemangat Aisyah, yang sejatinya booster buat ummi, 😊

Sebelum bertanding bapak bilang, Angkisyah Kamu hebat!. sduah bisa maju tingkat propinsidi ti

[8:46 AM, 11/19/2018] Betty Arianti: Iyya baru teh, mulai latihan baru Februari 2017.

Mungkinkah ini yang dinamakan bakat?

Dia peserta termuda dari payakumbuh, masa latihan terpendek.
Tau tau bisa terpilih.

Nggak pernah mengeluh latihan berat, pulang2 babak belur, dia aman dan cuek aja.
[8:47 AM, 11/19/2018] Betty Arianti: Malah suka ngasih motivasi sama teman2 yg down atau tetiba lagi sedih.
Mak juga heran.

Bu Septi said, Selamat Aisyah, ikut senang bisa melihat Aisyag menapaki medan pertempuran yang akan mengantarkanmu menuju duniamu.

Bakat atau tidak? Kita tidak tahu, krn bakat itu hanya bisa dikonfirnasi lsg dg yg Maha Memberi.

Aisyah ini sudah menemukan passionnya, kemudian ditambah dg perseverance ➡ ini proses yg keren

Hasil itu hak Allah. Selamaaat karena sejatinya juara itu bisa dilihat sejak dlm proses latihan. Saat kompetisinya itu proses selebrasi dr latihan yg panjang.

Wednesday, 7 November 2018

JURNAL KEMANDIRIAN EAYILA SERU

MANDIRI DUNIA AKHIRAT

Sampai sekarang walupun dua orang ananda sudah memasuki usia aqil baligh, kami di Eayila Seru* masih tetap bersama berlatih kemandirian. Kenapa? karena ternyata kemandirian tidaklah hanya urusan di dunia saja. Akntetapii kemandirian akan dibawa smpai kelak ke aakhirat. Saat tutup usia maka kemandirian sejatilha yang akan berperan. Mulai dari perjalanan panjang menuju surga atau neraka yang diawali dengan alam kubur, hari berbangkit, padang mahsyar, dan hari perhitungan, tiada seorangpun yang bisa menolong kecuali hanya amalan-amalan pribadi saat di dunia saja . Oleh karena itu di Ealyila Seru kami menampahkan poin poin kemandirian yang sudah di rilis Aar sumardiono di Rumah Inspirasi dengan

1. Kemandirian Aqidah

Menurut Abdullah Said (2012:271-276) menginternalisasi jiwa tauhid atau saya menyebutnya dengan kemandirian aqidah erat kaitannya dengan mengikis thagha' atau rasa sombong dan arogansi. Menurut Abdulllah Said penyebab utama tidak eksisnya iman, keyakinan dan hidayah  dalam relung kalbu  seseorang adalah karena masih dominannya kesombongan dalam dirinya.

2. Kemandirian ibadah


Bahwa hendaknya selalu ada perasaan muroqobatullah, merasa selalu berada dalam pengawasan Allah dimanapun berada. Mungkin orang lain tidak melihat tetapi Allah Ta'ala selalu melihat dan mengawasi.Kesadaran itud diupayakan senantiasa muncul dalam setiaap helaan nafas, dan setiap denyutan nadi. 

3. Kemandirian akhlak/adab/

Dapat menjaga akhlak/adab  baik dimanapun berada walaupun tanpa ada kontrol sosial yang mengawasi. Selalu dapat merasa bahwa kontrol langsung dilakukan oleh Allah ta'ala, dan pertanggung jawaban juga akan dilakukan langsung pada Allah Ta'ala.

Dan yang ke-4 adalah kemandirian sikap atau karakter, walaupun ada yang berpendapat bahwa akhlak/adab/sikap/karakter adalah sama. Tetapi saya memisahkannya karena akhlak atau adab erat kaitannya dengan nilai nilai agama, sedangkan sikap/karakter lebih bersifat universal.

4. Kemandirian sikap/karakter



Kemandirian poin ini adalah sesuai dengan pelajaran kemandirian pada perkuliahan Bunda Sayang Ibu profesional sebagaiamana materi yang ditulis oleh Tim Dapur Bunda Sayang (2018), bahwa salah satu skill yang sangat diperlukan oleh seorang anak di masa depan adalah ten  tang kemandirian. Kenapa? Karena kemandirian erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin untuk meningkatkan rasa percaya diri anak , mulailah dengan meningkatkan kemandiriannya.



Kemandirian erat kaitannya dnegan jiwa merdeka. karena anak yang mandiri tidak akan bergantng kepada orang lain. Jiwa seperti inilah yang dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih jiwa enterpreneur bukanlah dengan melatih jual beli dahulu, melainkan melatih kemandirian terlebih dahulu.



Melatih kemandirian sudah bisa dimulai semenjak anak sudah tidak termasuk kategori bayi lagi. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, artinya anak tidak dikatakan bayi lagi adalah saat usia sudah lebih dari 12 bulan. Kalau kita masih menolongnya di usia 12 bulan keatas berarti kita kan mengkerdilkan jiwanya.



Usia 1-3 tahun, anak sudah bisa berlatih mengontrol dirinya sendiri. Maka sudah saatnya kita melatih anak anak untuk setahap demi setahap menyelesaikn urusan untuk dirinya sendiri, seperti toilet trainning, makan sendiri, berbicara jika memerlukan sesuatu.



contoh aturan untuk aturan berbicara Dirumah ini hanya yang berbicara baik baik yang akan sukses mendapatkan apa yang diinginkan. maka jangan pernah loloskan keinginan anak apabila meerka meminta sesuatu dengan menangis dan teriak teriak.



dalam atuaran bermain, dirumah ini boleh bermain apa saja, dengan syarat kembalikan mainan yang sudah tidak dipakai, baru ambil mainan yang lain. ih Tempatkanlah mainanan dalam tempat yang mudah diambil anak, klasifikasikan sesuai kelompoknya. Kemudian ajarilah anak anak, ambil mainan di tempat A, mainkan, kembalikan ke tempatnya, baru ambil mainan B. latih terus menerus dan bermainlah bersama anak. jadilah anak anak yang berperan dengan aturan tersebut, jangan berperan menjadi orang tua yang penuh dengan perintaha. . karena anak anak kan mudah mencontoh temanya. Andalah teman terbaik pertama untuknya. 



Ada beberpa kunci untuk orang tua dalam melatih kemnaidrian diusia 1-3 tahun ini, antara lain;


  • Membersamai anak anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri.
  • Mau repot di waktu 6 bulan pertama, bersabar karena biasanya di 6 bulan pertama ini orang tua mengalami tantangan yang luar biasa.
  • Komitmen dan konsisten dengan aturan. 
Usia 3-5 tahun

Pada usia ini anak menunjukkan inisiatif besar untuk melakukan kegiatan berdasrkan contoh. Anak anak lebih suka mencontoh perilaku orang dewasa. Ingin melakukan semua kegiatan yang dialkukan oleh orang dewasa disekitarnya.

Contoh kegiatan
  • Apabila kita setirka baju besar, berikan baju kecil kecil ke anak
  • Apabila nada memasak ajarkan kepad anak masakan sederhana, sehingga ia sduh bisa meneydiakan saarapan untuk dirinya sendiri secar berathap.
  • berikan peran dalam menyelesaikan kegiatnnya, misalnya manager toilte, jendral sampah dll. dan jangan pernah ditarget apapun, dan jangan berikan sebagai tugas dari orang tua. Mereka senag melakukannya saja sudah merupakan sesuatu yang  luar biasa.
Kunci untuk orang tua
  • Hargai keinginan anak
  • janagn buru buru memberikan pertolongan
  • terima ketidak sempurnaan
  • hargai proses jangan mempermasalhkan hasil
  • berbagi perna bersama anak
  • lakuakn dnegan proses.
Usia sekolah

Apabila dari usia 1 tahun kita sudah menstimulus kemandirian anak, maka saat anak memasuki uisa sekolah, dia akan menjadi pembelajar mandiri. Sudah muncul internal motivation dalam dirinya tentang apa saj ayang dia perlukan untuk dipelajari dalam kehidupanini.

Kesalahan fatal orang tua diusia iini adalah selalu fokus pada tugas tugaa sekolah anak, seperti PR sekolah, les pelajarna dll Sehingga kemandirian naak justru mengalamai penurunana da ri usia sebelumnya.

Menurut Sumardiono (Rumah Inspirasi:2017)Keteramplan dasar yang harus dilatihkan pada anak anak usia sekolah adalah: 
  • Menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya.
  • Keterampilan literasi
  • Mengurus diri sendiri
  • Berkomunikasi
  • Melayani
  • Mengahsilkan makanan
  • Perjalanan mandiri
  • emakai teknologi
  • transaksi keuangan
  • berkarya
Kunci untuk orang tua
  • Jangan pernah iba dengan beban sekolah anak, sehingga semua tugas kemandirian justru dikerjakan oleh orang tua
  • ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri
  • percayakan manajeman waktu yang sudah dibuat oleh anak anak
  • Kenalkan kesepakatan, kosekuensi dan resiko.
Ada Tiga hal yang mutlak diperlukan dlam melatih kemandirian anak
  • Konsistensi
  • motovasi
  • teladan
dukungan dalam melatih kemandirian anak
  • rumah harus didisain untuk anak
  • membuat aturan bersma anak
  • konsisten dlam melakukan atuarn
  • kenalkan rsiko pada anak
  • berikan tanggung jawab sesuai usia anak
Ingat kita tidak akan selamanya bersama anak melatih kemnaidrian adalah sebua pilihan hidup bagi keluarga kita.

Tokoh kemandiran yang tiada tandingannya yang patut dan harus ditiru adalah Muhammad Rasulullah saw. Beliaulah sosok teladan sepanjang sejarah dunia ini. Tokoh yang tidak pernah sempat memanggil abiy...abiy...karena ayahnya telah meninggal saat beliau masih berada adalam kandungan. Menyusul ibu yang meinggal saat beliau masih berumur 6 tahun. yang semnjak itu tak lagi bisa memanggil Ummi Ummi...hanya selang dua tahun sempat memanggil kakek, lepas itu sang kakek meninggal pula. maka tinggallah bersmama paman, Abu Thalib, salahseorang putra Abdl Muthalib yang palng miskin. namun tak sempat pula bisa bermanaja dan mengadu, tersebab sang pamanpun terbebani dengan biaya-biaya anak ankanya. maka satu satunya tempat mengadu hanya Rabbiy...Rabbiy... dalam asuhan pamannya belaiau harus bekerrja  keras mencari nafkah denngan menggembala kambing miik penduduk mekah dnegaangn upah y mianga sangat minim.

Diantara fase kehidupan yang mendidik Muhammad saw menajdi mandiri adalah 

*Fase keyatiman

Keyatiman telah mendidik Muhammad menajdi mandiri, lepas dari ketergantuangan abi, ummi, kakek dan paman, kecuali ahnaya pada Allah. dari detik ke detik pertumbuhan fisik dan mnetalnya berada di abawqh pantauan Allah Ta'ala.. Diapunselalu merasakan kehadiran Allah dalam setiap dengus nafas dan gerak geriknya.

Keyatiman dengan segala nestapanya juga telah mendidik sensitiviatas kemanusiaan yang snaedanyagat tinggi, diamna kemudian ini menjadi modal kepemimpinan yang banyak fa edahnya. Kelak belaiau akan sanagt mudah memberi santunan kepada orang yang sebasib, dengan kepekaan rasa yang tinggi.

Keyatiman juga mendidikMuhamad menajdi terlepas dari sifat thagha, somobong dan mersa lebih hebat, sehingga butir butir wahyu dengan mudah meresap kedalam jiwanya.

Pelajarn penting dimasa penagsukhan kakek yangbeliau petik yaitu kepemimpinan Abdul Muthalib yang memiliki wibawa yangs angat besar, memiliki fkran yang jernih, dan pandangan yang atajam,dikenal sangat dermawan dan selalu siap memebri amka setiap ornag yangdatang berziarah ke Ka'bah.

*Fase Menggembala

Menggembala kambing

 Glossary
* Eayila Seru : Nama keluarga

Sumber bacaan

Intitut Ibu Profesional;, Bunda Sayang, Antologi, Gaza Media, 2014
Septi Peni, Mendidik Annak MAndiri, pengalaman pribadi,, wawncara
Aar Sumardiono, Ketermapilan dasar da;ma lmendidik anak andk sukss dan bahagia, rumah inspirasi.



Sunday, 14 October 2018

BASIKOLA KE KEBUN STRAWBERRY

 KENAPA ANDA HARUS IKUT BASIKOLA?

It takes a village to raise a child. Diperlukan orang sekampung untuk membesarkan seorang anak.

Proses belajar dalam komunitas Ibu Profesional telah melahirkan berbagai ide kreatif. Didalamnya terpatri keinginan untuk senantiasa berbenah menjadi lebih baik dan semakin baik. CBE Payaliko telah menggelar dan melakukan berbagai kegiatan bersama, terutama kegiatan "tour de talents" untuk ananda.

Selanjutnya, telah berketetapan hati untuk menamainya "BASIKOLA".

BA = BAraja BAsamo, BAsamo BAraja.

S = Santiang, smart, berSinergi melahirkan Star.

I = Inisiatif, Inovatif

K = Kreatif, Kerjasama, Kolaborasi

O = Optimis, Objektif

L = Loyal

A = Akhlak, Adab, Alam takambang jadi guru.

BASIKOLA adalah sebuah kegiatan bersama yang juga turut merawat kearifan lokal, menjadikan alam takambang jadi guru, sebagai pituah di Minangkabau.

BASIKOLA, belajar dimana saja, kapan saja, dan bersama siapa saja.

Pendidikan adalah tanggung jawab orang tua dan tanggung jawab bersama/ kelompok/jama'ah/ komunitas.  Karena rumah dan jamaah adalah yang paling tahu kebutuhan dan paling paham problematika dan dinamika realita.

Monday, 30 July 2018

KATO IN ACTION

Bismillah

Si sulung Aisyah dan si tengah Fathimah telah memasuki usia aqil baligh. Mereka perlu tempat yang lebih luas untuk mengekspresikan diri, belajar banyak hal, berorganisasi, bersosialisasi dan seterusnya disamping tetap lanjut dengan pelajaran Alqur'an. 


Friday, 29 June 2018

EAYILA SERU

 Diantara sifat yang menjerumuskan kita ke neraka antara lain Riya' (aktifitasnya ingin dilihat orang lain. Summ'ah( aktifitasnya merasa ingn didengar orang lain. Ujub ( merasa bangga dengan kelebiahn dirinya.
Nauzubillahi minzaalik

Tuesday, 8 May 2018

SHARING FASIL BUNDA SAYANG OFF LINE

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

Teman teman,.... Perkenalkan saya Betty Arianti atau biasa dipanggil Uni Bet (Nibet). Fasilitator kelas Bunda Sayang off line Payakumbuh Lima Puluh Kota.

Senang sekali bisa berkumpul dan berbagi dengan teman teman di rumah telegram Bunsay yang besar, luas dan sejuk ini.

---------------------

Semangat perkuliahan matrikulasi masih menggebu, sehingga Bunda Sayang off linepun propose untuk diselenggarakan. Alhamdulillah sekarang 10 materi telah berlalu, dan kuliah Bunda Sayang off line masih berlanjut. Kenapa bisa? Karena teman-teman telah merasakan indahnya berkegiatan secara tatap muka.


Ada jabat tangan erat, disertai saling senyum hangat, juga ada aliran semangat, plus diskusi dan tanya jawab tanpa masa tenggat. Dan of course yang tak lupa adalah edisi curhat ala emak-emak, haha.


Satu hal yang barangkali berbeda dengan kelas kelas lain adalah bahwa sebenarnya ketiadaan gawai pintar, susahnya sinyal, juga menjadi alasan utama kelas ini ada. Hari gini ga punya gawai pintar? Ya, itulah kenyataan bagi sebagian besar peserta kuliah bunda sayang off line ini. Deraan ekonomi membuat para ibu pembelajar ini memilih memenuhi kebutuhan penting dan mendesak lainnya ketimbang membeli gawai. Menyisihkan jenak untuk ikut belajar di kelas bunda sayang disela waktu bekerja membantu perekonomian keluarga.

Materi, cemilan, review, badge dan pernak pernik lain semuanya diprint out. Adapun tantangan ditulis peserta dengan tulisan tangan. Ada yang menulis dibuku tulis, buku diari, kertas HVS, double folio dan ada yang konsisten menulis di kertas undangan bekas kemudian dihias sedemikian rupa.


Pertemuan perdana diadakan tahun lalu, di bulan Mei 2017 bertepatan dengan bulan Ramadhan 1438 H. 
Setiap pertemuan kelas off line selalu dimulai dengan tilawah alqur'an secara bergantian. Ini merupakan nilai plus karena awal kuliah dulu diadakan di bulan Ramadhan. So, untuk selanjutnya teman teman peserta tak ingin melewatkan tilawah qur'an setiap awal kelas. 


Setelah tilawah qur'an lanjut dengan  materi, diskusi lanjut game, diskusi lagiAlhamdulillah setiap pertemuan kuliah selalu berlangsung seru.


PESERTA

Kuliah off line bunda sayang batch 2 ini diikuti oleh 10 orang peserta. Tetapi dalam perjalanan ada dua peserta yang bedrest hamil, sehingga tidak bisa hadir kuliah. Namun, perkuliahan bunda sayang off line suka diikuti juga oleh teman teman yang terdaftar on line. Mereka ingin ikut karena terkadang belum terlalu paham dengan hanya membaca saja di layar hape, begitu teman teman on line beralasan. Ya, saya izinkan saja karena seringkali malah kehadiran mereka membuat kelas menjadi hidup, dan diskusi makin seru. Di caturwulan kedua ada dua orang peserta kuliah on line yang pindah ke kelas off line. Begitu pula dicatur wulan ketiga ini ada dua orang lagi yang pindah kelas pula dari on line ke kelas off line. Pada bulan Februari 2018, salah seorang peserta dan sahabat terbaik kami meninggal dunia dalam keadaan hamil 9 bulan :')

TANTANGAN

Tantangan yang saya hadapi sebagai fasil off line adalah dalam penulisan "GAME" oleh peserta. Alhamdulllah peserta rajin datang kuliah. Panas terik, hujan gerimis bahkan hujan deraspun mereka tetap datang. Bukan hanya sekali sebulan tapi hampir setiap pekan. But,  untuk menulis tantangan "game",  hanya beberapa saja yang rajin mengumpulkan lengkap dan memperoleh badge dasar. Ketika ditanya, mereka bilang ada dibuat tapi tidak lengkap. Dan kalau tidak lengkap 10 hari mereka tak mau mengumpulkan. Atau ada yang bilang materi kuliahnya ada dipraktekkan tapi tidak ditulis, begitu mereka beralasan.


Rasanya saya sudah berusaha untuk selalu memotivasi, but just so so. Ada rasa bersalah menyelinap dan saya sempat berfikir, mungkin saya bukan fasilitator yang baik, mungkin saya membosankan, atau mungkin pelajaran ini tidak mereka butuhkan atau bahkan tidak bermanfaat? Mungkin juga saya menanggung beban, karena saya ingin teman teman lulus semua yach


SOLUSI

Inna hamda lillah, saya bersyukur sekali bahasan CoC datang sebagai penyelamat. Saya sampai menyediakan satu sesi pertemuan khusus untuk mebahas CoC saja. Saya presentasikan CoC lanjut dengan berdiskusi, tanya jawab sampai akhirnya masing masing peserta berniat berubah menjadi lebih baik. Memang saya tawarkan pilihan yang lebih tegas, andaikata tak nampak keuntungan bergabung di IIP, belajar bersama, saling berbagi dan melayani maka berhenti mungkin menjadi pilihan terbaik. But, kalau kebaikan banyak yang didapat setelah belajar dan berproses bersama maka mari kita perbaiki komitmen. 

Wah...dengan begini ternyata banyak yang baper. Saya tanya satu persatu, eeh malah aliran rasa yang muncul, dan akhir kalimatnya menegaskan ..."aku siap berubah!!". Alhamdulillah.

Komitmen teman teman dibuktikan pada pengumpulan tantangan 10 hari. Semua peserta mengumpulkan tepat waktu. Karya karyanya juga sangat kreatif dan semuanya keren!

Hari- hari perkuliahan terus berlalu. Selalu ada pasang surut di perjalanannya. 
Ada kesibukan dan tantangan pribadi yang terus meningkat. Ada saat saya dan peserta melemah. But the show must go on, right? Badai pasti berlalu. Fokuslah pada solusi. 


Pernah juga ada satu hal yang mengganjal bagi saya di salah satu tantangan game gegara komentar peserta yang bilang, "Buat apa nulis nulis kelebihan dan foto foto anak? Mau ria ria an?" Duh kok saya jadi tersungging. Lagian bilangnya sekarang setelah level 7 ini. Padahal, hampir disetiap pertemuan saya bilang dan mengingatkan bahwa kita menulis game ini bukan untuk pamer, bukan untuk show off, dan sebagainya melainkan untuk melatih diri kita konsisten mendokumentasikan kegiatan dan kelebihan serta menemukan bintang anak anak, dalam rangka menyusun portofolio mereka. Beruntung sampai bisa menemukan passion, bakat dan minatnya dan seterusnya. Menjadi kenangan memori indah penuh hikmah kala anak sudah besar kelak.

So, untuk menyelesaikan hal yang mengganjal ini maka untuk Clear and Clarify, saya kumpulkan lagi teman teman dalam satu sesi dan saya kemukakan sebagai berikut.

1. Saya awali dengan bertanya kepada seluruh peserta apakah ada terniat dihati teman teman mengerjakan game ini untuk pamer dan ria pada orang lain tentang anak-anak? Selanjutnya saya dengarkan alasan teman teman satu persatu.

2. Ilmu yang dibagi bersama teman teman di Ibu Profesional ini adalah berasal dari pengalaman dan hasil belajar Bu Septi dengan anak dan keluarga beliau. Kita mengambil manfaat dari ilmu yang beliau share ini. Saya sangat yakin dan percaya maksud beliau sama sekali bukan untuk ria dan pamer, but hanya ingin menebar manfaat. Jutaan ibu dan keluarga, dihampir seantero pelosok dalam negeri dan luar negeri telah terinspirasi dan belajar bareng untuk berubah menjadi lebih baik dengan sharing beliau. Nah, itulah salah satu sosok yang kita teladani, semoga ada pula orang lain yang terinspirasi dengan sharing kita. "Khairunnas anfauhum linnas, sebaik baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat untuk yang lain.

3. Mau ria dan pamer kemana? Karena yang membaca tantangan game peserta offline ini hanyalah fasilitator. Toh, saya juga tidak mengumumkannya pada yang lain. Bahkan teman teman sekelaspun hampir tidak tau yang ditulis teman teman. Heran juga saya, hehe.

4. Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiayallahu anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah saw bersabda : "Barang siapa diantaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) : jika ia tak sangggup, maka dengan lidah (menasehatinya) dan jika tidak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju), dan demikian itu adalah selemah lemah iman." (H.R Muslim)

5. Bahwa mengerjakan tantangan game adalah dalam rangka amar ma'ruf nahi mungkar juga. Merobah sesuatu menjadi lebih baik, sekecil apapun itu, baik dari diri pribadi, anak dan keluarga atau dari lingkungan masyarakat di tingkat yang lebih besar, adalah termasuk amar ma'ruf nahi mungkar. Kita punya kekuasaan atas diri kita, atas anak dan keluarga kita maka kita bisa merobah kemungkaran (kesalahan keciiil juga) dengan kekuasaan itu, atau dengan lidah/lisan atau hanya di dalam hati yang merupakan selemah-lemah iman.

6. Dalam rangka da'wah/tabligh/menyampaikan kebaikan, seperti kata Rasulullah saw, "Ballighuu 'anni walau ayah"(sampaikanlah kebaikan walau hanya satu ayat). Kita tak pernah tau dari hal mana seseorang akan dapat hidayah atau inspirasi. Boleh jadi saja dari tantangan game ini bukan? waallua'alam.

Untuk booster semangat pribadi saya juga menganggap bahwa kelas Bunda Sayang ini adalah derivasi dari Q.S Ali Imran ; 104 " Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar. Dan mereka itulah orang beruntung.

Hadist " Khairunnas anfa'uhum linnas " (Sebaik baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat ) adalah juga penyemangat yang sekaligus saya jadikan moto probadi.

Next, saya bilang pada diri saya," Kalau ada 1000 ibu yang belajar dan berkarya akulah satu diantaranya. Kalau ada 100 ibu yang belajar dan berkarya akulah satu diantaranya. Kalau ada 10 ibu yang belajar dan berkarya akulah satu diantaranya. Kalau ada hanya satu ibu yang belajar dan berkarya maka itu adalah aku.

Finally, dalam membersamai komunitas dan berperan sebagai fasilitator saya beroleh kesimpulan bahwa;
  • Belajar, mengajar, mendidik, bekerja, dan berkarya adalah sejalan. Tiada pemisahan diantaranya. 
  • Peran fasilitator adalah salah satu bagian dari membangun komunitas. Dan membangun komunitas  lebih kurang berproses sama dengan membangun keluarga.
  • Menjadi orang tua dan fasilitator dalam keluarga berproses sama dengan fasilitator dalam komunitas.
  • Proses mendidik dalam keluarga, serta membersamai tumbuh kembang anak sama dengan membersamai tumbuh kembang komunitas. 
  • Saya menikmati setiap langkah bertumbuh dan belajar bersama teman teman di Bunsay off line ini dengan bahagia :)

Wallahu a'lam bishshowwab.


"berbagi dengan penuh cinta itu membahagiakan"


-------------------
Tanah Mati, 8 Mai 2018
"Eayila SeRu"


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...