Sunday, 14 June 2015

PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI

"Ya Allah, kumpulkanlah aku dengan orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintaiku selalu" 

    Patah tumbuh hilang berganti, mati satu tumbuh seribu. Meski yang diam-diam keluar IIP jama'atan, tapi yang masuk dan aktif berkuliah dan berkegiatan juga jama'atan. Walau banyak yang tidak percaya, namun semakin banyak pula yang yakin. Begitulah hukum alam dan seleksi alam bekerja. Allah langsung yang memberikan tarbiah dengan cara-Nya yang terbaik, dan Allah telah pilihkan teman-teman yang terbaik menurut-Nya, yang akan menemani langkah kaki kedepan. Memang, hikmah dan pelajaran seringkali baru bisa terbaca belakangan, ya bundas :)
  Aku sempat down dan kecewa dengan teman-teman yang diam-diam meninggalkan, tanpa ba bi bu dan tanpa konfirmasi apalagi tabayyun. Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan mereka menjadi bahan fikiranku. Betapa mereka dulu adalah teman-teman akrab dan teman-teman seperjuangan, berada dalam satu forum dan satu kepanitiaan. Namun tatkala "isu nggak jelas" beredar, mereka cuci tangan dan cari aman.
    Yang mengherankan adalah ketika ada yang bertanya tentang keanggotaan, ada diantara si "teman" yang bilang, "Saya memang pernah jadi panitia kegiatan, tapi saya bukan anggota dan saya tidak aktif." (Nah lho, kalau bukan anggota mana bisa jadi panitia, ya nggak?).
   Yang paling nggak masuk akal adalah aku ikut menjadi terdakwa, aku menjadi orang yang dicurigai. Jangan-jangan dia juga....(titik-titik), sehingga muncul peringatan " Hati- hati berteman dengan Betty! nanti terpengaruh. (terpengaruh hebatnya keles, he he he). Secara Betty itu berteman dengan siapa saja, nggak jelas dia masuk mana (so emang pantas dia dicurigai, yach).Dia akrab dan berteman dengan orang yang nggak jilbaban, jilbab gaul, jilbab lebar, cadaran, salafi, tarbiah, MMI, JT, HT, agama lain, JIL, syiah sampai keyakinan lain-lain. Seseorang kan bisa dinilai dari siapa temannya." Padahal di IIP kita tak pernah membahas dan berdebat tentang keyakinan kecuali hanya bermu'amalah saja dengan segala kalangan. 
     O ya bundas, Payakumbuh pernah sukses ngumpulin 600-an peserta dalam satu forum Ibu Profesional, berasal dari berbagai lini dan "aliran" lho, berkat kolaborasi cantik nan apik dengan berbagai aliran dan kalangan.
  Aku pernah juga merasa tidak puas dengan ketiadaan kulwapp di Payakumbuh, karena banyak teman-teman yang aktif di off-line tidak bisa on line karena ketidak tersambungan internet, tidak punya smartphone,bahkan belum melek tekhnologi alias gaptek, serta tersebab "kepergian diam-diam" teman-teman yang di awal menurutku dekat dan bisa dipercaya, but belakangan seperti fotamorgana. Sudah sekian lama aku mencari pengganti yang bisa aktif on line, namun belum juga nemu-nemu, hiks.
    Untunglah aku ikut IIP bukan karena ikut-ikutan nggak jelas tanpa ilmu, tapi memang karena aku menemukan banyak kebaikan di IIP, dan sejauh ini pelajaran yang kuperoleh di IIP tidak ada yang aneh atau bertentangan dengan Islam, keyakinan yang aku anut.
   Bundas, ketika kita punya keinginan yang kuat untuk belajar dan terus berusaha meningkatkan kualitas diri dan keluarga menjadi lebih baik dan lebih baik maka Allah Ta'ala akan selalu bukakan jalan untuk menemukan kebaikan demi kebaikan itu.
    Aku pernah bilang pada teman-teman yang diam-diam pergi itu, bahwa ibarat naik tangga ada step yang mesti dilewati, mulai dari bawah terus naik keatas. Ketika tiba di anak tangga yang lebih tinggi dan menemukan ada yang lebih baik, nah, anak tangga yang dibawah tidak mesti di delete, bukan? Padahal dulu dapat "hidayah" dan merasa "ngeh" dengan status sebagai ibu dan istri adalah lewat ibu profesional. Eh.... tau tau kemudian ngomong lengkap dengan cibiran pula, "Itu pula yang mau dicontoh dan dijadikan panutan, bukan golongan kita," (hiks). Terus nebar omong dan status menjelekkan sembari maraup follower. Padahal kalau teman-teman itu mau nengok kebelakang dan melakukan kilas balik, mereka tau informasi awal tentang  "...." yang mereka ikuti sekarang, bahkan ada yang beli bukunya dari aku, lho! (he he sok merasa berjasa nih ye).....Ah, biarlah yang jelas IIP tetap exist, tetap dan selalu akan berkarya dan menebar kebaikan serta manfaat, insyaAllah
  Benar kata bu Septi bahwa orang-orang yang mencintai kita, tak membutuhkan penjelasan, sebaliknya orang-orang yang membenci kita, sudah dijelaskan pun tetap tidak akan percaya. Toh, urusan kita berbuat baik bukanlah dengan orang-orang, akan tetapi dengan Allah Ta'ala, berharap ridho-Nya saja.
     Bundas, Payakumbuh memang tidak eksis di kulwapp, namun alhamdulillah tetap aktif berkegiatan rutin secara off-line semenjak awal datang ke Payakumbuh, April 2013. Sayang aku nggak terlalu narsis, sehingga tidak semua episode bisa di up load.
     Berikut kegiatan off line Februari-Juni 2015(khusus selama isu memanas) yang terus berjalan,yang sempat kuabadikan dengan kamera. Walaupun tidak semua kegiatan tapi cukuplah untuk membahasakan bahwa Payakumbuh  is STILL ALIVE, bundas :).Rumah belajar barupun bermunculan, panggilan untuk narasumber juga naik rating, alhamdulillah.
    
Kuliah rutin off line @ Rumah belajar IIP Balai Kaliki Payakumbuh, pertemuan ke-3#
Kuliah @ rumah belajar Taeh Baruah Lima Puluh Kota

Kuliah @ Rumah Belajar Kapalo Koto Simalanggang Lima Puluh Kota, pertemuan ke 3#

Kuliah rutin @ Rumah Belajar An Nahl Tabek Panjang, angkatan ke-1
Kuliah rutin @ Rumah Belajar An Nahl Tabek Panjang, angkatan ke-2

Panitia survey lokasi untuk kegiatan Family Gathering IIP Pyk-LK @ Aia Tajun Tujuah Tingkek Ujuang Harau.
Ibu Profesional @ Pelatihan Pendidik @ Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, pertemuan ke-2# (Mei 2015)
Ibu Profesional @ Pelatihan Pendidik @ Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, pertemuan ke-3# (Juni 2015)
Kegiatan Family Gathering IIP Pyk-LK @ Aia Tajun Tujuah Tingkek Ujuang Harau Lima Puluh Kota Juni 2015
Kegiatan seru-seruan @ mencari teman dan membuat kelompok

Emak-emak bermain dengan sungguh-sungguh dalam tim yang kompak. Emak-emak emang keren eey....Moga dapat pelajaran berharga dari seluruh rangkaian kegiatan yach!!!!



10 comments:

  1. Indaaaah sekali.

    ketika kita merasa terpuruk bahkan hampir putus asa, bersabarlah, karena disitu rahmat Allah sudah sangat dekat.

    Nibet hebaaat, berhasil melampaui ujian dengan fokus dan high energy, naik kelas dah....

    karena di dalam universitas kehidupan ini, kita bukan diberikan pelajaran dulu baru dapat ujian, tapi kita dapat ujian terlebih dahulu, baru mendapatkan banyak pelajaran hidup yang maha dahsyat.

    Datangnya musibah, adalah bukti cintanya DIA kepada kita. Salah satunya adalah memberikan proses seleksi alam, untuk melihat dengan mata hati, siapa saja dan bagaimana orang-orang yg selama ini "merasa" dekat dengan kita.

    Sukses dan tersenyum itu biasa, merasa kecewa, terpuruk dan masih bisa tersenyum, itu luar biasa.

    Sukses untuk teman-teman IIP Payakumbuh, berproseslah dengan tangguh menuju Dia. Tetaplah beraktivitas menebar benih kebaikan, karena ini adalah hak kita, hasil itu hak Allah.
    Berjalanlah terus tanpa pernah berhenti, karena bekerjanya kita adalah ibadah, dan hasil itu kejutan dariNya.

    Bukankah siti hajar harus lari bolak-balik tujuh kali dari shofa ke marwa, berkali-kali mengejar fatamorgana, tetapi air zam-zam justru muncul dari kaki mungil sang bayi?

    peluk Nibet dari jauuuuuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Peluuuk Bu Septi jugaaa :) Jazakillah khairan atas suntikan semangat dan nasehatnya Bu. Kami IIP PYK LK dapat recharge energy baru.... Allahuakbar!!!

      Delete
  2. Assalaamu'alaikum smart mom....��...kerren euy...tulisan di baiti madrasati dah ni bc...tetaplah melangkah hingga lelah itu lelah menyertaimu...selamat menapaki perjalanan menjadi kupu2 cantik atau menjadi berlian atau menjadi emas 24 karat...dg sejuta manfaat bg sesama...Engkau layak menjadi guru bagiku...Love you alone...couse Allah....Jika tak kita rasakan balasan cinta dari orang yg kita beri cinta...tidak selalu karena mereka tak cinta...Tapi boleh jadi karena cinta itu diantarai batas ruang dan waktu...atau keterbatasan mainseat...namun cinta pasti selalu mengaliri para pencinta sejati...karena sumber mata air CINTA sejati milik NYA dan kepadaNYA.
    Love you always couse Allah.��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikum salam uniku syg.. makasi banyak uni dah sempatin baca, dan terimakasih jg utk nasehatmu yg selalu menyejukkan un.. :)
      Love you too couse Allah 😘

      Delete
  3. lokasi aia tajun 7 tingkek benar bener jauuuuuuuuuh k dlm rimba tak lebat harau.bak perjalanan IIP yg insyaallah indah sampai tujuan...rata rata semua pada ndakda yg dak bilang jauh sulit en menantang..kegiatan diselingi hujan..family gathering..?ternyata anak-anak tidak pernah main-main dalam bermain..seruuuu banget.mudah-mudahan malam tidurnya gak mimpi ketemu hantuuuu hi hi hi

    ReplyDelete
  4. IIP Pyk-LK kereeen eeeyy!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes, kereen dengan kehadiranmu pastinya

      Delete
  5. bet...masyaAllah..,Subhanallah,..berkaca2 bacanya...teruslah menebar ilmu dan kebaikan bet...yang akan di petik terus menerus kelak disaat masa istirahat itu tiba,,in shaaAllah uni akan berusaha terus utk bisa istiqomah,menimba ilmu dari dirimu,peluuuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyaAllah uni, sepanjang hayat masih dikandung badan yach. ceila belagu pula ya, padahal yang dipunya tak sebesar biji zarrahpun, hiks

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...