Saturday, 15 July 2017

ALIRAN RASA LITERASI

Tulisan di badge hadiah berliterasi ini memang benarlah adanya. Untuk suatu perubahan harus sayalah yang pertama berubah. Ibda' binafsii. Mulai dari diri sendiri. Terutama untuk memberikan teladan bagi anak-anak.

Anehnya saya justru belajar banyak dari anak-anak. Mereka guru kehidupan saya. Belajar bersabar, menemani tak merecoki. Terlibat dalam setiap aktifitas literasi mereka. Tak hanya sekadar suruh menyuruh. Menjadi tim untuk setiap projek yang mereka lakukan. 

Ada projek literasi di Rumah Baca Kampuang Tobiang dimana Aisyah yang jadi managernya. Karena kegilaannya dengan buku sehingga projek ini digagas. Ada Sepeda Pustaka Kato, sebuah pustaka bergerak, fathimah yang terdaulat menjadi pimpinan projeknya. Lanjut dengan projek proses kemandirian finansial di sebuah bisnis on line. dan seterusnya.

Semua aktifitas literasi tersebut tentu berproses. Banyak pelajaran yang diperoleh, karena begitu luasnya pula makna literasi. 


Berikut rekapan tantangan literasi 
POHON LITERASI

#HARI 1


Awal Ramadhan ummi dan si bungsu O im sudah membuat pohon kebaikan seperti ini.


Lalu kami merefisinya menjadi Pohon Literasi seperti ini


Ini catatan kegiatan literasi O im. Kami membaginya menjadi 5 bagian yang ditandai dengan 5 cabang pohonnya.
Cabang 1 untuk catatan kegiatan Listening/mendengar.
Cabang 2 untuk kegiatan Speaking/berbicara.
Cabang 3 untuk Reading
Cabang 4 untuk Writing, dan
Cabang 5 khusus untuk kegiatan mengaji, dan hafalan qur’an.


Semoga buah pohonnya makin banyak ya oim..


O ya Uni dan Akak ikut kegiatan literasi dalam acara Daurah Qur’an di kota Bukittinggi. Ayah juga ada acara di kota Padang. Hanya ummi dan o im dirumah.

Salam Literasi
***************

#HARI 2

Siapa yang tidak ingin anaknya cepat pandai dan lancar membaca? Siapa yang tidak ingin anaknya cepat pandai membaca Alqur'an sesuai dengan tajwid yang benar dan punya pula banyak hafalan alqur'an?

Almarhum bapak mertua saya menyebutnya dengan "KUTIKO". Manakala kutiko sudah tiba maka tak akan ada yang bisa menghalanginya. Begitu pula kala kutiko belum tiba tak ada yang bisa menggegasnya.

Begitulah kala kutiko membaca dan mengaji sudah tiba maka niscaya anak akan bisa. Kita akan dibuatnya tercengang. Terkadang penguasaannya .jauh melesat diluar ekspektasi kita.

Tak ada yang perlu digegas. Biarkan anak tumbuh alami sesuai dengan berbagai fitrah yang telah terinstal saat wujudnya dinyatakan ada, begitu pelajaran dalam Fitrah Based Education. 

Itu yang saya alami dalam pendampingan belajar O Im. Mendampinginya tanpa beban harus bisa ini, harus bisa itu. Tak disesuaikan dengan target kurikulum sekolah formal. But....hadiah apa yang saya peroleh, kawan?

Saat 7 tahun O Im sudah semakin lancar membaca. Sudah mengaji dengan alqur'an - bukan buku Iqro' lagi. Sudah kuat puasa penuh mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Shalat sudah 5 x sehari semalam dan semakin rajin ikut ayah shalat jama'ah ke masjid. Nah, itu "KUTIKO" nya sudah tiba. Ia belajar dengan merdeka!!!


Tanah Mati,9 Maret 2o17
Betty masih belajar
*********
#HARI 3

KEGIATAN LITERASI O IM

* Mendengar dan Berbicara (Listening and Speaking)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...