Monday, 19 October 2020

DETIK-DETIK

DETIK
Oleh : Betty Arianti

Semburat jingga telah menimpa langit biru. Tak lama lagi mentari akan tenggelam sempurna. Aku bersiap-siap untuk pulang, sejenak setelah mama datang untuk bergantian menemani papa di shif malam. 

Remuk redam rasanya badan. Letih tiada terkira. Tiga malam sebelum papa dirawat di Rumah Sakit ini, kami bertiga, mama, papa dan aku nyaris tiada dapat terpejam walau sebentarpun. 

Sakit papa kian parah, rasanya aku tak tega untuk sekedar memicingkan mata. Rintihan sakit yang memilukan. Tiap beberapa menit ke toilet. Kalau dalam keadaan susah berjalan ini, kamar mandi rasanya jauh sekali.
Berdua dengan mama, aku bolak balik membantu papa naik kursi roda, menuntun untuk ke belakang. 

Duduk beliau tak nyaman, tiduran pun tak bisa. Tumpukan bantal yang disusun di tempat tidur juga tak membantu papa untuk istirahat. Sebentar bersandar ke bantal, sebentar duduk meringkuk. Nafas beliau makin sesak. Makan tak mau, minumpun beliau enggan.
 
                     *******
Malam itu aku sudah berniat untuk tidak menginap di rumah sakit. Aku sudah minta izin sama mama untuk pulang. Lagipula papa juga sudah dibantu para dokter dan perawat. Kuperkuat rasa tega untuk pulang, satu malam saja. 

Sampai dirumah, aku harus memasak untuk makan malam. Lengkap sudah rasanya kelelahan itu. Setelah semua beres, aku gelar tikar dilantai, terus rebahan melepas penat yang berlipat.
 
Tak lama adikku, Rahmad datang. Suamiku membukakan pintu. 
"Uda saja yang antar kasur ke rumah sakit ya, Da. Saya tak bisa pergi, anak anak tak mungkin ditinggal,"kata Rahmad menjelaskan.

"Baiklah,"jawab Uda pendek. 

Aku lega, karena Uda yang akan ke Rumah Sakit malam itu. Jadi aku bisa istirahat, mengumpulkan tenaga untuk esok pagi menggantikan mama menemani papa lagi. 

Sembari rebahan kurapal zikir Fathimah. Biasanya zikir putri Rasulullah itu sangat membantu mengurangi rasa penat yang mendera.

Belum selesai aku mengucap zikir semuanya, tiba tiba suara suami mengagetkanku, "Ayo kita berangkat ke Rumah Sakit."

"Ya Rabb, aku lelah sekali, beri aku kekuatan"batinku. 

Tak tahan, sambil merajuk, kuutarakan juga pada suami, "Da, bagaimana kalau Uda saja yang berangkat? Aku capek sekali Da."
 
"Masak Uda sendiri, sih? Ayo berangkat sama sama, sekalian sama anak anak juga,"kata suamiku tegas. 

Aku tak kuasa lagi menolak. "Bismillah,"Kami berangkat sekeluarga. 

Namun, tiba di Rumah Sakit rupanya jam bezuk sudah habis. Pintu yang dijaga dua orang satpam itu sudah ditutup. 

"Pak, mohon izin kami buat masuk. Kami mau mengantar kasur ini kedalam,"kataku pada Pak Satpam. Alhamdulillah para satpam baik hati itu mengizinkan kami masuk, padahal biasanya peraturannya ketat sekali. 

Setelah meletakkan kasur, menanyakan keadaan papa. Aku dan suami pamit untuk pulang.

 Satu lagi yang aku tak kuat di ruang rawat papa itu adalah, bau busuk khas yang membuat ludahku tak bisa ditelan. Seperti bebauan dari septiteng. Adik-adikku paham sekali tentang kelebihan penciumanku ini. Kalau buat orang lain, biasa saja. Pasti bagi hidungku luar biasa. 

Sampai dipintu, papa melihatku seperti memelas, "Bet, kamu tidur disini saja. Kamu tidur disini saja,"kata beliau mengulang sampai dua kali. 
Aku tertegun dipintu. Galau antara menolak dan mengiyakan. Tak tega menolak karena memang biasanya selama hampir setahun belakangan papa bolak-balik dirawat di Rumah Sakit, aku selalu ikut menemani beliau. Akan tetapi kalau aku jawab, "iya"aku dalam keadaan lelah sekali.

 "Aku izin Uda dulu ya, Pa."kataku menunda memberi jawaban, lalu keluar menemui suami dan anak anak. 

"Papa minta, aku nginap disini,Da". Suamiku diam sejenak, lalu mengangguk tanda memberi izin. 

Anak anak yang protes, "Ngga usah Mi, Ngga usah Mi, Ummi kan capek,nanti Ummi sakit, Ummi tidur dirumah saja"kata mereka bertiga bergantian, dengan nada khawatir.
 
Tapi, suami sudah memberi izin. Aku lebih baik taat saja. 
              ********
Aku masuk ruang inap papa lagi, lalu mencek selang infus dan selang oksigen yang membantu pernapasan papa, sebelum menemui perawat jaga malam itu.

 Aku harus menyelamatkan hidungku dulu, agar bebas dari penciuman tak sedap di ruangan itu. Agar aku bisa menelan ludah dan bisa rebahan walau sejenak. 

"Suster, maaf apakah ruangan ini dekat dengan septikteng? Atau septiktengnya sudah penuh? Kenapa bau sekali?"tanya saya pada perawat jaga. 

"Mungkin dari kamar mandi, Buk. Coba semprotkan aja parfum ini,"Jawab perawat itu sambil memberikan tabung pewangi ruangan.

Aku terima tabung pewangi itu, walau kurang yakin, karena rasanya sumber bau bukan dari kamar mandi.

Setelah menyemprot kamar mandi, aku mulai menggelar kasur berniat hendak rebahan. Kami mengatur posisi. Selain papa, ada pasien lain diruangan ini. Dia ditemani ibunya. Jadi kami mesti berbagi tempat agar muat tidur bertiga di lantai. 

"Ya, Rabb, setelah punggung diluruskan di kasur, bau busuk itu makin menyengat tajam. Sungguh aku tak kuat dengan bebauan ini. 

Alhamdulillah papa lumayan tenang, beliau bisa tidur telentang, tidak meringkuk seperti di rumah. 
Kulihat semua sudah tidur. Mama juga sudah terlelap, pasien sebelah dan ibunya juga sudah pulas. Aku mulai bergerilya mencari sumber bau. Mana tahu dari barang-barang pasien sebelah. Kuintip satu persatu, termasuk beberapa tas kresek mereka di bawah tempat tidur. Hasilnya nihil. Sumber bau bukan dari barang-barang mereka. 

"Atau jangan jangan benar ya obrolan dengan pasien sebelah tadi, kalau ruangan ini bekas merawat pasien muntaber? Ah,entahlah…."Aku membatin.

Aku melapor lagi ke loket perawat jaga. Barangkali bisa pindah keruangan lain karena ruangan lain banyak yang kosong. Mereka menjawab tidak bisa. Ya Rabb.

Jam menunjukkan hampir pukul 12 malam. Papa makin gelisah. Beliau tak bisa tidur. 
"Apa yang sakit,Pa?"tanyaku berusaha tenang. 
"Ngga ada yang sakit," beliau menjawab sambil menggeleng.
 
Cairan infus papa rupanya hampir habis. Aku lapor lagi ke perawat. Lalu, dua orang perawat masuk. Kulihat mereka juga mencium bau tak sedap setiap kali masuk ruang rawat papa ini. Selesai memasang tabung infus baru, mereka buru-buru keluar, dan memanggilku untuk ikut mereka ke ruang piket perawat. 

"Beneran Ibuk mau pindah ruangan?". 

"Ya Suster!"Aku menjawab penuh semangat.

 "Tapi kedua pasien ruangan itu harus pindah juga Buk,"lanjutnya.

 "Baik, saya akan mengajak mereka pindah juga, Sus."

Aku yakin, pasien sebelah itu mau untuk pindah juga, karena mereka berdua sebenarnya juga merasa kurang nyaman.

Tepat jam 12 malam, akhirnya kami pindah keruangan baru. Papa didorong naik kursi roda, karena beliau tak kuat lagi berjalan. Alhamdulillah, leganya hidungku. Semua juga senang karena merasakan kelegaan yang sama. 

Karena penasaran dengan sumber bau tak sedap itu, diam-diam, aku balik kembali ke ruang rawat tadi. Kulihat perawat membuka semua sprei sarung bantal, dan selimut. Memindahkan lemari-lemari dan dispenser. Kurasa mereka juga penasaran dengan sumber bau itu. 

Tak tahan, kutanya juga akhirnya, "Apa sebenarnya yang bau itu, sus?"
Perawat itu tidak menjawab dengan kata-kata, tapi arah telunjuknya sudah cukup membuatku mengerti. 
Dibawah kolong lemari, yang posisinya tadi persis diatas kepalaku ketika rebahan, ada seonggok noda kuning kecoklatan yang sudah mulai mengering.
***********
Tantangan bau menusuk hidung sudah selesai. 
Tikar dan kasur digelar kembali dilantai ruang inap yang baru. Aku berharap bisa istirahat. Aku coba meluruskan punggung di kasur tipis itu. Oh, ternyata tidak semudah yang diharapkan. Aku tak tega untuk tidur, sedangkan papa kelihatan sangat kepayahan, seperti kesakitan, tapi setiap ditanya beliau selalu menjawab tidak. Beliau baru menjadi lebih tenang ketika mengucap, "astaghfirullahal'aziim"dengan suara cukup keras.

Jam menunjukkan pukul setengah tiga dinihari. Entah sudah berapa kali papa minta ditemani ke kamar mandi, mau buang air besar kata beliau, namun tidak pernah berhasil. Tidaklah gampang perjuangan ke kamar mandi. Naik kursi roda dan membawa membawa peralatan infus. 

Setelah papa berbaring, aku berwudhuk hendak shalat tahajjud. Baru selesai dua rakaat, mama mengajakku duduk berdua ditepi pembaringan papa. Papa sudah bisa tidur dengan kaki lurus dan satu bantal saja dikepala. Alhamdulillah, ini kemajuan menurutku.

Lalu mama menyuruhku membaca surat Yasin. Aku enggan, sangat enggan, dan entah mengapa aku malah memilih membaca surat Alkahfi. Aku sangat berharap papa sembuh. Bisa segera pulang dari Rumah Sakit ini. Tapi papa makin kepayahan.

 Tak selesai kubaca surat alkahfi, kuikuti saran mama. Aku baca surat Yasin. Papa lebih tenang dan makin tenang. Disitu aku baru yakin kenapa surat Yasin dianjurkan dibaca.

Jantungnya Alqur'an adalah Yasin. Seorang yang membacanya karena mengharap ridha Allah dan hari akhirat maka Allah akan mengampuni dosanya. Bacakanlah bagi orang yang mendekati maut. (H.R. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i dan yang lainnya)

Tak sanggup kuselesaikan membaca surat Yasin, aku menghambur naik ke tempat tidur papa. Kuusap kepala beliau. Talqin, "Laa ilaha illallah."Kalimat yang sungguh tak ingin kuucap sama sekali saat ini. 
Tak ingin, tapi kutalqin juga di telinga papa. Kulihat beliau mengikuti. Kuulang beberapa kali, lidah beliau naik turun bergerak. Berangsur, napas beliau mulai keluar satu persatu. Kutunggu sampai beliau pergi begitu tenang, dengan seulas senyum mengembang. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun.  

Tanah Mati, 17 Juni 2020

Sunday, 18 October 2020

KEBUN BAHAGIA

KEBUN BAHAGIA


Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya,”  

Q.S Ar-Rahman Ayat 6

Salah satu kegiatan menyenangkan, yang membuat mata berbinar dan membahagiakan bagi kami (eh, terutama saya) adalah berkebun. ๐Ÿฅฆ

Kayaknya ini termasuk ranah passion juga deh. Sebab saya  akan melakukannya tanpa diminta dan disuruh. Segala kendala dapat diubah menjadi tantangan yang dapat diselesaikan. Tidak juga tergantung pada kesenangan musiman, seperti sekarang yang lagi ngetrend, hehe. 

Saya tidak punya tanah di pekarangan yang dapat ditanami. Area halaman juga sangat kecil. But, it's ok. Saya bisa menanam di pot, polibag, karung bekas, plastik bekas minyak goreng atau bekas deterjen, kaleng bekas cat,  ember bocor ataupun panci bolong. Pokoknya semua wadah yang bisa diisi tanah, dimanfaatkan ๐Ÿ˜…

Tanah bisa diangkut sedikit demi sedikit dari KATO. Ga papa jauh, itu bukan halangan. Sekam bisa diambil di heller, rice milling, terus berangsur saya buat arang sekamnya . Sekarung itu bahkan bisa sampai empat atau lima kali proses pembakaran. Saya bakar dalam wajan bekas, hehe. Kompos saya bikin sendiri juga dari sampah organik rumah tangga.  Lalu pupuk kandang bisa dipesan dengan peternak. Asyiik bukan? ๐Ÿคฉ

Lega luar biasa kalau media tanam tersedia banyak. Dapat langsung diambil saat keinginan menanam dan sela waktu tersedia. Seringkali menanam hanya satu atau dua pot saja dalam satu kesempatan, karena berbagai keterbatasan. 

Jadi berkebun ini saya lakukan dengan mencicil, one bit at a time, berangsur-angsur dikala senggang, atau bisa bersama keluarga kala GfoS (Gadget free on Sunday)  

Senang sekali kalau mau masak itu tinggal petik-petik. Segar, sehat, hemat dan dekat. Segar karena ditaruh di kulkas alami. Sehat karena bebas dari racun kimia. Kalau ada hama disiasati dengan pestisida alami dan ramah lingkungan. Hemat karena tidak mesti mengeluarkan uang untuk membeli. Dekat karena tidak harus ke warung kalau butuh. 

Saya biasa menanam sayuran yang disukai keluarga saja, seperti bayam, kangkung, selada, pokcoy, daun singkong, terung, tomat, seledri, daun katuk, kol, lobak, sawi, brokoli, wortel cabe dll. Bumbu dapur seperti kunyit, jahe, serai, kencur, jeruk nipis, jeruk kesturi, pandan dll. Sebenarnya jumlahnya tidaklah banyak, but Alhamdulillah sejak lama saya sudah bisa swasembada sayuran. 

Senang aja melihat hijau-hijau memanjakan mata. Terasa sejuk dan damai di hati. Apalagi dilengkapi indahnya warna-warni bunga. "Maka nikmat Tuhan yang mana yang kmu dustakan?" (Q.S. Arrahman) 

Kebahagiaan juga bertambah kala bisa berbagi tanaman dan sedikit hasil panen dengan teman dan saudara di hari Jumat nan barokah. Maasyaallah.๐Ÿฅฆ๐Ÿฅฆ

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

Tanah Mati, 18 Oktober 2020

Saturday, 17 October 2020

BEDAH BUKU TARBIYATUL AULAD

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

*Bedah Buku*
*Tarbiyatul Aulad Fil Islam*

Karya Abdullah Nashih Ulwan 

Bab 3 Pasal 2

Kaidah Dasar Dalam Pendidikan Anak 
(Bagian 1)

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

"Ibu harus tegas,harus tega, anak ini harus mengenalaturan, perlu konsekuensi, agar perilakunnya terkendali."
"Aku tahu, aku harus tegas...tapi aku nggak
bisa...nggak mampu...aku takut anakku membenciku, takut
nanti kalau besar dia akan dendam sama aku, dan tidak
menyayangiku."

Jika niat merawat anak dari kecil sampai besar
supaya anak sayang pada orangtua, apa boleh? Inilah yang
disebut“pamrih”, dan hal yang seperti ini kurang tepat untuk
dimiliki orangtua yang mendidik anak.

"Ibu, apakah benar sedemikian banyak masalah anak ibu?"
Nampak dikertas tertulis anak malas, susah
dibangunin, sering marah, pemalu, gak paham pelajaran, dan
seterusnya. Ini anaknya yang bermasalah, atau ibunya yang
mudah mengeluh?

"Ibu, coba diingat-ingat satu atau dua kelebihan anak,
agar nanti kami bisa mulai konselingnya dari situ, agar anak
merasa punya harga diri."
"Hmmmmm....apa ya...???" Lha, ibu ini, mengeluh iya
mengenal anak tidak sama sekali.

Karakter ini juga kurang sesuai untuk tersemat pada
orangtua yang mendidik anak : suka mengeluh.

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ
Syaikh Ulwan menyatakan bahwa ada ada sifat-sifat
dasar yang harus dimiliki orangtua dalam mendidik anak:

1. IKHLAS
Orangtua dan guru sebagai pendidik anak harus
memiliki niat yang tulus dalam mendidik anak
untuk mendapatkan keridhaan Allah. Jika niat
mendidik anak belum lurus dan tulus, maka Allah
tidak akan menerima segala usaha mendidik
anak, sebab ikhlas dalam melakukan perbuatan
apapun adalah keharusan. Jika orangtua berniat
dengan ikhlas mendidik anak hanya untuk
mendapat keridhaan Allah, pendidikan orangtua
akan mudah “membekas” dalam diri dan benak
anak, dan juga mudah membuat anak-anak cinta
dan patuh pada orangtua. Jika orangtua terlalu
fokus pada “hasil” agar anak begini dan begitu,
tidak fokus pada “niat untuk Allah”, harapan yang
ini itu malah tidak mungkin dicapai.

2. SABAR
Sifat sabar akan membuat anak suka pada
orangtua. Dengan sabar, orangtua akan
terjauhkan dari sikap negatif dalam mendidik
anak. Dengan sabar, orangtua tidak akan mudah
marah pada anak. Dengan sabar, orangtua akan memahami kesalahan anak. Kekuatan terbesar
orangtua adalah pada kuatnya dalam bersabar.
Ketika orangtua bersabar, maka kita akan bisa
bersikap lebih ramah dan tetap lemah lembut
dalam segala masalah. Tentu saja, sabar bukan
berarti menjadi lemah di depan anak, ketegasan
harus dilakukan, tidak boleh ragu mengingatkan,
menegur, atau menghukum anak jika diperlukan.
Sabar mendidik yang dimaksud, adalah menahan
diri agar tidak emosional menghadapi anak
sehingga orangtua dapat terus berpikir jernih,
berkata baik, dan juga berlaku baik pada anak.

3. TANGGUNG JAWAB
Orangtus harus memiliki sifat tanggung jawab,
dimana sifat ini akan mendorong upaya mendidik
anak yang menyeluruh, juga memperhatikan
anak secara penuh. Tanggung jawab dalam diri orangtua akan membuatnya yakin jika suatu saat
melalaikan atau mengabaikan tugas mendidik
anak, berakibat akan terjerumusnya anak dalam
kerusakan. Jika tidak ada tanggung jawab penuh,
anak-ank akan semakin nakal dan susah
diarahkan, dan orangtua akan menyesal. Bahkan
Allah memberikan tanggung jawab besar ini, danakan menuntut pertanggung jawaban di akhirat kelak.

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

Kita dapat belajar apapun, dimana pun, sebanyak apapun tentang macem-macem teori mendidik anak tapi
kalau tidak ikhlas, kalau tidak sabar, dan kalau tidak dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab maka semua
usaha dan upaya akan jadi percuma saja.

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ
[7/10 19.45] +62 852-7182-5011: ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

*Bedah Buku*
*Tarbiyatul Aulad Fil Islam*

Karya Abdullah Nashih Ulwan 

Bab 3 Pasal 2

*Kaidah Dasar dalam Pendidikan Anak (Bagian 2)*

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

"Bu, maaf anaknya ibu kadang suka menggesekkan tangan di bagian kemaluan. Kami takut ditiru sama teman-temannya.” lapor bu guru TK dari salah seorang walimurid. 
"Sudah saya sering bilangi, nggak boleh, saya cuma bolehkan kalo mau tidur. Soalnya dia susah tidur yang gak digosok-gosok, jadi susah tidur."
"Maaf bu, tapi itu kan tidak boleh. Walaupun untuk pengantar tidur, akan tetap jadi kebiasaan. Bisa ada gangguan seksual nanti"
"Oo...gitu ya?"

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ


Ketidaktahuan kita tentang suatu hal seringkali membuat anak kita berada dalam lingkaran masalah yang tidak kita sadari. Maka sungguh, para orangtua wajib mencari ilmu cara mendidik anak agar tidak terjebak dalam ketidaktahuan. Seperti bahasan Syaikh Ulwan pada bagian berikut ini.
Syaikh Ulwan menyatakan ada sifat-sifat dasar yang harus dimiliki orangtua untuk mendidik anak, setelah sabar, ikhlas, dan tanggungjawab, 2 yang lain yaitu:


1. KEINGINAN MENCARI ILMU
Orangtua yang memiliki ilmu mendidik anak akan dapat bersikap dengan tepat: 
• Bijaksana dalam melihat masalah.
• Meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.
• Mendidik anak dengan perencanan sesuai pokok-pokok penting yang seharusnya.
• Mendidik anak dengan pijakan atau dasar yang kuat.
Sebaliknya, jika orangtua tidak memiliki ilmu mendidik anak maka akan ada beberapa bahaya terjadi:
• Anak akan dilanda berbagai persoalan.
• Anak akan menjadi pribadi yang tidak punya eksistensi dalam berbagai aspek kehidupan.
• Anak mendapatkan “aniaya”, ketidakadilan, dan kesengsaraan karena orangtua tidak punya pengetahuan.


Pada intinya, orangtua yang tidak berilmu tidak akan bisa memberi “sesuatu” pada anaknya. Oleh karena itu, para orangtua hendaklah membekali diri dengan pengetahuan dan segala ilmu yang bermanfaat tentang metode mendidik anak yang tepat. 
Ilmu utama yang harus dipelajri orangtua tentunya adalah ajaran kitab suci Al Quran sebagai pedoman manusia, wasiat Rasulullah dalam mendidik anak, syariat tentang hukum halal-haram, kaidah dan etika berperilaku, dan baru teknis mendidik anak.



2. TAQWA
Para orangtua adalah panutan utama bagi anak, maka bagaimana anak akan menjadi baik jika orangtua tidak menjaga diri dalam ketaqwaan. Taqwa, artinya orangtua menjaga dirinya agar tidak sampai melanggar aturan Allah dan senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah. Jika orangtua tidak bertaqwa, maka perilakunya akan menyimpang dari nilai-nilai yang seharusnya, dan anak akan menirunya sehingga menjadi pribadi yang menyimpang pula.  Sungguh mendidik dengan keteladanan adalah hal yang utama.


๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

Mari kita terus belajar, menimba ilmu untuk mendidik anak kita. Karena setiap ketidaktahuan kita akan dipertanggungjawabkan di akhirat, mengapa kita tidak belajar saat di dunia? Dan tentunya setiap pengetahuan kita juga akan diminta pertanggungjawaban pula, sudahkah kita menerapkan apa yang kita tahu? Sudahkah kita mengamalkannya?


๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

Friday, 4 September 2020

KELAS IDAMAN

Alhamdulillah wasyukrulillah, sudah berada di kelas idaman setelah berproses hampir dua tahun. Awal yang baik, bismillah. Ini hadiah ulang tahun dari dan oleh diri sendiri haha ....yeeay.๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘September nan punya banyak cerita,  juga bertepatan dengan awal bulan hijriah, Muharram. Masyaallah. 

Beroleh tiga ijazah ditahun ini, luar biasa buat aku sendiri. 

Monday, 3 August 2020

SALAD MEDAN

Bahan : 
Kacang tanah 1 ons
Mentega 1 sdm
Garam 1 sdt
Bawang putih 1 rimpang
Gula 2 sdm
Lado kutu 7 biji

Sayur : timun, wortel rebus, nanas, daun selada

Caranya : 
Goreng kacang lalu giling + lado kutu + garam + bawang putih + gula + mentega + air hangat + cuka atau limau sorieng. 

Resep : Tek nen bkt

Sunday, 19 July 2020

KUPU-KUPU CANTIK

Saya menikmati setiap kejutan yang disajikan bundo Septi dalam play ground bunda cekatan, mulai dari tahap telur telur, ulat ulat, kepompong, dan kupu kupu. 
Prosesnya tidak hanya bermanfaat buat saya pribadi, tapi juga buat anak anak dan keluarga.

Terima kasih tak terhingga saya haturkan pada Bundo Septi  dan Mak Ika, sebagai fasilitator dan co fasilotator yang mengampu dengan sangat apik dan keren perkuliahan bunda cekatan ini. Jazakumallahu khairon katsiro. 

Terima kasih juga buat semua teman teman sekelas, keluarga pecinta Alqur'an, buddy, mentor dan mentee yang berasal dari berbagai IP regional diseluruh Nusantara, Asia dan Non Asia, Maasyaallah. 

Kadang serasa mimpi bisa lulus sampai tahap akhir ini. Banyak tantangan yang muncul di setiap prosesnya. Alhamdulillah kupu kupu cantik menjelma juga. 

Banyak sebenarnya aliran rasa kuliah buncek yang hendak saya tulis. Namun berhubung, qadarullah, saat ini sedang berada di rumah sakit, belum semua rasa bisa saya alirkan, karena mesti berbagi waktu dan perhatian pada si tengah yang sedang dirawat. Insyaallah, tulisan ini akan saya edit kembali. 
 https://youtu.be/Ou2SV5pfsKA 

Wednesday, 15 July 2020

MALIN YANG DIRINDUI

Pengalaman tak terlupakan bersama si Tengah. 

๐ŸŒปMalin yang dirindui๐ŸŒป

Delapan belas hari lamanya  menunggu kehadiran Malin  tiba. Menunggu dengan penuh harap. 

Urusan dengan Malin Ketek, serasa hampir selesai, namun tak begitu dengan si Malin Godang.

Malam itu hujan turun sangat lebat. Undangan untuk Malin hendak dibuat. 

Konon galinggang pucuk dipinta. Namun ia tumbuh nun jauh di pinggir bandar. Tak mungkin menembus pekatnya malam di tengah hujan lebat, pergi ke tepi bandar yang mesti melewati petak petak sawah dahulu.

Kabarnya ia tumbuh di samping  tiang listrik, dekat tumpukan pasir di rumah Uwo Era. Rupanya ia sudah dibersihkan Atuk. 

Terdengar pula kabar ada di tepi kolam Uwo Oci. Bergegas  langkah kaki nak tiba disana. Rupanya beberapa hari yang lalu pucuk dicinta dibuang tukang. 

Timah timah, pilihan kedua . Alhamdulillah tumbuh liar di halaman Ninda.

Malam itu lima helai pucuk timah direbus. Disuguhkan waktu hangat. Rebusan daun timah, tidak berbau dan tidak berasa, hanya airnya yang sedikit berubah warna. 

Namun, rebusan pertama itu malah mengeluarkan isi perut. 

Sementara doa dilangitkan, ditambah shalat sunat tobat, dirapal ratusan istighfar, dilengkapi dengan shalat hajat, ditutup dengan ritual bacaan yasin. Pasrah....

Esok hari ba'da subuh, rebusan pucuk timah dicampur sedikit madu. Alhamdulillah lolos habis setengah gelas. Waktu dhuha, dilanjut suguhan kedua. Seperempat gelas saja. Tak apa, mudah mudah yang sedikit itu barokah. 

Afirmasi positif, kata kata motivasi yang menguatkan, saling bekerjasama demi si malin tiba. 

Setiap hari juga di topung, totok punggung, ditapping, dan refleksi bagai.

Antara zuhur dan asar, detik detik bersejarah itu dicatat....

Ucapan syukur dan pelukan erat penuh haru. Alhamdulillah  syukrulillah....

Terbetik hikmah, untuk urusan Malin saja, sebegitu usaha dan doa yang dilangitkan apatah lagi untuk urusan yang lebih besar? 
                    ๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹
Tanah Mati, 8 Juli 2020

Catt : Malin Ketek : BAK
          Malin Godang : BAB


Tuesday, 7 July 2020

RAYAKAN KEMAJUANMU

JURNAL PEKAN KE-7
Hatiku berbunga bunga, seperti surat-surat cinta, eeaaa. Pekan ini memang pekan yang menyenangkan karena mahasiswa buncek kelas kupu kupu sedang merayakan kemajuan. Setelah pekan sebelumnya merayakan kesalahan atau False Celebration.

Merayakan kemajuan adalah menguatkan momentum, fokus pada keberhasilan. Fokus  merayakan kemajuan walau sekecil apapun, karena ia akan mengeluarkan hormon endorphin dalam diri 

Merayakan kemajuan sama dengan menarik energi baru. Memberikan apresiasi pada diri sendiri sebagai wujud dari syukur. Bersyukur atas kemajuan yang telah diperoleh walaupun hanya kecil dan sedikit. Tersebab mengapresiasi kesuksesan demi kesuksesan kecil lama lama akan menjadi besar, insyaallah. 

Seseorang tidak akan bisa mensyukuri dan mengapresiasi yang besar, kalau tidak bisa mengapresiasi yang kecil. 

Namun, merayakan kesuksesan dan kebahagiaan tidaklah boleh berlebihan, karena itu akan mengurangi energi. So rayakan dengan secukupnya saja. 

Demikian pula halnya dengan merayakan kemajuan di program mentoring ini. Mentor menuliskan kemajuan mentee, dan sebaliknya mentee menuliskan kemajuan mentor. Dibuat berupa surat cinta berbunga bunga ๐Ÿ˜๐Ÿ˜€
Tarra....ini dia....


Surat Cinta untuk Uni Betty❤️

Terimakasih Uni untuk semua kebersamaannya selama mentorship❤️. Uni yang selalu perhatian dan sabar dalam membersamai membuatku selalu bersemangat untuk berbenah. Jadi bisa menemukan apa yang sebenarnya urgent untuk anak-anak saya. 
Yang awalnya saya galau dan bingung mau memulai akhirnya mulai terbuka step demi step tinggal semangat dan konsisten untuk melakukannya.
Membuat anak-anak itu bahagia menjalani hari-harinya itu lebih penting bagi saya, karena rasa bahagia bisa menyerap apa yang saya sampaikan. 
Meskipun perjuangan saya masih panjang tapi berkat kebersamaan dari Uni Betty saya menjadi lebih rileks menjalaninya.
Sekalilagi terimakasih banyak Uni Betty.

Salam sayang dari mente Uni,

Febie
Ini kupu kupu versi terbaikku. Warnanya sejuk dan cerah, menggambarkan suasana hatiku. Cantik bukan?

Hijau itu warna favoritku, launul jannah, warna surga. Sejuk mata memandangnya. Kuning warna cerah yang paling cepat ditangkap mata. Kuning melambangkan suasana hati yang cemerlang, gembira dan bahagia. Hitam penuh inspirasi dan kepastian. Sedangkan warna putih menyiratkan hati nan bersih dan suci, aamiin. 

#jurnalpekanke-7
#kelaskupukupu
#buncekbatch1
#institutibuprofesional

Saturday, 16 May 2020

JUMAT HANGAT AISYAH EL HAFIDZOH

Assalamu'alaikum wr.wb
Gak nyangka kepilih Jum’at hangat minggu ini, dapat kemuliaan dari bunda @zuqlaila nih

Here we goooo ๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ
Nama saya Aisyah El Hafidzoh, seringnya dipanggil Isah, tapi ada yang manggil Ai, Aisyah, Ais
Lahir di kota paling padat se Indonesia, Jakarta saat subuh tanggal 8 Mei 2002.

Setelah tiga tahun menetap di Buncit Raya Mampang, Ummi dan Ayah memutuskan untuk mengakhiri perantauan hahaha, tahun 2005, kami officially beralamat di Tanah Mati,  Payakumbuh.

Tanya-tanya soal pendidikan saya sudah 15 tahun 10 bulan menjalani Homeschooling (Pernah TK di Adzkia dan An Nahl)

Saya yakin, karena saya bilang saya Homeschooler, bundas mau bertanya *Kenapa Homeschooling?* hoho,, because... No PR yang akan memusingkan :Laughcry:

No..no..no.. Kami punya setidaknya 25 Alasan kenapa Homeschooling, salah satunya karena my parents love me... lengkapnya bisa dibaca di http://www.bettyarianti.com/2016/12/kenapa-homeschooling.html

Next question, “Yang sebenarnya pasaran di telinga saya hehhe..” Kegiatan apa yg dilakukan di rumah?
Well Honestly, main gadget, tapi jangan bundas jangan salham nih, saya bukan main kayak Clash of Clan atau Mobil lejen hehe... Tapi, bisnis lewat gadget... he..he.. he.. (read: saya bekerja dengan handphone)

Sejak kecil saya sudah mencintai tulisan di atas kertas dan dicetak jadi satu (baca:Buku) bahasanya kepanjangannya? :LaughCry:

Saya suka menulis, membaca, main game, utak atik blog,utak atik aplikasi hp, nonton, adventure, olah raga dan melompat (?) (sebenarnya terpaksa ngasih dan, karena masih banyak lagi)

Last but not least, I Have A Dream yang banyaknya segudang, jadi ini diantaranya, Naik Haji, Umroh with all family, Be a mom like my mom

๐Ÿ’Prestasi dan Pengalaman๐Ÿ’

1.  MTQ tingkat kab LK , 2007

2. MHQ Syabab Longkor, 2010

3. Eksplore Taman Pintar and History Places at Jogjakarta, 2011

4. Leader Shohibul Hidayah Club for girl, 2013-2014

5. Family Camp Fesper at Salatiga, Jawa Tengah 2014
(involed at Kids activities)

6. Eksplore Kebun Raya Bogor, 2014

7. Family Camp Fesper at Cibodas Bogor, 2015
(involved at kids activities)

8. Explore Taman Bunga Bogor, 2015.

9. Training for Facilitator at Salatiga Jawa Tengah 2016

10. Training of Talents Mapping, at Salatiga Jawa Tengah, 2016

11. Manager at House Training, 2016

12. Kuliah (online) Matrikulasi Institut Ibu Profesional, Feb-Mei 2017

13. Finalis  Duta Baca Sumbar , 2017

14. Family Camp Jamnas Kamus Seru at Cibodas Bogor,
2017 (involved at Teen Activities)

15. Explore Kota Tua , Jakarta 2017

16. Go Star Camp at Holiday Inn Hotel Jakarta 2017

17. Karantina Tahfidz Qur'an at Bukittinggi, 2017

18. Family Camp IIP payakumbuh-LK, area Sumatera, at Torang Lima Puluh Kota, 2017
      (Involved in Teen Changer activities, Yang muda yang berkarya).

19. Tutor at Aksara Club, 2013-2014

20. Facilitator at Aisyah English Club 2014, 2016

21. Pesantren Qur'an at Syabaabul Qur'an, 2015

22. Pesantren Qur'an at KATO, 2016, 2017.

23.  Penulis buku, Dayung ayo dayung, KKPK 2014

24. ASEAN Leadership Academy @Singapore and Malaysia, Dec 2017.

25. Young Excecutive, 2017.

26. Pernah jualan kue dan jajanan lainnya, jualan mukena, jualan pulsa, jualan aplikasi hp, jualan manset, dll...dan sekarang jualan on line.

Wuah, gak terasa, udah panjang aja saya ngetik, hehee...
Terima Kasih IPers ๐Ÿ™ telah berkenan meluangkan waktu membaca kisah saya yang baru 16 tahun ini... wkwkwk



November, 2018

Monday, 27 April 2020

ALIRAN RASA KELAS KEPOMPONG

ุงู„ู…ุงู„ ูˆุงู„ุจู†ูŠู† ุฒูŠู†ุฉ ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุจุงู‚ูŠุงุช ุงู„ุตุง ู„ุญุงุช ุฎูŠุฑ ุนู†ุฏ ุฑุจูƒ ุซูˆุงุจุง ูˆุฎูŠุฑ ุงู…ู„ุง. (ุงู„ูƒู‡ู ูคูฆ)
Harta dan anak anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Q.S Alkahfi : 48)

Amal kebajikan walau kecil sekalipun, tetapi dilakukan terus menerus adalah lebih baik dari pada amal yang dikerjakan banyak tapi hanya sesekali dan tidak berketerusan.
Sesuai dengan mind map yang saya susun untuk diri sendiri, saya memilih dan memutuskan untuk menghafal alqur'an. Ini merupakan cita lama yang belum juga kesampaian. 

Target saya menghafal 5 baris sehari,  sesuai alqur'an standar Madinah. Satu halaman terdiri dari 15 baris. Jadi minimal 3 hari, hafal 1 halaman. Gapapa, biarlah sedikit demi sedikit lama lama kalau konsisten dikerjakan tentu akan menjadi bukit.

Saya akui, saya mungkin termasuk orang yang lambat hafal namun cepat lupa, ya. Akan tetapi saya dihibur oleh nasehat ustadz Abdul Aziz Abdul Rauf berikut ini.
"Cepat hafal bukanlah prestasi lambat menghafal bukanlah kelemahan tetapi Istiqomah menghafallah prestasi yang sesungguhnya. Istiqomahlah bersama al-quran sampai kelelahan itu lelah mengikutimu.(Ustadz Abdul Aziz Abdul Rauf)

Kuncinya ada di istiqomah dan konsisten. Bismillah saya menantang diri sendiri untuk praktek 30 hari tanpa jeda. Bisa ngga ya? Ini awal tanya saya pada diri sendiri. 
Oh, apa yang terjadi selanjutnya?Apa yang saya dapat setelah 30 hari?
Saya tak menyangka bisa berlebaran, lulus dengan kepompong sempurna.

========================
Lebaran....yeaay...๐Ÿ˜๐Ÿ˜
Go fighter go...๐Ÿ’ช
Go climber go....๐Ÿ’ช
Maasyaallah....
Maasyaallah....
Tiba di hari selebrasi...alhamdulillah..๐Ÿคฒ
Lolos tantangan 30 hari tanpa jeda? Disamping sekolah on line lainnya juga?Plus warna warni aktifitas lainnya? 

Oh,...Ternyata saya bisa ya? Napa nggak gitu dari doeloe doeloe sih?๐Ÿค”
Better late than never, ya.๐Ÿ˜€
Alhamdulillah sebenarnya, 
nyaris setiap hari itu, saya bisa melebihi target minimal yang saya tetapkan sendiri untuk diri saya. Bisa dua kali lipat atau tiga kali lipatnya. Atau hanya lebih sedikit saja. 
Tetapi saya hanya berikan nilai 3 (very good) saja. Bukannya pelit, atau tidak menghargai diri sendiri, ya? Ini karena semuanya "new". Jadi tidak terlalu bisa saya menjamin dia "nyantol" dengan amat kuat. 
So, badge very good is deserved for me ๐Ÿ˜ƒ




Semoga "ini" bisa menjadi tantangan buat seumur umur. Sepanjang usia yang  tersisa. Ya Rabb...Yassir wa la tu'asir. Aamiin...

#aliranrasakelaskepompong
#bundacekatan
#institutibuprofesional.

Tuesday, 10 March 2020

MY LOVELY BUDDY

Aliran rasa mulai dari kelas ulat-ulat sungguh luar biasa.

kalau ada perguruan tinggi atau universitas yang bisa membuat 40 jurusan dalam semalam itulah universitas itulah universitas kehidupan alias Institut Ibu profesional.

Keren banget deh jurusan nya juga keren diampu oleh para praktisi yang jelas sudah walk the talk bukan hanya teori bukan hanya talk only pokoknya semua mantap 

Next berkumpul dan bertemu keluarga yang sehati. Saling berbagi ilmu saling mengingatkan saling mencerahkan saling menasehati di keluarga pecinta Alquran

Selanjutnya mencari buddy juga merupakan hal yang luar biasa. Selesai mendengarkan dongeng Bu Septi, dengan basmalah dan rasa dag dig dug saya beranikan diri untuk melamar Mbak fathiyah sang idola saya. Serasa tak percaya lamaran saya ternyata langsung diterima dengan lafaz Alhamdulillah. Legaaa sekali rasanya.

 Beliau seorang wanita energik, ceria, serba bisa sibuker dengan seabrek aktivitas yang juga seorang hafidzoh Alquran 30 juz Masya Allah. Semoga saya bisa mengikuti jejaknya. Aamiin.

Kami sudah melakukan chit chat, tak lama setelah melakukan lamaran, di sela-sela kesibukan. 

Kemudian saya mendapat kabar terakhir kali bahwa Mbak fathiah harus menemani Ibu mertuanya berobat. Setelah itu wa saya tidak lagi berbalas. Barang kali terjadi sesuatu dengan ibu mertua beliau. Wallahu a'lam. Namun saya berharap dan berdoa semoga beliau baik-baik saja. 

Jadi saya belum mendengarkan  atau mendapatkan aliran rasa dan apa yang dibutuhkan oleh Mbak fatiah untuk mengisi jar jar hadiah untuknya. 

Setelah saya mendapatkan aliran rasa dari Mbak fatiya saya akan mengedit kembali tulisan ini, insya Allah.


#janganlupa bahagia

#buncekbatch1

#kelasulatulat

#ibuprofesional

Sunday, 8 March 2020

MARI MENGAJI

ุฎูŠุฑูƒู… ู…ู† ุชุนู„ู… ุงู„ู‚ุฑุงู† ูˆุนู„ู…ู‡

Orang yang terbaik diantara kamu adalah orang 
yang belajar alqur'an dan mengajarkannya. (H.R.Muslim)

Tuesday, 25 February 2020

TUKAR KADO BUNCEK

Bismillah, 

"Manajemen Emosi, Anger Management, & Self Healing"

Istriku Bulannya Nesri Baidani terus naik rating. Aku salah seorang pembaca dan penikmat setianya. 
Tidak hanya sebagai bacaan tanpa arti. But, bagiku pribadi novel ini sarat ibroh, kaya makna dan banyak hikmah yang bisa dipetik. Terutama jadi menilik jauh kedalam diri. 

Tak hendak hanya menikmati hikmah untuk diri sendiri. Aku juga mau berbagi pandangan, dan akan kujadikan hadiah buat teman setendaku di perkemahan hutan pinus Bunda Cekatan. 

Hadiah istimewa tentang Manajemen Emosi,Anger Manajement and Self Healing  ini, dengan bahagia akan kuberikan pada mbak Rusna Meswari IP Jember Raya, Maria Ulfah IP Banten, Marini Rachmawati IP Banten. Semoga berkenan ya mbak mbak. :)

 Hadiahnya, berupa beberapa catatan hikmah dari "Istriku Bulan" tentang pendidikan dan pengasuhan, yang saya rujuk dari QS Luqman ayat 12-17 dalam Tafsir Ibnu Katsir.

Dimana kalau "pelajaran"  tsb tidak "selesai" dalam kehidupan maka akan menimbulkan emosi, marah tak berkesudahan, dendam, berbagai penyimpangan, dan segala pernak pernik sakit hati lainnya. 

Seperti para tokoh dan karakter yang ada di Istriku Bulan. ((Authornya piawai sekali mencipta karakter karakter unik, yg mengaduk aduk perasaan pembaca, membuat para telorist terus beraksi.๐Ÿ˜

 Author juga piawai menghadirkan banyak surprise di setiap episodenya. Ga ada yg bisa nebak kisah selanjutnya.)) 

Awalnya saya memang tak habis fikir kenapa Kamal sang idola (ehem) bisa bertindak dan bersikap seperti itu. Sedangkan dia bersekolah di pesantren, belajar agama, bahkan hafidz 6 juz alquran, dan (sepertinya) berasal dari keluarga dan keturunan baik-baik.  

Pertanyaan makin banyak saja memenuhi kepala, ketika tiap episode bertambah. Bagaimana dia sebenarnya dididik dlm keluarga. Besar tumbuh dalam keluarga spt apa dia sebenarnya? Siapa sih yang salah? 

Satu persatu pertanyaan itu terjawab seiring makin tingginya nomor episode novel. (Berkat sabar jadi telorist dan ngikutin kisahnya) :)

Kemon mulai baca catatanku….๐Ÿ˜

๐ŸŒ 1. Keteladanan 
Dalam mendidik keteladanan adalah hal yang sangat penting. Keteladanan asli tanpa penuh kepura puraan. Bukan lain kelihatan  di zohir, dan lain pula yang terbetik di hati. Seperti yang telah dicontohkan Luqman. luqman telah diberikan Allah hikmah untuk mengenal Allah, mengenal dirinya sendiri, mengenal dunia dan mengenal akhirat. Hikmah pemahaman, ilmu, tuturan yang baik dan pemahaman Islam. Hikmah mengontrol pandangan, menjaga lisan, menjaga kesucian makanan, memelihara kemaluan, berkata jujur, memenuhi janji, menghormati tamu, memelihara hubungan baik dengan tamu, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Demikian dia memberikan keteladanan kepada anaknya, setelah terlebih dahulu mempraktekkannya.

๐ŸŒ 2. Bersyukur
Memperakui segala nikmat yg telah diberikan Allah,dan menggunakan nikmat itu dengan baik di jalan Allah. Bersyukur dengan qalbu, lisan dan anggota badan dengan penuh keta'atan. Siapa yang bersyukur niscaya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. 
Bersyukur atas nikmat yang begitu banyak. Tidak terus meratap atas musibah (mis.keguguran mama Kamal) yang menimpa, dan lantas melupakan nikmat lain yang banyak, sekecil apapun itu. 

(Meninggalnya mama Bulan, membuat ayahnya abai dengan Bulan kecuali mencukupi finansial, sdk Riana yang terlahir perempuan disulap ayahnya menjadi laki laki tak terkalahkan) 

๐ŸŒ 3. Tidak mempersyarikatkan Allah, karena itu merupakan kezaliman yang besar. Beribadah dan berbuat hanya karena Allah semata. Beribadah bukan karena dilihat ustadz pesantren, bukan karena ingin dipuji, atau ingin dianggap baik dan sholeh (oleh mama ya, Kamal) 

๐ŸŒ 4. Berbuat baik kepada kedua orang tua. Ibu telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah, dan menyapih dalam dua tahun. Kesulitan dan keletihan ibu terjadi siang dan malam selama perawatan dan pengasuhan. Penceritaan ini dimaksudkan agar anak selalu teringat akan kebaikan ibu. 
(Kamal tau sekali dengan kesulitan dan kasih sayang mamanya. Ia tak ingin menyakitinya sedikitpun. Tapi kenapa ketika jauh dari mamanya ia berbuat hal yang melukai hati mama?) Next, mungkin kurang penanaman aqidah.

๐ŸŒ 5. Penanaman aqidah
Muroqobatullah, bahwa merasa selalu dalam pengawasan  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Tahu seberat biji sawipun kebaikan yang dilakukan, hatta berada di dalam batu, baik di pelataran langit ataupun bumi, niscaya Allah pasti mengetahui dan akan membalasnya. Pun demikian dengan kezaliman atau kesalahan seberat biji sawi pasti Allah Maha Tahu dan Maha Membalas. 

(Ketika tak ada orang melihat, Kamal mencoba bunuh diri. Lepas dari pengawasan pesantren lantas meninggalkan shalat, meninggalkan kepercayaan pada Allah, meniadakan-Nya hatta berzina.) Apakah pembiasaan kurang? Big No. Sungguh di pesantren pembiasaan sangat keren, bukan?. 

๐ŸŒ 6. Mendirikan Shalat 
Setelah semua poin yang diatas terbina, barulah tiba perintah shalat. Belajar shalat dan menerapkan pembiasaan. Mendirikan shalat sejalan dengan kewajiban, hukum, rukun, dan waktunya.

๐ŸŒ 7. Mengerjakan perbuatan yang baik, mencegah pada kemungkaran. 
(Btw, Kamal rajin berbuat baik pada orang lain, rajin berderma dan berdonasi.)

๐ŸŒ 8. Bersabar
Bersabar terhadap apa yang menimpa, sebab orang yang menyeru kepada kebaikan,menyeru pada jalan Allah pasti  mendapat gangguan. Dan itu merupakan ketetapan.

Hampir semua konflik di novel ini berawal dari ketiadaannya poin "pelajaran" diatas. 

Demikian semoga manfaat, teman teman.

Btw, Mbak ikoh Rosikhotunnur, juga minta izin untuk berbagi hadiah ini padaku. Dengan senang hati Mbak Ikoh.๐Ÿ™
http://www.bettyarianti.com/2020/02/berbagi-tes.html?m=1

Daan surprise saya dapat hadiah spesial ini dari adinda Viena Vinto. Jazakillahu khairan diak.๐Ÿ˜˜

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2996974503675746&id=100000896772776

#janganlupabahagia
#bundacekatan
#buncekbatch1
#kelasulat
#minggu6
#ibuprofesional

Monday, 24 February 2020

MENGISTIRAHATKAN HATI

1. Berteman dan bersama orang yang sholeh
Allah selalu mempertemukan kita sesuai dengan kecendrungan hati kita.
"Bird of the same ;;. 

Friday, 21 February 2020

PORTOFOLIO AISYAH

Assalamu'alaikum wr.wb
Gak nyangka kepilih Jum’at hangat minggu ini, dapat kemuliaan dari bunda @zuqlaila nih

Here we goooo ๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ
Nama saya Aisyah El Hafidzoh, seringnya dipanggil Isah, tapi ada yang manggil Ai, Aisyah, Ais
Lahir di kota paling padat se Indonesia, Jakarta saat subuh tanggal 8 Mei 2002.

Setelah tiga tahun menetap di Buncit Raya Mampang, Ummi dan Ayah memutuskan untuk mengakhiri perantauan hahaha, tahun 2005, kami officially beralamat di Tanah Mati,  Payakumbuh.

Tanya-tanya soal pendidikan saya sudah 15 tahun 10 bulan menjalani Homeschooling (Pernah TK di Adzkia dan An Nahl)

Saya yakin, karena saya bilang saya Homeschooler, bundas mau bertanya *Kenapa Homeschooling?* hoho,, because... No PR yang akan memusingkan :Laughcry:

No..no..no.. Kami punya setidaknya 25 Alasan kenapa Homeschooling, salah satunya karena my parents love me... lengkapnya bisa dibaca di http://www.bettyarianti.com/2016/12/kenapa-homeschooling.html

Next question, “Yang sebenarnya pasaran di telinga saya hehhe..” Kegiatan apa yg dilakukan di rumah?
Well Honestly, main gadget, tapi jangan bundas jangan salham nih, saya bukan main kayak Clash of Clan atau Mobil lejen hehe... Tapi, bisnis lewat gadget... he..he.. he.. (read: saya bekerja dengan handphone)

Sejak kecil saya sudah mencintai tulisan di atas kertas dan dicetak jadi satu (baca:Buku) bahasanya kepanjangannya? :LaughCry:

Saya suka menulis, membaca, main game, utak atik blog,utak atik aplikasi hp, nonton, adventure, olah raga dan melompat (?) (sebenarnya terpaksa ngasih dan, karena masih banyak lagi)

Last but not least, I Have A Dream yang banyaknya segudang, jadi ini diantaranya, Naik Haji, Umroh with all family, Be a mom like my mom

๐Ÿ’Prestasi dan Pengalaman๐Ÿ’

1.  MTQ tingkat kab LK , 2007

2. MHQ Syabab Longkor, 2010

3. Eksplore Taman Pintar and History Places at Jogjakarta, 2011

4. Leader Shohibul Hidayah Club for girl, 2013-2014

5. Family Camp Fesper at Salatiga, Jawa Tengah 2014
(involed at Kids activities)

6. Eksplore Kebun Raya Bogor, 2014

7. Family Camp Fesper at Cibodas Bogor, 2015
(involved at kids activities)

8. Explore Taman Bunga Bogor, 2015.

9. Training for Facilitator at Salatiga Jawa Tengah 2016

10. Training of Talents Mapping, at Salatiga Jawa Tengah, 2016

11. Manager at House Training, 2016

12. Kuliah (online) Matrikulasi Institut Ibu Profesional, Feb-Mei 2017

13. Finalis  Duta Baca Sumbar , 2017

14. Family Camp Jamnas Kamus Seru at Cibodas Bogor,
2017 (involved at Teen Activities)

15. Explore Kota Tua , Jakarta 2017

16. Go Star Camp at Holiday Inn Hotel Jakarta 2017

17. Karantina Tahfidz Qur'an at Bukittinggi, 2017

18. Family Camp IIP payakumbuh-LK, area Sumatera, at Torang Lima Puluh Kota, 2017
      (Involved in Teen Changer activities, Yang muda yang berkarya).

19. Tutor at Aksara Club, 2013-2014

20. Facilitator at Aisyah English Club 2014, 2016

21. Pesantren Qur'an at Syabaabul Qur'an, 2015

22. Pesantren Qur'an at KATO, 2016, 2017.

23.  Penulis buku, Dayung ayo dayung, KKPK 2014

24. ASEAN Leadership Academy @Singapore and Malaysia, Dec 2017.

25. Young Excecutive, 2017.

26. Pernah jualan kue dan jajanan lainnya, jualan mukena, jualan pulsa, jualan aplikasi hp, jualan manset, dll...dan sekarang jualan on line.

Wuah, gak terasa, udah panjang aja saya ngetik, hehee...
Terima Kasih IPers ๐Ÿ™ telah berkenan meluangkan waktu membaca kisah saya yang baru 16 tahun ini... wkwkwk

Wednesday, 19 February 2020

BERBAGI TES

Bismillah,

Jumat, jelang tengah malam, Marnita, teman saya menelepon, meminta kesediaan saya untuk ikut Dauroh Alqur'an esok harinya mulai tanggal 22-25 November 2018. Ini bagai pucuk dicinta ulam tiba. I love this moment. But, saya didaulat juga menjadi salah seorang mentornya. Nah ini yang berat. Namun, saya tak bisa lagi menolak karena Marnita sebelumnya sudah menghubungi beberapa orang, dan tidak ada yang menyanggupi. Saya mungkin alternatif terakhirnya tengah malam itu. Bismillah, setelah beroleh izin suami saya jawab "OK."

Tuesday, 18 February 2020

CAMPING ULAT BUNCEK

Wuah tiba saatnya camping para ulat Bunda Cekatan di hutan pinus nan sejuk bersama Kak Peni. Ini gue banget deh. Diantara 1700 peserta seantero Nusantara, Asia dan Non Asia, kita harus mencari teman baru, berkenalan dan ngobrol. Nggak boleh teman yang sudah dikenal. 

Tuesday, 11 February 2020

DUTA KELUARGA PECINTA ALQUR'AN

Bismillah,

Setelah menunggu berpuluh-puluh purnama, finally, ada halaqoh alquran Institut Ibu Profesional tingkat nasional. Merupakan salah satu keluarga dari 40 keluarga yang ada di program Bunda Cekatan. Alhamdulillah bisa bergabung dan berkumpul bersama di keluarga ini, Keluarga Pecinta Alqur'an.  Saya makin cinta dengan keluarga ini.

Monday, 10 February 2020

KELUARGA PECINTA ALQURAN

❤️Keluarga Pecinta Alqur'an❤️

Allah akan selalu mempertemukan kita dengan orang yang sesuai dengan  kecendrungan hati kita.

Alhamdulillah pekan ini di kelas Ulat-ulat Program Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional, kita dipertemukan dan berkumpul dengan keluarga keluarga kita. Setelah sebelumnya berpetualang di Jungle of Knowledge. Terus menjelajah masuk goa bagai ๐Ÿ˜ƒ

Makan besar dan ngemil aneka cemilan ueenak di hutan sampai gendut kekenyangan.
Tiba saatnya bertemu dan berkumpul dengan keluarga.

Dari 40 daftar keluarga yang ada, awak mupeng semuanya.❤️ Rasanya semua ilmu di tiap keluarga menarik dan diperlukan. But, harus berani bilang "menarik tapi awak tidak tertarik" ๐Ÿคฉ

1 Agama Kepala Keluarga : Farahdiba
2 Bahasa Kepala Keluarga : Ika Nurmaya
3 Bermain Bersama Anak Kepala Keluarga : Raisa Dea
4 Bisnis Kepala Keluarga : Ismi Novianti
5 Cooking Kepala Keluarga : Riyadlotus sholichah
6 Counseling & Couching Kepala Keluarga : Titik Maryani
7 Desain Kepala Keluarga : Kishartati
8 Driving Kepala Keluarga : Ratna Sari Dewi
9 Entrepreneurship Kepala Keluarga : Dian Vijayanti
10 Finansial Kepala Keluarga : Indah Pratiwi
11 Fotografi-videografi Kepala Keluarga : Rahmah Chemist
12 gizi anak Kepala Keluarga : Rani Apriyanti
13 Home Schooling Kepala Keluarga : Fitri Meilawati
14 Ilmu Pengetahuan Umum Kepala Keluarga : Eka Rizki Indriyani
15 Kecantikan Kepala Keluarga : NIMAS ZAHROTUL AYNIYAH
16 Kerumahtanggaan (Bebenah, food preparation, kitchen) Kepala Keluarga : Esti Darmawati
17 Keterampilan Kepala Keluarga : Rowfi Fitriana 
18 Komunikasi Kepala Keluarga : Rasmi Widya Rani
19 Lainnya Kepala Keluarga : Asri Diana Kamilin Qoffal
20 Literasi Kepala Keluarga : Andriani Lestari
21 Manajemen Kepala Keluarga : Dewi Fitriana
22 Manajemen Belajar Kepala Keluarga :  Husna Amalya Melati
23 Manajemen emosi Kepala Keluarga : Aisyah Fitriana
24 Manajemen Gadget Kepala Keluarga : Linda Kurniawati
25 Manajemen Ruhiyah & Ibadah Kepala Keluarga : Renny Oceanita Nasution
26 Manajemen Waktu Kepala Keluarga : Nur Laila
27 MPASI dan Laktasi Kepala Keluarga : Ariyantika Wulandari
28 Parenting Kepala Keluarga : Tamia Dian Ayu
29 Pecinta Alquran/tahsin/tahfidz Kepala Keluarga : Siti Rochmatuniyah
30 Pendidikan (anak, abk, fitrah) Kepala Keluarga : Ivorie Rahiema Verandra Asyigah
31 Portofolio Anak Kepala Keluarga : Himmatul Mardliyah
32 Public Speaking Kepala Keluarga : Imaniar Prastiwi
33 Sastra Kepala Keluarga : Rian Andini
34 Seni, olah raga, herbal dan Kesehatan  Kepala Keluarga : Deasy Irawati
35 Suistainable Living ( Berkebun, pilah sampah, komposting, zero waste) Kepala Keluarga : emiria letfiani
36 Talent Mapping Kepala Keluarga : Rima Melanie Puspitasari
37 Teknologi Kepala Keluarga : Andriyani
38 Traveling Kepala Keluarga : Khotimatus Sa'diyah
39 Tutorial Kepala Keluarga : Yuanita Andhina
40 Web-blog-SEO Kepala Keluarga : uminyaaltair

Ingat peta! Bawa peta! Lihat peta agar tak tersesat di hutan belantara ilmu pengetahuan, begitu petunjuk bunda guru. Fokus dan tetap fokus pada apa yang sudah direncanakan. 

Bismillah, awak pilih "Keluarga Pecinta Alqur'an" (nomor 29). Keluarga yang rasanya gue banget. Keluarga yang awak idamkan sejak lama. ๐Ÿ˜Š

Mbak Niyah sang KK nan gercep telah membuatkan rumah buat para anggota keluarga tercinta. Masyaallah, rumah nan sejuk penuh tawadhu' dihuni oleh ukhties yang kuat interaksinya dengan Alqur'an. (Aamiin) 

Para pembelajar dan penghafal alqur'an. Ada yang berjuang belajar Tahsin, perbaikan bacaan sesuai tajwid, Ada yang berjuang Tahfidz, menghafal juz 30, 2 juz, 3 juz, dst, bahkan ada yang sudah hafidzoh 30 juz. Tabaarokallah  (Terasa sekali receh awak)๐Ÿ˜”

Ada yang berjuang menemani proses belajar alqur'an dan menghafal ananda.  Masing masing ananda beragam pula tipe menghafal dan gaya belajarnya. 

Kita saling berdiskusi dan berbagi pengalaman suka suka berinteraksi dengan Alqur'an. Keinginan belajar apa yang ingin diprioritaskan awwalan. Apakah Tahsin, Tahfidz, Terjemah, Tafsir, Tadabbur dst.  Juga memilih nama keluarga dan ambassador keluarga untuk tampil live di facebook group. 

Sesuai dengan cara memilih imam shalat, maka pilihan jatuh pada ukhti yang hafalannya paling banyak. Beliau adalah almukarromah ukhti Fathiya.๐Ÿ’•๐Ÿ’•


#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#InstitutIbuProfesional
-----------------------

Diantara yang juga didiskusikan dalam grup WA Keluarga Pecinta Alquran yang menurut saya perlu dicatat adalah sebagai berikut.



Apakah teman2 sudah pernah belajar tahsin, jika iya metode apa yg pernah dipelajari
2. Apakah teman2 sudah memahami kaidah ilmu tajwid, jika belum.. pada bagian apa yang ingin di mantapkan?
3. Apakah temaan2 sudah pernah mengikuti program menghafal..? Jika iya.. metode apa yg pernah diikuti?
4. Apakah teman2 sudah memiliki hafalan..? Jika iya brp juz..?
5. Apakah teman2 memiliki target hafalan ? Jika iya brp juz dan brp lama?*dalam  masa buncek ini. (Mbak Niyah, Kepala Keluarga)

Selanjutnya Bu KK meminta kita anggota keluarga untuk mengisi 
Form Anggota Kelurga Pecinta Alquran untuk menentukan ambassador yang akan dipilih untuk tampil live berbagi makanan kepada para pembelajar lainnya.

 Dan ini link response nya. Response Anggota Keluarga Alquran

Anggota keluarga berharap grup ini akan terus ada untuk mensupport dan berbagi banyak hal tentang Al Quran. Ada yang berminat pada tahfidz, tetapi kesulitan memperoleh teman baik ofline maupun online. Karena itu berharap bisa belajar banyak disini, dan memperoleh bekal untuk mendampingi anak menghafal al quran.

Ada juga yang berharap, rumah ini bisa menjadi tempat saya untuk belajar mengetahui isi kandungan al quran. Masyaallaah, kujadi terharu๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ
Saling bergandengan ya Mba @⁨iis_istinganatul⁩ ๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค—

Semalam sebelum tidur, sempat diskusi tentang ini sama suamik, gak disangka2 dapat rezeki dari Allah, diberi kesempatan baik tuk berkumpul sama teman2 IIP yang sama2 berjuang jadi pecinta quran..semoga Allah ridhoi langkah kita..๐ŸฅบAamiin Yaa Robb
( mba Lowita)
Ada keluarga pecinta Al Quran rasanya seneng banget.. Seoalah jawaban dari doa² saya, memperoleh tempat belajar Al Quran.

Ninis Puspita berbagi tentang 3T + 1 M

Saya membersamai 2 putri..Yg nomer 1 sedang menyelesaikan juz 29 kelas 2SD Yg no.2 sampai di surat Al-Fajr kelas TKA



Metode yg saya pakai adalah 3T+1M. Krn 2 anak saya termasuk anak auditory. Yg no.1 auditory:visualnya= 70:30 Yg no.2 90% auditory

*tentang 3T+1M*
1. Memlih kepala sekolah yg hafalannya paling banyak >>  Banteng kekar
2. Memulia proses
*T yg pertama*
Talqin atau tasmi
Jd secara bergiliran kami membacakan ayat perayat. Anak mengikuti,mengulang 5x per ayat. Dan bergantian anak menyetorkan hafalan kami meninyimak

*T yg kedua*
Tafahhum
Mengahafal dgn memahami arti. Ini lebih utk kami 2 orang dewasa di rumah. Kalau utk anak2 ini kami gunakan ketika membaca ayat2 yg hampir mirip Spt surat Al-Kafirun. Jadi kami berikan artinya agar mereka mengerti perbedaan kata2nya.

*T yg k'3*
Tikrar = mengulang2
Kami lebih memilih melakukan kegiatan ini diwaktu antara magrib dam isya. Jika weekday saya melakukan dgn anak2,,ketika weekend ditambah dengan banteng kekar

*M yg menutup*
Murojaah
Ini dilakukan mandiri oleh kami dan putri pertama kami.

*Pemberian reward*
Kami membuat visualisasi pencapaian surat apa yg kami baca dengan menempelkan bintang2 di angkasa tahfidz...
Banteng kekar itu sebutan utk suami saya mbak. BApak gaNTENG KERen berKARisma
Eh ternyata singkatan yang asyiiik ๐Ÿ˜„

Karena ada kakaknya,secara otomatis ikut menghafal. Sama halnya ktika anak sering diajak sholat magrib&isya berjamaah ke masjid sama bapaknya...
Seringnya mendengar surat Al-Fatihah lama2 anak2 akan hafal sendiri...

Kakaknya sering menghagak dgn suara lantang di kamar,adeknya mendengar lama2 mengikuti...

Emaknya howar hower mreka cuek2 aja. Begitu bapaknya sedikit bicara tegas,mereka lsg mengkerut.. Maka butuh sosok yg disegani...Jadi ketika di akhir pekan kami melakukan kontes menghafal...Kakak sampai mana Adek sampai mana Ibu sampai mana Bapak sampai mana. Semua ada progressnya.. Krn anak2 menghormati bapaknya

[2/2 15.29] +62 856-1205-699: Saya sering dengerin murotal mbak...
Rutin ikut bapaknya ke masjid...
Cuma.itu aja mbak.. G pernah nyuruh hafal... Jd pas dulu pulang kerja *saya baru resign 7 bukan yg lalu* Setiap mau tidur saya selalu baca surat disebelah dy...
Krn *jujur* utk anak saya bacaan ibunya lebih mengena dibanding murotal oleh orang lain...Krn disitu ada interaksi…

Berikut sharing dari Mbak Fathiya .
Bismillah..ikutan berbagi pengalaman membersamai anak. 

Sulung saya akan genap berusia 7 tahun di bulan ini. Sejak awal, yang saya dan suami jalankan adalah menanamkan kecintaan terhadap Al-Quran. Memulai dari kami orangtuanya terutama yang lebih rajin ya suami. Sering2 murojaah hafalan dekat2 si sulung sejak dalam kandungan. Suami mmng sudah mutqin 30 juz sejak muda jadi lbh kompeten. Saya ya sebisa mungkin dalam berinteraksi dgn Al-Quran di dekat anak2. Biar dapat dulu feelnya.

Sempat anak saya bisa menghafal bbrp ayat di luar juz 30 karena seringnya memutar acara Hafiz Indonesia. Itu di usia 2-3 tahun. 
Sejak masuk PAUD sudah mulai bergeser feelnya. Dia tertarik ingin bisa membaca Al-Quran. Jadilah saya dampingi belajar dari Yanbua jilid pemula smpai bisa mmbc mushaf Al-Quran sndr sebelum usianya genap 6 tahun. 
Adapun hafalannya mengalir saja. Awalny tidak urut. Juz 30 dr depan, lalu pindah dr blkng k depan. Saat ini kurang bbrp surat panjang lagi utk juz 30.

Metodenya talqin berulang ktika blm bisa bc Al-Quran. Ktika sudah bisa, talqin berulang dengan buka tutup mushaf. Masalag tahfiz sudah dihandel Abinya. Agar semangat dan makin melekat, Abinya juga sering menceritakan kandungan makna surat yg dihafalkan. 
Kalau saya bagian megang setoran baca Al-Qurannya. Alhamdulillah ini sudah akan selesai juz 15. 
Kami tidak patok target ketat. Intinya anak semangat dan seneng ngaji aja. Nnti nyetrum semua. 
Oh ya, yg saya rasakan nih klu saya sbg Ibu lagi gak bagus semangat murojaah atau memperbaiki hafalan, kurang bngt interaksinya sm Al-Quran kok otomatis dia juga begitu. Maka saya berkaca dulu sblm mngukur progress anak.

Suami saya bilang, Menghafal Al-Quran itu sama dengan Belajar Al-Quran terus menerus. Tidak berhenti hingga akhir hayat. 
Awalnya mmbaca, lalu menghafal lalu berusaha blajar ilmu2 yg terkait dengn Al-Quran agar makin paham. Tentu sj klu sdh makin paham akan makin terarah utk mengamalkan. Intinya proses seumur hidup gitu. Hrus terus ditingkatkan. 
Jadi kami orangtua hadir, mmberi contoh, dan wajib memperkuat iman dan taqwa. Nah ini kan pekerjaan yang gak mudah, maka hrs bersama sama saling mngingtkn dan menasehati. 

Demikian berbagi pnglmn dr saya. Mhon doanya untuk kami yg masih belajar.

Mbak Fathiya menamatkan setoran hafalan 30 juz sambil kuliah di jogja, 4,5 tahun. memotivasi diri dengan mengembaliak ke niat awal menghafal.

Mbak Resti Utami berbagi : Kalau kami sedikit berbagi membersamai albie dalam menghafal alquran sama metode murojaah diulang-ulang,  tambah hafalan ayat baru 10x diulang dibaca alqurannya, terus tutup alquran diulang 10x, dilanjut diulang dari ayat 1. Untuk tambah ayat biasanya bada shubuh,  untuk setor biasanya bada maghrib. 

Biasanya untuk murojaah kita pakai metode bermain bersama,  karena albie type anak linguistik ada kineatetiknya juga, kita bermain sesuai dengan permainan albie, misal main kartu gambaran,  siapa yang kalah maka wajib murojaah, suratnya kita yang tentuin, ato gimana albie maunya mau murojaah surat apa. 
Sebagai ortu disini kita kerjasama,  dan masih sama-sama belajar membersamai sulung kami.  

Teman-teman biasa lihat di blog  http://albiethar.blogspot.com 

Saya pernah dokumentasikan menghafal saat bermain robot-robotan, robotnya suruh hafalan tapi gantian, suranya suara albie. Kisaran usia albie 4th. 

Tambahan lagi untuk murojaah juga kita bertiga sambung ayat, usia tk alhamdulillah juz 30, tp skr di sdit diulang lagi,  soalnya di tk albie hanya menghafal tanpa melihat alquran, sering didengarkan murottal, nah untuk sekarang saya lebih menekankan kepada tajwidnya, panjang pendeknya, karena sedikit-sedikit sudah bisa membaca alquran dengan benar, usianya sekarang 7th. Alhamdulillah pernah juara 2 sekecamatan tahfidz dan tahsin di tk. Yang melatih tahsinnya gurunya.
Sedikit cerita kami Mudah-mudah bermanfaat.

[2/2 21.18] +62 856-2186-536: Berbinar-binar sekali masuk keluarga pecinta Al-Qur'an.. Saling Menambah semangat kita utk menambah keimanan...MasyaAllah

Mbak IIs: Masyaallah.. 
Izinkan kami mengambil ilnu dari pengalaman teman²...

Adakah tips bagi kami orang tua yang baru akan memulai belajar menghafal dan mengkaji al quran? Dan belum bermodal apapun.

Anak sulung kami juga 7 tahun, karena keterbatasan ilmu kami, maka si sulung kami sekolahkan di sd it tahfidzul quran. Sejujurnya kami orang tualah yang banyak belajar dari anak-anak.

Pernah kakak ngajak bermain sambung ayat, ibu tak boleh pegang Al Quran, tak ada toleransi bagi ibu meski ibu belum hafal. Jika salah maka harus berdiri, sampai benar baru boleh duduk kembali. 

Ika Farikhoh selanjtnya sharing, saya membersamai 2 anak yg belajar tahfidz di sekolah tahfidz. Kakak (9th) dan Teteh  (5th). 

sekolah tahfidznya dg metode tabarok. lebih banyak menggunakan audio dan visual. kalau untuk level 3 keatas audio sangat dominan.

alhamdulillah kakak dan  teteh sekarang sudah masuk juz 5. Teteh belajar tahfidz dari umur 3 th, jadi sdh 2 th  mengikuti kelas tahfidz ini. kl kakak baru 1,5th. tapi sekarang mereka satu kelas , dengan kualitas hafalan yg berbeda, karena si teteh ini juga ada huruf yg dia belum sempurna mengucapkan.

dengan ikut kelas tabarok ini , kami sangat terbantu, karena di rumah kami hanya menemani murojaah dan tikror. menghafalnya lebih banyak di kelas.

hanya saja yg masih jadi PR besar kami, menumbuhkan kemandirian ananda untuk mau murojaah dalam jumlah yg cukup banyak tiap harinya.



karena murojaah nya sedikit, maka hafalan yg telah lalu banyak yg lupa....๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ

Een Laelah : Mau sharing juga tentang proses menghafal Qur'an. Sebenarnya awal proses menghafal sudah cukup lama diawali saat masuk lembaga tahfizh, disitu saya merasakan betul kita lebih disiplin dalam menyetorkan Hafalan sesuai target di kelas kita, namun ternyata saat itu ada satu hal penting yang terlupakan yaitu murojaah.

Akhirnya Hafalan  saya tidak begitu mutqin meski sdh memasuki 4 juz, faktor lainnya karena saya sempat berganti ganti tempat belajar dan qodarullah selama proses menghafal saya melewati 4 kali kehamilan. Sempat down rasanya... Namun tahun 2019 saya mencoba bangkit kembali. Sambil berihtiar mencari guru tahfizh yang dekat dengan rumah karena kondisi saya sekarang tdk memungkinkan untuk keluar rumah di hari ahad karena Senin-sabtu bekerja di ranah publik.

Alhamdulillah Allah pertemukan saya dengan komunitas Sobat Quran sehingga saya bisa melakukan ziyadah dan murojaah secara kontinyu meski lewat online. Sambil terus berihtiar mencari guru tahfizh yang bisa langsung bertatap muka. Doakan ya sahabat agar saya dan sahabat semua bisa istiqomah..

Maaf bukan promosi, awalnya saya subscribe channel nya, lalu ada follow up gabung ke WAG, alhamdulillah sangat membantu para pemula seperti saya yg belum menemukan partner yang bisa menerima Setoran Hafalan setiap hari

Bu KK : Nama Keluarga : Pecinta Al-Qur'an

Buah : 
-ilmu 3T+1M >> teknis membersamai anak auditory
-metode belajar tajwid dengan talaqqi langsung kepada seorang guru
-metode talqin berulang ketika belum bisa baca Al-Qur'an
-metode Talqin dengan buka tutup mushaf ketika sudah bisa membaca Al-Qur'an
-metode flashcard&permainan pengenalan huruf hijaiyah bagi anak linguistik-kinestetik
-berkomunitas untuk memupuk semangat menghafal
-mendengarkan murotal untuk pembiasaan & mempermudah hafalan
-metode Dirosa Lanjutan

[2/2 21.46] +62 856-2186-536: Iya... MasyaAllah.... Kudu nangis trnyta saya banyak lalai di usia lampau...dan baru tertatih2 belajar sekarang.. Bismillahirrahmanirrahim

Rifni Puspita : Izin sharing juga yah. Kalo saya ikut kelas di rumah qur'an dekat rumah. Sebelum bisa masuk ke tahfizh harus meniti tangga dulu dari kelas tahsin, karena yg berhak masuk tahfizh yg sudah benar dan baik makhrajnya. Sekarang sy masih di tahsin level 4. Masih ada level 5 dan level talaqqi sebelum masuk ke tahfizh. Masih jauh perjalanannya ๐Ÿค—

Venny: Dengan buku ap mbk? 
Kemarin saat nyari sekolah keponakan..saat bertanya ngaji pake metode apa.. 
Saya jwb pake Iqro dan tartil... Qodarullah langsung di tolak sm skolahnya. Hehehe... Katany hanya menerima dengan metode tilawati...
Saya yang masih baru belum paham ad berapa saja metode untuk anak... Dan apa perbedaan metode2 tersebut

Anda : Mau sharing juga tentang metode Mulazamah tahsin yang saya ikuti, Mulazamah sudah dikenal sejak zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Secara harfiah, mulazamah bisa diartikan menetap dan tidak meninggalkan.

Istilah ini kemudian dialamatkan pada metode pendidikan non-formal, dimana para santri menetapi dan tinggal bersama gurunya dalam rangka mempelajari suatu ilmu. tapi karena pesertanya ibu-ibu berkeluarga semua, jadi g mungkin  ikut-ikutan mondok jadi pertemuannya 2x sepekan, jadi metode Mulazamah ini sang guru akan mendampingi muridnya cara belajarnya pun berhadapan langsung dengan guru _talaqqi_ , bermulazamah tidak mempunyai target waktu, jika murid belum selesai satu pembahasan maka tidak akan berpindah ke pembahasan lain. Selain mempelajari tahsin , murid-murid juga mempelajari adab pembawa AlQuran.

Rifni Puspita : Saya pernah belajar 2 metode tahsin: bil qolam dan utsmani dan di rumah anak saya belajar pake Iqro. Kalo saya bandingin sebenarnya ilmunya sama ya, cuma urutan belajarnya aja yg berbeda. Kalo metode utsmani mushaf yg digunakan yg standar madinah.

Camila Noor : saya juga belajar menggunakan metode ustmani. Alhamdulillah Masya Allah sy belajar dengan guru bersanad yaitu ustadzah ririn, atau yang biasa d panggil umi alma. pertama masuk untuk mengikuti kajian ini, kami harus mengikuti test, biasanya testnya, membaca Al fatihah, test tulis surat2 pendek dan test tajwid. Setelah itu baru d kelompokan kelas2 nya, ada kelas talaqi ( yg bacaannya masih awal, panjang pendeknya blm konsisten, makhraj hurufnya blm bagus dll ) lalu pra tahsin, dan  tahsin. 

Alhamdulillah dg belajar langsung dengan ustadzah,  bacaan Al qur'an dan hapalan kita ada yg mengkoreksi, jadi kita tahu kesalahan kita dimana, jd bs memperbaikinya.

Lowita F : Kalau dari pengalaman saya, untuk meningkatkan interaksi dengan Al Quran, memang harus dimulai dari *Niat* dalam diri.. sekalinya lupa dengan niat, jadi buat ga fokus gt..๐Ÿ˜ง

Kemudian sebisa mungkin *mencari lembaga quran* yang bisa diikuti. Karena belajar quran memang harus dengan guru bertatap muka langsung. Karena saya domisilinya sering pindah2 jadi sering pindah2 tempat mengaji juga๐Ÿ˜.
Nah baru2 ini ikut di salah satu lembaga yang ada 5 tahap kelasnya, yaitu: kelas Hijaiyah, Tahsin 1, Tahsin 2, Tahfidz 1, Tahfidz 2.
Sebelum memulai kelas tahfidz, harus mengikuti kelas *tahsin* dulu, jadi memang harus benar2 memperbaiki dan memperbagus bacaan Al Qurannya agar saat menghafal sudah sesuai dengan kaidah yang benar. Saya masih di tahap kelas tahsin 2, di sini ditalaqqi dan langsung dikoreksi bacaan yang salah oleh Guru.

Dahulu kala, sebelum mendapatkan lembaga quran untuk belajar langsung dengan guru, karena belum bisa membaca dengan baik dan benar, saya belajar sendiri di rumah. 
Pernah mengikuti Dauroh Quran, dikasi buku2nya. Nah dari buku2 itulah saya belajar tahsin. Selain itu juga mengikuti pembelajaran tahsin di youtube, banyak bertebaran Ustadz/ah yang menyediakan pembahasan tahsin. Tinggal diikuti dan dipelajari di waktu khusus.
Nah, untuk memperlancar bacaan Qurannya, harus *ditarget untuk konsisten tilawah* setiap harinya, 1/2 - 1 juz. Dengan begitu akan terbiasa berinteraksi dengan Al Quran. 

Untuk *menghafal*, karena saya ikut di suatu kelompok mentoring yang ada tugas menghafal gitu, jadi semangat buat menghafal karena ada temannya๐Ÿ˜, jadi ada yang menerima setoran hafalan kita dan mengoreksi.

Untuk proses *menambah hafalannya di rumah*, saya menyiapkan waktu khusus untuk menghafal, mengulang2 membaca ayat yang dihafalkan kurleb 15x, setelah itu dihafalkan tanpa liat diulang2 15x, kemudian sambung ayat yang sudah dihafal sebelumnya.
Nah di luar waktu itu karena aktivitas banyak di rumah, jadi sering2 *putar murottal* surat yang dihafal biar familiar dengan ayat2nya. Kemudian malam hari, saling setor dan koreksi bersama suami, kemudian setelahnya *murojaah*.
Poin pentingnya adalah *konsisten murojaah* ini yang masih jadi PR, banyak ilangnya๐Ÿ˜ท.

Semoga Allah selalu bimbing langkah kita untuk menjadi orang2 yang dekat dengan Al Quran. Aamiin Yaa Robbal'aalamiin.
------------------

Tanah Mati, 10 Februari 2020
Betty Hafidzoh, aamiin Ya Allah


Credit pic. Mulyani
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...