Saturday, 17 December 2016

BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN #NHW 9#

Bunda sholeha...



Kini tiba di materi pamungkas perkuliahan Matrikulasi Ibu Profesional batch 2, kawan. Apakah passion sudah ditemukan ada di ranah mana? Kalau sudah, maka mari mulai melihat isu sosial disekitar. Mari belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat dengan memakai RUMUS

                              PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE


Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang sosial enterpreneur baik secar individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk emncapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yang menyelesaikan isu sosial disekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur . 

Dengan usaha yang dilakukan itu, sebuah perubahan bisa dilakukan di masyarakat yang diawali dengan rasa empathy, dan membuat sebuah usaha yang berkelanjutan yang diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan sosial disekitar dengan kemampuan enterpreneur yang dimiliki sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mari mulai dari hal yang sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yang kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yang dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak diluar sana yang memiliki permasalahan yang sama dengan kita.

Si sulung Aisyah dan si tengah Fathimah telah memasuki usia aqil baligh. Mereka perlu tempat yang lebih luas untuk mengekspresikan diri, belajar banyak hal, berorganisasi, bersosialisasi dan seterusnya disamping tetap lanjut dengan pelajaran Alqur'an. 

Melihat fenomena disekitar, bahwa ;
  • Masih banyak anak-anak, remaja putra/i dan orang tua yang belum mahir membaca Alqur'an sesuai dengan tajwid yang benar, 
  • Kurangnya minat dan tempat untuk kegiatan Tahfidz Alqur'an
  • Kurangnya minat masyarakat untuk belajar agama, 
  • Kurangnya ilmu parenting dalam mendidik dan mendampingi anak, 
  • Kurangnya minat baca, serta
  • Tidak ada tempat untuk berkegiatan positif bagi anak-anak dan remaja pulang bersekolah formal
Maka muncul ide sebagai solusi dari permasalahan keluarga dan masyarakat tersebut yakni, "Mendirikan Komunitas KAmpuang TObiang" atau disingkat dengan KATO. Aisyah pernah mengungkapkan uneg-uneg dan ide-idenya DISINI.

Inisiasi mendirikan KATO sesuai sekali dengan passion dan bidang yang kusuka dan bisa, fasilitator dengan skill hard/soft :
  • belajar
  • educator, mengajar
  • communicator
  • belief
  • server, serve others
  • motivator
  • influencing,mengajak orang
Kegiatan di KAmpuang TObiang diselenggarakan di beberapa "RUMAH" antara lain;
@ Rumah Tahfidz 
  1. Pembelajaran Tahsinul Qur’an (Perbaikan bacaan Alqu’an sesuai dengan ilmu tajwid) setiap hari Senin sampai hari Kamis.
  2. Pembelajaran Tahfidzul Qur’an (Menghafal Alqur’an) setiap hari Senin sampai hari Kamis
  3. TrenQu, Pesantren Qur’an diadakan setiap libur semester di persekolahan formal.
  4. TrenQu Ramadhan, Pesantren Qur’an di bulan Ramadhan diadakan selama bulan Ramadhan.
  5. TrenQu MaMi, Pesantren Qur’an Malam Minggu, diadakan setiap malam Minggu bersamaan dengan mabit dan qiyamullail.
@ Rumah Baca 
  1. Membaca
  2. Menulis dan kepenulisan
  3. Language Club
  4. Science Club
  5. Puisi
  6. Teater Islami
  7. dll
@ Rumah Kreatif 
  1. Membuat Craft
  2. Kaligrafi
  3. Game kreatif
  4. Permainan Anak Nagari
  5. Out Bound
  6. Berbagai kegiatan Olah Raga
  7. dll
@ Rumah Parenting
  1. Kegiatan khusus ibu-ibu
  2. Kegiatan khusus bapak-bapak

    Secara sederhana bisa dilihat dibagan berikut ini
MI
NAT HOBI

SKILL, HARD/
SOFT
ISU SOSIAL
MASYARAKAT
IDE SOSIAL
Fasili
tator
* belajar
* educator,
* mengajar
* communicator
* belief
* server
* influencing
·         Masih banyak anak-anak, remaja putra/i dan orang tua yang belum mahir membaca Alqur'an sesuai dengan tajwid yang benar, 
·         Kurangnya minat dan tempat untuk kegiatan Tahfidz Alqur'an
·         Kurangnya minat masyarakat untuk belajar agama, 
·         Kurangnya ilmu parenting dalam mendidik dan mendampingi anak, 
·         Kurangnya minat baca, serta
·         Tidak ada tempat untuk berkegiatan positif bagi anak-anak dan remaja pulang bersekolah formal

·         Anak-anak
·         Remaja/aqil baligh
·         Orang tua
Mendirikan KAMPUANG TOBIANG yang didalamnya ada
·         Rumah Tahfidz
·         Rumah Baca
·         Rumah Kreatif
·         Rumah Parenting


Aku menaruh harapan, bersama KATO ini bisa membangun CBE (Community Based Education) seperti di Kampuang Juara. Masyarakat menjadi sadar dengan pentingnya peran mereka untuk pendidikan anak-anak. Mereka paham dengan ilmu-ilmu parenting dan dapat menerapkannya dalam keseharian. It needs a village to raise a child. Anak-anak juga curious untuk belajar dalam suasana fun dan happy. Mereka jadi tau seninya menemukan, art of discovery sehingga mereka punya noble attitude yang membanggakan untuk semesta.

Aku juga ingin semuanya itu tetap dibungkus dalam suasana informal dan nonformal, dan tidak masuk ke ranah FORMAL. Biarlah anak-anak tetap belajar disekolah formal yang mereka pilih tapi setelah itu mereka antusias untuk belajar dan berkegiatan di KATO. Pertemuan di KATO menjadi suatu hal yang mereka rindu dan tunggu. Bisa ngga ya??? Nanya Bunda guru Septi:) Allahumma baarik lana.

Hasil gambar untuk it seems impossible until it's done

Tanah Mati, 17 Desember 2016

Betty Sang Peniti Barokah

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...