Wednesday, 13 December 2017

ENGAGE WITH AQIL BALIGH GIRLS

"Barang siapa mempunyai tiga orang anak perempuan, atau tiga saudara perempuan, atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu memperlakukan mereka dengan baik dan bertaqwa kepada Allah dalam mengasuh mereka, maka baginya surga." (HR Tirmidzi)


TOUR DE TALENTS

Saya sering ditanya teman teman tentang kesukaan, bakat dan minat duo gadis Aisyah-Fathimah yang homeschooler--pasangan sepaket nan kompak, meski banyak perbedaan dan sering berantem juga , hihi



Terus terang saya belum bisa menjawabnya secara pasti bakat dan minat mereka itu. Saya juga pernah dikritik seseorang, "Kok Nibet menjawab kesukaan dan passion anak-anak nggak ada yang pasti ya? Bahasanya pakai 'sepertinya', 'sepertinya' terus? Yach begitulah kawan, karena saya memang belum dapat kepastian passion mereka sesungguhnya apa. Mungkin terkesannya saya seperti tidak mengenal anak-anak saya dengan baik ya, haha. 




Dalam pendampingan belajar anak anak, saya belajar bahwa ada "evolusi" alias perobahan atau "petualangan" tentang bakat dan minat anak-anak dalam kurun waktu tertentu. So, saya tidak boleh  menilai dan memutuskan bakat dan minat anak-anak terlalu cepat, tersebab proses "evolusi" tersebut. Maka tugas saya adalah menemani dan menfasilitasi mereka dengan beragam kegiatan (masih banyak kurangnya nih) sampai nanti terfilter mana sesungguhnya yang akan membantu mereka produktif di usia reproduksi.


Rumus 4E (Enjoy-Easy-Excellent-Earn) tentang bakat dan minat tetap saya pakai dalam proses pengamatan dan pendampingan eksplorasi belajar anak-anak. Kegiatan berubah seiring dengan berbagai eksplorasi yang dilakukan duo gadis ini. Saya akan coba recall portofolio eksplorasi mereka.

*Eksplorasi di dapur


Ketika Fathimah dan Aisyah berumur 10 dan 12 tahun, mereka sangat tertarik untuk bereksplorasi di dapur. Bahkan bermimpi suatu hari kelak bisa punya usaha produktif dengan nama yang mereka berdua pilih"Golden Bee Kitchen." 

Saat itu teman-teman efbi Payakumbuh dan sekitarnya lagi ngetrend ngadain tantangan-tantangan kuliner. Para bundas menantang bundas lain memasak menu spesial tertentu, and vice versa. Mulai dari krabu, sambalado, kacemuh,pinukuik, masakan Padang, masakan Sunda, masakan Jawa sampai masakan Aceh dan seterusnya dan seterusnya.    
     Nah... lain lagi dengan Aisyah-Fathimah gadis-gadis pra aqil balighku ini. 



Mereka juga asyik dengan tantangan-tantangan kuliner. Nyaris setiap hari, everyday kulla yaum, ((tuh ngga cukup satu bahasa tuk menyatakannya)) sepanjang bulan November-Desember mereka menantang diri mereka sendiri dengan aneka masakan kue. Gadisku,terutama Aisyah (12 yo)begitu antusias dengan berbagai cemilan berbangsa bolu, cake and cookies. Ya ternyata secara tidak sadar dia sudah menentukan spesialisasi masakannya. Pastry itulah pilihannya. Sedangkan Fathimah (10 yo) selalu siap jadi assistant dan sering kali jadi juru ide, juru photo dan juru edit, he he.
     Pernah absen seminggu ga masak cemilan apapun, karena bahan-bahan tidak tersedia, ummi belum bisa beli, bawaanya cemberuuut aja. Maklum untuk ketersediaan bahan kan butuh biaya, hiksBiasanya Ummi bikin kue-kue karena memenuhi pesanan costumer, but belakangan pokoknya sepulang ummi pilgrim, bikin-bikin murni untuk tantangan belajar dan tantangan perut, qiqiqi. Maklum Aisyah juga sedang berselera tinggi (baca lapar terus), karena pertumbuhannya sedang pesat, kali ya? Kalau ngga ada cemilan dia kan uring-uringan.
     Kalau bahan-bahan buanyak dan lengkap, maka senyumnya pasti sumringah, tawanya lepas dan lebar. Selanjutnya ia akan  bersemangat sekali di dapur. Ia tahan berjam-jam berada di dapur dan bahkan tahan begadang meyelesaikan  tantangannya.
      Sedangkan O-im si bungsu dapat porsi jadi juru ambil-ambil (ngebantu uni-kakak) juru makan, dan juru rengek agar uni dan kakak bikin kue lagi lagi dan lagi... 


     TARRAAAA Inilah sebagian masakannya.......
*** Kue bangkit coklat....


***Brownis kukus

***Brownies lagi

*** Bolu lapis kukus

***Lapis kukus lagi

***Muffin

***Pisang Ijo

*** Lapis kukus again


*** Donat jambu monyet

***Ice Cream
    
***Kukus Lapis

***Kukus Lapis lagi


***Pisang Krenyess JuCok

*** Roll Cake
 ***Brownies bake jadul
T
 ***Banana Bread
 Banana Bread, adalah masakan pamungkasnya di tahun 2014.

Semoga Golden Bee Kitchen impiannya segera bisa terwujud ! Begitu lantunan doa saya saat itu.

                                                                      
                                                              Tanah Mati, 31 Desember 2014


*Eksplorasi website

Pernah juga duo gadis ini beberapa bulan setiap hari, berkecimpung dalam blog, bersitungkin dengan website, menjelajah dan belajar secara otodidak, membuat blog, mendandani, membuat tutorial,mengerjakan request teman-temannya, do all about blog dan seterusnya dan seterusnya. Ini salah satu blog Aisyah dari beberapa blog yang dia punya




Dan ini salah satu blog Fathimah dari beberapa blog juga


Bahkan blog ummi yang sudah ada semenjak 2011 adalah juga hasil karya mereka. Berkali-kali gonta ganti penampakan, ganti dandanan dan segala seluk beluknya yang Ummi ngga ngerti istilah dan bahasanya. Sampai awal tahun 2017 menjadi www.bettyarianti.com juga adalah buah tangan si gadis. Website yang "gue banget." dandanannya. Perpaduan warna merah hati dan hijau favorit Ummi, lengkap dengan hiasan bunga nan cantik dan apik. Ketahuan sekali yach, kalo ummi aslinya gaptek banget. ngga bisa apa-apa yang berurusan dengan tehknolgi tanpa bantuan dan pertolongan duo gadis ini.:)



*Menulis

Ada masa menulis. Masa manakala ide-ide mereka berhamburan minta dituangkan segera. Berebut laptop dan notebook. Dahulu mendahului memakai yang agak bagus dari laptop butut yang kita punya. Tulisan mereka buaanyak, walau banyak pula yang ngga pernah selesai. (salah emak nih) . Ada yang ditulis dan dimuat di blog,ada juga yang pernah dimuat di Bobo online dan ada yang sudah jadi buku juga.


*Eksplorasi Alam

Ada masanya lagi anak-anak bereksplorasi dengan alam, maunya setiap minggu bersepeda dan hiking, menaklukkan bukit-bukit dan gunung. Banyak kisah seru eksplorasi alam duo gadis ini. Berikut sebagian kecil jejak petualangan itu berawal, yang akhirnya mempertemukan mereka dengan maestro adventure. Dimana, setelah itu, setiap ada kegiatan adventure baik tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi untuk kegiatan hiking atau camping mereka mendapatkan peluang untuk ikut menjadi peserta walaupun semua peserta lainnya adalah anak sekolah formal. 

 PETUALANGAN @ MR GOOD HILL

Ini  "Family Journey to Sarageston Panorama @ Mr. Good Hill Nagari Sungai  Talang Lima Puluh Kota ketika keluarga besar lagi ngumpul  saat mudik lebaran ( Agustus 2013)



Bersama "Honey Home Team" lengkap



PETUALANGAN@ GUNUNG BUNGSU

Petualangan kali ini adalah bersama Shohibul Hidayah Club. Shohibul Hidayah adalah teman-teman Aisyah Fathimah di Masjid Alhidayah Tanah Mati Simpang Kuranji Lima Puluh Kota. Anggota solidnya ada 7 orang, gadis cilik semua, Aisyah, Fathimah, Anyla, Gina, Najmi, Rani dan Salwa. Mereka semua anak sekolahan kecuali Aisyah dan Fathimah. Di club inilah duo AiFa belajar menjadi EO (Event Organizer).Merencanakan dan mengadakan berbagai project. Mengadakan meeting, memilih pimpro,berbagi tugas,dan menentukan penanggung jawab financial. Seringkali meeting mereka gelar di masjid Al Hidayah ba'da shalat maghrib. 
     Aneka kegiatan mereka gelar, diantaranya hiking, jogging,cycling,cooking
and Ramadhan activities.
    Hiking ke Gunung Bungsu adalah hiking kedua bersama Shohibul Hidayah (Shohid)..






                                                                      Tanah Mati,14 Januari 2014



PETUALANGAN @ AIA TAJUN LUBUAK BATU BULAN

Ini petualangan seru Aisyah (12yo) gadis pra aqil baligh ummi  bersama pramuka/kepanduan remaja-dewasa. Santika namanya. Perbedaan usia yang signifikan tak manjadi kendala. Aisyah dapat melebur tanpa rasa canggung, padahal perbedaan usia begitu signifikan lho. Kalau tinggi badan sih, Aisyah emang bisa bersaing, apalagi kalau penampakan dari belakang seperti seumuran aja. Santika sangat welcome dengan kehadiran aisyah, menyambutnya dengan jabatan tangan erat dan senyum yang merekah. Aisyah juga diberi tanggung jawab untuk memegang salah satu bendera, kehormatan sebagai salah satu peserta termuda. Ini membuatnya merasa berarti bahwa keberadaannya diperhitungkan. 
    
Sebagian besar petualangan ditempuh dengan ketangkasan mengendarai motor. Perjalanan dengan melewati jalan berbatu yang berbelok-belok dan penuh lobang disana-sini lengkap dengan tanjakan plus jurang dan tebingnya.


Menempuh jalan tanah yang sesekali diselingi kubangan lumpur. Tak sedikit jembatan sebalok kayu yang mesti dilewati dengan motor. Terpeleset sedikit saja,maka akan masuk lumpur. Kala motornya digas, lumpurnya akan beterbangan dibelakang. Mmmhh betul-betul menantang nyali! Untunglah seminggu belakangan tidak turun hujan sehingga lumpur-lumpurnya tidak terlalu dalam.

Motorpun diparkir dan dititip dengan para pemuda dirumah penduduk yang sudah ditinggal penghuninya.
Petualangan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati perkebunan gambir, melintasi sungai dan naik bukit menuju Lubuak Batu Bulan. 



Wooaaaw Subhanallah!..... Maa Syaa Allah!....Aia Tajun Lubuak batu Bulan, sungguh pemandangan yang luar biasa. Perjuangan tak sia-sia...Letih dan penat sirna seketika berganti rasa syukur yang tak terkira. Fa biayyi alaa i robbikuma tukazzibaan?


Konon Aia Tajun Lubuak Batu Bulan ini juga dijuluki dengan Aia Tajun nan Hilang.Karena Lubuak dibawahnya yang menampung Aia Tajun dari atas tak mengalir kemanapun. Memang tak ada aliran sungainya karena disekililingnya adalah batu-batu. Sedangkan debit air di dalam Lubuak tetap saja volumenya. Jadi kemana perginya air itu ya??? Oooo ternyata menetes kebawah batu ya, orang-orang menyebutnya aia tirih.

 Ba'da shalat Zuhur dan makan siang Lubuak Batu Bulan nan elok mesti ditinggalkan karena petualangan masih akan berlanjut menuju Kelok Sambilan, salah satu ikon kabupaten Lima Puluh Kota yang sekarang juga terkenal dengan flyover nya.


Kembali beberapa kilometer melewati jalan tanah menuju daerah yang bernama Landai. Selajutnya bersua dengan jalan mulus beraspal beton, yang kiri kanannya penuh dengan pemandangan hijau-hijau nan mempesona.

Tiba di Kelok Sambilan, kembali nyali diuji. Keberanian dan kelihaian mengendarai motor di jalan yang mendaki dan tikungan tajam yang berbelok sembilan kali. Motorpun mengaum tinggi sembari terus diiringi doa dan zikir lirih. Alhamdulillah ...lega...sampai juga di puncak.


 PETUALANGAN @ MOSLEM BROTHERHOOD CAMP

Aisyah Fathimah bersama anak sekolahan seprovinsi Sumatera Barat dan Riau mengikuti Moslem Brotherhood Camp sebagai sarana belajar pada club, institution, dan natural world. 



                                                          

*Membaca 

Aktifitas sehari hari yang tak pernah mereka tinggalkan dari kecil sampai sekarang adalah 3M, yaitu membaca, membaca dan membaca. Ya mereka sangat keranjingan membaca. Bacaannya juga berevolusi sesuai dengan tingkat umurnya, mulai dari kecil sampai sekarang saat usia aqil baligh tiba. Buku-buku fiqh dan buku bermateri beratpun sudah diembatnya.


Aktifitas membaca melahirkan projek pustaka keluarga "Iqro' Private Library". Secara berkala menambah koleksi buku dan bacaan. Menabung dan mengisi celengan dialokasikan untuk buku. Tak menaruh emas perak kecuali diwakili buku.



Keinginannya berbagi manfaat membaca untuk banyak orang melahirkan projek "Rumah Baca Kampuang Tobiang (KATO)" dimana Aisyah sebagai manajernya. Tebaran manfaat menuntut lebih besar melahirkan Pustaka Bergerak "Sepeda Pustaka KATO" dan Fathimah sebagai Pimpinan Projeknya. Social venture duo gadis makin berkembang. Dari aktifitas ini juga Aisyah memperoleh kesempatan untuk mengikuti audisi duta baca Sumbar. 



Projek-projek tersebut mempertemukan mereka dengan maestro kepenulisan, maestro kepustakaan, maestro Alqur'an, maestro klub dan maestro projek berbagi dan melayani lainnya. Benarlah kiranya mantra, "Murid siap guru datang!"



Tour de talents works, kawan. Aktifitas memperbanyak wawasan, memperkaya gagasan, membuat berbagai klub, dan projek-projek memang sangat dibutuhkan dalam rentang usia mereka. Dimana Ummi dan Ayah? Involve dan terlibat tentu saja. 


*Menjajaki Bisnis

Kini Aisyah sudah 15 tahun, dan Fathimah sudah 13 tahun. Telah baligh, sudah menuju usia kedewasaan biologis dan kematangan alat reproduksi. Mereka sudah dalam usia mukallaf dan sudah bertanggung jawab atas diri mereka pribadi. Saatnya juga untuk mencapai kedewasan psikologis, sosial, finansial, serta kemampuan memikul tanggung jawab syar'iah.


Bersama Ummi dulu Aisyah pernah berjualan kue. Menerima pesanan dan memasaknya bersama. Aisyah beroleh finansial dari usaha itu. Aisyah juga pernah berjualan aplikasi hp anroid di internet. Dropship manset dan sekarang bisnis on line. Demikian tantangan kemandirian  persiapan menikah dan berkeluarga. Wallahu a'alam bisshowaab.


 Tanah Mati, 12-12-2017


2 comments:

  1. Wah...keren banget uni. Setiap ketemu sibuk membahas agenda rapat aja. Padahal pengeenn blajar ttg HS sama uni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah berkunjung Lisa,makasih sudah menyimak "kicauan" uni, yang sebenarnya lebih mirip diary yach 😀. Moga kita punya waktu luang utk sesama belajar ☺

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...