Thursday, 27 November 2014

KISAH RAMADHAN (2)


Satu Lagi kisah tentang my kids Ramadhan yang spektakuler untukku. Inilah hadiah dari mereka untukku. Walaupun mereka tak pernah menyebutkannya itu hadiah tapi bagiku itu adalah hadiah.


Anak-anakku suka sekali membaca, salah satu bacaan faforit mereka adalah majalah Bobo. Walaupun tak berlangganan, tapi hampir setiap minggu mereka mesti beli majalah Bobo baru. Selain itu mereka juga suka membeli Bobo second handed, ngumpulin Bobo lama harta karun dari ayahnya, tek Rita adik ayah, atau tek Titin sepupu ummi.
Beberapa bulan belakangan mereka mulai kenal denga Bobo on line. Mereka begitu terlena dengan itu. Katanya izin mengetik, tapi sering “ketangkep” baca Bobo. Aku khawatir sekali mereka jatuh kepada laghwi. Sebenarnya aku ingin juga mereka membaca majalah yang lebih Islami atau yang banyak unsur pelajarannya menurut versiku seperti Aku Anak Sholeh, atau Trubus Kids atau yang lainnya. Setelah membaca cerita  Bobo ada pula forum disqusnya di klinik cerita Bobo on line, mereka semakin larut. Sedangkan aku emaknya semakin galau…. hiks.
        Pulang dari Fesper di Salatiga Fathimah si tengah sudah bikin blog. http://fathimacuteeblog.blogspot.com dan http://fathimahelhafidzoh.wordpress.com. Dia mulai aktif di blognya dan suka juga buka blog dari teman-teman disqusnya di Bobo on line. Empat bulan sudah Fathimah asyik dengan blognya. Si sulung Aisyah akhirnya tertarik juga. Dia bikin juga blog sendiri. http://aisyablogie.blogspot.com Menulis, mendandani dan mempercantik tampilannya. Ada banyak istilah ngeblog yang tak kupahami, tapi mereka menggunakannya. Mereka sering gonta-ganti skins, make c-box, segment, hiatus, dan seterusnya. Mereka belajar otodidak….Subhanallah #emakselaluketinggalan#
        Dasar pikiran emak yang gak jauh kedepan dan suka tulalit yach. Emak pernah galau dan khawatir. Padahal mereka mulai belajar dari disqus Bobo yang emak sering larang itu. Emak sering tidak tau dari mana anak-anak akan mulai belajar hal baru. Kerapkali emak merasa suatu hal itu baik tapi anak-anak tak suka, atau sebaliknya emak merasa suatu hal itu tidak baik tapi anak-anak belajar banyak darinya.
        Dulu pernah kusarankan (tepatnya kusuruh) dan mau kudaftarin webinar ngeblognya mbak Mira Julia. Tapi mereka ga’ mau. Mungkin karena belum waktunya, yach. So…. Biarkan keinginan belajar itu tumbuh from the bottom of their heart, and just wait…. Mereka akan melesat tinggi jauh dari perkiraan emak. Yang penting emak beri rangsangan dan space buat mereka untuk belajar dan berkarya.
   Anak-anak sudah tahu kalau emak sudah punya http://baiti-madrosati.blogspot.com model jadulnya. Lebih dari 4 tahun blog itu tetap aja jadul. Akhirnya merekalah yang mendandani. Emak yang belajar dari anak-anak. So siapa bilang emak yang mesti selalu jadi guru? Emak harus bisa menguasai banyak hal? Justru malah emak yang sering belajar dari anak-anak.***
                                                        Tanah Mati, 26 Juli 2014

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...