Friday, 23 December 2016

MEMBANGUN KOMUNITAS MEMBANGUN PERADABAN #NHW10#

Kawan, Nice Homework 10 (NHW 10) di perkuliahan bonus untuk koordinator matrikulasi Ibu Profesional ini menggiringku untuk bernostalgia, mengenang segala warna warni membangun komunitas.  Betapa tidak, berbagai peristiwa telah kualami bersama teman-teman dan para sahabat nan setia berjuang. Pernah mengalami masa dengan jumlah banyak diatas 500 orang. Pernah punya rumah belajar di beberapa tempat. Pernah dituduh dan didakwa seperti yang saya tulis di "Patah Tumbuh Hilang Berganti" Pernah dielu-elukan, dipuji dan disanjung. Sebaliknya pernah juga dicemooh, dipandang sebelah mata, dan "dipergunjingkan". Walau begitu yang mendukung diam-diam juga tak kalah banyak. Mmhhh memang nano-nano kan rasanya?? :). 


Aku mesti tetap tersenyum, bergerak dan terus melangkah. Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Nah, kabar baiknya, alhamdulillah kuliah off-line tetap konsisten berjalan saban pekan, semenjak awal mulai April 2013 sampai sekarang. Silih berganti generasi, namun yang tetap konsisten juga ada. Salut dengan teman-teman yang setia, tak ada hambatan untuk terus menjaga keberlangsungan komunitas. Hujan deras, panas terik, tak pernah menjadi alasan untuk berkegiatan.. Sebagian ada yang kuungkapkan DISINI. Bahkan saat aku terbaring sakitpun teman-teman tak hendak urung kuliah off-line, alhamdulillah.

Aku tak lagi khawatir dengan jumlah karena banyak sedikit itu tak lagi penting. yang penting adalah GERAK dan AZAZ KEBERMANFAATAN kita bagi sesama. Maka prinsisp yang diajarkan BU Septi adalah sebagai berikut :
  • Andaikata ada 1000 ibu yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka salah satunya adalah saya.
  • Andaikata ada 100 ibu yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka salah satunya pastilah saya.
  • Andaikata hanya ada 1 ibu saja yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka itulah saya.
Proses mencari teman dan sahabat  tersaring secara alami melalui seleksi alam, setelah melewati berbagai peristiwa dan ujian menarik :). Memang benar kata Bu Septi, bahwa banyak member yang masuk dengan berbagai kepentingan. Ada yang hanya ingin mencari ilmunya saja, datang dengan heboh, dalam proses jadi silent reader, dan kalau "pergi" diam-diam. Ada yang memiliki kepentingan dengan jualan atau produknya, sehingga rame pas ada bazaar dan market day saja. Ada yang pengen popularitas, bisa masuk tivi, koran, majalah, sehingga harus nebeng ke komunitas yang sudah besar dan populer.

Beruntung, Ibu Profesional punya value yang terus dikembangkan yakni BERBAGI dan MELAYANI bukan MENUNTUT. Mulai dari diri sendiri, berbagi apa yang kita miliki, ada alasan yang kuat karena ingin melayani komunitas, bukan untuk mencari popularitas, atau bahkan untuk memenuhi kepentingan diri sendiri. Ketika bergabung dengan IIP, pertanyaan yang akan ditanyakan pada diri sendiri adalah "Apa yang bisa saya bagikan untuk komunitas ini? Apa yang bisa saya layani di komunitas ini?" Bukan pertanyaan "Dapat apa saya di komunitas ini? Apa sih sebenarnya yang dikerjakan koordinator, kok sepi sepi banget komunitas ini? Nah, kalau ada pertanyaan tersebut, maka artinya kita salah masuk komunitas , karena inginnya menuntut.



However, "Burung yang berbulu sama pasti akan saling bertemu". Inilah yang menyebabkan kita bisa berkumpul di Komunitas Ibu Profesional, ada yang bahkan kita belum pernah saling bertemu muka, tapi rasanya sudah satu chemistry karena kita sedang membawa misi peradaban yang sama, yaitu membangun Rahmat bagi semesta alam lewat dunia pendidikan anak dan keluarga.

Alhamdulillah aku secara pribadi tidak terpengaruh arah angin kemana kuat, karena aku seperti dituntun berjalan di connectivity taqdir. Allah yang punya rencana dan Allah yang punya kerja. Allah yang bertindak menggerakkan hati bertemu dengan Bu Guru Septi yang punya satu cinta satu rasa, begitu juga dengan teman-teman seperjuangan lainnya. 

"Ya Allah, Engkau tahu bahwa hati- hati ini telah berhimpun dalam kecintaan pada-Mu, telah berjumpa dalam menta'ati-Mu. Telah bersatu dalam da'wah kepada-Mu, telah terjalin dalam membela syari'at-Mu. Maka teguhkanlah Ya Allah ikatannya, kekalkanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati itu dengan cahaya-Mu yang tiada pernah sirna. lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu dan indahnya kepasrahan kepada-Mu. Hidupkanlah ia dengan ma'rifah kepada-Mu. dan matikanlah ia dalam kesyahidan dijalan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah kabulkanlah. dan curahkanlah kesejahteraan dan kedamaian kepada baginda kami Muhammad saw serta kepada keluarga dan para sahabat beliau."

Alhamdulillah Allah karuniakan kepadaku kemampuan mengumpulkan orang, mengajak dan influence, selling ideas, motivator, communicator, educator, ambassador, server/melayani dan educator based on ST30. Itulah mungkin perjalanan taqdir yang membuat saya mengemban amanah koordinator Ibu Profesional area Payakumbuh-LK. "Allah tak akan membebani seseorang diluar batas kemampuannya. Dia mendapat (pahala) dari kebajikan yang dilakukannya dan dia dapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya... (QS Albaqoroh:286)

Tahun depan, insyaallah IIP Payakumbuh akan meningkatkan jumlah peserta kuliah on-line matrikulasi IIP di batch 3 agar semakin banyak "virus" kebaikan yang tersebar. Demikian juga untuk kuliah off-line akan dibentuk beberapa RomBel (Rombongan Belajar) seperti Rombel Craft, Rombel Berkebun, Rombel Memasak, Rombel Menulis, Rombel Menjahit dan lain-lain. Kuliah matrikulasi batch 2 telah menuntun teman-teman menemukan bakat dan minat serta suka dan bisanya masing-masing sehingga telah menemukan jalan-jalannya untuk saling berbagi dan melayani.

Ayo teman-teman semua pada ngacung ya!! Mau kontribusi apa nih? Demi kemajuan kita bersama, dari kita untuk semesta...

Mari kita mulai dari diri kita masing-masing, dari setiap rumah kita, karena rumah adalah miniatur peradaban, bila potensi fitrah-fitrah baik bisa ditumbuh suburkan mulai dari rumah-rumah kita, maka secara kolektif akan menjadi baik dan mulialah peradaban.

Kedepannya aku ingin mendelegasikan dan meregenerasi amanah koordinator ini pada orang yang "cinta"nya pada IIP tak dapat ditawar-tawar serta keberadaannya di IIP bukan karena berbagai kepentingan. Mmhh....Who will be the next?

Ya Allah karuniakanlah kepada kami teman-teman terbaik menurut Engkau untuk kami, dalam membangun peradaban yang Engkau ridhoi. Amiin Ya Robbal 'alamiin.


------------------
Tanah Mati, 24 Desember 2016
Betty sang Peniti Barokah


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...