Tuesday, 19 September 2017

FAMILY CAMP IIP PAYAKUMBUH LIMA PULUH KOTA

MEMBANGUN PERADABAN DARI RUMAH

Sudah lama sekali rencana Family Camp hendak digelar Ibu Profesional Payakumbuh Lima Puluh Kota. Berbagai generasi Ibu Pembelajar telah berganti. Gelombang badai member telah dilewati. Seleksi alam telah terjadi. Event Family Camp masih mimpi.
Kami bertekad tahun 2017 event besar ini mesti terealisasi. Bulan Juli 2016 tahun lalu proposal diajukan ke Padepokan Margosari. Alhamdulillah gayung bersambut proposal disetujui.
Tema yang diusung adalah “Membangun Peradaban dari Rumah”. Dengan harapan Family camp ini dapat;
a. Meningkatkan silaturrahiim antar sesama keluarga, terutama di komunitas Ibu Profesional Payakumbuh Lima Puluh Kota, serta kota dan propinsi lainnya di Sumatra.
b. Membangun persepsi yang sama terhadap pendidikan anak dan keluarga
c. Membangun komunikasi yang baik antara ayah bunda dalam keluarga
d. Keterlibatan ayah dalam pendidikan anak dan keluarga
e. Dapat melahirkan Community Based Education



RUN DOWN KEGIATAN

JUMAT  8 SEPT 2017
12.00-15.00 : Registrasi, Pembagian tenda , name tag,  
                  Photo booth, makan siang
15.00-16.00 : Istirahat, Sholat Ashar
16.00-17.45 : Perkenalan panitia, penjelasan aturan acara
                  Dan lokasi, perkenalan sesama peserta,games
17.45-19.45 : Shalat Berjamaah, Makan Malam
19.45-21.45 : Materi 1.
          Anak: Perkenalan, kegiatan perkelompok umur
21.45-03.45 : Istirahat

SABTU  9 SEPT 2017
03.45-06.00 : Qiyamullail, Shubuh Berjamaah,   Tausiah
06.00-07.00 : Olah Raga Pagi
07.00-08.30 : Mandi pagi, sarapan pagi.
08.30-10.00 : Materi 2
  Anak: Kegiatan perkelompok umur                                                                        
10.00-10.15 : Snack Time
10.15-12.00 : Materi 3
12.00-13.30 : Istirahat, Zuhur Berjamaah, Makan Siang
13.30-15.30 : Materi 4
15.30-16.45 : Shalat Ashar, Mandi Sore
16.45-17.45 : Community Based Education
17.45-19. 40 : Shalat Magrib, Makan, Isya
19.40-21.40 : Api Unggun, Presentasi Anak

MINGGU  10 SEPT 2017
03.45-06.00   : Qiyamullail, Subuh, Tausiah
06.00-07.00   : Family Fun Game
07.00-08..00  : Sarapan, Mandi
08.00-10.00 : Presentasi Aliran Rasa.
10.00-11.00   : Penutupan , Foto Bersama
11.00-Selesai : Check Out

PELAKSANAAN

Singkat cerita, ...Alhamdulillah wa syukrulillah dengan segala keseruan "behind the scene" Family Camp IIP PayaLiko telah selesai digelar. Bertepatan pula dengan milad KATO rupanya. Inilah biaya camping termurah sepanjang sejarah percampingan keluarga yang pernah saya ikuti. Peserta hanya membayar Rp 500.000 perkeluarga, dan tidak diperhitungkan berapa jumlah anggota keluarganya. Apakah banyak atau sedikit. Ha?..Kok bisa?....

Panitia dituntut kreatif agar biaya dapat ditekan seminimal mungkin. Why? Kami, terutama peserta setia kuliah off-line harus bisa ikut dalam keseruan Family Camp ini. Biaya tinggi adalah tantangan yang bisa membuat peserta off line mundur teratur. Sedangkan Family camp digelar untuk menfasilitasi para member ini dulu, baru ditawarkan kepada yang lain setelah itu.

Cost yang tinggi untuk sebuah acara biasanya adalah konsumsi, maka kami mulai berinovasi pada penyediaan konsumsi. Mengajak para peserta untuk saling berdonasi. Alhamdulillah cara ini worked well. Ada peserta yang berdonasi beras, telur, sayur mayur, ikan-ikan kering dan beraneka lauk yang telah dimasak.

Begitupun untuk penyediaan tenda besar. Kami mengusahakan bisa meminjam kepada Dinas Sosial, sehingga pengeluaran juga bisa dihemat. Alhamdulillah.


Camping dilaksanakan selama 3 hari 2 malam, hari Jumat, Sabtu, Minggu tanggal 8,9,dan 10 September 2017. Diikuti oleh 32 keluarga, berjumlah total 140 orang peserta. Peserta tidak hanya datang dari Payakumbuh Lima Puluh Kota ternyata, tapi ada yang datang dari Pekan Baru, Padang dan Jambi. Kami tidak menyangka bisa membuat event yang dapat mengupulkan peserta dari berbagai daerah dan propinsi lain, yang semuanya keren dan hebat. 

Peserta disatukan dengan syarat anggota Ibu Profesional terutama yang telah lulus kuliah Matrikulasi batch 2, 3 dan 4 ataupun keluarga umum yang mempunyai kesamaan visi dan misi dengan komunitas Ibu profesional. Maka berkumpullah keluarga dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu dan pekerjaan seperti pedagang, pengusaha, karyawan swasta, guru, dosen,dan lain-lain. Luar biasa pokoknya.



LOKASI


Bertempat di Torang Sari Bulan Camping Ground, Buluah Kasok Nagari Sarilamak kecamatan Harau Liam Puluh Kota. Sekitar 17 km dari pusat kota Payakumbuh. Jalannya sungguh eksotik menawarkan pemandangan nan indah berkelok kelok, dipinggir jurang bertebing dan bukit-bukit.

Lokasi ini juga merupakan tempat wisata keluarga yang didisain Islami oleh ownernya. Ada penerapan aturan yang sangat ketat seperti larangan merokok, larangan musik (whatever the music is) dan pacaran, serta  keharusan menutup aurat dan berhijab syar'i bagi wanita. Owner tak segan segan mengusir siapapun yang melanggar peraturan yang sudah ada, tanpa toleransi dan tanpa pandang bulu. Tak peduli baik itu keluarga, dunsanak, teman dekat ataupun tetangga.


Namun dibalik itu, lokasi ini menyuguhkan pemandangan yang luar biasa indah, hijau  alami memanjakan mata.  Inilah lembah yang dikelilingi perbukitan dan dialiri sebuah sungai yang berair jernih. Udaranya sejuk, asri dan bebas polusi. Gemericik air sungai, merdunya kicauan burung, hebohnya suara siamang merupakan harmoni musik natural di Torang.

Ada kolam renang dan arena bermain anak anak. Ada sampan dan kanal kanal buatan yang airnya dari sungai dan mata air alami. Lengkap dengan fasilitas rumah gadang alias rumah bagonjong sebagai tempat pertemuan, mushalla, toilet dan kamar mandi yang memadai, plus gazebo gazebo tempat santai.


KEGIATAN PEMBUKAAN


Acara dibuka dan diawali oleh Ibu Profesional muda (in process to be  )Aisyah Hafidzoh. Memimpin yel yel ibu profesional, game pembukaan dan perkenalan.

Lanjut dengan perkenalan panitia, korlap, dan relawan.

Penyampaian Do Don'ts, dan Code of Conduct.

Code of conduct selama Family Camp hanya satu saja, BERTANGGUNG JAWAB.

Bertanggung jawab "bersama" sehubungan dengan aturan lokasi camp dari owner yang super ketat. Satu saja yang melanggar maka kita semua bertanggung jawab meninggalkan lokasi anytime apapun kondisinya.

Bertanggung jawab "pribadi dan keluarga" sehubungan dengan acara dan event Family Camp sesuai dengan value ibu profesional.

Tak lama berselang saat korlap baru mulai aksi untuk game keluarga. Rahmat Allah turun mencurah bumi. Alhamdulillah...

Beruntung panitia sudah mengingatkan peserta jauh jauh hari untuk sedia payung, jas hujan, fly sheet utk tenda dll. Juga mengajak para peserta untuk menikmati segala kondisi cuaca. Tetap happy baik panas maupun hujan. Mensyukuri setiap karunia Ilahi. 
Saat turun hujan apa yang terjadi? Hoho...anak anak malah paling happy. Lari kesana kemari sembari ketawa ketiwi...bermain penuh aksi...Malah tak mau berhenti...

MATERI 1 

PENTINGNYA CODE OF CONDUCT OLEH BU SEPTI

Rahmat yang turun mengguyur lokasi camping tak menyurutkan semangat peserta untuk kegiatan selanjutnya. Run down kegiatan yang sudah disusun dilaksanakan sebagimana mestinya. Karena tenda utama basah kuyup maka kegiatan dilaksanakan di rumah gadang alias rumah bagonjong, sebagai plan B. Sedangkan kegiatan anak dilangsungkan di mushalla.

Mengawali materi, kembali Bu Septi mengingatkan tentang code of conduct. Code of conduct adalah hal yang sangat penting dalam menyelenggarakan sebuah event untuk menyamakan persepsi sebab diantara peserta belum saling kenal dan juga peserta berasal dari berbagai wilayah dan berbeda latar belakang disiplin ilmu dan pekerjaan. 

Membangun keluarga (baru) dalam "game" perkenalan adalah kegiatan malam nan seru. Mampu menghangatkan suasana di dinginnya malam, walau diluar rumah bagonjong hujan rintik masih setia menemani.

Selanjutnya, membuat kesepakatan bersama dalam kelompok keluarga (baru). Memberi nama unik keluarga, membuat yel-yel, mengakui dan menghargai kelebihan dan keunggulan masing-masing anggota keluarga. 

Satu keluarga dengan keluarga yang lainnya mempunyai ciri khas masing-masing yang penjadi pembeda dengan keluarga lainnya. Maka janganlah membandingkan keluarga yang satu dengan keluarga yang lainnya, sebagaimana jangan membandingkan anggota keluarga yang satu dengan anggota keluarga yang lainnya. Jangan pernah fokus pada kekurangan tapi temukanlah kelebihan sekecil apapun itu.

Demikianlah pesan yang disampaikan Bu Septi di materi pertama ini, sebagai awal dalam membangun peradaban dari rumah.

MATERI 2 DAN 3

MERUMUS KEKUATAN KELUARGA OLEH PAK DODIK

Setelah shalat subuh, olahraga pagi, mandi dan sarapan bersiap dengan kegaitan inti bersama Pak Dodik. Di materi ini, peserta dipersilakan duduk dalam kelompok keluarga masing-masing. Bersama membahas dan menentukan dan membuat kesepakatan "Peradaban seperti apa yang akan dibangun di rumah masing-masing?" Ini perlu untuk menentukan langkah dan pola mendidik anak.

Memandang keluarga sebagai unsur terkecil dalam membangun peradaban. Mengelola masing-masing kekuatan yang dimiliki oleh anggota keluarga. Me list potensi, kekuatan dan keunggulan ayah, ibu dan anak-anak. Kemudian nilai-nilai seperti apa yang bisa membuat anggota keluarga bahagia?

Hal-hal apa yang membuat keluarga stagnan? Diantaranya adalah cepat merasa puas, merasa hebat dan selalu terpapar kondisi nyaman, serba ada dan serba mudah.  Sangat berbeda dengan zaman dulu yang serba tak mudah dan tak nyaman. Dan....adakalanya peradaban justru muncul dari ketidaknyamanan.

Nah, camping adalah salah satu cara untuk melatih anak-anak dan orang dewasa juga untuk berada dan survive dalam kondisi ketidaknyamanan. Tidur ditenda, berpanas, berhujan, antri di toilet, berbagi makanan, peralatan seadanya dan seterusnya.

MAOTA-OTA

Salah satu cara membangun peradaban adalah dengan ngobrol, nyangkruk, ngumpul sambil makan minum dan santai bersama atau dalam bahasa Minang disebut maota-ota. Dalam era digital ini semakin jarang dilakukan karena anggota keluarga asyik dengan gadget masing-masing. Padahal forum keluarga atau maota ota mempunyai pengaruh besar terhadap pembangunan peradaban.

Awali kegiatan dengan ngobrol/maota-ota dalam keluarga seperti, "apa yang ingin kamu ketahui? Kamu ingin belajar apa?" Lanjutkan dengan berkegiatan bersama. Setelah selesai kegiatan ngobrol/maota-ota kembali. "Bagaimana perasaanmu....? Apa yang kamu pelajari?" Learning by teaching, share, presentasi. Lalu apresiasi tanpa perlu evaluasi.

Next, always stay hungry stay foolish. Jadi pembelajar sejati. Tak boleh terbersit  merasa hebat, merasa pintar, sehingga stagnan tak belajar lagi.

MATERI 4 "CLASS FOR FRIENDS"

Inilah kelas istimewa, berbagi dan melayani. Mengambil peran kebermanfaatan bagi sesama. Semua bisa jadi guru dan semua bisa jadi murid. yang tidak mengambil peran menjadi guru maka mengambil peran menjadi murid. Hatta anak-anakpun boleh mengambil peran menjadi guru dan teman serta orang tua yang jadi murid.

Berbagi mulai dari kebutuhan diri sendiri. Belajar terus praktekkan, kemudian berbagi apa yang telah dipelajari. Learning by teaching. Memantapkan apa yang dipelajari  dengan cara mengajarkannya pada orang lain. Terus berkomitmen dan konsiten sehingga hal yang dipelajari itu bisa menjadi unit kegiatan keluarga. Tingkatkan lagi sehingga bisa menjadi unit komunitas, sehingga peran kebermanfaatan semakin meluas. "Khairukum anfa'uhum linnas."

Berikut teman teman yang sempat berbagi ilmu di Family Camp

  • Leonardo Putra (9 th) : Kelas Fashion Design
  • Fathimah  (13 th)       : Kelas Reading Share Project
  • Pak Aldi Sanusi         : kelas Inspirasi Spiritual untuk kembali kepada fitrah                                  sebagai hamba Allah.
  • Mz Yulianti                : Tips Sehat ala Mz Yuli
  • Maryam  (4 th)          : Meronce, kreasi membuat kalung cantik
  • Ni Bet dan Damayanti : kelas Homeschooling
  • Marchell                    : Kelas Animasi.
  • Bu Novi                     : Kelas Self Reprogramming.
Kelas dibagi perkelompok dan masing masing guru boleh mencari tempat pw (posisi wuenak) disekitar lokasi camping. Murid bebas memilih kelas/pelajaran apa yang ingin dipelajari. 

Bagaimana dengan yang tidak berbagi? Yang tidak berbagi maka bisa mengambil peran melayani, seperti menyiapkan tikar, menyapu, menyiapkan kertas flip chart, dokumentasi, menyuguhkan cemilan dan lain sebaginya.

Indahnya berbagi dan melayani :)

SUARA REMAJA


Suara Remaja adalah kegiatan yang tak kalah seru. Remaja yang tergabung dalam Teen Changer mempresentasikan kegiatan yang mereka lakukan bersama. Ini berawal dari diskusi yang mereka lakukan via grup whatsaap seminggu sebelum even camping yang dipimpin oleh fasilitator remaja Elan JM. Mereka telah sepakat akan  mengadakan eksplore alam, hiking, reboisasi sembari belajar mendokumentasikannya lewat vidio. Peralatan yang diperlukan juga dipersiapkan dari rumah.

Alhamdulillah hujan sudah reda sebelum Teen Changer bersiap berangkat. Tim Korlap memimpin streching dan pemanasan. Bismillah mereka memulai aksi.



Malamnya adalah sesi presentasi dari teen changer. Presentasi yang sangat memukau pengunjung.   Ada yang menampilkan gambar yang dibuatnya, ada juga desain baju, ada yang menampilkan vidio dari foto foto yang diambil selama bereksplorasi di alam, aktifitas reboisasi, berlatih survival dan belajar bertahan hidup dalam situasi dan kondisi apapun, serta berlatih pertolongan pertama pada kecelakaan.

Walaupun masih berupa vidio bisu karena larangan meng insert musik di Torang, namun vidionya tetap keren ey. Masing masing teen changer menerjemahkan projek sesuai dengan passion masing masing.

Setelah presentasi projek bersama, dilanjutkan dengan persentasi projek pribadi Presentasi  Aisyah tentang Rumah Baca dan Fathimah tentang Reading Share Projek yang dilakukannya bersama Tim KATO (Kampuang Tobiang) di Pustaka Bergerak, Sepeda Pustaka Kato.

Marchell, menampilkan tentang proses belajarnya dalam membuat gambar animasi blender dengan komputer. Ada proses pembuatan mobil, ruang tidur, dapur dan lain lain. Keren sekali.

Terakhir, Leonardo, menampilkan tentang gambar dan desain aneka gaun-gaun cantik yang dibuatnya. Sungguh luar biasa karya karya desain Leonardo.



COMMUNITY BASED EDUCATION

It needs a village to raise a child. Dibutuhkan orang sekampung untuk mendidik seorang anak. Demikian pentingnya membangun komunitas yang baik. Namun untuk membangun komunitas yang baik itu  harus dimulai dari keluarga dulu. Home Based Education haruslah kuat.

Selanjutnya berkomunitaslah dengan bahagia. Mulai dari kebutuhan kebutuhan keluarga. Mengajak orang lain dan keluarga lain kalau mau. Kalau tidak mau ya tidak apa-apa toh kita sendiri sudah bahagia. Tidak perlu memenuhi kebutuhan orang lain,yang notabene belum tentu mereka  butuh, ya kan? :)

ABOUT PANITIA



Panitia Family Camp yang awalnya gemuk lebih dari 15 orang akhirnya menjadi sangat ramping. Teman teman terkendala berbagai alasan, dan  terseleksi alam dengan sendirinya.

Tekad sudah bulat. Event istimewa ini akan tetap digelar. Ya, cuma ada 5 personil, berjibaku, bahu membahu dengan kompak dari awal sampai akhir, dari urusan A sampai urusan Z. Padahal semua personil boleh dibilang sibuker juga, sebab semuanya sedang memegang amanah memiliki banyak anak, hehe. Ni Bet, mempunyai banyak anak murid yang diurus. Ni Nanti mempunyai banyak anak ayam yang setiap hari juga harus diurus. Alisa dengan lima anak semuanya dibawah 7 tahun, dimana si bungsu adalah twin. Rika dengan empat orang krucil dibawah enam tahun. Risni dengan ayam ras ribuan, dimana ketika kami mempersiapkan Family Camp anggota kandangnya juga lagi cuti. 

Kebayang kan? Bagaimana repotnya masing-masing kami dengan urusan domestik, dan non domestik. Ada rasa yang campur aduk seperti permen nano-nano, namun indah ketika rasa dialirkan. Ada tawa, tangis, kejutan dan kebahagiaan tersusun menjadi rajutan nan cantik. Alhamdulillah akhirnya, semua berbuah manis, lelah terbayar sudah, telah terselenggara Family Camp Ibu Profesional Payakumbuh LK dengan sukses, penuh kenangan nan indah dan full barokah insyaallah.

Sungguh kami jadi merasa tersanjung Bu Septi menjuluki panitia dengan Tim Srikandi. Membuat kami merasa sangat berharga dan dihargai. Bantuan dan dukungan tim solid keluarga masing masing tentu ada dibalik proses ini. Dukungan para suami dan anak-anak, serta ikut terlibat dan berbagi peran berbuah nyata, alhamdulillah.

VOLUNTEER



Inilah tim yang bergerak di dalam sunyi. Talk less do more. Berbagi dan melayani telah terpatri dalam sanubari. Bukan menjabat sebagai penanggung jawab registrasi, bukan penaggung jawab konsumsi, bukan penanggung jawab handle anak-anak, bukan penanggung jawab berberes, akan tetapi mereka ada disetiap lini yang dibutuhkan. Bekerja tanpa pamrih dan tetap happy dimana saja. Saluutku buat bunda guru Tim An Nahl nan kompak.


Mz Yuli dan keluarga juga ada di bagian ini. Volunteer yang didapuk mendadak untuk dokumentasi dan transportasi Bu Septi dan keluarga. Beliau all out mensupport bersama tim keluarganya. Jazakumullahu khair.





-------------------------


Tanah Mati, 19 September 2017

Betty Arianti



2 comments:

  1. Kenangan yang tak kan pernah terlupakan nibet.... Family Camp Payakumbuh benar-benar luar biasa dan menjadi point penting bagi keluarga kami.... Sejak ikut FC payakumbuh pak kiki semakin all out support kegiatan mz yuli d IIP.... Thank you so much.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woaw sungguh jadi momen yang bersejarah ya Mz. Semoga barokah selalu Mz

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...