Tuesday, 16 December 2014

BERAPA LAMA?


Jangan berharap banyak pada anak-anakmu, bila kamu tidak mendidik  mereka sebagaimana mestinya. Dalam QS 17:24 dikatakan “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “ Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”
Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar anak-anak bisa bertanggung jawab? Yang jelas jawabannya bukanlah “SEBENTAR”. Saya membutuhkan waktu dalam bilangan tahun agar anak-anak bisa bertanggung jawab mengerjakan hal-hal yang sudah menjadi pilihannya.

 Lebih kurang 2 tahun yang lalu kami (ummi, Aisyah dan Fathimah) membuat fakta kesepakatan (M o U). Melalui diskusi, kami membuat list, pekerjaan rumah yang mesti dikerjakan.

·         memasak
·         mencuci piring
·         mencuci pakaian
·         mengangkat jemuran
·         melipat pakaian
·         menyetrika
·         menyapu
·         mengepel
·         beres-beres
·         menjaga adik dll

Ummi mempersilakan anak-anak memilih pekerjaan yang mereka sukai, dan akan dikerjakan setiap hari dengan sukarela dan penuh tanggung jawab. Waktu itu Aisyah memilih untuk mencuci piring, dan Fathimah memilih untuk menyapu dan beres-beres. Kami menuliskannya disebuah kertas, dan menempelnya di dinding.
Dengan penuh perjuangan Ummi (pribadi) selalu berperang melawan penyakit emosi  akut Ummi agar tidak kambuh. Penyakit yang kata orang Minang disebut 4 P  (Pamberang, Parabo, Paibo, jo Panangih). Menahan emosi yang sering meledak-ledak agar tidak tumpah ruah, merupakan sensasi tersendiri, dimana dengan hanya menahan emosi saja surga bisa diperoleh. La taghdhab walakal jannah; jangan marah dan bagimu surga (HR Bukhari Muslim).
Begitu juga dengan Aisyah dan Fathimah, jatuh bangun melawan rasa malas dan penyakit menunda-nunda. Berusaha mengalahkan ego kala waktu bertanggung jawab bertabrakan dengan keinginan untuk bermain atau kesenangan yang lain.
 Bulan-bulan belakangan, Alhamdulillah rasa bertanggung jawab dan kosistensi mereka patut mendapat acungan jempol. Mereka sudah melakukan pekerjaan tersebut dengan senang hati, tidak mengomel dan insyaAllah ikhlas. Bahkan mereka akan merasa bersalah dan kadang merasa tersinggung  kala pekerjaan tersebut  diambil alih oleh Ummi.

                                                        



                                          Tanah Mati, 9 April 2013

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...