Sunday, 25 December 2016

25 ALASAN KENAPA HOMESCHOOLING

#SAte SUPER (Saya TERingat sebuah PERistiwa)



Ada beragam alasan mengapa sebuah keluarga memilih homeschooling untuk pendidikan anak-anaknya. Demikian juga dengan keluarga kami. Berikut saya "share" list alasan kami memilih homeschooling untuk putra putri kami. O ya, dengan mengemukakan alasan ini keuntungan menjalankan homeschooling juga jadi langsung terjawab yach.


1. We love our children, of course. Kami cinta dan sayang dengan anak-anak kami. Salah satu cara menyatakan sayang dan cinta adalah dengan memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Nah, pendidikan yang terbaik menurut kami saat ini adalah dengan menerapkan homeschooling. Rasa cinta juga diwujudkan dengan kesadaran bahwa da'wah pertama yang mesti dilakukan adalah dalam keluarga, seperti yang terdapat dalam Alqur'an surat Attahrim:6 "Wahai orang -orang yang  beriman, peliharalah dirimu dan keluarga dari api neraka yang bahan bakarnya adlah manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar dan keras yang tak durhaka kepada Allah terhadap apa yang dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

2. Kami mencoba melakukan apa yang HARUS dilakukan orang tua terhadap anak-anaknya. Sesungguhnya ketika melaksanakan homeschooling, kita tidaklah sedang melakukan hal yang istimewa atau melakukan hal yang luar biasa, sebab itu adalah hal yang biasa saja, melaksanakan kewajiban kita sebagai orang tua yakni mendidik dan mengajarnya. Mendidik adalah tanggung setiap orang tua, dan orang tualah yang akan diminta pertanggungjawabannya kelak, bukan orang lain.

3. Kalau kita, orang tua,  mendidik anak-anak dengan niat yang tulus ikhlash, yang dapat pahala dan balasan dari Allah Ta'ala siapa?Tentu orang yang mendidiknya bukan? Dalam homechooling orang tua sangatlah berperan. Dari kita anak-anak pandai kecakapan hidup, dari kita anak-anak pandai membaca sebagai dasar pengetahuan lainnya. Dari kita anak-anak pandai mengaji, membaca alquran sebagai dasar dan pedoman berhidup dunia akhirat. Nah kami hanya mencoba untuk tidak "terlalu dermawan" dengan orang lain dalam hal pahala. Untuk hal-hal mendasar sebelum aqil baligh insyaAllah kita bisa meng handle nya. Hanya perlu kepedean yang berlapis karena Allah tidaklah sia-sia menitipkan amanahnya di tangan kita. Allah tidak  pernah salah memasangkan orang tua dengan anaknya. Allah juga sudah menginstall lengkap perangkat yang kita butuhkan untuk mendidiknya. Kita hanya butuh belajar dan meng eksplore kemampuan tersebut.

4. Dengan menjadi praktisi homeschooling hubungan keluarga menjadi lebih dekat, karena interaksi intens selalu dilakukan. "No any other ganks except family, coz family is the best gank, hihi

5. Dapat mentransfer family values and belief yang diinginkan sesuai dengan Alqur'an dan Hadist.

6. Dapat menyusun kurikulum sendiri seperti yang diinginkan, dan dapat menyusun jadwal sefleksibel mungkin.

7. Keluarga dapat belajar bersama dan bersama belajar.

8. Anak dapat belajar lebih luas daripada yang disediakan sekolah formal

9. Anak bisa mempelajari sesuatu, dan memilih pelajaran yang disenangi sesuai dengan bakat dan minatnya secara lebih mendalam.

10. Waktu untuk mengembangkan minat dan bakat juga tersedia lebih banyak.

11. Anak yang lebih kecil bisa belajar dengan anak yang lebih besar.

12. Anak dapat belajar bagaimana hidup (skill of life) ; dapat mempraktekkan seluruh aspek kehidupan dirumah mulai dari hal-hal sederhana sampai ke hal yang rumit.

13. Dapat membatasi pengaruh negatif lingkungan, termasuk juga bully. Dengan kita dapat memilih dengan siapa dan lingkungan bagaimana kita bisa menghabiskan banyak waktu.

14. Anak-anak beljar bukan karena ujian, bukan karena tes, bukan  karena berharap nilai, apalagi angka-angka. Belajar karena memang mesti belajar, belajar karena Lillahi Ta'ala, insyaallah.

15. Tidak ada homework alias PR, karena memang semua yang dikerjakan sudah Pe Er yach.

16.Tidak ada membanding-bandingkan dengan anak lain di kelas, dan tidak ada rengking. Yang ada hanya the best alias rengking 1. Wong muridnya cuma 1, ya jelas rengking 1 ya :) Jadi ingat dulu waktu kelas rendah sering teman-teman Aisyah dan saudara bertanya "Aisyah Fathimah rengking berapa?" Mereka akan PD menjawab, "rengking 1", ha ha ha.

17. Tidak ada seragam, dan tidak butuh untuk membeli seragam, sehingga bisa menghemat pengeluaran, hehe.

18. Tidak harus membayar SPP, uang pembangunan, uang LKS, uang ujian, uang rapor, uang transportasi dan sebagainya.

19. Bisa melakukan field trip kapan saja, bisa liburan atau bepergian dengan waktu yang fleksibel.

20. Bisa belajar apa saja, dimana saja, kapan saja, dan bersama siapa saja.

21. Dalam hal sosialisasi, anak bisa mempunyai banyak kesempatan untuk bergaul dengan berbagai kelompok umur. Secara vertikal dengan kelompok teman sebaya dan harizontal dengan kelopok umur yang lebih kecil serta kelompok umur yang lebih besar atau lebih tua.

22. Dapat terhindar dari morning disaster (kekacauan di pagi hari). Kita dapat terhindar dari bentakan, hardikan, dan kemarahan dalam menyuruh dan mengatur anak untuk bersegera dalam melakukan apapun bentuk persiapan anak sebelum berangkat ke sekolah di pagi hari.

23. Kala ada salah seorang anak atau anggota keluarga yang sakit, dapat saling merawat tanpa merasa takut atau cemas ketinggalan pelajaran, karena saling merawat dan care adalah juga pelajaran penting.

24. Pelajaran karakter, akhlak dan adab dapat langsung dipraktekkan dan dievaluasi saban waktu.

25. Homeschooling di Indonesia adalah suatu hal yang legal dan mempunyai dasar hukum serta sudah diakui oleh pemerintah dan dalam hidup bernegara seperti yang termaktub dalam

  • Undang Undang Dasar 1945 pasal 31 "bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pengajaran."
  • Undang-Undang Pendidikan no 20. th 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Dalam Undang Undang tersebut disebutkan mengenai 3 jalur pendidikan yang diakui oleh pemerintah yaitu jalur formal (sekolah), nonformal (kursus, pendidikan kesetaraan) dan informal (pendidikan oelh keluarga atau lingkungan)
  • Ketentuan mengenai pendidikan informal diatur dalam pasal 27 bahwa       (1) Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri                               (2) Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal stelah peserta didik lulus ujian dengan standar nasional pendidikan.
  • Permendikbud No.129 tahun 2014 pasal 1 ayat 4 dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan sekolah rumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orang tua/keluarga di rumah atau tempat-tampat lain dalam bentuk tunggal, majemuk, dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana kondusif dengan tujuan agar setiap potensi peserta didik yang unik dapat berkembang secara maksimal.
Nah, demikian alasan kenapa keluarga kami menjadi praktisi homeschooling. bagaimana dengan anda? Apa alasan anda memilih homeschooling? Atau anda baru menimbang dan menepis keraguan serta masih menggali banyak informasi tentang homeschooling? Atau anda bukan praktisi homeschooling? Kalau jawaban pertanyaan yang terakhir "ya" maka walaupun anda bukan praktisi homeschooling dan tidak berniat untuk menjadi bagiannya, adalah suatu keniscayaan bagi anda untuk menjadi praktisi home education coz home education adalah kewajiban bagi setiap orang tua tanpa terkecuali.


-------------------
Tanah Mati, 25 Desember 2016
Betty sang Pencari Hikmah

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...