Friday, 25 November 2016

BELAJAR MENJADI MANAGER KELUARGA HANDAL #NHW 6#

Sungguh kupanjatkan rasa syukur yang dalam masih bisa bergabung di perkuliahan Matrikulasi Ibu Porfesional ini. Setiap minggu perkuliahan berjalan, yang dibarengi dengan pengerjaan Nice Homework (NHW) selalu ada pengaliran rasa yang berbeda. Ada masa saat aku merasa sedih, mewek, termehek mehek, ada masa senyam senyum sendiri, pun ada masa merenung dan merenung lagi.

Ya, NHW 6 ini membuatku merenung lagi, karena ini tahapnya belajar menjadi manager keluarga handal. Aku merasa diguide menemukan diri sendiri. Nah, hellow??? Kemana saja aku selama ini? Apakah aku tenggelam dalam rutinitas sehari-hari, menghabiskan waktu, memanjangkan usia tapi ternyata justru tidak menambah jam terbang?

Jam terbang? Istilah apa pula itu, kawan? Yang kupahami dan kucoba mengungkapkan dengan bahasa sendiri jam terbang adalah kegiatan yang dilakukan yang dapat meningkatkan kualitas diri. Adapun kegiatan atau rutinitas atau kesibukan yang dilakukan tidak meningkatkan kualitas diri maka bukanlah termasuk jam terbang.

So, Belajar menjadi manager keluarga handal akan mempermudah kita menemukan peran hidup kita dan semoga bisa juga mempermudah kita mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang menghalangi proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita merasa sibuk- sehingga kadang tak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Agar bisa memenukan peran hidup, di NHW 6 ini aku ditununtun untuk mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut ; 

Pertama, menentukan aktifitas yang paling penting :
  • Menemani anak-anak belajar
  • Aktifitas di sekolah  yang aku kelola
  • Share, kuliah, komunitas
  • Hifdz Qur'an
Kedua, aktifitas yang paling tidak penting
Tak kutemukan aktifitas paling tidak penting yang kukerjakan, untuk aktifitas penting saja rasanya waktuku tidaklah cukup. But, ternyata waktuku banyak tersita untuk mengerjakan aktifitas penting di poin no 2. Aku sudah putuskan untuk men "cut" poin itu, mulai Januari 2017.

Perenunganku berlanjut setelah membaca ulang diary lama, yang kutulis awal Januari 2007, about my dreams. Biarkan aku share ya kawan, biar semakin kuat aksi do and grow nya. Walaupun setelah itu muncul juga mimpi-mimpi yang lain, but belum akan kutulis semua disini. Meskipun tidak ada tuntutan tentang dream di NHW 6 , tapi ini berkaitan dengan tulisanku di NHW sebelumnya dan dengan keputusan yang akan kuambil. Ada 10 poin yang kutulis waktu itu ,kawan. Ini dia...


No
DREAMS
PENCAPAIAN
KETERANGAN
1
Hafal Alqur’an dan menuntun anak-anak untuk juga hafal Alqur’an
Still in process
Belum efektif
2
Bisa Bahasa Arab
ü          V
Masih tahap bisa belum mahir 
3
Membesarkan lembaga pendidikan yang kudirikan
ü          V

4
Menunaikan ibadah haji
ü          V

5
Menjadi dosen
ü          V
Mimpi waktu sekolah, sebelum menikah, tercapai saat bertemu dengan IIP
6
Melanjutkan pendidikan ke S2
ü          V
Mimpi sebelum menikah. Tercapai setelah kuliah di Universitas Kehidupan
7
Mendirikan lembaga Tahfidz
ü          V

8
Mendirikan Taman Bacaan
ü          V

9
Mendirikan sekolah Islam
ü          V
Telah menjadi sekolah favorit sekabupaten
10
Beroleh lokasi dekat dengan alam, tempatnya agak tinggi ,bertebing,  dekat dengan areal persawahan yang dialiri sungai, lengkap dengan pemandangan lepas berlatar gunung dan bukit-bukit.

ü          V



Alhamdulillah, qadarullah, semua dream  itu sudah tercapai kecuali poin nomor satu yang paling berat dan berlaku seumur hidup. Aku harus melakukan perubahan yang spektakuler untuk itu. Allahumma yasiir wa laa tu'asir.

Ketiga, aku akan menjadikan aktifitas penting menjadi aktifitas dinamis sehari hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidupku , tentu saja disesuaikan dengan NHW sebelumnya.

Keempat, aktifitas rutin kerumah tanggaan seperti memasak, mencuci, beres beres dan segala tetek bengeknya dikumpulkan menjadi satu waktu, dan harus sudah beres sebelum jam 8 pagi. Aku dan anak-anak sudah membuat kesepakatan untuk menjalankan program 8 to 6. Ini adalah program yang di ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) dari program 7 to 7 Bu Septi. Menyesuaikan dengan waktu shalat dan perobahan waktu antara WITA dan WIB. Alhamdulillah sudah kami jalankan, tugas selanjutnya adalah mempertahankan komitmen dan peningkatan kualitas.

Tahap kelima yaitu jangan mengizinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal harian. Ini hal yang masih berat untuk kulakukan karena berhubungan dengan orang lain. Kegiatan yang biasa merusak jadwal yang telah tersusun adalah "menerima tamu". Disatu sisi sebagai Muslim kita dituntut untuk melayani dan memuliakan but disisi lain berbenturan dengan jadwal yang telah tersusun. Dilema kan? Bismillah, pakai managemen karet.

Selanjutnya inilah jadwal harianku untuk hari SENIN sampai SABTU


No
TIME
KEGIATAN
KETERANGAN
1
03.30 - 04.30
Me Time (Shalat,Qur’an,Menulis)

2
04.30 – 06.00
Subuh, Qur’an

3
06.00 – 07.00
Masak

4
07.00 – 08.00
Beberes

5
08.00 – 11.00
Belajar bersama anak-anak, bersama belajar dg anak-anak
Jumat pagi, jadwal berkebun Sabtu pagi jadwal belanja
6
11.00 – 12.30
Urusan sekolah

7
12.30 – 14.00
Zuhur, lunch, rest

8
14.30 – 17.30
At KaTo, Tahfidz, Baca,Kreatif
Kamis, Jumat, Sabtu –Jadwal SHARE
9
17.30 – 18.15
Beberes sore

10
18.15 – 19.30
Maghrib, Dinner, Family Time

11
19.30 – 22.00
Isya, Family Time, Membaca/Menulis

12
22.00 – 03.00
Take a Rest



Hari Minggu adalah jadwal Family Time and Free bermanfaat.

Last, semoga tetap terlaksana dengan baik, bisa konsisten, berkelanjutan dan selalu ada peningkatan kualitas. Amiin...



~~~~~~~~~~~~~~~
Tanah Mati, di Hari Guru 25 November 2016
~Betty, Sang Peniti Barokah~




No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...