Sunday, 25 September 2011

MY KIDS RAMADHAN


Yaayyuhalladziina aamanu quu anfusakum wa ahliikum naaro waquduhannasu wal hijaroh 'alaiha malaaikatun ghilaazun syidaadun laaya'shunallaha maa amarohum wa yaf'aluuna ma yukmaruun.
(Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras dan tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan).




Almaalu walbanuun lakum fitnah...

Subhanallah walhamdulillah mudah-mudahan Ramadhan kali ini penuh berkah, Rabbana taqobbal minna shalatana, washiamana, warukuuana, wasujudana wa kulla a'maalina ya Arhamarrohimiin.

Aisyah n Fathimah Anak-anakku yang shoolihataan.........t
Kita sudah sering membahas tentang keutamaan Ramadhan jauh sebelum Ramadhan menjelang. Kita juga sering bernostalgia tentang pelaksanaan Ramadhan kita tahun-tahun yang lalu. Kita sudah sama-sama berkomitmen untuk mengadakan peningkatan kebaikan dan amalan pada Ramadhan kali ini.
Wah.... ternyata diskusi-diskusi kecil kita itu bermanfaat sekali yach. Kalian begitu bergembira dan antusias menyambut bulan mulia itu. Kalian sering bertanya, berdiskusi berdua, atau melihat kalender, menghitung hari, kira-kira Ramadhan itu berapa hari lagi. Subhanallah

Ummi sungguh terharu bahagiaaa dan banggaaa sekali..........
Kalian berpuasa bukan karena iming-iming hadiah. Kalian bahkan hampir tak pernah membahas hadiah-hadiah itu. Sama seperti niat yang diajarkan Upin Ipin ' nawaitu shouma ghodin liadaai shahri ramadhan hazihi sanah lillahi ta'ala".
Alhamdullillah kalian juga tidak susah untuk dibangunkan makan sahur, karena sebelum tidur sudah pasang niat untuk bangun. Siang hari juga tidak pernah mengeluh kelaparan atau kehausan, kalau sesekali merengek kalian mau saja disuruh istirahat dan tidur, nanti bangun lagi pas tiba waktu shalat zuhur atau ashar, Allahuakbar! o ya shalat lima waktu tidak pernah bolong lagi, alias sudah komplit, walau sesekali masih pakai shalat kilat khusus yach. Alahamdulillah ummi tidak terlalu susah menyuruh, cukup mengingatkan saja.
Shalat tarawih juga sudah bertanggung jawab sekali terutama Aisyah (two thumb up), walau tak selalu ikut ayah ke mesjid, karena cuaca yang sering dingin dan hujan, dirumahpun Aisyah selalu shalat tarawih, kadang bareng ummi atau lebih sering sendiri yach. Karena Aisyah sering maunya naik patas, atau kalau capek shalatnya kadang sambil duduk he..he..(belum bisa nih bersaing sama Mak Suraida yang sudah berumur 87 tahun, tak pernah shalat sambil duduk). Yang jelas putri-putri ummi tarawihnya bukan karena dicatat di agenda Ramadhan yang nanti habis lebaran akan dikumpulkan guru agama dan akan menjadi salah satu persenan untuk nilai raport.
Putri-putri ummi ini juga mencatat ceramah yang disampaikan ustadz di mesjid, seperti anak sekolahan yach. Ummi hanya sering bilang "usahakan sedapat mungkin waktu mencatat tidak nyontek dengan yang lain, biar sekalian belajar mengambil kesimpulan dari ceramah ustadznya, kalau orang lain yang minta contekan dengan kalian, silahkan!" . Sayang kalian tidak dapat selalu hadir di mesjid karena sering hujan, ummi dan ayah khawatir tubuh-tubuh mungil kalian tidak sanggup melawan hawa dingin diluar. Tambahan lagi agenda Ramadhan seperti anak-anak sekolahan ga' jadi dapat-dapat ya, mungkin usaha mencarinya belum maksimal, cuma nanya di warung Utieh dan di toko Hizra Payakumbuh, yang kebetulan disana sudah habis, (maafin ummi n ayah ya nak).
Latihan jadi enterpreneur cilik juga boleh dapat nilai "very good" nih. Aisyah dibantu Fathimah membuat sendiri agar nutrijel dan mengantarkannya ke pasar pabukoan dengan jalan kaki untuk dititip dengan bu Mun. Aisyah juga rajin membantu ummi membuat bolu gulung dan brownies untuk dijual,(kalau ada yang mesan kue dan aisyah yang bikin sepertinya sudah bisa deh, aisyah sudah tahu takaran dan caranya) sementara fathimah membantu menjaga Rohim sembari menyuapinnya, terima kasih ya putri-putri cantikku, ummi merasa terbantu sekali.
Mengenai menu perbukaan kalian juga tidak neko-neko, tidak banyak permintaan dan pesanan (pokoknya ummi tidak ada merasa direpotkan), tidak harus bikin menu-menu khusus, tidak harus masak kolak, tidak harus pergi ke pasar pabukoan, tidak harus jajan ini itu, subhanallah. Pergi ke pasar pabukoan baru 3x ya, satu kali ke Koto Baru, 2 kali ke Tanah Mati.
Ramadhan ini Aisyah juga memboyong dua buah piala. Lomba Hifzil Qur'an juz 30 tingkat SD di An Nahl memperoleh juara 3. Dan lomba Hifzil Qur'an juz 30 di Mushalla Muslimin Tanjung juara 1. Mulai dari surat An Naba',An Nazi'at, 'Abasa, At Takwir, Al Infithor, Al Muthoffifin, Al In syiqoq, Al qori'ah sampai An Naas. Insya Allah putri ummi menghafal bukan karena ikut lomba. Ikut lomba pun tidak ada persiapan khusus, biasa saja, dan yang terpenting tidak ada target menang. Sehingga waktu lomba bisa tampil dengan sangat rileks dan tanpa beban. Lombanya bersama anak sekolahan lho. Terbukti kan anak Homeschool juga bisa berprestasi. Mereka belajar bersama guru di sekolah, sedangkan anak-anak ummiu belajar bersama ummi dan ayah, (I feel something special for this). Fathimah yang belum mau ikut ya,(PR buat kita semua nih,padahal hafalan Fathimah mungkin lebih dhobit dari uni kalee).
Persiapan lebaran juga sangat sederhana sekali, tidak ngotot minta baju baru yang lebih... sepatu baru yang wah...alhamdulillah... Mudah-mudahan Ramadhan ini kita semua menang ya Nak! Maka nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan?
Anak-anakku.......... kita bukan yang terbaik, masih banyak contoh-contoh teladan yang mesti kita tiru, masih banyak yang harus kita perbaiki. No body is perfect.

Journal ini sengaja kutulis pertama, sebagai bahan portofolio untuk anak-anakku, kedua sebagai bahan ibroh bagi yang membaca, bukan untuk membandingkan dan manilai. Tulisan ini juga dipicu oleh cerita dan pengalaman dua orang sahabatku yang lagi hamil tua, dan yang lagi punya bayi. Kuterbayang tentang kerepotan, keletihan dan kesusahan mereka melayani anak-anak. Betapa setiap hari harus menyediakan menu berbuka yang boleh dikatakan lebih dari pada hari-hari biasa, seperti kolak, dan makanan-makanan lain. Kalau tidak? Anak-anak akan bermuka masam, merengek dan merajuk, mencari pabukoan diluar, beli ini-itu, jajan aneka makanan dan sebagainya.
Kuterbayang susahnya mereka membangunkan anak-anak untuk makan sahur , atau kalau bangun tidak pula mau menyuap sendiri. Dengan mata setengah terbuka sang anak mengunyah dengan ogah-ogahan. Jadilah sahurnya beberapa suap saja. Siangnya sang anak lanjut merengek minta puasanya dibatalin karena merasa sahurnya sedikit. Kalau tidak ekstra sabar menghadapinya pasti kan meledakkan emosi. Atau kalau puasanya tetap dipertahankan dia minta imbalan yang macam-macam, minta dibelikan ini-itu, minta dibuatkan aneka menu. Ya Rabb heeelp!
Kuterbayang bagaimana ramenya menyuruh sholat, mengeluarkan banyak kosa kata dan menguras banyak energi, kadang juga mengundang kaki dan tangan untuk bicara. Belum lagi acara menyuruh mengaji yang penuh sensasi. Yang pada akhirnya mengalun juga lantunan ayat dengan suara parau yang diselingi sengukan tangis yang tertahan.
Tatkala isya menjelang sang ibu jadi terkapar karena lelah yang tiada tertahankan. Capek lahir bathin.......... Selanjutnya baca journalku di 'Pengaliran Emosi'. Betty


Tanah mati, 25 Agustus 2011

2 comments:

  1. subhanallah...... pengen deh punya putri-putri yang sholeh dan sholeha..

    ReplyDelete
  2. Amiiin semoga segera dikaruniai Allah keturunan ya,..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...