Friday, 29 June 2018

EAYILA SERU

 Diantara sifat yang menjerumuskan kita ke neraka antara lain Riya' (aktifitasnya ingin dilihat orang lain. Summ'ah( aktifitasnya merasa ingn didengar orang lain. Ujub ( merasa bangga dengan kelebiahn dirinya.
Nauzubillahi minzaalik

Wahai manusia, sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemuadian Kami jadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti. (Q.S Alhujurat : 13).

Betty Arianti, itulah nama yang disematkan orang tua pada saya, yang kemudian saya cari sendiri artinya, haha. Mungkin Betty diambil dari kata beauty (English) yang  berarti kecantikan/bagus. Mungkin doa orang tua saya agar saya mempunyai kecantikan akhlak, memainkan peran bagus di bumi sebagai hamba Allah nan taat, dan berorientasi akhirat. Bermisi khalifah, imaroh (pemakmur) dan imamah (pemimpin). wallahua'lam :)

Menempuh pendidikan di SD Kuranji, SMP 1 Dangung-Dangung, SMA 2 Payakumbuh di Limbanang. Matematika IKIP Padang, Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Padang, pernah juga belajar Bahasa Jepang, Takhasshus Lughoh Arabia Ma'had Almadaniy Padang, Ma'had Al Hikmah Jakarta, I'dad Lughowi LIPIA Jakarta (Universitas Ibnu Sa'ud Saudi Arabia), dan sekarang kuliah di Institut Ibu Profesional.

Semenjak tahu dengan istilah cita cita saya telah memilih menjadi guru/pendidik/fasilitator dan tidak pernah berobah fikiran untuk memilih profesi lain. Karir mengajar dimulai semenjak SMA, membantu guru LES Bahasa Inggris di Dangung-Dangung. Mengajar sudah menjadi nyanyian merdu kehidupan saya, tidak pernah peduli dengan honor dan bayaran. Saya mengajar mulai dari tingkat Perguruan Tinggi, SMA,SMP, SD sampai tingkat pra sekolah. Pernah mengajar di PPLK Nusantara, Modern College, Adzkia, National Education Centre, SMA 16 Jakarta, dan beberapa kelas private. Pernah juga menjadi guru PNS sampai akhirnya switch menjadi ibu Rumah Tangga. 

Akan tetapi, mengajar dan menjadi fasilitator tidak bisa saya tinggalkan begitu saja. Walaupun telah berhenti jadi PNS saya tetap punya hobi mengumpulkan orang-orang untuk belajar bersama. Dimanapun saya tinggal (dulu nomaden karena kontraktor, ngontrak sana ngontrak sini). Tak peduli juga dengan tingkat umurnya. Segala umur deh pokoknya. Mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, jelita, sampai yang tua tua, hahay.

Karena itu saya menginisiasi dan menjadi founder berbagai lembaga, komunitas dan Club. Ada yang kemudian awet dan berkembang ada yang tidak. Diantaranya

  • An Nahl Education (Yayasan An Nahl), lembaga pendidikan formal, mulai dari Play Group, TK, SD, SMP.
  • Global Education Centre, lembaga kursus dan bimbel
  • Kampuang Tobiang (KATO) berupa Rumah Tahfidz, Rumah Baca, Rumah Kreatif, dst
  • Shohibul Hidayah, berkegiatan bersama teman teman AiFa di masjid
  • Sambalado Ukhuwah, kelompok kajian Juma't 
  • Archery Club
  • Easy Qur'anic Club
  • Aisyah English Club
  • Aksara Club
  • Madrasah Diniyah Awwaliyah 
  • dll                                                                   
Merintis IIP di Payakumbuh mengumpulkan teman teman, silaturrahiim, sharing ideas, semenjak 2012, sampai akhirnya bisa bersama dan terwujud kuliah umum perdana bulan April 2013. Semenjak itu teramanah menjadi leader koordinator IP Payakumbuh sampai wisuda seleh pada bulan Mei 2017. Semanjak awal IP Payakumbuh hadir, bertekad dan mendedikasikan diri menjadi fasilitator, belajar dan berproses bersama dengan teman teman pembelajar di lingkungan Institut Ibu Profesional off line dan on line. 


Pernah menulis di buku buku antologi  
  • Hei, ini aku ibu profesional, Leutika Prio : 2012
  • Bunda Sayang, 12 Ilmu Dasar Mendidik anak, Gazza Media : 2013
  • Bunda Cekatan, 12 Ilmu Manajemen Keluarga, Gazza media : 2014
  • Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar menjemput Rezki, :2015
  • Jurnal Ibu Pembelajar, Sinar Gramedia : 2018
Ada juga tulisan yang dimuat di surat kabar Rakyat Sumbar, Padang Ekspres dan Media Indonesia.

Menjadi fasilitator homeschooling untuk si sulung Aisyah 16 th, si tengah Fathimah 14 th, dan si bungsu Abdurrohiim 8 th. Kami menerapkan homeschooling berbasis keluarga. Dan kami melabeli keluarga kami dengan Keluarga SERU!. Tempat dimana kami bertumbuh, berproses dan berkembang bersama.

Bermimpi menulis buku solo tentang "Keseruan Kami" menjalankan homeschooling. 

Mohon doa ya teman teman, semoga mimpi itu bisa terwujud. Allahu musta'an.



Tanah Mati, 29 Juni 2018
Keseruan! kami (Keluarga Sekolah Rumah Anang)
eayila seru
--------------

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...