Wednesday, 24 August 2016

SUNGGUH_SUNGGUH BERMAIN ADALAH BELAJAR (3)

Customized Curriculum
Apply Context Based Learning
Trio Krucil O Im-Jingga-Misya

Trio krucil mengawali hari dengan membantu emak beres-beres melipat pakaian. Nah sambil melipat, kegiatan learning tetap harus jalan dong.
  • Menghitung jumlah pakaian
  • Mengklasifikasi pakaian uni, kakak, O Im, emak dan ayah
  • Learning geometri dari lipatan kerudung emak, seperti persegi, persegi panjang, segitiga, dst.
  • Selanjutnya masih dengan media pakaian, learning colour in English. Si Trio bekerjasama dengan unik dalam setiap episode learning. Misalnya untuk kosakata yang terbilang baru, Misya selalu siap membantu Jingga yang istimewa, membisikkannya ke telinga jingga. O Im karena laki-laki kerap tampil jadi pemimpin gank.
  • Next, bermain monopoli yang mengasah kemampuan berhitung,, dan ternyata uangnya juga warna warni, so learning colour masih berlanjut.
  • O Im dan Jingga tak mau diajak main aksara. Misya masih bersemangat. Maka dia lanjut main aksara sementara O Im Jingga sibuk main mobilan dan boneka. Untungnya mereka punya rasa cemburu. Cemburu ini tenyata bisa dimanfaatkan untuk kegiatan positif. Tanpa diajak ikut main aksara, karena Misya tetap tekun dengan aksaranya, maka O Im dan Jingga akhirnya minta jatah main juga. Ha ha trik emak bekerja dengan baik.
Apa kegiatan mereka selanjutnya kala emak tinggal sebentar menemui tamu? Ho ho ho...inilah yang mereka lakukan sobat.

Mereka pakai helm, dan mencopot sarung bantal emak, dan balapan karung dengan sarung bantal! Haddeh.... Emak mau marah atau ketawa ya? Kreatifitas mereka pantas dapat acungan jempol, ngga nemu karung diganti sarung bantal hi hi hi. Ini efek perayaan 17 Agustus nih! Tinggal Uni Aisyah si jenderal laundry yang sewot, karena cuciannya nambah, dan kak Fathimah si rapi-rapi areanya tak kunjung rapi-rapi. Sabar Uni, Kakak.

Keseruan masih berlanjut sepanjang hari kebersamaan mereka, membuat tenda perkemahan dari selimut, perang -perangan dengan bantal diselingi derai tawa kegembiraan. Yang jelas mereka free dari TV and Gadget. Akhirnya puas bereksplorasi mereka minta main guru-guruan, dan request gurunya dengan Uni Aisyah :) . Emang ngga ada capeknya anak-anak ni.

Sungguh-sungguh bermain adalah belajar, fren.

------------


Tanah Mati, 24 Agustus 2016
~pembelajar haus barokah~

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...