Wednesday, 4 January 2017

O IM DAN CINTA ALLAH

Ajarkan Alqur'an dengan kasih sayang. Sebagian mereka lebih berbakat. 
Mereka ingin belajar lebih cepat. Berikan kesempatan itu. Sebagian anak ingin banyak bermain. Biarkan mereka mengambil waktu mereka. Para orang tua harus belajar fleksibel dengan anak mereka. Tidak menetapkan standar yang sama. Tidak membandingkan satu anak dengan anak yang lain 
terutama dalam Alquran mereka. (Harry Santosa)


Aku harus memelihara sikap sabar sebanyak-banyaknya agar tidak terjebak dalam sikap menggegas agar O im segera pandai mengaji, melaksanakan shalat 5 waktu dan pandai membaca. Tidak membandingkan dengan dua kakaknya karena saat umur 5/6 tahun mereka sudah sangat mahir dalam urusan tersebut. Apalagi membandingkan dengan anak-anak lain karena memang rumah kami berada di lingkungan TK (Nah lho membandingkan juga nih yee??, hehe)

Bersikap sabar agar tidak terlibat dalam pelatihan syar'iah yang terlalu dini, apalagi mentaklif sebelum aqil baligh tiba. Tidak menganggap "lebih cepat lebih baik" sehingga merampas hak-hak anak yang telah diberikan Allah pada O im. Sudah sangat jelas bahwa Allah dan RasulNya menyuruh untuk melakukan pelatihan syar'iah saat anak berusia 7 tahun. Maka menggegas sebelum waktunya adalah suatu tindakan yang menzholimi.

Sabar maka ia akan indah pada waktunya. Kini kalimat itu menjadi kenyataan, alhamdulillah. O im baru mulai bisa membaca, bisa mengaji dan mengerjakan shalat genap 5 waktu.  

#Pilar1#Cinta Allah dan segenap ciptaanNya
#Menumbuhkan fitrah usia 0-7 tahun

Sumber bacaan: 
- Santosa, Harry.Fitrah Based Education:Bekasi.2016

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...