Tuesday, 28 May 2013

SYUKUR


Aku bersyukur sekali dikumpulkan dengan guru-guru istimewa seperti ibu-ibu semua. Ibu-ibu adalah orang-orang pilihan yang telah diutus Allah untuk bertugas di PAUD An Nahl. Ibu-ibu adalah karyawati Allah yang berjuang untuk mendidik putra-putri negeri pertiwi agar mengenal Islam, mengenal Allah dan Rasul-Nya, mengetahui dan mengamalkan akhlak dan karakter Islami, serta mengenal konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan.
Ketika ibu telah mendedikasikan diri untuk menjadi karyawati Allah, maka yakinlah bahwa Allah tidak pernah lupa dengan janji-Nya. Allah Maha Menepati janji, bahwa tatkala ibu berbuat kebaikan dengan penuh keikhlashan maka pasti Allah akan membalas dengan balasan yang berliapt ganda.

Ibarat berdagang dengan sistem MLM (Multi Level Marketing) , ketika apa-apa yang ibu ajarkan dipraktekkan dan diamalkan oleh anak-anak didik maka keberuntungan yang ibu peroleh akan berganda, dan demikian seterusnya karena ibu adalah peletak dasar. Apa yang ibu ajarkan sekarang akan terus bermanfaat untuk anak-anak sampai dewasa bahkan sampai akhir hayatnya.

Tatkala ibu datang lebih awal dari teman-teman yang lain, berarti ibu telah menanam lebih banyak. Ibu telah beres-beres dan menyapu, sementara yang lain belum datang. Ibu telah banyak bersedekah dengan senyuman yang merekah sedari pagi, untuk menyambut kedatangan anak-anak, dan menyapa hangat ayah bundanya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “ Senyummu dihadapan saudaramu adalah sedekah”.

Saya  yakin ibu memilih PAUD An Nahl bukanlah karena keterpaksaan, bukan karena ketiadaan pilihan pekerjaan yang lain. Kedatangan ibu kesini adalah karena kiriman Allah. Allahlah yang telah menggerakkan hati ibu untuk menjatuhkan pilihan pada PAUD An Nahl.

Memang dalam perjalanan mendedikasikan diri untuk menanam kebaikan tersebut banyak halangan dan rintangan yang menghadang. Banyak ujian yang mesti dilewati. Ada godaan tawaran pekerjaan yang lebih menggiurkan secara finansial. Ada objek yang lebih menjanjikan secara keduniawian. Ada riak-riak kecil yang menggerus niat tulus.

Saya juga sangat menyadari bahwa masing-masing kita mempunyai kelebihan dan kekurangan.  Mari sama-sama kita optimalkan kelebihan yang kita miliki untuk terus menghasilkan karya terbaik, dan saling mengisi kekurangan agar menjadi nilai positif. Mari sama-sama kita tanam benih-benih kebaikan sebanyak mungkin, karena siapa yang banyak menanam maka dialah yang akan panen raya. Hal sekecil apapun pasti tak akan luput dari catatan malaikat-Nya. Pasti Allah Maha Melihatnya.
           
                                                                               Tanah Mati, Januari 2013

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...