Sunday, 7 May 2017

SHARING FASIL MATRIK OFF LINE


Membahagiakan sekali jawaban Bu Septi ketika saya mengajukan kemungkinan dibukanya kuliah matrikulasi batch 3 secara off line untuk IIP area Payakumbuh Lima Puluh Kota. Ada ibu-ibu yang semangat belajarnya tinggi tapi terkendala tidak punya HP pintar, dan ketiadaan akses internet. Beliau menjawab, "Boleh bangeeet Ni Bet." Tentu saja mesti sesuai dengan ketentuan dan syarat yach.

Peserta itu juga datang dan berkumpul dari berbagai kecamatan di kabupaten Lima Puluh Kota. Ada yang datang dari Kecamatan Guguak, Kecamatan Payakumbuh, Kecamatan Suliki dan Kecamatan Harau. So, tempat tinggal mereka sebenarnya tidaklah saling berdekatan.



  1. PESERTA
Ada 12 orang peserta matrikulasi batch 3 off line di IIP Payakumbuh Lima Puluh Kota, dari keseluruhan pendaftar 48 orang. Qadarullah, ini adalah jumlah yang sangat ideal untuk sebuah halaqoh/kelompok majelis ilmu. Disebutkan dalam siroh bahwa jumlah murid nabi Isa as, dulu juga berjumlah 12 orang.


Peserta terkumpul dengan mengajak mereka satu persatu face to face. Dari sekian yang diajak terseleksilah 12 orang yang beragam latar belakang pekerjaan dan pendidikannya. Ada yang bekerja sebagai guru, tukang jahit, jualan kredit, jualan martabak dan petani. Selain sebagai Ibu Rumah Tangga, semua peserta juga ibu yang bekerja di ranah produktif membantu perekonomian keluarga. Pendidikannya ada yang tamat S1, D1, SMA bahkan SMP. Kebayang kan bagaimana menyelaraskan pemahaman dengan materi Ibu Profesional yang banyak istilah canggihnya, hehe. Mungkin buat para ibu yang sarjana tidak masalah tapi buat ibu yang hanya tamat SMP butuh bahasa yang sangat sederhana untuk bisa mengerti.




Ada yang datang dengan naik motor sendiri, ada yang diantar anak atau suami, ada yang naik mobil umum, bahkan ada yang naik sepeda. Bagaimana semangat saya tidak terbakar, saudara, wong pesertanya aja semangat, gitu. Setidaknya saling mengalirkanlah ya, hahay.


Hari Jumat tanggal  20 Januari 2017 adalah pertemuan perdana dengan agenda tata cara perkuliahan off line, peraturan kelas, serba serbi NHW(Nice Homework) , pengurus kelas, dan koordinator mingguan. Dalam pertemuan itu juga disepakati hari perkuliahan yakni setiap hari Rabu jam 11.30-12.30. Dipilih hari Rabu karena pertemuan untuk off line hanya sekali dalam seminggu, jadi ditunggu dulu semua agenda kuliah on line selesai, seperti jadwal tayang materi, diskusi, NHW, diskusi, review NHW dll.


Dengan sedikit prolog tentang pengurus kelas dari fasilitator, bahwa di Institut Ibu profesional jabatan ketua dan jajarannya tidak ditunjuk. Akan tetapi mengajukan diri untuk mengambil peluang berbagi dan melayani sembari belajar lebih. Alhamdulillah terbentuklah kepengurusan kelas dengan tekad kuat ingin belajar, tak pake lama, tak pake heboh dan tanpa tolak-tolakan.


2. MATERI


Materi di print out. Alhamdulillah dengan proses ini saya pun banyak belajar. Saya baru menemukan ide memprint langsung dari  google drive, yang mana biasanya materi saya kirim dulu lewat email atau ke massage facebook yang tampilannya jadi aneh aneh, butuh waktu untuk mengeditnya bagi saya yang agak gaptek, hihi. Dengan menyimpannya di google drive saya langsung bisa memprint out, tanpa terlalu banyak mengedit tata letaknya yang kurang rapi. Begitu juga dengan poto-poto, saya langsung kirim ke google drive sehingga gampang sekali di up load ke web. Mmhh senangnya dapat ilmu baru secara autodidak.


Selanjutnya di minggu ke3, karena belajar dari pertemuan 1 dan 2, print out materi diberikan sehari sebelum pertemuan. Sehingga peserta bisa membaca materi lebih dahulu di rumah, mengunyah dan menelannya pelan-pelan.


Satu jam pertemuan ternyata tidaklah cukup, sehingga disepakati kembali penambahan jam pertemuan sampai 2 jam.


3. NHW (NICE HOMEWORK)


Alhamdulillah, semua teman teman rajin membuat dan mengumpulkan NHW. Mereka menulis dengan tulisan tangan. Ada peserta yang berkreasi dengan membuat hiasan di NHWnya. Ada juga peserta yang konsisten dari NHW 1  sampai NHW 9 menulis dan mengkreasikannya dari kartu undangan pesta pernikahan yang sudah bekas. Keren deh.


Dead line pengumpulan HNW adalah hari Sabtu setiap pekannya. Ada tersedia tiga hari untuk membuatnya. But hampir semua mengumpulkannya di hari Jumat
karena hari Sabtu An Nahl tempat belajar matrik libur. Tidak mesti diantar sendiri NHW itu, melainkan boleh dititip, yang penting sampai ke tangan ketua kelas untuk selanjutnya diserahkan ke fasilitator. Ada yang dititip dengan anaknya yang SMA sebelum pergi sekolah, ada yang dititip dengan guru ketika dia mengantar anaknya yang sekolah di SD, ada yang mampir sebentar sebelum berangkat kerja. Daaan, ada juga yang minta dispensasi karena satu dan lain hal.


4. KEUNTUNGAN YANG SERU SERU


Peserta off line tak perlu berkecil hati tidak punya hape pintar, masing-masing kuliah on line dan off line punya kelebihan. Kuliah off line memungkinkan kita berinteraksi secara live, saling berjabat erat, melempar senyum, plus eye contact dan menangkap secara langsung aura semangat dari teman-teman. Bisa langsung berdiskusi, bertanya jawab tanpa harus menunggu "waktu luang," lengkap dengan gesture dan body languange yang membuat pemahaman menjadi semakin baik.


Setiap minggu saya mendapat cerita seru dan laporan dari peserta.Sebagian besar peserta setelah review NHW ingin mengulang kembali NHW yang telah mereka buat untuk penyempurnaan dan perbaikan diri sendiri. Oh ada juga lho peserta yang membuat NHW bersama pasangan, suaminya yang mendiktekan dan istrinya yang menulis sambil diskusi. Wuaah seru dan romantis yach. Saya jadi terharu ketika diceritakan.


Saya dapat merasakan aura semangat para bunda pembelajar di MIIP off line ini. Rasa antusias dengan pertemuan kelas dan diskusi bersama, kelihatan lebih meningkat pertemuan demi pertemuan. Mungkin karena bahasannya pekan demi pekan semakin seru yach.


Waktu terasa sangat singkat. Banyak yang mesti didiskusikan, aliran rasa dan curahan hati para bunda yang tak terbendung. Kaya rasa deh pokoknya.


Kuliah off-line minggu ke 4 bertepatan dengan libur nasional pilkada serentak seluruh Indonesia. Namun, hari libur tak menyurutkan semangat ibu-ibu pembelajar untuk tetap hadir. Sayang karena asyik diskusi bersama, sampai lupa berfoto. Padahal jam kuliah juga diperpanjang karena banyak yang mesti dibahas. Maafkan yach, kuliah kali ini tidak ada bukti fisiknya.


Sesi perkuliahan matrikulasi off line minggu ke-7 adalah  yang paling menantang kawan. Kenapa? Setelah materi dibahas dan didiskusikan bersama, disesi ini  fasiliator harus membimbing peserta matrikulasi satu persatu untuk mengikut  test ST30 (Strength Typology) Talent Mappingnya Abah Rama. Sempat bigung bagaimana harus memulai, apalagi ni Putri, teman saya sebagai fasilitator berhalangan hadir selama dua pekan.


Dua buah lap top dinyalakan, ditambah satu smartphone, sehingga antrian tes tidak telalu panjang,hiks. Yang sudah selesai tes, hasilnya langsung diprint out. Alhamdulillah lega,.... semua yang hadir selesai juga mengikuti tes. Semuanya menjawab bahwa hasil tesnya "gue banget!". Semua puas. dan yang paling puas dan senang tentu fasilitator, yach :)


Tak enaknya apa? Waktu kurang terus dan lupa narsis alias berfoto, sehingga ada sesi yang ngga ada bukti fisiknya:)
Maaf, berulang-ulang saya menyebut poin ini. Yes, saya saluut melihat semangat peserta kuliah off line ini yang luar biasa. Komitmen mereka untuk selalu hadir tatap muka, sangat patut beroleh jempol jempol. Sudah pasti banyak rintangan dan tantangan yang mereka hadapi, namun dapat mereka tepis dengan cancel cancel go away.


Demikian teman-teman sharing perkuliahan matrikulasi off line IIP Payakumbuh Lima Puluh Kota  ini, semoga bermanfaat dan barokah.


Terima kasih teman teman sudah menyimak curhatan saya, jadi banyak rasa yang teralirkan.


----------------------
Tanah Mati, 7 Mai 2017.
Betty Sang Peniti Barokah

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...