Tuesday, 20 November 2018

TERNYATA ANAKKU ATLIT

Menginginkan anak ini itu, jadi begini jadi begitu, oh☺ ternyata dia juga punya pilihan, Aybun. ☺

Sebagai orang tua, aku selayaknya bersyukur dia punya pilihan, artinya dia sudah punya prinsip. Tidak ikut ikutan teman, atau galau memilih sesuatu. Dia bisa memutuskan mau memilih apa, alhamdulillah. Pilihannyapun adalah pilihan yang out fo the box dalam keluarga (hahay)

Aybun,  Setelah melewati berbagai rasa, latihan keras dan intensif berbulan bulan lamanya. Latihan fisik dan teknik pagi, siang, dan malam. Latihan mental dan pembinaan sikap yang berkelanjutan. Finally hari ini, Senin 19 November 2018, si sulung berangkat menuju medan pertarungan.

Aisyah bilang, "Aisyah sudah korbankan berbagai kegiatan keren dan penting demi ikut porprov ini, termasuk magang di Lebah Putih Academy." Aisyah bertekad memperoleh yang terbaik.

Sempat juga kemaren heboh memperjuangkan hijab syar'i. Untuk tabayyun, Ummi menghubungi pihak pihak terkait termasuk pemda hingga keterhubungan dengan bapak gubernur, ketua INKANAS. Pak gubernur mengontak KONI, alhamdulillah kata beliau OK tak masalah dengan hijab. Ummi dan ayah juga dipanggil sensei pelatih untuk memperoleh penjelasan dengan terang tentang hijab, alhamdulillah semua clear. Ummi dan ayah menjadi tenang.

Beruntung banget dulu berkesempatan curhat sama Emak Bapak (baca Pak Dodik dan Bu Septi) waktu workshop Pandu 45 di Payakumbuh,
Kata kata Bapak, "KAMU HARUS MENANG," sangat jadi penyemangat buat Aisyah, yang sejatinya juga penguat buat ummi.

Sebelum bertanding bapak bilang lewat chat WA di grup PERAK, Aisyah Kamu hebat! sudah bisa maju ditingkat propinsi.

Aisyah baru mulai terdaftar latihan karate bulan Februari 2017. Dia merupakan peserta Porprov termuda dari kontingen karate Payakumbuh, dengan masa latihan terpendek. Tau tau bisa terpilih. Ini proses yang luar biasa menurutku.

Aisyah tidak pernah mengeluh latihan berat, pulang latihan babak belur, dia aman dan cuek aja. Malah suka ngasih motivasi sama teman-temannya yang down atau tetiba lagi sedih. Aku juga heran. Mungkinkah ini yang dinamakan bakat?

Dapat tambahan semangat juga dari Emak (Bu Septi)  Selamat Aisyah, ikut senang bisa melihat Aisya menapaki medan pertempuran yang akan mengantarkanmu menuju duniamu.

Bakat atau tidak? Kita tidak tahu, krn bakat itu hanya bisa dikonfirnasi lsg dg yg Maha Memberi.

Aisyah ini sudah menemukan passionnya, kemudian ditambah dg perseverance ➡ ini proses yg keren

Hasil itu hak Allah. Selamaaat karena sejatinya juara itu bisa dilihat sejak dlm proses latihan. Saat kompetisinya itu proses selebrasi dr latihan yg panjang.
Tanah Mati, 20 November 2018
Ummu Aisyah

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...