Saturday, 12 March 2016

SAKIT ADALAH BERKAH

Allahumma lakalhamdu, ilaikalmusytaka, wa antalmusta'an, 
wa laa haula wa la quwwata illa billahi 'aliyyil'azhiim.
Ya Allah bagiMu segala puji, padaMu segala pengaduan, Engkaulah Maha Penolong, tiada kekuatan selain Engkau Yang Maha Tinggi dan Agung

Alhamdulillah aku sudah merasa lebih baik, badan, perasaan, hati dan fikiran sudah lebih OK. Memang dalam sakit ada banyak keberkahan, yaziidul khair wa yaziiduttho'ah, menambah kebaikan dan menambah keta'atan, insyaallah. Seperti doa yang sering kupanjatkan
Allahumma inni as aluka 'ilman naafi'an wa rizqon waasi'an wa syifaan min kulli daa in wa saqomin.Ya Allah aku mohon padaMu ilmu yang bermanfa'at, rezki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit dan penderitaan
Urutan doa yang diajarkan Rasulullah sebelum minum air zam zam ini diawali dengan permohonan beroleh ilmu, baru diikuti permohonan rizki dan terakhir permohonan kesembuhan

 Dalam sakit ada keberkahan yang melimpah, sebab kadarnya telah terukur tepat sesuai dengan kadar kemampuan yang dihadiahkan Allah pada hamba terpilih demi meningkatkan kemuliaan bagi yang pandai memaknai

Learning points that I get as long as my pain:
  • Hubungan dengan Allah menjadi lebih intens dan mesra
Saat sakit mendera sangat memungkinkan untuk bertaqarrub dengan Ilahi, berasa lebih syahdu menyebut asma Allah dibanding waktu sehat. Kala sakit lebih mudah untuk beristighfar dan jatuh tunduk tersungkur atas kepapaan diri, berharap hanya pada-Nya. Betapa diri berlumuran dosa, mohon hanya keampunan-Nya. Qod zolamtu nafsi zulman kastiro min qobl. Berharap keputusan terbaik untuk diri dari Yang Maha Pengasih maha Penyayang. Kala sakit amat terasa betapa kematian begitu dekat,munajat doa terasa semakin khusyuk, hubungan dengan Allah semakin intens. Nabi saw bilang" laa baksa thohuurun insyaallah".

Ketersediaan waktu untuk berzikir, membaca dan mendengarkan Alqur'an menjadi semakin banyak.

  • Bonding dengan anak-anak menjadi lebih erat, waktu melimpah bersama   mereka
Ketika tubuh ringkih tergolek lemah diperaduan, saatnya rekaman vidio pendampingan bersama anak-anak selama ini diputar. Hampir seluruh roda kehidupan tetek bengek rumah tangga dihandle anak-anak. Subhanalllah walhamdulilllah, anak-anakku ini memang bisa diandalkan. Anak-anak bergantian menjadi perawat, disamping mengurus pribadi masing-masing. 
Loundry, shopping, cooking, dihandle si sulung. Beres-beres, bersih-bersih diurus si tengah. Si bungsu membantu dengan mengurus dirinya sendiri, sembari sesekali ngerecokin dan ngusilin Uni dan kakaknya or vice versa, :) Rabbana hablana zurryatan thoyyibatan.

  • Di ranah publik, pendelagasian tugas dengan teman-teman menjadi lebih beroleh pengertian
Kala sakit datang menyapa tak seorangpun teman dan sahabat yang tega membebani dengan tugas-tugas dan kewajiban. Mereka bahu membahu mencovernya tanpa pamrih, alhamdulilllah.

  • Sakit berarti semakin banyak belajar dan menuntut ilmu
Aku menikmati banyak waktu untuk belajar, membaca dan menamatkan berbagai buku sembari berbaring.((walaupun banyak membaca banyak lupanya, :) hehe ))
Aku belajar tentang makanan sehat, cara memasak, cara konsumsi dan cara produksinya. Walau sudah setuir dan beranak pinak ternyata ilmu tentang makanan sehat selama ini snagatlah minim dan sungguh sangat jauh dari memadai. So, diasaat sakit memmungkinkan diri belajar lebih banyak.
kalau dalam bahasa agama disebut makanan "halaalan thoyyiban". Aku paham sekali dengan makanan yang halal, but seringkali lupa dengan makanan yang thoyyib alias sehat.

Aku jadi belajar menjadi vegetarian walau belum pure dan masih suka cheating,at least memperbanyak  konsumsi buah dan sayuran. Sudah setuir ini aku baru belajar makan sayur. Biasanya sayur satu mangkok untuk konsumsi sekeluarga, sekarang satu mangkok untuk sendiri. Dulu, ayahku tidak suka dan tidak makan sayur, jadi ibuku jarang masak sayur, kami anak-anaknya otomatis tidak biasa makan sayur. Beruntung suamiku suka sayur, aku masak sayur untuk suami sembari nyoba makan dikit-dikit ajah. Sekarang konsumsi sayurku "balanjuang taruih", alhamdulillah, walau masih banyak yang dimasak karena belum kuat makan yang mentah kecuali timun,daun selada, wortel dan tomat.

Aku belajar sarapan buah. Hebatnya anak-anakku juga jadi ikutan....alhamdulillah.. Emang benar ya, like mom like children.

Aku belajar menanam sayuran organik, belajar membuat kompos dan lebih teliti memilah sampah

Aku belajar lebih banyak tentang  thibunnabawi, pengobatan herbal, obat-obatan tradisional, pijat refleksi dan seterusnya.

  • Sakit adalah silaturrahiim. 
Kala sakit hubungan silaturrahiim terasa semakin erat. Sanak saudara, handai tolan, teman dan sahabat datang berkunjung, saling sapa, berjabat erat, menebar senyum serta saling mendoakan. Betapa sebenarnya banyak yang menyayangiku . I get a boundan of loving care.


  • Sakit adalah saling menasehati
Pesakit menasehati yang sehat agar memelihara nikmat kesehatan, makan makanan yang halal dan thoyyib. Yang sehat menganjurkan agar pesakit selalu sabar, kuat dan semangat. Sebagaimana nabi Ayyub as yang kesabarannnya terukir sejarah yang sangat layak jadi pembelajaran.


  • Walau dalam sakit beruntung masih dibutuhkan, in fact sharing is my medicine, moga selalu bisa menebar manfaat.
Sharing @ kegiatan Darma Wanita guru guru sekecamatan Guguak

Thus, sakit is really berkah.


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...