Thursday, 1 January 2015

FESPER



SEMANGAT FESPER SEPANJANG TAHUN

Alasan ikut FESPER (08-01-2014)

Momen istimewa ini sudah kami tunggu lebih dari setahun yang lalu. Ada keinginan yang kuat untuk ikut FESPER pertama di Yogyakarta, namun kondisi finansial belum memungkinkan saat itu, mengingat tempatnya nun jauh di seberang pulau.  Semenjak itu kami memasang niat dan tekad untuk bisa ikut FESPER kedua. Untuk itu kami masing-masing anggota keluarga membuat celengan yang bertuliskan FESPER dengan tulisan gede.

Kami ingin sekali bertemu dengan teman-teman seperjuangan (HSer) seluruh Indonesia di FESPER., karena selama ini, dari tahun 2005, kami di Payakumbuh menjadi keluarga single fighter praktisi HS. Alhamdulillah semenjak kehadiran Ibu Profesional secara resmi 9 April 2013 baru bermunculan dan bertemu dengan teman-teman HS lain di Payakumbuh.

Ikut FESPER untuk charger dan untuk menguatkan kami bapak emak, serta anak-anak, bahwa mereka ternyata punya banyak teman-teman seperjuangan seantero nusantara. Fesper tempat menjalin silaturrahiim di dunia nyata, saling berbagi, tukar pengalaman, beroleh ilmu, dalam suasana camping keluarga HS se Indonesia yang kami yakin tentu sungguh SERU.

                                                                       

SEMANGAT FESPER SEPANJANG TAHUN

Ikut FESPER bagi keluarga kami adalah amrun kabiirun. Tak mudah untuk ikut begitu saja.Enam orang anggota keluarga mesti ikut semua, tak boleh ada yang tak ikut.

Banyak juga teman-teman Payakumbuh yang heran, “ Wooaw kok bisa mereka pergi semua ya? Sebegitu banyakkah uang mereka?” demikian komentarnya. Wajar saja mereka berkomentar begitu. Mereka tahu keseharian kami, pekerjaan dan kegiatan kami. Tak ada sumber yang bisa mendatangkan uang banyak (ndak ado yang ka manggadangan aia).

 Kami juga sadar akan hal itu. So, untuk itu kami harus mempersiapkannya dengan baik. FESPER masuk dalam salah satu daftar mimpi kami. Kami betul-betul serius dengan mimpi itu dan menempu jalan-jalan agar mimpi itu terwujud. Kami menempel gambar tenda camping di dinding, mulai menshare mimpi itu di berbagai kesempatan, masing-masing anggota keluarga membuat celengan yang bertuliskan FESPER. Rupiah-demi rupiah kami kumpulkan.

Fathimah dan Aisyah ikut membantu ummi di kelas “MAIN AKSARA” di sore hari. Kami juga menerima pesanan kue dan membuat jajanan untuk dititip di warung-warung.

Alhamdulillah ada saja rezeki yang menambah pundi-pundi celengan kami. Ikat pinggang  juga dikencangkan. Bila ingat jajan….ingat FESPER. Sering malah anak-anak yang mengingatkan ummi. Komitmen mereka lebih kuat dari emaknya.
Subhanallah, salah banyak keuntungan HS adalah bahwa sangat memungkinkan untuk berhemat; tidak perlu mengeluarkan uang sekolah, uang pembangunan, uang jajan harian, uang transport, uang seragam, uang tas, sepatu dan sebagainya.     


SEMANGAT FESPER SEPANJANG TAHUN

Januari 2014 menjelang, dan tibalah waktu pendaftaran FESPER. Kalau ga’ salah waktu itu Selasa pendaftaran dibuka secara on line. Tiga hari saya tidak on line karena lapi kami error. Rabu jam 14.00 baru saya bisa on line. Ooow mg God,…. Ternyata pendaftaran baru ditutup 2 jam yang lalu…. Saya langsung lemes,…saya kasih tahu anak-anak.. mereka kecewa sekali.. (hiks)


Saya sms mbak Lala,”kenapa pendaftaran dah tutup mbak?” Mbak  Lala jawab, “saya juga kaget mbak, baru dibuka langsung harus ditutup.”


Pengalaman FESPER I di Jogjakarta, berbulan-bulan iklan mas Seno di FB. Saya kira FESPER 2 ini juga akan seperti itu.Ternyata jauh diluar dugaan, pendaftaran dibuka hanya beberapa jam saja.


Saya juga kontak mb Gita &mb Raken dan saya kirim uang pendaftarannya, setalah uang terkirim mb Gita bilang,”tunggu dulu kesepakatan panitia mb betty.” Saya telp juga mb Septi, dan jawaban beliau,” Iya nih serasa jualan kacang goreng,.. laris manis!”. “Terus, bagaimana dong bisakah keluarga kami mendaftar?” Saya kemukakan alasan seperti di SEMANGAT FESPER 1# Kata beliau,” Biar saya bawa dan saya perjuangkan di rapat panitia dulu ya,”.Jawaban yang cukup mnyejukkan, semoga ada secercah harapan.


Sepuluh hari kami menanti dengan harap-harap cemas, sembari terus berdoa semoga ada peluang. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Allah berkehendak dan kami bisa mendaftar, karena kuota ditambah. Thanks God, dan terimakasih panitia yang baik hati!


Ya Rabb, ternyata ada tantangan lagi,… ayah belum tentu bisa ikut karena akhir Maret itu Pemilu makin dekat, sebagai panwaslu kesibukan beliau tentu bertambah. Di annual meeting keluarga kita sepakat kalau ayah ga’ bisa, ganti dengan Mc Iko yang tinggal di Depok yang kebetulan juga sudah komitmen untuk meng HS kan anak-anaknya. “DEAL” terjadi. Jauh di lubuk hati ummi ngarep ayah dan Mc Iko dua duanya bisa ikut…



Maret,2014
To be continiued
                                                    

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...