Wednesday, 13 December 2017

ENGAGE WITH AQIL BALIGH GIRLS

"Barang siapa mempunyai tiga orang anak perempuan, atau tiga saudara perempuan, atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu memperlakukan mereka dengan baik dan bertaqwa kepada Allah dalam mengasuh mereka, maka baginya surga." (HR Tirmidzi)

FITRAH IMAN USIA AQIL BALIGH

#Portofolio FBE Aisyah, 15 yo, Fathimah 13 yo

Pembiasaan dan keteladanan saja ternyata tidaklah cukup untuk menumbuh suburkan fitrah keimanan sang buah hati. Akan tetapi terlibat ditambah diskusi dan penjelasan akan jauh lebih bermakna. Kenapa? Let’s see.
Untuk memakai hijab dan menutup aurat misalnya, duo gadis Ummi ini sudah dibiasakan sedari kecil dan mereka juga sudah nyaman kalau keluar rumah memekai hijab. Keteladanan juga sudah disuguhi saban hari dari keistiqomahan Ummi menutup aurat (cie…cie…). Duo gadis sudah tau dan mengerti pada siapa saja aurat mesti dijaga.

Saturday, 9 December 2017

KISAH BERSAMBUNG

Tantangan berkisah  hari ini beda dari hari hari sebelumnya. Kali ini kisah diawali oleh kak Fathimah. Next, Uni Aisyah mengedit kisah itu tapi tetap dalam tema yang sama . Mereka berkisah dihadapan ummi dan Oim. Setelah selesai berkisah mereka menuliskan script nya sebagai berikut.


Fathimah's Story

Wednesday, 6 December 2017

KEWAJIBAN MUSLIM

Hari ini ummi dan Oim punya agenda silaturrahiim. Mengawali langkah pagi dengan mengunjungi nenek dan atuk. Atuk bilang dada beliau sakit, dan nafas beliau sesak. Nenek bilang pinggang beliau yang sakit. Namun, hari itu beliau berdua sudah ada jadwal ke "porak." Ya, nenek dan atuk masih ke porak. Beliau tak hendak henti bekerja walau badan semakin menua, tenaga semakin renta, tapi semangat beliau masih membara. Tak pernah henti berusaha. Berpeluh-peluh untuk olah raga begitu beliau bedua beralasan. 

Silaturrahim berlanjut ta'ziah ke rumah Bunda Sri. Putra bungsu beliau telah dipanggil yang Kuasa semalam jam 2 dini hari. Dek Hanif berumur 9 bulan. Bunda Sri telah merawat amanah titipan Allah dengan sebaik-baiknya. Keluar masuk Rumah Sakit untuk mengusahkan kesehatan dek Hanif. Berbagai macam obat telah dicoba. Allah Maha Tau yang terbaik buat dek Hanif. Istirahat dengan tenang sampai hari berbangkit. Semoga jadi tabungan amal bagi Bunda Sri.  Beliau telah menerima keadaan dek Hanif dengan ikhlas, merawat dengan tulus dan penuh kasih. Semoga kelak berjumpa lagi di sorga-Nya.

Selanjutnya kami membezuk Papa dan Mama Qutby, teman Oim, dan sahabat Ummi yang lagi sakit. Having chit chat tentang penyakit yang beliau berdua derita. Berbincang tentang obat yang bisa membantu, serta menghibur dan membesarkan hati.

Demikian, kisah kami berlanjut sambil berbincang diatas motor, bahwa ada kewajiban kewajiban kita, seorang muslim atas muslim yang lainnya;
1. Menjawab salam
2. Menjenguk yang sakit
3. Menjawab bersin
4. Mengabulkan undangan, dan
5. Menyelenggarakan jenazah.

Lega rasanya kita telah menunaikan kewajiban itu hari ini. :)


----------------

Tanama, 6 Desember 2017

Monday, 4 December 2017

BERKAH

"Da, mungkin Ibet duluan meninggal dari Uda. Badan Bet sudah sakit sakitan." Demikian ungkapan konyol saya pada suami tadi pagi. Ungkapan konyol tapi saya ungkapkan dengan penuh perasaan dan air mata berlinang, hiks. Namun beliau malah menjawab dengan seloroh, " Kita mati sama sama aja. Kamu mati, saya mati juga." Jawaban yang membuat saya ngakak. Toh, pernyataan saya memang konyol sih, semua orang pastilah tau kalau umur dan kematian adalah rahasia Allah. Tak ada seorangpun yang bisa memprediksi umur. Panjang atau pendek, muda atau tua. Kullu nafsin zaa iqotul maut.

Lagi lagi saya menanyakan pertanyaan retorika,"Kalau sudah mati, habis urusan dunia dan kekal dengan urusan akhirat ya Da? Tak bisa lagi minta tolong, tak ada space buat ngeles dan beralasan. Semua tergantung amal yang dilakukan. Nikmat selamanya atau azab selamanya. Kecuali kalau punya 3 hal kebaikan yang tak pernah putus aliran pahalanya, doa anak yang sholeh, sedekah jariah, dan ilmu yang bermanfaat.

So, apa yang bisa dilakukan? Usahakan segala apa yang dupayakan di dunia ini tak luput dari tiga hal tersebut. Agar aliran pahala terus mengucur walau raga telah tiada. Gunakan waktu yang sejatinya dijatahkan sama-sama 24 jam bagi setiap orang. 

Kalau menurut hukum Pareto ada orang yang bekerja 80% tapi hanya beroleh hasil 20%.Inilah orang yang biasa-biasa saja.  Sebaliknya ada orang yang bekerja hanya 20% tapi malah beroleh hasil 80%. Nah, inilah orang yang luar biasa, yang mengejakan sesuatu dengan efektif dan efisien.

Efektif dimaknai sebagai memebrikan hasil yang maksimal, atau sesuai dengan tujuan. Maka agar waktu kita efektif kita membutuhkan;
1. Tujuan yang jelas,
2. Fokus, dan
3. Alokasi waktu yang cukup

Sedangkan efisien lebih berkaitan dengan sumber daya yang kita miliki. Msalkan kita ingin menyelesaikan sebuah kegiatan yang ditargetkan selsai dlam satu jam. Apabila kita bisa menyelsaikannya dlam target waktu yang sudah kita rencanakan maka itu adlah efisien.

Maka agar bisa efektif dan efisien maka kita perlu menata kegiatan kegiatan kita.

Kalau kita seorang ibu maka waktu kita dalam sehari dibagi menjadi tiga bagian;
1. Untuk hal rutinitas, 
2. Untuk pengembangan anak dan keluarga, dan
3. Untuk pengembangan diri.

Sunday, 3 December 2017

BEZUK

Aisyah menemani Ummi menengok teman SMP Ummi, Yanti,  yang lagi sakit. Teman teman SMP Ummi yang lain sudah berkumpul di rumah Nova, tetangga Yanti. Setelah semua teman teman lengkap, kami berangkat ke rumah Yanti.

Setelah melihat keadaan Yanti, Ummi didaulat teman teman untuk menyampaikan sedikit nasehat. Jadilah ummi berkisah sebagai berikut..... 

Allahumma lakalhamdu, ilaikalmusytaka, wa antalmusta'an, 
wa laa haula wa la quwwata illa billahi 'aliyyil'azhiim.
Ya Allah bagiMu segala puji, padaMu segala pengaduan, Engkaulah Maha Penolong, tiada kekuatan selain Engkau Yang Maha Tinggi dan Agung

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...