Sunday, 15 September 2019

FAMILY STRATEGIC PLANNING

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, 
dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya 
untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah, 
sungguh allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan 
(Q.S Al Hasyr:18)

Teman teman,
Bagaimana kita mengelola hidup kita? Apakah mengalir begitu saja bagai mengalirnya air? Atau apakah kita belajar membuat rencana, dan menyiapkan hidup secara terencana? 

Banyak orang yang fasih dan hebat dalam memimpin sebuah perusahaan, organisasi atau lembaga dan yang lainnya, tetapi tidak diterapkan dalam keluarga. Dalam perusahaan rencana disusun sedemekian rupa, rapi, detail dan dalam waktu yang sangat lama, dan dihadapi sangat serius.

Kita semua menyadari bahwa anak dan keluarga adalah amanah, yang akan dipertanggung jawabkan kelak di hari akhir . Oleh karena itu seharusnyalah kita jalankan dengan sungguh sungguh dengan segala potensi, ilmu dan sumber daya yang kita miliki.

So, penting untuk membuat rencana bagi sebuah keluarga. Rencana yang lebih sistematis dan terintegrasi. Ini lebih memungkinkan kita untuk memikirkan keterkaitan dengan rencana lainnya. Memiliki pandangan yang lebih menyeluruh, dan ada keterkaitan. Misalnya rencana yang dilaksanakan bulan sekarang ada keterkaitan dengan bulan sebelumnya. Rencana sporadis, akan terpotong potong dengan yang lainnya, tidak terintegrasi, dan tidak bisa dievaluasi.

Rencana yang baik adalah bagian dari doa.

“Kamu itu sudah terlanjur hidup maka jangan hidup asal asalan. 
Segera lah cari upaya agar bisa menghidupi sesama hidup" (Dodik Maryanto)

Hasil gambar untuk orang sedang di pasar tradisional
Kerumunan di Pasar

Hasil gambar untuk sedang main sepak bola
Tim Sepakbola

Kerumunan
Team
Tidak punya tujuan
Tujuan sama
Tujuan berbeda beda
Sekelompok orang
Sekelompok orang
Strategi bersama untuk mencapai tujuan
Tidak punya strategi



Keluarga kita adalah sebuah tim. Dengan ciri ciri tersebut, kita masuk yang mana? Apakah keluarga kita sudah punya Visi? Misi? Strategi ?
Bagaimana kita bisa menyebut  bahwa keluarga kita adalah sebuah tim kalau keluarga kita tidak punya tujuan, strategi dan rencana? Mungkinkan kita mencapat tujuan kalau tidak mempunyai rencana?

So, dari mana hendaknya kita memulai?
Mulai dari kontrak sosial sepasang kekasih.
- Pastiakan tertulis, kalau belum ditulis ya tulis, tulis sekarang
- mari ngerumpi sebentar, misalnya waktu minum teh bareng, ba’da tahajjud dll
- sebelum dengan anak anak pastikan dulu kontak dengan sepasang kekasih,  berembuk arah mana yang akan dituju.

Keluarga tentulah tidak sama dengan perusahaan. Metode dan pendekatannya berbeda.


Keluarga terdiri dari orang orang yang tingkat kedewasaannya beragam. Berorientasi pada proses pendidikan untuk mencapai kemandirian. Dimana prosesnya berlangsung secara terus menerus dan berkesinambungan.


Kita perlu memilih metode yang sederhana, mencakup hal hal penting, mudah, menarik dan membahagiakan sehingga tidak menimbulkan stress dan frustasi.


Rentang waktu FSP disesuaikan dengan tingkat umur dan tingkat kematangan. Peningkatan dan penyempurnaan dilakukan dari waktu ke waktu. 


Kenali potensi masing-masing anggota keluarga sebagai support system.


Eayila Seru, nama yang ternobat untuk keluarga kami. Eayila adalah 'Ailah =keluarga (bahasa Arab). Seru = Sekolah Rumah , bermakna juga sebagai doa agar setiap harinya penuh keseruan dalam menjalankan segala aktifitas. Keluarga ini kalem dan unik, disitulah letak keseruannya. Sebelumnya keluarga ini bernama Baiti Madrosati (Rumahku Sekolahku).Sekarang di grup WA keluarga telah berevolusi, diganti si sulung menjadi Famous Five. Berharap menjadi terkenal di langit karena selalu menebar manfaat di bumi, aamiin. 

                                                                  Visi Eayila Seru
                                                                Misi Eayila Seru

Tujuan Eayila Seru

         Vission Board duo Gadis

Sumber : Catatan Kuliah bersama Bapak Dodik Maryanto, 10 Oktober 2013
Trial and Error in Eayila Seru
Tanah Mati, 15 September 2019 , Alfaqir 'alallah


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...