Thursday, 28 January 2016

CLOSING

Catatan TfF IIP 22-24 Januari 2016 @ Salatiga #1

Baru mulai nulis sudah closing??? Ya begitulah, saya mau mulai dari closing. Walau sejujurnya saya tidak suka closing, karena dalam closing ada perpisahan. Saya tidak suka perpisahan, apalagi perpisahan yang diawali dengan pertemuan yang begitu mengesankan, sarat hikmah dan pembelajaran.

Bagi saya belajar bersama keluarga Pak Dodik dan Bu Septi dan bunda-bunda hebat yang datang seantero nusantara ini, tak pernah membuat saya puas, saya masih mau, mau dan mau lagi... sakau deh pokoknya.
Alhamdulillah lucky, mereka begitu baik hati memberi obat penawar (sementara) dengan DO IT. Kenapa sementara? ya, karena sebentar lagi saya pasti akan sakaw kembali dan obatnya adalah belajar dan berkumpul lagi :)

However, dalam closing juga ada summary. Kata Otong, "Baca summary Ni Bet!" :)...... (Kata Otong adalah salah satu khazanah kekayaan ice-breakingnya teh Euis Kurniawati,peserta TfF IIP asal Surabaya asli Sunda)

Bundas, fasilitator yang utama dan paling utama sesungguhnya adalah dalam keluarga, bersama anak-anak tentunya. Sukses menjadi fasilitator untuk anak-anak dan keluarga dulu, baru nanti mengemban tugas  menularkan value kebaikan kepada orang lain.

Ketika berbicara tentang value seorang fasilitator tidak bisa mengatakan "sesuatu" paling betul, paling benar atau salah, karena value masing-masing keluarga tentu berbeda. Benar atau salah, baik dan buruk tergantung pada value yang dianut keluarga tertentu.

Setelah dapat mengaplikasikan menjadi fasilitator yang baik dalam keluarga, maka itulah yang akan di share lagi, agar kebermanfaatan ilmu semakin tertebar dan  keberkahannya juga bertambah.

Bundas, fasiltator yang telah menerapkan dan mempraktekkan "sesuatu", ketika menyampaikan lagi kepada orang lain, so pasti akan lebih menjiwai dan akan mempunyai ruh yang tajam sehingga dapat menembus hati, dan menularkan semangat bagi yang mendengarkannya. 

Teori, tips, dan sejenisnya sudah banyak bertebaran dimana-mana dan dapat diakses dengan mudah sekali. Namun aplikasi dan praktek adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh seorang fasilitator.

Yang pertama sekali dibuat bahagia adalah anak-anak dan keluarga. Maka mari menjadi fasilitator terbaik buat mereka dulu, baru lanjut the next step, share to others.  Apa gunanya membahagiakan orang banyak kalau anak-anak dan keluarga protes atau bahkan terlantar??

Finally, mau tak mau datang juga si ending. Beruntung, si ending datang dengan high energy (high energy ending). Tak sanggup mengucapkan kata-kata yang dapat mewakili ending yang penuh keharuan, hiks hiks hiks :'( 
Pertemuan tiga hari dua malam serasa sekejap saja. penuh pelajaran berharga dan kenangan tak terlupakan......

"Tahabbu tahaddu" Pemberi hadiah dengan yang menerima hadiah seperti sudah punya chemistry, walau hanya dipilih secara acak, hadiah yang diberi dan diterima serasa pas, apakah bunda juga merasakannya??

Perpisahan itu terjadi jua, sungguh rasa haru menyeruak dan menyesakkan dada. I Love u all coz Allah. I miss u all, bundas...



ODOPfor99days#day19

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...