Saturday, 15 July 2017

ALIRAN RASA LITERASI

Tulisan di badge hadiah berliterasi ini memang benarlah adanya. Untuk suatu perubahan harus sayalah yang pertama berubah. Ibda' binafsii. Mulai dari diri sendiri. Terutama untuk memberikan teladan bagi anak-anak.

Anehnya saya justru belajar banyak dari anak-anak. Mereka guru kehidupan saya. Belajar bersabar, menemani tak merecoki. Terlibat dalam setiap aktifitas literasi mereka. Tak hanya sekadar suruh menyuruh. Menjadi tim untuk setiap projek yang mereka lakukan. 

Saturday, 10 June 2017

POHON LITERASI #3

KEGIATAN LITERASI O IM

* Mendengar dan Berbicara (Listening and Speaking)

Friday, 9 June 2017

POHON LITERASI #2

Siapa yang tidak ingin anaknya cepat pandai dan lancar membaca? Siapa yang tidak ingin anaknya cepat pandai membaca Alqur'an sesuai dengan tajwid yang benar dan punya pula banyak hafalan alqur'an?

Sunday, 7 May 2017

SHARING FASIL MATRIK OFF LINE


Membahagiakan sekali jawaban Bu Septi ketika saya mengajukan kemungkinan dibukanya kuliah matrikulasi batch 3 secara off line untuk IIP area Payakumbuh Lima Puluh Kota. Ada ibu-ibu yang semangat belajarnya tinggi tapi terkendala tidak punya HP pintar, dan ketiadaan akses internet. Beliau menjawab, "Boleh bangeeet Ni Bet." Tentu saja mesti sesuai dengan ketentuan dan syarat yach.

MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH #MIIP3 #WEEK4


#Laporan Fasilitator Week 4

Kuliah off-line hari ini bertepatan dengan libur nasional pilkada serentak seluruh Indonesia. Hari libur tak menyurutkan semangat ibu-ibu pembelajar untuk tetap hadir. Alhamdulillah sampai minggu ke-4 ini masih tetap menjaga komitmen untuk tatap muka, walaupun ada juga satu orang yang tidak datang dan tidak berkabar.
Sayang karena asyik diskusi bersama, sampai lupa berfoto. Padahal jam kuliah juga diperpanjang karena banyak yang mesti dibahas. Maafkan yach, kuliah kali ini tidak ada bukti fisiknya.

Materi 4
*MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH*

Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan *_DIRI ANDA SENDIRI_*


Apakah mudah? TIDAK.  Tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. Jadilah diri anda sendiri, jangan hiraukan pendapat orang lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan anda tanpa rasa “galau”.

Inilah sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup, kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa“misi hidup” kita sebagai individu dan apa “misi keluarga” kita sebagai sebuah komunitas terkecil. Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan  tidak ada yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.

Check List harian sudah anda buat dengan rapi di Nice Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh hati  di Nice Homework #3. Bagi yg sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga, Misi tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi anda biarkan jadi pajangan saja. Maka “tsunami informasilah” yang anda dapatkan, dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada “kemampuan fitrah” kita dalam mendidik anak-anak.


“ *Just DO It*”,
_lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita_.

Demikian juga dengan pendidikan anak-anak. Selama ini kita heboh pada _Apa yang harus dipelajari anak-anak kita_,  bukan pada _Untuk apa anak-anak mempelajari hal tersebut_ Sehingga banyak ibu-ibu yang bingung memberikan muatan-muatan pelajaran ke anak-anaknya tanpa tahu untuk apa anak-anak ini harus melakukannya.


Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu

PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Tahap yang harus anda jalankan adalah sbb:

a.Bersihkan hati nurani anda, karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.

b. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak-anak. Karena sejatinya sejak lahir anak-anak sudah memiliki misi spesifik hidupnya, tugas kita adalah membantu menemukannya sehingga anak-anak tidaka kan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi spesifik hidupnya.

c. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja. Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah Perkembangan, Fitrah Seksualitas dll.

d. Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia. Analogkan diri anda dengan seorang petani organik.

e. Selanjutnya tugas kita adalah MENEMANI, sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya, seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar atas proses.

Semua riset tentang pendidikan ternyata menunjukkan bahwa semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh mendominasi dsbnya hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak anak kita rusak.

f. Manfaatkan momen bersama anak-anak, bedakan antara WAKTU BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK. Bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi. Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana.

g. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda “very limited special edition”

Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dsbnya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.

Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca.

Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber bacaan :

_Irawati Istadi, Mendidik dengan Cinta, Jogjakarta, 2013_
_Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016_
_Antologi, Komunitas Ibu Profesional, Bunda Sayang, Surakarta, 2014_
_Materi Matrikulasi sesi #3, Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, 2017_

BERSAMBUNG

Friday, 14 April 2017

ALIRAN RASA FAMILY PROJECT

MY FAMILY MY TEAM

Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad). Dan Kamipun telah menurunkan bebanmu darimu. Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan sebutan (namamu) bagimu. Maka sesungguhnya bersama kelitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. maka apabila engkau telah selesai dengan satu urusan, tetaplah belerja keras untuk urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah Engkau berharap. 
(Q.S Al Insyiroh 1-8)

Monday, 27 March 2017

FAMILY PROJECT - MY FAMILY MY TEAM (PART 1)


APA ITU PROJEK KELUARGA

*Projek keluarga* adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama   oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.


📌 CIRI-CIRI PROJEK KELUARGA

a. Fokus pada proses, bukan pada hasil
b. Sederhana
c. Menyenangkan
d. Mudah – Menantang
e. Memiliki durasi pendek

📌 KOMPONEN PROJEK KELUARGA

a. Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reasonable, Timebound
Maksimum 3 sasaran.
b. Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan.
Dana yang diperlukan ( apabila ada)
c. Sumber Daya Manusia
Penanggungjawab
Pelaksanan
d. Waktu
Jadwal Pelaksanaan
Durasi
e. Nama Projek
Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.

📌 BAGAIMANA CARANYA MEMANTAU PROJEK KELUARGA

*Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI*

Apabila sudah menjalankan projek keluarga maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, apabila projek memiliki durasi lebih dari 1 minggu – 1 bulan. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.

Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan  membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.

Apabila ada hal-hal  yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang  melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.

📌 BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI

Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di IbuProfesional, forum keluarga seperti ini  terkenal dengan nama *“MASTER MIND”*. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:
a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b. Apa yang sudah baik?
c. Minggu depan apa yang akan kita lakukan?

📌 CONTOH PROJEK KELUARGA

*Nama Projek*  : WARNAI DUNIA WARNAMU

*Gagasan* : Sudah 2 tahun cat tembok rumah tidak pernah berganti, kali ini anak-anak punya ide, dengan diskusi pertanyaan berikut, mengapa cat rumah itu kok satu warna? Bagaimana jika rumah itu warna-warni? Mengapa tidak kita cat tembok rumah kita warna warni?

*Pelaksanaan* : Tentukan durasi waktunya, misal  hari Minggu, 26 Maret 2017, tentukan penanggungjawabnya (PIC), kasih jabatan misal  “Jendral Cat Warna”. Berikan ruang sang jendral untuk mengambil keputusan terhadap segala tantangan yang muncul selama projek berjalan.

*Nama Projek* :  SUNDAY LIBRARY

*Gagasan* : Anak-anak sangat senang membaca, banyak buku yang sudah terbaca, tidak dibaca lagi. Anak-anak ingin berbagi manfaat . Mengapa perpustakaan itu harus bentuk bangunan? Bagaimana jika perpustakaan itu bergerak dari satu tempat ke tempat lain? Mengapa tidak kita membuat perpustakaan keliling setiap minggu di event Car Free Day?

*Pelaksanaan* : Tentukan waktunya, setiap hari minggu, tentukan PIC mingguannya, kasih jabatan misal “Library man”, berikan ruang sang library man dan tim untuk menghadapi tantangan  yang muncul selama projek berjalan

*AMATI, TERLIBAT, TULIS*

📌 AMATI
*Aspek Komunikasi Produktif*
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?

*Aspek Kemandirian*
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?

*Aspek Kecerdasan*
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? ( IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? ( Spiritual Intellegence. SI), Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang ( Adversity Intellegence,AI)

📌 TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.

📌 TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek., baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari.

Selamat mengunci ilmu dengan amal anda,

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Yuk kita buat family project ala keluarga kita


📋 Tahap persiapan:

📌Perbanyaklah family forum untuk belanja gagasan proyek apa yg akan anda lakukan.
📌Amati aktivitas kehidupan sehari-hari dan ikat maknanya menjadi proyek keluarga
📌Tetapkan tujuan proyek ini, sesuaikan dengan rentang usia anak.
📌Diskusikan, sehingga tiap anggota keluarga mempunyai peran masing masing.
📌Tetapkan waktu pelaksanaannya

📋 Tahap pelaksanaan
📌Tuliskan mulai dari proses persiapan sampai saat melaksanakan proyek

📌Terlibatlah aktif dari persiapan - proses pelaksanaan - apresiasi selama projek berjalan

📌Tuliskan pengalaman anda membuat projek selama min.10 hari pertama game level 3 kali ini.

📋 Pasca pelaksanaan
📌Lakukan Mastermind sebagai bentuk apresiasi untuk proyek keluarga, apa yang bisa kita dan anak-anak pelajari dari proyek keluarga tersebut.

📌Proyek keluarga bisa dilakukan harian (satu hari satu proyek) atau bersifat single proyek (proyek selama 10 hari)

📝 Ceritakan pengalaman teman-teman semua dalam blog/platform lainnya disertai hashtag:
#TantanganHari...
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

📝Bagi anda yang mengerjakan di blog, tambahkan label:
*Bunda Sayang*
*My family my team*
*Ibu Profesional*
*IIP*

📝Kirimkan tulisan teman-teman ke link

http://bit.ly/SetoranGameLevel3_FamilyProject

*AMATI, TERLIBAT, TULISKAN*
[23/3 12.33 AM] Betty Arianti: [21/3 8.54 AM] Bu Septi IIP: Mbak lidya, projek keluarga ini adalah salah satu cara kita membersamai anak-anak dg metode project based learning. Jadi buatlah hal-hal sederhana bersama anak, dg durasi pendek-pendek. Buatlah panggung anda senyaman mungkin. Jangan hiraukan komentar penonton...The show must go on...
[21/3 9.09 AM] Bu Septi IIP: Teman-teman jangan berat-berat mikir project ya...kuncinya kan seserhana, mudah, menantang...
[21/3 9.09 AM] Bu Septi IIP: Kita akan memaknai aktivitas sehari-hari yg kita lakukan bersama anak-anak, dinaikkan kualitasnya menjadi projek
[21/3 9.19 AM] Bu Septi IIP: Contoh saat anak-anak usia balita :

Muncul pertanyaan dr elan, di family forum

"ibu udah berapa lama makan?"

Udah *jelita* mas, jawab saya sambil ketawa...

Harusnya udah expert dong, kan udah lebih dari 10.000 jam

Iya ya bener juga

Kalimat terakhir elan ini yg menohok

"Karena selama ini ibu sekedar makan"

Muncul ide, Aha! Bagaimana kalau kita bikin project serba serbi makan dalam 1 hari ke depan besok?

Mas mau jadi leadernya? Saya buat topi dan pin bertuliskan "Chef Elan"

Akhirnya kamipun berkreasi membuat aneka meal dan cara makan bersama.

Belanja menyiapkan alat dan bahan

Saya menyiapkan ruangan.

Krn pagi sarapan di meja makan

Siang makan siang pakai daun

Malam , makan dg candle light...

Keesokan harinya ketagihan mau lagi
[22/3 10.10 AM] Bu Septi IIP: ❤ *PROJEK KELUARGA* ❤

Salah satu aktivitas yang bisa kita jalankan di keluarga sebagai sarana belajar seluruh anggota keluarga dalam meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan adalah projek keluarga.



READING SHARE PROJECT -- KATO COMES 2 U (DAY 1-10)



Family Project ini adalah game level 3 di perkuliahan program Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Tantangan di game level 3 ini adalah membuat projek keluarga.

Saturday, 18 March 2017

ALIRAN RASA MELATIH KEMANDIRIAN

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupa bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, 
dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. 
Sungguh Allah tidak menyukai orang 
yang berbuat kerusakan. (Q.S Al Qashas : 77)

Melatih kemandirian anak adalah salah satu poin dari mendidik anak, yang orientasinya hendaklah tidak hanya untuk kehidupan dunia saja. Akan tetapi lebih dari itu seyogyanya berorientasi akhirat sebagai kehidupan yang kekal kelak.

Tersebab...


"Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. 
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat 
kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan  
(di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka usahakan (di dunia) danterhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. (QS Hud:15-16)

Ada kesuksesan yang telah diraih dalam menegakkan kemandirian. Ada lompatan yang diluar dugaan. Ada prestasi yang melampaui ekspektasi. Namun masih banyak pula kegagalan yang ditemui. Bahkan ada kesalahan yang sama terulangi lagi. 

Dapat menyelesaikan tantangan 10 hari melatih kemandirian, itu merupakan prestasi, kawan. Terutama bagi saya emak rempong si Ibu Rumah Tangga yang punya banyak urusan luar negri, disamping urusan domestiknya. Melatih kemandirian setiap hari itu mah udah biasa, alhamdulillah,  but ditambah dengan menuliskannya tiap hari berturut-turut, ho ho... itu wuuar biasa...Maka berhak beroleh badge ini, kawan
\


Tetap optimis, terus berlatih serta berusaha dengan sungguh-sungguh.



Senantiasa meminta pertolongan Allah dalam setiap langkah sehingga tidak sia-sia jerih payah yang telah diusahakan tersebut. Selalu menghadirkan Allah Ta'ala bahwa "Laa haula wala quwwata illa billahi 'aliyyil 'azhiim". Tiada daya dan upaya kecuali dengan bantuan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.


Tanah Mati,18 Maret 2017
Betty, Ibu Pembelajar

Apa saja diantara tantangan kemandirian yang sudah dilatihkan bersama anak-anak dan dicatat prosesnya direntang waktu perkuliahan Bunda Sayang #1 ini?
Ini dia kawan,.....
MELATIH KEMANDIRIAN DAY#1

Aku selalu berbinar kala berbicara tentang melatih kemandirian anak, kawan. Why? Banyak kerja, tugas dan kewajiban yang terdelegasikan dengan melatih kemandirian anak. Wuaaah.... enak bener yachHo hoho ternyata prakteknya tidak segampang itu kawan. Sungguh belajar tega adalah suatu hal yang berat. Butuh niat dan kerja yang istiqomah. Apalagi meminimalisir produksi kata-kata adalah ujian lain yang menantang.

Melatih kemandirian adalah hal yang penting karena kemandirian erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Kalau ingin rasa percaya diri anak meningkat maka melatih kemandirian adalah salah satu kuncinya. Anak yang mandiri tidak akan bergantung pada orang lain, dan juga akan membuatnya lebih cepat "selesai" dengan dirinya sehingga ia akan bisa berbuat banyak untuk orang lain.

Alhamdulillah, banyak poin tentang kemandirian yang telah diselesaikan putra putriku, Aisyah (14,9 yo), Fathimah (12 yo), Abdurrohiim (6,10 yo). Sudah teruji saat kami meninggalkan anak-anak sebentar, sehari dua hari, bahkan dalam waktu yang lama. Sebagian kutulis di DISINI dan DISINIPeningkatan dan latihan  tentu harus senantiasa dilakukan agar menjadi lebih baik dan semakin baik. Masih banyak poin kemandirian yang merupakan keterampilan dasar yang mesti dilatihkan, seperti;
  1. Menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya
  2. Keterampilan literasi
  3. Mengurus diri sendiri
  4. Berkomunikasi
  5. Melayani
  6. Menghasilkan makanan
  7. Perjalanan Mandiri
  8. Memakai tekhnologi
  9. Transaksi keuangan
  10. Berkarya
Dalam meeting keluarga, anak-anak telah memilih dan memutuskan bahwa bulan ini masing-masing mereka akan melatihkan;

Si Sulung Aisyah
  1. Keterampilan Literasi
  2. Berkomunikasi
  3. Perjalanan Mandiri
  4. Berkarya
Si Tengah Fathimah
  1. Menghasilkan makanan 
  2. Menjaga kesehatan
  3. Melayani
  4. Berkarya
Si Sulung Abdurrohiim
  1. Mengurus diri sendiri
  2. Melayani
  3. Jendral sampah
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi 
amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya 
disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. 

(QS Al Kahfi : 46)


MELATIH KEMANDIRIAN #DAY2

Melatih kemandirian adalah pilihan hidup karena kita tidak akan selamanya bersama anak. Seringkali yang menjadi kendala dalam melatih kemandirian ini adalah orang tua. Tips bagi orang tua dalam melatih kemandirian anak, antara lain"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...