Friday, 27 January 2017

KOMUNIKASI PRODUKTIF #3rd DAY CHALLANGE#

PISAH RANJANG 


"Perintahkanlah anak-anak kalian shalat pada usia 7 tahun dan pukullah mereka jika meninggalkannya pada usia 10 tahun dan pisahkanlah diantara mereka tempat tidurnya." (HR Ahmad dan Abu Daud dihasankan oleh Annawawi dalam riyadhussholihin dan Albani dalam shohih sunan Abu Dawud).

Setelah sosialisasi dalam hitungan bulan, akhirnya O im bilang "Ummi, ummi boleh tidur dikamar sebelah bersama ayah. O im mau tidur sendiri." "Yess!!!" Akhirnya sosialisasi dengan komunikasi produktif itu berhasil, alhamdulillah.
Ummi meng"clarify", "Benar nih O im berani?" "iya, Mi. Oim kan sudah besar," jawab O im meyakinkan Ummi.

Memang O im (6,9 yo) belum masuk usia wajib untuk dipisah ranjangkan, but perlu dilatih dan disosialisasikan bukan? Melatih dan mensosialisasi bukanlah dimaksudkan untuk menggegas. 

Esoknya saat bangun tidur Ummi harus sudah stand by dekat O im. Ummi harus lebih dulu bangun dan membangunkan O im untuk mengajak shalat subuh. Kalau tidak,  O Im akan teriak teriak memanggil Ummi, dan bersungut sungut dengan tampang marah."Ummi tinggaen O im, Ummi tinggaen O im."

Oim tidak ingin tertipu (baca takicuah dalam bahasa Minang). Sebenarnya semua orang tidak ingin takicuah yach?. Ini sifat O im. Ummi harus minta izin untuk apapun yang ummi kerjakan ataupun kemanapun ummi pergi walaupun hanya di dalam rumah yang masih satu atap. Hatta untuk ke BAB pun ummi harus izin. Uniknya O im akan selalu mengizinkan apapun atau kemanapun ummi pergi asal syarat minta izin itu Ummi penuhi. 

Setiap pagi Ummi harus membuka pintu sekolah, sedikit beberes dan aktifitas didapur. Nah, kalau ummi lupa minta izin atau tepatnya komunikasi dengan Oim, maka tunggu akibatnya. Oim akan ngamuk dan tantrum. So, siapa sebenarnya yang memicu tantrum? Nah lho???

#hari3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


--------------------------

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...