Friday, 9 June 2017

POHON LITERASI #2

Siapa yang tidak ingin anaknya cepat pandai dan lancar membaca? Siapa yang tidak ingin anaknya cepat pandai membaca Alqur'an sesuai dengan tajwid yang benar dan punya pula banyak hafalan alqur'an?

Almarhum bapak mertua saya menyebutnya dengan "KUTIKO". Manakala kutiko sudah tiba maka tak akan ada yang bisa menghalanginya. Begitu pula kala kutiko belum tiba tak ada yang bisa menggegasnya.

Begitulah kala kutiko membaca dan mengaji sudah tiba maka niscaya anak akan bisa. Kita akan dibuatnya tercengang. Terkadang penguasaannya .jauh melesat diluar ekspektasi kita.

Tak ada yang perlu digegas. Biarkan anak tumbuh alami sesuai dengan berbagai fitrah yang telah terinstal saat wujudnya dinyatakan ada, begitu pelajaran dalam Fitrah Based Education. 



Itu yang saya alami dalam pendampingan belajar O Im. Mendampinginya tanpa beban harus bisa ini, harus bisa itu. Tak disesuaikan dengan target kurikulum sekolah formal. But....hadiah apa yang saya peroleh, kawan?

Saat 7 tahun O Im sudah semakin lancar membaca. Sudah mengaji dengan alqur'an - bukan buku Iqro' lagi. Sudah kuat puasa penuh mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Shalat sudah 5 x sehari semalam dan semakin rajin ikut ayah shalat jama'ah ke masjid. Nah, itu "KUTIKO" nya sudah tiba. Ia belajar dengan merdeka!!!


Tanah Mati,9 Maret 2o17
Betty masih belajar


#gamelevel5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#hari2

#homeschooling

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...