Monday, 27 March 2017

READING SHARE PROJECT -- KATO COMES 2 U (DAY 1-10)



Family Project ini adalah game level 3 di perkuliahan program Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Tantangan di game level 3 ini adalah membuat projek keluarga.
Projek keluarga adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.


CIRI-CIRI PROJEK KELUARGA

a. Fokus pada proses, bukan pada hasil
b. Sederhana
c. Menyenangkan
d. Mudah – Menantang
e. Memiliki durasi pendek

📌 KOMPONEN PROJEK KELUARGA

a. Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reasonable, Timebound
Maksimum 3 sasaran.
b. Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan.
Dana yang diperlukan ( apabila ada)
c. Sumber Daya Manusia
Penanggungjawab
Pelaksana
d. Waktu
Jadwal Pelaksanaan
Durasi
e. Nama Projek
Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.

📌 BAGAIMANA CARANYA MEMANTAU PROJEK KELUARGA

*Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI*

Apabila sudah menjalankan projek keluarga maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, apabila projek memiliki durasi lebih dari 1 minggu – 1 bulan. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.

Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan  membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.

Apabila ada hal-hal  yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.

📌 BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI

Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di Ibu Profesional, forum keluarga seperti ini terkenal dengan nama *“MASTER MIND”*. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:
a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b. Apa yang sudah baik?
c. Minggu depan apa yang akan kita lakukan?


*AMATI, TERLIBAT, TULIS*

📌 AMATI
*Aspek Komunikasi Produktif*
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?

*Aspek Kemandirian*
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?

*Aspek Kecerdasan*
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? ( IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? ( Spiritual Intellegence. SI), Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang ( Adversity Intellegence,AI)

📌 TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.

📌 TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek., baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari.

Selamat mengunci ilmu dengan amal anda,



----------------

READING SHARE PROJECT #DAY1

Dalam forum meeting keluarga kami membahas tantangan demi tantangan yang kami hadapi pada projek sebelumnya di KATO.

Apakah mangajak orang suka mengaji dan membaca itu mudah?. Ho...ho, tentu saja tidak kawan, ....banyak tantangan yang KATO hadapi, Alhamdulillah, tantangan demi tantangan dapat diselesaikan.
Ketika kehadiran para Sahabat KATO mulai berkurang, kita ditantang untuk mencetuskan ide-ide segar agar para sahabat kembali mendekat
Aneka kegiatan diluar kegiatan rutin pun digelar, diantaranya ~TrenQu ~Mabit ~Permainan anak nagari ~Hiking ~Cylicing~ Camping ~Writing ~Craft ~Menggambar ~Outbond dan Aneka game seru lainnya.
Alhamdulillah selama ini banyak atau sedikit sahabat yang hadir KaTo tetap konsisten bereksistensi. Dedikasi para fasilitator berhak beroleh jempol jempol. Cuaca tak menghalangi kehadiran. Panas terik, hujan rintik-rintik apalagi hujan lebat.
Inilah kehadiran sahabat KaTo kemaren. Sahabat boleh memilih kegiatan yang disukai, mengaji, membaca atau menggambar.
Agar kebermanfaatan semakin banyak, ide apa lagi ya? Apa lagi ...dan apa lagi?..Ayo berfikir...putar otak...munculkan ide ide kreatif...... Aha!!!! Ini dia muncul ide...
"Reading Share Project"
Kato comes 2 U. Mari membaca bersama Kato.


READING SHARE PROJECT #DAY2
SEPEDA PUSTAKATO

Sejatinya ini projek keluarga. Karena sebagian waktu kita berada di Kato maka kami mengajak para sahabat KATO lainnya. Uni Aisyah dan Kak Fathimah sudah memasuki usia aqil baligh. Social venturenya juga sudah muncul, dan keinginan untuk menebar manfaat buat orang banyak, dengan konsep berbagi dan melayani juga sudah semakin berkembang, alhamdulillah.

Teringat nasehat Pak Dodik Maryanto yang matannya dengan bahasa saya kira kira begini "Berkomunitaslah dengan bahagia. Berhentilah membahagiakan orang lain, karena kamu akan merasa terbebani. Kamu akan kecewa kalau orang lain tidak bahagia dengan usaha yang telah kamu lakukan. So, lakukanlah apa yang membuatmu bahagia dengan bahagia. Ada orang lain yang mau diajak berkebaikan alhamdulillah wasyukrulillah. Kalau orang tak mau diajak alhamdulillah tak usah kecewa, toh kamu sudah happy duluan."

Next, meeting pun digelar. Kami sepakat akan belajar bersama dan berproses bersama dengan menyenangkan.

Kak Fathimah si tengah terdaulat sebagai pimpinan projek (pimpro).

Selanjutnya kami berbagi tugas

Fathimah : membuat gift.
Ummi : Fasilitator yang tugasnya, mengamati, terlibat, foto-foto dan
menuliskan
Aisyah : menyiapkan dan finishing spanduk, menghubungi teman teman yg
bisa diajak.
Mc Omi : memesan spanduk
Nindi dan Aulia : memilah buku yang akan dibawa.
Oim : mengajak Jingga dan Misya.

KATO akan mendatangi, dimana, tempat main para sahabat yang ramai. Kami akan naik sepeda bersama sambil membawa buku buku yang ditaruh di keranjang sepeda. Biar seru di keranjang sepeda itu dipasang spanduk kecil.

Rencananya Reading Share Project, Kato Comes 2 You ini, akan dilaksanakan setiap Rabu Sore.


Moga family project ini lancar jaya..

READING SHARE PROJECT #DAY3

SEPEDA PUSTAKATO

Persiapan sudah lengkap, job description sudah jelas. Di hari H jam 14.30 kita bertolak ke KATO Padang Bonai. Tempat tinggal kami berbeda Jorong, nagari bahkan kecamatannya dengan KATO. KATO berlokasi di Jorong Guguak Nunang Nagari Sungai Talang kec Guguak kab Lima Puluh Kota. Sedangkan kami tinggal di An Nahl Tabek Panjang Nagari Koto Baru Simalanggang kec. Payakumbuh.


Ba’da ashar rencana kami langsung berangkat ke lokasi projek. Untuk RSP yang pertama ini kami memilih halaman rumah Nathan, salah seorang sahabat KATO. Kenapa? Karena di halaman rumah Nathanlah anak-anak yang paling ramai bermain. Izin juga sudah dikantongi dengan bunda Nathan untuk mengambil sedikit space di halaman rumahnya yang luas.


Sore itu cuaca mendung, tapi tekad kami sudah bulat… Yes!!! Kami berangkat dari rumah. Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi laa haula wa la quwwata illa billahi ‘aliyyil ‘azhiim. Uni Aisyah dan kak Fathimah beragakt dengan spedanya masing-masing. Ummi dan O im naik motor membawa beberapa peralatan.


O ya, O im sebenarnya mau naik sepeda. Ia sudah senang sekali dengan rencana itu. Tapi kaki O im masih sakit ketiban piring saat mengambil nasi dari magic com diatas meja. O im sudah biasa melakukan itu sebenarnya, tapi malang memang sakijok mato. Hari itu kecelakaan piring jatuh sehingga jempol O im bengkak dan luka memar di dalam kuku.


Tiba di KATO, kehadiran sahabat KATO tidak sperti biasanya. Mungkin karena cuaca mendung yach. Menjelang ashar hujan turun. Selanjutnya kami shalat ashar berjamaah. Hujan semakin lebat. Kami switch kegiatan dengan murojaah hafalan Alqur’an bersama. Niken berkomentar, “Mungkin belum diizinkan Allah,Bu”. Kita punya rencana, keputusan di tangan Allah. So, Kami membuat kesepakatan baru, bahwa, Reading Share Project akan dilaksanakan esok hari, InsyaAllah.



READING SHARE PROJECT #DAY4

SEPEDA PustaKATO

Hari ini adalah hari pelaksanaan Reading Share Project yang kemaren tidak jadi karena turun hujan lebat. Alhamdulillah banyak hikmahnya, dan  persiapan  menjadi lebih matang dan teman teman yang hadir di KATO juga lebih banyak.

Kegiatan di KATO dimulai dengan Tahfidz, murojaah dan setoran hafalan dan dilanjutkan dengan shalat ashar berjamaah. Ba’da ashar kami pasang spanduk kecil di setiap sepeda dan kami taruh buku-buku di keranjang sepeda, sebagian ditaruh di tas tas kami. Rasa malu dan gengsi kami buang jauh jauh karena toh,  kerja, usaha dan project yang kami lakukan tidak bertentangan dengan alqur’an dan sunnah nabi. Bahkan membaca adalah perintah Allah Ta’ala.

Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi laa haula walaa quwwata illa billahi ‘aliyyil ‘azhiim. Bismillahi maj reha wa mursaha inna rabbi laghoruufurrohiim.

Kami berangkat ke rumah Nathan,salah seorang sahabat KATO, halamannya ramai oleh anak-anak yang bermain. Ketika kami tiba, permainan mereka sejenak terhenti. Mereka mungkin heran, apa yang akan kami lakukan datang ramai-ramai dengan sepeda dan tumpukan buku buku. Segera kami menggelar tikar di halaman itu dan menata buku-buku diatasnya.

Selanjutnya kami memanggil anak-anak tersebut. Daaan……….mereka langsung mengerubuti buku-buku tersebut, memilih dan membacanya. Yes!!! Misi tercapai….
Yang datang mengukir nama mereka di spanduk yang telah disediakan

Barokallah.....


READING SHARE PROJECT #DAY5
SEPEDA PUSTAKATO


Kami tak pernah menyangka tanggapan positif dari teman teman pembaca yang didatangi. Mereka begitu antusias menyambut buku. Mengerubuti, memilih dan membacanya.


“Reading Share Project, Kato comes 2 you, Mari membaca bersama KaTo” juga ditanggapi oleh beberapa orang  tokoh literasi terkenal seperti tokoh literasi di Sumbar Pak Yusrizal KW,seorang wartawan,  penggagas Ruang Baca Tanah Ombak. Tokoh literasi nasional, penggiat pustaka bergerak pak Nirwan Arsuka. Bapak Bupati Irfendi Arbi, kepala daerah kab. Lima Puluh Kota. Seperti yang bisa dibaca DISINI.
Semoga langkah kecil ini menambah kebaikan demi kebaikan buat kami dan banyak orang,  amiin.



READING SHARE PROJECT #DAY6
SEPEDA PUSTAKATO


Saat master mind kami mendiskusikan “Apa pengalaman menarik tentang Reading share project sesi pertama yang lalu? Apa yang mesti kita perbaiki? Mau sukses apa minggu depan?


Fathimah sang pimpro bilang, awalnya dia sedikit malu dengan pemasangan spanduk kecil di keranjang sepeda, tapi karena semua sepeda sudang dipasangkan spanduk, dan teman teman lain senang dan bersemangat menggoes sepeda, rasa malunya jadi hilang...Toh kita tidak melakukan suatu hal yang salah. Malahan membaca adalah salah satu perintah Allah bukan?


Uni Aisyah tak jadi bisa ikut “Kato comes to you" karena ia sudah ada jadwal kegiatan lain yang tak bisa ditinggalkan. Tersebab hujan di hari yang sudah direncanakan semula, maka pelaksanaan projek digeser kehari berikutnya.


O im juga sangat senang dengan projek ini. Bisa ganti pemandangan dan ada banyak teman 😀


Kami sepakat hal yang sudah baik akan kita pertahankan dan ditingkatkan untuk Reading Share Project sesi 2, seperti, kekompakan tim, saling bekerjasama  dan tolong menolong, tepat waktu saat berangkat dan demikian pula ketika pulang.


Besok insyaallah kami akan melaksanan Reading Share Project  sesi kedua. Kami telah tentukan tempat yang berbeda. Semoga semakin asyiik RSP ke-2 besok yach.



READING SHARE PROJECT #DAY7

SEPEDA PUSTAKATO

Ini kunjungan SEPEDA PUSTAKA KATO selanjutnya. Cuaca sore nan cerah menemani aksi rancak sahabat KATO, menemui teman teman pembaca langsung  di tempat bermain mereka.


Sepeda-sepeda dipasang spanduk kecil “Mari membaca bersama KaTo”. Keranjang sepeda dipenuhi dengan buku-buku. Bismillah….Sepedapun digoes. Sahabat KaTo senang, teman teman yang didatangipun bahagia...alhamdulillah,...

Semoga aksi kecil ini menjadi gerakan positif yang memicu perubahan besar. Menjadi gelinding bola salju kebaikan yang mendatangkan banyak manfaat.



READING SHARE PROJECT #DAY8

“Dan (bagi) orang orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. (QS. Asy Syura:38)

Family forum time, saatnya membicarakan Reading Share Project kemaren. Apa yang sudah baik? Apa yang mesti diperbaiki? Mau sukses apa minggu depan?

Abdurrohiim
Oim bilang dia senang dengan RSP kemaren. “Alhamdulillah kaki O im sudah sembuh, Oim bisa naik sepeda berkunjung ke tempat teman membaca bersama sahabat KaTo. O im suka sekali bersepeda. O im juga suka membaca, kemaren Oim membaca buku Elliot.”

Sayang, kita lupa membawa tumbler air minum, Oim ternyata kehausan. Memang cuaca kemaren cerah, langit biru tanpa awan. Besok kita saling mengingatkan ya, agar tak lupa bawa tumbler.

Fathimah dan Aisyah sepakat nama SEPEDA PUSTAKA KATO, diganti dengan KARETA ANGIN PUSTAKATO. Kata mereka, “Biar ada spesifiknya, ummi. Sepeda pustaka,  sudah umum. Agar brand-nya beda dengan yang lain.” Ummi yang cendrung konvensional masih agak keberatan karena nama itu terlalu panjang. Ummi milih yang simpel. Diskusi lagi dan lagi, ya deh finally ummi ngikut. Jadilah pustaka bergerak itu bernama Kareta Angin pustakato. Selain spesifik ada unsur kearifan lokal di dalamnya.

Aisyah mengusulkan, bagaimana kalau dibuat yel yelnya biar semangat? Kalau bisa diciptakan juga jingle atau sebuah lagu? Ok semua setuju.

Fathimah juga punya usul, bagaimana kalau RSP kato comes 2 you itu, kegiatannya tidak hanya membaca, tapi sebelum membaca anak anak diajak bermain dulu, tapi permainan yang behubungan dengan buku? Iya ya..bagus nih usul kak Fathimah.

Menurut Fathimah RSP pertama, lebih ramai dari yang kedua, tapi yang kedua lebih meriah. Ya masing2 ada keunggulannya.

Usul ummi, bagaimana kalau kita buat undangan mungil cantik, untuk mengajak sahabat kereta angin pustakato, agar semakin ramai yang ikut naik sepeda dan buku yang bisa dibawa semakin banyak.

Demikian diskusi kami malam ini. Kami siap dan sepakat untuk melakukan perubahan nan kreatif, demi menambah kebaikan demi kebaikan.


READING SHARE PROJECT DAY#9

Setelah berkegiatan di KATO petang itu, kami memetik cabe rawit bersama. Hasil penjualannya kami alokasikan untuk tambahan biaya operasional KATO. Walau kalau diuangkan nominalnya tidaklah seperapa, tapi itu adalah wujud usaha kami. Rezeki itu sudah pasti, namun kemuliaan harus dicari, bukan?




It's really surprise kawan,...saat asyiik memetik cabe rawit, KATO dapat kunjungan istimewa. Tokoh literasi nomor satu Sumatera Barat, Bang Yusrizal KW dan rombongan termasuk juga #sudutpayakumbuh, tiba-tiba datang diluar dugaan kami...Benarlah kiranya mantra Bu Septi ini “Murid siap guru  datang” So, kami dapat belajar banyak hal dari beliau sang founder Ruang Baca Tanah Ombak yang melegenda itu.



Suntikan semangat, bimbingan dan arahan beliau sampaikan dalam suasana santai sambil menikmati suguhan kelapa muda segar dan kripik pisang manis. O ya, masalah nama beliau sarankan untuk fokus saja dengan nama SEPEDA PUSTAKA KATO. OK deh, toss setuju!!!

Selanjutnya, beliau juga menyampaikan kesediaan beliau untuk menjadi volunteer di Rumah Baca KATO. Hahay....Ini kesempatan langka dan luar biasa bagi kami. Siap siap jadi juara, kawan!!! Manager Rumah Baca KATO Aisyah Hafidzoh (15 yo) juga beroleh kesempatan untuk belajar menulis dengan sang maestro. Subhanallah..."Maka ni'mat Tuhan yang mana yang engkau dustakan?" (QS Arrohman.)


READING SHARE PROJECT #DAY10

SEPEDA PUSTAKATO

Maa Syaa Allah kami tak pernah menyangka dari Reading Share Project-SEPEDA PUSTAKA ini, kami akan dapat SURPRISE yang luar biasa. Ini betul betul memberi embun penyegar atas suka duka behind the scene yang kami hadapi bersama.
Kami yakin inna ma'al 'usri yusro, inna ma'al 'usri yusro...sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan, dan bersama kesusahan ada kemudahan.

Adalah benar, antara MENDIDIK--BELAJAR--BEKERJA--BERKARYA dan MENEBAR MANFAAT adalah sejalan.

Saya tak pernah kapok bertahun tahun remedi kuliah Bunda Sayang Ibu Profesional dengan Bu Septi Peni Wulandani, yang tugas kuliahnya selalu jadi real action baik di ranah domestik maupun di ranah publik. BC tak terduga DISINI

Tanah Mati, 2 April 2017
/Betty as facilitator, Fathimah as proof reader/ 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...