Thursday, 30 November 2017

CITA-CITA VS MAQOM ILMU

Bagaimana perasaan anda kalau ananda bercita-cita ingin menjadi satpam? Apakah anda menertawakan atau melecehkan? Apakah bisa anda menerima dengan legowo dan berjiwa besar? Ini yang terjadi dengan si bungsu O im, ia ingin sekali menjadi satpam. Terinspirasi dari satpam yang menjaga gerbang sekolah dan bank. O im melihat satpam itu keren sekali. Ia mengenakan  seragam mirip tentara, punya pisau dan pentungan. 

Tidak berapa lama cita-citanya berobah lagi. Ia ingin menjadi pembalap. Segala aksesoris pembalap dia ingin memilikinya. Mulai dari baju, sepatu, sarung tangan, helm dan seterusnya. Ia mengoleksi miniatur motor, pembalap, helm, serta piala-pialanya.  Ia juga suka melihat tayangan vidio pembalap. Apakah mesti di cut cita-citanya itu?. Ia justru belajar bahasa Inggris dari vidio itu. 

Lain waktu ia ingin menjadi pemain bola. Setiap hari mendesak ayah untuk berlatih bola. Merajuk minta dibelikan sepatu bola, kaos kaki, kaos bola, dan asesoris pemain lainnya. Apakah mesti dilarang juga? toh, ia belajar banyak juga dari sepak bola ini. Ia membuat miniatur lapangan sepak bola lengkap dengan para pemainnya dari kardus bekas. Ia belajar menulis dan dikte dengan menuliskan nama-nama pemain bola berbagai klub berikut nomor punggungnya. Ia bergaul dan bermain bersama dengan teman teman dan kakak-kakak yang lebih tua dilapangan bola.

Saatnya ummi berkisah, "O im boleh jadi apa saja, Nak. O im boleh memilih menjadi satpam, boleh menjadi pembalap, boleh menjadi pemain bola atau yang lainnya. Tapi O im harus belajar Al qur'an, belajar sunnah, belajar ilmu-ilmu agama dan mengamalkannya.

Selanjutnya kami memurojaah kembali kisah komik Al Fatih sang Penakluk Konstantinofel. Mengulang kembali kisah taatnya Mehmet cilik. Hafal Alqur'an di usia 8 tahun. Rajin belajar dan tekun berlatih memanah dan bermain pedang. Bercita-cita dan bertekad kuat untuk menaklukkan Konstantinofel sebagaimana ayahnya dan kesultanan Turki Ustmani telah menitipkan cita-cita itu.

----------------
Tanama, 30 November 2017


Saturday, 25 November 2017

JURNAL FASIL #SESI LITERASI

#Jurnal Fasil Level 5

Senang sekali banyak peningkatan komitmen dari peserta kelas bunda sayang off line batch 2 ini, terutama setelah CoC (code of Conduct) Ibu Profesional lahir.  

Saya mengkhususkan satu kali pertemuan off line untuk mensosialisasikan CoC saja. Saya presentasikan CoC lanjut dengan berdiskusi, tanya jawab sampai akhirnya masing masing peserta berniat berubah menjadi lebih baik. Memang saya tawarkan pilihan yang lebih tegas, andaikata tak nampak keuntungan bergabung di IIP, belajar bersama, saling berbagi dan melayani maka berhenti mungkin menjadi pilihan terbaik. But, kalau kebaikan banyak yang didapat setelah belajar dan berproses bersama maka mari kita perbaiki komitmen. 

Wah...dengan begini ternyata banyak yang baper. Saya tanya satu persatu, eeh malah aliran rasa yang muncul, dan akhir kalimatnya menegaskan ..."aku siap berubah!!". Alhamdulillah.

Komitmen teman teman dibuktikan pada pengumpulan tantangan 10 hari. Semua peserta mengumpulkan tepat waktu. Karya karyanya juga sangat kreatif dan semuanya keren!



Sebagai fasilitator saya merasa puas sekali dengan -pencapaian ini. Masing masing mengaku dengan mengerjakan tantangan ini bonding keluarga menjadi lebih meningkat. Anak-anak senang dan begitu antusias mengerjakannya. Malah anak-anak yang lebih semangat, dan mengingatkan bundas untuk mengerjakannya. 

Bahkan ada teman yang anak-anaknya sudah merantau jauh dan LDR juga dengan suami, tetapi bisa mengerjakan tantangan dengan saling komunikasi lewat telepon dan SMS. Dimana ada kemauan disitu ada jalan.

Ada juga anak-anaknya yang protes kalau daun literasi ayah meranggas dan daun anak-anak jauh lebih rimbun, nah lho! Anak yang mencarikan bahan bacaan untuk ayah, hatta koran bungkus lauk asin, bagai. :)

Tantangan semakin seru. Aku suka...aku suka...

Next, saya cetakkan badge hadiah sebagai tambahan semangat. Semua senang alhamdulillah. 




Tanah Mati, 26 November 2017
Ibu Pembelajar

Friday, 24 November 2017

ALIRAN RASA KREATIF



Ungkapan ini benar sekali, sebab saya selalu ketinggalan dari anak-anak. Mereka tak pernah kehabisan ide untuk beraktifitas. Bermain dengan media apa saja, dari alat-alat yang tak pernah terduga. 

Masih dalam belajar bahasa Inggris. Saya mengajari anak anak cara melihat kamus, menemukan kata kata sulit dengan cara yang cepat.


Kadang saya lupa kalau mereka  itu kids zaman now . Tak bisa di”hajar” dengan cara konvensional model saya belajar dahulu kala.


Mereka lebih suka membuka kamus on line. Ya  mereka lebih kreatif dari yg saya.


#hari2
#tantangan 10 hari
#bunsayiip
#thinkcreative


Apa saja bisa jadi mainan buat O im. Memang asli lah anak bujang ummi ini insan kreatif. Jualan uni ini bahkan bisa jadi benda hidup semua. Mereka bisa ngomong dan memerankan apa saja. Hebatnya benda benda ini bisa shalat juga. Bahkan bisa shalat berjamaah bagai.



Ini senjata senjata O im yang dia buat sendiri. Apa saja bisa jadi mainan dengan kreatifitasnya. Dia tidak hanya.membuat satu saja but lebih dari satu untuk dibagi keteman temannya kalau bermain bersama.

Mainan rusak juga dipermaknya gar bisa tetap dipakai.

Untuk duo gadis, dengan memberinya tantangan, kemampuan berfikir kreatifnya menjadi luar biasa. Belajar tanpa jemu sampai menemukan sesuatu yang baru.. 



Sunday, 12 November 2017

SWASEMBADA SAYUR

Bismillah


Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun kebun yang berpemandangan indah. Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon pohonnya. Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sebenarnya mereka adalah orang orang yang menyimpang dari kebenaran. Q.S An Naml:60

Dan kepada kaum stamud kami utus saudara mereka sholeh. dia berkata" wahai kaumku! sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu kamu dari bumi(tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya karena itu mohonlah ampun kepada-Nya kemudian bertobatlah kepada-Nya Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat rahmatnya dan memperkenankan (doa hamba-Nya) (Q.S Hud :61)

Maka aku berkata (kepada mereka) Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu. Sungguh Dia Maha pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai sungai untukmu. (Q.S) Nuh : 10-12)

Monday, 6 November 2017

BELAJAR KREATIFITAS DI IIP

Semenjak bayi baru lahir, si sulung Aisyah, sudah saya kasih jadwal berbahasa. Kebetulan Aisyah lahir saat saya masih kuliah di LIPIA Jakarta. Jadwal dibuat
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...