Thursday, 1 January 2015

MENIKAH



CONTEXT BASED LEARNING (1)

Diskusi kami siang itu, mengalir begitu saja tanpa perencanaan tema. Anak-anak yang mulai.

Aisyah : Ummi dulu menikah umur berapa?

Ummi   : Umur 27 tahun, ummi sudah terlambat menikah

Aisyah : Kalau ayah?

Ayah    : umur 31 tahun, ayah juga sudah terlambat

Aisyah: Aisyah ingin menikah nanti setelah tamat S2 tapi dibawah umur 25 tahun, antara 22/23 tahun an

Fathimah: Dedek ingin menikah umur 20 tahun, tapi setelah dedek kaya dan punya usaha sendiri

Ummi : Hah???? berarti 10 tahun lagi dek?

Ummi dan ayah jadi senewen, siap ga’ ya punya menantu? Adakah yang salah dengan tema itu? Kok mereka memikirkannya terlalu cepat ya? Padahal baligh aja belum. Bingung nih menyikapinya.
Tapi dulu ummi pernah  mendengar pelajaran di LIPIA bahwa anak yang paham agama akan menikah lebih cepat (ngarep ini kebenaran)

Pembicaraan berlanjut,

Aisyah :  Aisyah nanti ingin kuliah S1 di UI

Fathimah: Kalau dedek ingin kuliah di Jepang

Tema kuliah sih masih biasa, tapi tema menikah, ‘ajiib !!!!


Tanah mati, 3 Juli 2014

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...