Tuesday, 15 December 2020

PASSION TO NATION

Bismillah,....

Kota virtual nan keren, bernama Hexagon City telah dibangun. Dan mungkin menjadi virtual city pertama di dunia, wow...๐Ÿ˜

Rumah rumah sesuai keinginan juga sudah didirikan. Block dan cluster telah terbentuk. Walikota dan jajarannya telah pula terpilih. 

Kini saatnya beraksi dengan passion. Ya,... menyenangkan sekali membicarakan passion, bukan? Activasi passion adalah menjadi syarat utama hidup di Hexagon City. 

Bagaimana cara mengaktivasi kopassion? Nah, cohousing akan menjadi tempat belajar kelompok, tempat berkreasi dan melakukan projek bersama. Inilah kota yang penuh gairah, masyaallah๐Ÿ˜Š

Btw, Apa itu passion? 

Passion adalah perasaan yang sangat kuat seseorang akan sesuatu. 

Passion seringkali menjadi akar dari berbagai hal sebelum seseorang melakukan sesuatu. Passion tidak selalu sama dengan hobi. Misalkan hobi masak, tetapi setelah dijalani tidak passionate. 

Dengan adanya passion, seseorang seringkali terdorong berinisiatif melakukan sesuatu walaupun tanpa diminta. Tanpa disuruh akan menjalankannya, belajar dengan sungguh-sungguh tentang prosesnya, dan melakukan improvement dari hari ke hari. 

*Nah inilah canvas passionku

Di Hexagon City, hubungan terjadi secara horizontal, inklusif, penuh solusi, sehingga  seseorang tidak akan menjadi yang terhebat, tetapi bagaimana bisa bermanfaat bagi teman-teman di sekitar dan bermanfaat bagi Hexagon City.

Next, setelah diskusi dan berembuk bersama, akan dihande passion projek bertajuk ๐Ÿ‘‰

*GLOBE FIELD TRIP!*

Kami Hexagonia dari Blok GLOBE di Cluster Hexaeducate (CH9 Pendidikan) akan menyelenggarakan FIELD TRIP!

Sebuah virtual event karyawisata yang mengajak warga Hexagon City/ luar Hexagonia untuk berkunjung ke Blok “GLOBE”.

Disana akan disiapkan berbagai pos yang bisa dijelajahi oleh pengunjung. Setiap pos akan dipandu oleh Hexagonia dari blok GLOBE. Kita akan produktif belajar, bermain dan berbahagia bersama.

https://drive.google.com/file/d/1aXNiixJCGexuYh_9Wv4fwir_XMakcnjl/view?usp=drivesdk

#hexagoncity

#hexagonia

#bundaproduktif

#ibuprofesional

20-10-20

HEXAGON ZONA E #2

Aliran Rasa

Pertama sekali, saya akan ungkapkan rasa syukur saya berada di Co House 9 ini. Saya bersyukur punya leader mbak Yessy. Leader keren yang ngayoom banget, humble dan hangat. Punya toleransi yang tinggi dan penuh perhatian pada semua tetangganya. Maasyaallah. 

Auranya menyebar dan menular pada semua teman teman. Semua merasakan kehangatan sehingga melahirkan kekompakan, saling mendukung dan mensupport. 

Sampai saat ini tetap lengkap bersepuluh, walau sebenarnya banyak kendala dan tantangan. Alhamdulillah semua dapat diatasi bersama dengan santuy, maasyaallah. 

Setiap tahap di perjalanan di Bunda Produktif dapat dilewati dan diambil poin pentingnya dengan baik.

๐Ÿ“Passionate People, 

Saya memilih passion bidang pendidikan yakni menjadi guru dan fasilitator alqur'an untuk ibu dan anak. 

Ada toleransi juga di co house 9 ini. Saya diizinkan memilih bidang pendidikan alqur'an walaupun ternyata sebenarnya sudah ada juga bidang Agama di Hexagonia. 

O ya, sebelum sebelumnya, selama berinteraksi dekat dengan Ibu Profesional, saya lebih cendrung memperkenalkan dan dikenal sebagai "fasilitator Pendidikan anak dan keluarga". Namun setahun terakhir ini, tatkala usia telah memberi alarm, dan dikuatkan juga dengan izin yang diberikan suami saya beralih untuk menyatakan diri menjadi guru dan fasilitator pendidikan alqur'an.

Dan untungnya di co house 9 saya diberi ruang untuk itu dalam projek passion bersama bertajuk FIELD TRIP, alhamdulillah.

๐Ÿ“Character Cultivator

Membangun character baik, demi menunjang projek passion yang telah direncakan. 

๐Ÿ“Habit Powered

Ada ruang untuk berlatih bersama dengan habit baik. Menjadi satu tim bekerjasama dan bersama bekerja. So, tidak ada kata untuk hanya maju sendiri dan sukses sendiri.

๐Ÿ“Shining 4E

Semakin kelihatan terang projek passion yang digarap bersama. Semakin kelihatan Enjoy, easy, excellent and earn 

Banyak juga bertaburan sarana sarana pendukung suksesnya berbagai projek keren di Hexagon City. Dimana seluruh warga diharapkan berpartisipasi aktif seperti di facebook, fan page, instagram, yuo tube, hexalink, dan hexamarket

Semoga projek passion ini berjalan lancar dan sukses, aamiin.

#hexagonia

#hexagoncity

#bunprod1

#institutibuprofesional

#zonaE

#ibuprofesional



HEXAGON ZONA E #1

Zona Enjoy Easy Excellent Earn.

Wow….Hexagon city makin menggelora…

Berbagai kreativitas keren bermunculan bagai jamur tumbuh fi musim hujan, ada Hexamedia, Hexamarket, Hexalink, beragam macam parade projek passion. Semuanya rancak semuanya keren. Saluuut saya berlipat lipat, ๐Ÿ‘

Adapun aktifitas zona E pribadi saya adalah sebagai berikut: 

Aktivitas 4E Betty Arianti di Hexagonia:

1. Menjadi warga Blok Globe CH9 Pendidikan ๐Ÿ‘‰ (Enjoy, Easy, Earn)

2. Bersama berdiskusi di cohouse  menyusun program project passion๐Ÿ‘‰ (Enjoy, easy, exellent, earn)

3. Melaksanakan aktifitas habit “Mencari Referensi, Menuliskan dan Berbagi” untuk  Project Passion Globe Field Trip! ๐Ÿ‘‰Easy, Enjoy, excellent, earn

4.Bergiliran menjadi PJ di WAG Cluster Hexaeducate dan WAG Blok Globe (Easy, Enjoy, Excellent, Earn)

5. Menyimak memahami dan mencatat materi kuliah bunprod dari founding mother hexagon city, walikota menyapa, dan tim formula serta berita2 lainnya di HC (alias tim sorak) ๐Ÿ‘‰(easy, enjoy, excellent, earn).

Tidak ada peran yang kecil bukan? Semua peran saling melengkapi dan saling berkontribusi, yess. ๐Ÿ˜

Kegiatan yang saya bintangi adalah kegiatan mencari, mengumpulkan serta menulis dan mendokumentasikan projek passion co house yang terkait dengan field trip di pos saya yakni Renungan Qur'ani. 

Rencana saya akan menampilkan Renungan Qur'ani tentang surat Luqman. Bagaimana ya supaya menarik dan tidak membosankan? 

Mungkin saya juga akan menampilkan film pendek, bacaan qur'an terjemah dan tafsirnya. 

Sebelumnya juga akan ada sesi perkenalan dan sedikit penampilan tentang kearifan lokal daerah saya, seperti wisata dan kuliner dll nya. 

Wuah menarik ya ๐Ÿ˜€ haha saya bikin senang aja dulu. 

Dari diskusi di co house 9 hasilnya begini

Proses zona E ini juga sudah didukung dengan pelatihan live streaming (sdh terselnggara), pelatihan public speaking, dan pelatihan mengedit vidio.

Ya Rabb, semoga projek field trip ini berjalan lancar dan sukses,aamiin


#zonaE

#bunprod

#hexagoncity

#hexagonia

#institutibuprofesional






GO TO X-TRA MILES

Bismillah, 

X-TRA MILES

Yeaay terima raport kayak anak sekolahan ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘. Senang, happy, hasilnya memuaskan alhamdulillah. Terima kasih mbak Yessy, leader cohouse yang telah memberikan penilaian. 

Next, Saya semakin deg-degan dengan projek passion ini. ๐Ÿ˜€Alhamdulillah sekarang sudah tiba di pertengahan perjalanan. 

Go to Xtra Miles, yakni mengerjakan sesuatu dengan usaha lebih. Kalau dengan usaha yang biasa saja, hasil akan biasa saja. Kalau dengan x-tra miles, meningkatkan dan menambahkan satu hal lagi, sehingga menjadi x-tra ordinary.

Sejauh ini telah melangkah, tetap optimis, yess ๐Ÿ’ช. Walau dalam semua kegiatan yang diangkat di tajuk projek passion GLOBAL FIELD TRIP  ini bagi saya penuh tantangan.

Dunia pendidikan adalah passion saya, yes I love it very much. Saya senang mengajar dan berhadapan dengan orang orang secara langsung. But, tampil kedepan, mengajar dan berbagi dengan sarana kecanggihan tekhnolgi mutakhir, nah disitu tantangannya. 

Untunglah hexagon city menyediakan berbagai sarana pelatihan yang dibutuhkan untuk mendukung project passion. Semuanya rasanya pengen diikuti, but tentu saya harus bilang, semua menarik tapi saya tidak tertarik. Saya betul betul harus pintar memilah mana pelatihan yang akan sangat mendukung projek passion cohousenya. Saya akan masuk di kategori quick wins kalau soal pelatihan, senang, suka, dan tidak akan perlu banyak effort, deh. 

Nah yang menjadi major projek adalah, 

-Menjadi MC

-Menjadi operarator live streaming

-Membuat video perkenalan, -Menulis materi atau konten -Latihan presentasi 

-Membuat video pendukung materi.

Dimana itu membutuhkan effort lebih, dan tentu akan menghasilkan dampak yang besar pula. 

Wujuduhu ka 'adamihi. Jangan sampai keberadaan saya di cohouse, atau di cluster dan di Hexagon city sama dengan ketiadaan saya. 

Saya harus berlatih. Karena The mind is just like a muscle. The more you exercise it, the stronger it getsand thr more it can expand.

Agar bisa berkembang, berkarya dan berdampak. Remember again core value Ibu Profesional.

#zonaX#hexagoncity#hexagonia#bundaproduktif#institutibuprofesional

Tanamati,15 Des 2020.



Sunday, 29 November 2020

RENUNGAN QUR'ANI 2

Setelah menyimak, belajar dan berdiskusi bersama tentang positif parenting, kekerasan seksual pada anak, terus boosting semangat dari walikota hexagon city, sebuah kota virtual pertama di indonesia, maka mari sejenak kita menyimak sebuah Renungan Qur'ani.

Saya pengen menyampaikan desclaimer dulu ya. Mohon maaf saya bukanlah ahli, bukan master. Saya juga baru belajar. Saya yakin banyak disini kita yang lebih faham dan lebih faqih, namun kali ini kebetulan saja saya berkesempatan berbagi, ya. Mencoba mengambil peluang menambah jam terbang. Tersebab addinnushihah agama adalah nasehat. Sampaikanlah walau satu ayat. Semoga ada pelajaran yang bisa kita petik ya.

Insyaallah saya akan berbagi SATE SUPER (Saya Teringat Satu Peristiwa), renungan saya tentang surat luqman ayat 12-19.

Berawal dari kerinduan yang memuncak tersebab berpisah jarak dengan si sulung dalam waktu yang lumayan lama. Tiada tempat bergantung terbaik kecuali hanya pada Allah SWT semata. 

Teringat betapa masih terasa minimnya lembaran pendidikan dan pengasuhan yang telah diberikan kepada ananda. Maaasih banyak terasa hutang hutang pengasuhan yang belum terbayarkan. 

Berikut beberapa catatan saya, tentang nasehat agung Luqman kepada anaknya, sehingga diabadikan dalam Al-Qur'an di surat Luqman ayat 12-19. Nasehat komprehensif tentang aqidah, iman, akhlak dan adab.

๐Ÿ“Dalam tafsir Ibnu Katsir dikatakan bahwa Luqman adalah seorang hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu diidentifikasikan bahwa ia adalah seorang hamba sholeh  yang berpostur pendek dan berhidung pesek namun memiliki kekuatan dan akhlak nan agung, beroleh hikmah dari Allah Ta'ala.

๐Ÿ“Luqmanul Hakim memiliki keteladanan dalam mendidik. Keteladanan adalah hal yang sangat penting. Keteladanan asli tanpa penuh kepura puraan. Bukan lain kelihatan  di zohir, dan lain pula yang terbetik di hati.

Luqman telah diberikan Allah hikmah untuk mengenal Allah, mengenal dirinya sendiri, mengenal dunia dan mengenal akhirat. Hikmah pemahaman, ilmu, tuturan yang baik dan pemahaman Islam. Hikmah mengontrol pandangan, menjaga lisan, menjaga kesucian makanan, memelihara kemaluan, berkata jujur, memenuhi janji, menghormati tamu, memelihara hubungan baik dengan tamu, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. 

Demikian Luqman memberikan keteladanan kepada anaknya, setelah terlebih dahulu mempraktekkannya.

๐Ÿ“Bersyukur

Memperakui segala nikmat yg telah diberikan Allah, dan menggunakan nikmat itu dengan baik di jalan Allah. Bersyukur dengan qalbu, lisan dan anggota badan dengan penuh keta'atan. Siapa yang bersyukur niscaya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. 

Bersyukur atas nikmat yang begitu banyak. Tidak terus meratap atas musibah. 

๐Ÿ“Tidak mempersyarikatkan Allah, karena itu merupakan kezaliman yang besar. Beribadah dan berbuat hanya karena Allah semata. Beribadah bukan karena dilihat ustadz pesantren, bukan karena ingin dipuji, atau ingin dianggap baik dan sholeh dsb.

๐Ÿ“Berbuat baik kepada kedua orang tua. Ibu telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah, dan menyapih dalam dua tahun. Kesulitan dan keletihan ibu terjadi siang dan malam selama perawatan dan pengasuhan. Penceritaan ini dimaksudkan agar anak selalu teringat akan kebaikan ibu. 

๐Ÿ“Jika kedua orang tua memaksa untuk mempersyarikatkan Allah, maka janganlah mentaatinya, namun tetaplah berbuat baik kepada mereka berdua. Hanya kepada Allah tempat kita kembali, dan Allah akan memberitahukan apa yang telah kamu kerjakan.

๐Ÿ“Penanaman aqidah

Muroqobatullah, bahwa merasa selalu dalam pengawasan  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Tahu. Walau hanya seberat biji sawipun kebaikan yang dilakukan, hatta berada di dalam batu, baik di pelataran langit ataupun bumi, niscaya Allah pasti mengetahui dan akan membalasnya. 

Sungguh Allah Maha Tahu walaupun tidak di share di media sosial, tidak di upload di facebook, instagram dan lainnya. 

Pun demikian dengan kezaliman atau kesalahan seberat biji sawi pasti Allah Maha Tahu dan Maha Membalas. 

๐Ÿ“Mendirikan Shalat 

Setelah semua poin yang diatas terbina, barulah tiba perintah shalat. Belajar shalat dan menerapkan pembiasaan. Mendirikan shalat sejalan dengan kewajiban, hukum, rukun, dan waktunya.

๐Ÿ“Mengerjakan perbuatan yang baik, menganjurkan dan menyuruh orang untuk berbuat baik lalu mencegah pada kemungkaran. 

๐Ÿ“Bersabar

Bersabar terhadap apa yang menimpa, sebab orang yang menyeru kepada kebaikan, menyeru pada jalan Allah pasti  mendapat gangguan, kendala, dan tantangan. Dan itu merupakan ketetapan. Maka bersabarlah,dan sabar itu adalah perkara yang besar.

๐Ÿ“Janganlah kamu memalingkan wajahmu dihadapan manusia, karena sombong. Walaupun sombong itu adalah penyakit hati, tapi akan kelihatan secara zohir. Akan nampak dalam cara memandang, cara berjalan, cara berpakaian, cara berpakaian, memalingkan wajah, memotong pembicaraan dan sebagainya. Janganlah berjalan dimuka bumi dengan sombong. Sombong dalam penampilan, sombong dalam perkataan, pamer sehingga lupa bahwa nikmat itu adalah pemberian Allah Ta'ala. 

๐Ÿ“Berjalanlah dengan sederhana, biasa biasa saja. Rendahkanlah suara, jangan berteriak. Jangan angkat suara kalau tidak perlu. Sungguh suara yang paling buruk itu adalah suara keledai. Toh, tingginya suara bukan menunjukkan kemualiaan.

Wallahua'lam. 


Tanah Mati, 29 Nov 2020.



Sunday, 15 November 2020

STRONG WHY

PENGABDIAN MASYARAKAT

(KKN kata orang kuliahan)


Aha, ummi sepertinya aku sudah menemukan strong why,  kenapa aku belum sekolah di perguruan tinggi. 


Aku selalu dikumpulkan dengan orang orang yang kayaknya fikiran dan kegiatannya sama dengan aku. Selalu ada saja jalannya untuk itu. Seperti kegiatan di Rumah Baca Kato, di Fesper, Jamnas Kamus Seru, di kemping Ibu Profesional, di Syabab Longkor, di Gerak Perak, Amani, Lebah Putih, Ashoka, Art Lab, dll.


Sang commander, arranger, developer, motivator, communicator, sport,  and  interested in psychology especially in mental health. 


Terdapuk menjadi Leader di Projek Kato Art Lab. Katanya tiga malam ga bisa tidur memikirkannya. Tersebab yang dihandle adalah dari berbagai tingkat umur,  sebagian besar para senior di segi usia, anak kuliahan dan para fresh graduate. 


Tentu tak mudah baginya menata diri, mengharmoniskan bahasa, agar semua klop dan berjalan sinkron dan kompak. 


Finally, ia bisa memanage diri, bangun dan bangkit, "Bukankah aku suka tantangan? Ini tantangan ada di depan mata.


Dilapangan memang jungkir balik juga dia kayaknya. Ada tawa bahagia, ada senyum senang hati, ada tangis kecewa, marah dan emosi. But,  I believe she can make it.


Ummi lebih banyak berperan menjadi pengamat dan penyimak, mendengar dan melebarkan telinga. Tak hendak mendikte dan mengatur. Tentu ummi pribadi juga berjuang untuk ini. Belajar tega yang berlipat lipat ๐Ÿ˜€.


Memang tidak sederhana yang dia urus bersama tim-timnya.

Rapat demi rapat, menyusun program, mengurus ini itu, memikirkan dan memanage dana, menjalankan program, hatta kerjasama memasak untuk konsumsi, dst dst. 


Big thank to maestro, mentor dan fasilitator Mak Omi Romi dan Om Rijal Tan Menan yang telah mencipta ruang buat para anak muda negri untuk bersinergi menghasilkan karya karya bermanfaat.


Projek demi projek telah terselenggara dengan sukses di KATO. Ada juga projek projek yang akan dan sedang OTW. Masa pandemi bukanlah halangan untuk tetap berkarya, bukan? Tetap perhatikan protokol kesehatan, of course.  Cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. 


You can do it anak muda ๐Ÿ‘๐Ÿ’ช




Sunday, 25 October 2020

RENUNGAN QUR'ANI

ุงู„ู…ุงู„ ูˆุงู„ุจู†ูŠู† ุฒูŠู†ุฉ ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุจุงู‚ูŠุงุช ุงู„ุตุง 

ู„ุญุงุช ุฎูŠุฑ ุนู†ุฏ ุฑุจูƒ ุซูˆุงุจุง ูˆุฎูŠุฑ ุงู…ู„ุง. (ุงู„ูƒู‡ู ูคูฆ)

Harta dan anak anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Q.S Alkahfi : 48)

Amal kebajikan walau kecil sekalipun, tetapi dilakukan terus menerus dan berkesinambungan adalah lebih baik dari pada amal yang dikerjakan banyak tapi hanya sesekali dan tidak berketerusan.

Bunda, kita sudah sama-sama tahu bahwa berinteraksi dengan alqur'an hendaklah berterusan setiap hari. Tiada boleh jeda. Sekolah boleh libur, bekerja boleh libur, ke sawah ke ladang boleh libur, memasak, dan menyapu boleh libur, namun tidak demikian akan interaksi kita dengan alqur'an. Ya, membacanya, menghafalnya, mentadaburinya apalagi mengamalkannya, tiada boleh libur.  Kenapa? Agar hati kita senantiasa bahagia. Agar kehadiran Allah terasa begitu dekat. Maka dengan mendekat kepada Allah pulalah kemuliaan akan kita peroleh. 

Seringkali kita beralasan sibuk, sehingga tiada sempat membaca Alqur'an. Yakinlah, bahwa sejatinya bukan karena kita sibuk kita tidak sempat membaca alqur'an, akan tetapi karena tidak membaca alqur'anlah perasaan kita menjadi sibuk, dan struktur berfikir kita menjadi kacau. 

Sebaliknya, justru setelah membaca alqur'an kita akan merasa tidak sibuk, karena hati kita merasa tenang, jiwa kita menjadi lapang, dan bahagia telah menjelang.

Kala kita sibuk dan tiada sempat membaca alqur'an, itu adalah kode bahaya, sebab bisa jadi keputusan yang kita ambil, langkah yang kita tempuh, tindakan yang kita lakukan tiada dibimbing oleh Allah Ta'ala. 

Bunda, tidaklah kita tergiur dengan dengan fadhilah dan keutamaan yang banyak bagi orang yang berinteraksi dengan alqur'an? Bagaimana agar fadhillah itu tidak hanya menjadi pengetahuan kita, akan tetapi hendaknya mampu menjadi energi penggerak agar kita tetap istiqomah berinteraksi dengan alqur'an.

Marilah sama sama merayu diri dan bertanya lagi ke lubuk hati. Begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan, baik diminta maupun tidak,  tidakkah kita ingin bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca Alqur'an? 

Allah Ta'ala dan Rasulullah saw menyuruh kita berinteraksi banyak dengan alqur'an. Untuk siapakah gerangan manfaatnya? Tidak lain dan tidak bukan adalah buat diri kita sendiri bukan? 

Tidakkah kita merasa khawatir dengan diri ini. Jatah usia makin hari makin sedikit. Jaminan surga tiadalah ditangan. Amalan tiada dapat diandalkan, masih juga enggan berinteraksi dengan alqur'an. Atau jangan jangan malah alqur'an yang enggan mendekat dengan kita, sebab terhalang gunungan dosa kita? 

"...demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayatNya agar kamu memikirkan tentang dunia dan akhirat,...(QS. Albaqoroh : 219-220).

Wallahua'lam bishshowaab 

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

Saturday, 24 October 2020

MANAJEMEN EMOSI DI ISTRIKU BULAN

Bismillah, 

Istriku Bulannya Nesri Baidani terus naik rating. Aku salah seorang pembaca dan penikmat setianya. 

Tidak hanya sebagai bacaan tanpa arti. But, bagiku pribadi novel ini sarat ibroh, kaya makna dan banyak hikmah yang bisa dipetik. Terutama jadi menilik kedalam diri. 

Tak hendak hanya menikmati hikmah untuk diri sendiri. Aku juga mau berbagi pandangan, dan akan kujadikan hadiah buat teman-teman..

Hadiah sederhana berupa beberapa catatan hikmah dari "Istriku Bulan" tentang pendidikan dan pengasuhan, yang saya rujuk dari QS Lukman ayat 12-17,  

Dimana kalau "pelajaran"  tsb tidak "selesai" maka akan menimbulkan emosi, marah tak berkesudahan, dendam, berbagai penyimpangan, dan segala pernak pernik sakit hati lainnya. 

Seperti para tokoh dan karakter yang ada di Istriku Bulan. ((Authornya piawai sekali mencipta karakter karakter unik, yg mengaduk aduk perasaan pembaca, membuat para telorist terus beraksi. Author juga piawai menghadirkan banyak surprise di setiap episodenya. Ga ada yg bisa nebak kisah selanjutnya.)) Awalnya saya memang tak habis fikir kenapa Kamal sang idola (ehem) bisa bertindak dan bersikap seperti itu. Sedangkan dia bersekolah di pesantren, belajar agama, bahkan hafidz 6 juz alquran, dan (sepertinya) berasal dari keluarga dan keturunan baik-baik.  Pertanyaan makin banyak saja memenuhi kepala, ketika tiap episode bertambah. Bagaimana dia sebenarnya dididik dlm keluarga. Besar tumbuh dalam keluarga spt apa dia sebenarnya? Siapa sih yang salah? 

Satu persatu pertanyaan itu terjawab seiring makin tingginya nomor episode novel. (Berkat sabar jadi telorist dan ngikutin kisahnya) :)

Kemon mulai baca catatanku….

  1. Keteladanan 

Dalam mendidik keteladanan adalah hal yang sangat penting. Keteladanan asli tanpa penuh kepura puraan. Bukan lain kelihatan  di zohir, dan lain pula yang terbetik di hati. Seperti yang telah dicontohkan Luqman. luqman telah diberikan Allah hikmah untuk mengenal Allah, mengenal dirinya sendiri, mengenal dunia dan mengenal akhirat. Hikmah pemahaman, ilmu, tuturan yang baik dan pemahaman Islam. Hikmah mengontrol pandangan, menjaga lisan, menjaga kesucian makanan, memelihara kemaluan, berkata jujur, memenuhi janji, menghormati tamu, memelihara hubungan baik dengan tamu, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Demikian dia memberikan keteladanan kepada anaknya, setelah terlebih dahulu mempraktekkannya.

  1. Bersyukur

Memperakui segala nikmat yg telah diberikan Allah,dan menggunakan nikmat itu dengan baik di jalan Allah. Bersyukur dengan qalbu, lisan dan anggota badan dengan penuh keta'atan. Siapa yang bersyukur niscaya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. 

Bersyukur atas nikmat yang begitu banyak. Tidak terus meratap atas musibah (mis.keguguran mama Kamal) yang menimpa, dan lantas melupakan nikmat lain yang banyak, sekecil apapun itu. 

(Meninggalnya mama Bulan, membuat ayahnya abai dengan Bulan kecuali mencukupi finansial, Riana yang terlahir perempuan disulap ayahnya menjadi laki laki tak terkalahkan)

3.  Tidak mempersyarikatkan Allah, karena itu merupakan kezaliman yang besar. Beribadah dan berbuat hanya karena Allah semata. Beribadah bukan karena dilihat ustadz pesantren, bukan karena ingin dipuji, atau ingin dianggap baik dan sholeh (oleh mama ya Kamal)

4.  Berbuat baik kepada kedua orang tua. Ibu telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah, dan menyapih dalam dua tahun. Kesulitan dan keletihan ibu terjadi siang dan malam selama perawatan dan pengasuhan. Penceritaan ini dimaksudkan agar anak selalu teringat akan kebaikan ibu. 

(Kamal tau sekali dengan kesulitan dan kasih sayang mamanya. Ia tak ingin menyakitinya sedikitpun. Tapi kenapa ketika jauh dari mamanya ia berbuat hal yang melukai hati mama?) Next, mungkin kurang penanaman aqidah.

  1. Penanaman aqidah

Muroqobatullah, bahwa merasa selalu dalam pengawasan  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Tahu seberat biji sawipun kebaikan yang dilakukan, hatta berada di dalam batu, baik di pelataran langit ataupun bumi, niscaya Allah pasti mengetahui dan akan membalasnya. Pun demikian dengan kezaliman atau kesalahan seberat biji sawi pasti Allah Maha Tahu dan Maha Membalas. 

(Ketika tak ada orang melihat, Kamal mencoba bunuh diri. Lepas dari pengawasan pesantren lantas meninggalkan shalat, meninggalkan kepercayaan pada Allah, meniadakan-Nya hatta berzina.) Apakah pembiasaan kurang? Big No. Sungguh di pesantren pembiasaan sangat keren, bukan?. 

  1. Mendirikan Shalat 

Setelah semua poin yang diatas terbina, barulah tiba perintah shalat. Belajar shalat dan menerapkan pembiasaan. Mendirikan shalat sejalan dengan kewajiban, hukum, rukun, dan waktunya.

  1. Mengerjakan perbuatan yang baik, mencegah pada kemungkaran. 

(Btw, Kamal rajin berbuat baik pada orang lain, rajin berderma dan berdonasi.)

  1. Bersabar

Bersabar terhadap apa yang menimpa, sebab orang yang menyeru kepada kebaikan,menyeru pada jalan Allah pasti  mendapat gangguan. Dan itu merupakan ketetapan.

Hampir semua konflik di novel ini berawal dari ketiadaannya poin "pelajaran" diatas. 


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

Note : telorist ; sebutan buat para netizen yang selalu menuntut lanjutan part novelnya.




Friday, 23 October 2020

SELF CELEBRATION

Bismillahirrahmanirrahim

  1. Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad) 

  2. dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu 

  3. yang memberatkan punggungmu 

  4. dan kami tinggikan sebutan namamu bagimu

  5. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan 

  6. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan

  7. Maka apabila engkau telah selesai dari sesuatu urusan tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain 

  8. dan hanya kepada tuhanmulah engkau berharap 

(Q.S Al Insyirah 1- 8)


๐ŸŒธ๐ŸŒธAha Moment๐ŸŒธ๐ŸŒธ

Alhamdulillah wasyukrulillah, sudah berada di kelas-kelas idaman setelah berproses sedemikian rupa-rupa warna,haha . Pencapaian kemajuan diri ditengah kesibukan berbagai aktifitas kerumahtanggan, aktifitas belajar, berbagi dan berkarya.

Awal yang baik, bismillah. Ini hadiah ulang tahun dari dan oleh diri sendiri haha ....yeeay.๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘September nan punya banyak cerita,  juga bertepatan dengan awal bulan hijriah, Muharram. Masyaallah. 

Beroleh tiga ijazah di awal September tahun ini, hal yang luar biasa buat aku sendiri. Belajar di tiga kelas yang kebetulan waktunya bertepatan sama. Masing masing ada tugas harian yang menuntut konsistensi dan persistensi tinggi. Kalau dirasa dan dipikir bakalan jauh panggang dari api. Andai sekolah formal ini sudah masuk S berapa ya? ๐Ÿ˜…

Hmm....Hatiku berbunga bunga, seperti surat-surat cinta, eeaaa. 

Merayakan kemajuan adalah menguatkan momentum, fokus pada keberhasilan. Fokus  merayakan kemajuan walau sekecil apapun, karena ia akan mengeluarkan hormon endorphin dalam diri 

Merayakan kemajuan sama dengan menarik energi baru. Memberikan apresiasi pada diri sendiri sebagai wujud dari syukur. Bersyukur atas kemajuan yang telah diperoleh walaupun hanya kecil dan sedikit. Tersebab mengapresiasi kesuksesan demi kesuksesan kecil lama lama akan menjadi besar, insyaallah. 

Seseorang tidak akan bisa mensyukuri dan mengapresiasi yang besar, kalau tidak bisa mengapresiasi yang kecil. 

Namun, merayakan kesuksesan dan kebahagiaan tidaklah boleh berlebihan, karena itu akan mengurangi energi. So, rayakan dengan secukupnya saja.

๐ŸŒธBunda Cekatan๐ŸŒธ

Kelas Bunda Cekatan (6 bulan) adalah tahapan belajar ketiga di kurikulum Institut Ibu Profesional, setelah lulus kelas Matrikulasi (3 bulan), Bunda Sayang (12 bulan). 

Sistem belajar yang dikemas apik berupa proses metamorfosis sempurna kupu-kupu. Ada sistem gugur di setiap tahapnya kalau tidak tuntas menyelesaikan tantangan. 

Saya menikmati setiap kejutan yang disajikan bundo Septi dalam play ground bunda cekatan, mulai dari tahap telur telur, ulat ulat, kepompong, dan kupu kupu. 

Prosesnya tidak hanya bermanfaat buat saya pribadi, tapi juga buat anak anak dan keluarga.

Terima kasih tak terhingga saya haturkan pada Bundo Septi  dan Mak Ika, sebagai fasilitator dan co fasilotator yang mengampu dengan sangat keren perkuliahan bunda cekatan ini. Jazakumallahu khairon katsiro. 

Terima kasih juga buat semua teman teman sekelas, keluarga pecinta Alqur'an, buddy, mentor dan mentee yang berasal dari berbagai IP regional diseluruh Nusantara, Asia dan Non Asia, Maasyaallah. 

Kadang serasa mimpi bisa lulus sampai tahap akhir ini. Banyak tantangan yang muncul di setiap prosesnya. Alhamdulillah kupu kupu cantik menjelma juga. 

Qadarullah, saat perkuliahan fase kupu-kupu, Si Tengah  jatuh sakit. Proses mentoring sebagai mentor Homeschooling, dan mentee Alqur'an saya lakukan ditempat tidur sambil merawat ananda. Kemudian bolak balik ke rumah sakit sampai dirawat inap juga๐Ÿ˜ญ. Wisuda meriah on line juga saya ikuti sembari  berbagi waktu dan perhatian pada si tengah yang dirawat di Rumah Sakit waktu itu. Subhanallah.


Tak disangka tak diduga ada kejutan istimewa dari Kahima, kalau saya terpilih sebagai mahasiswa yang mengumpulkan jurnal lengkap dan tepat waktu, Alhamdulillah.


๐ŸŒธSOMK (Sekolah on line Muslim Konselor)๐ŸŒธ

Beberapa hari sebelum saya dapat informasi tentang SOMK (Sekolah On line Moslem Councelor), Aisyah putri sulung saya yang homeschooler bilang kalau dia mau ikut magang psikologi di Bandung. Saya masih kurang faham dengan ilmu psikologi itu. 

Alhamdulillah "murid siap guru datang" sementara saya siap belajar, informasi SOMK justru muncul di beranda facebook saya. Tanpa pikir panjang langsung saya daftar ikut SOMK. 

Jadi saat anak belajar  di magangnya, saya juga ikut belajar di SOMK. So, ngga bego2 amat saya kalau diskusi bersama anak.๐Ÿ˜ Kelas-kelas awal SOMK ini saya ikuti dalam keadaan nikmat terbaring sakit selama sebulan lebih. Alhamdulillah 'ala kulli hal.

Doeloe, saya pernah mendengar bahwa ilmu yang sering terpapar paham Barat adalah ilmu parenting dan psikologi,(wallahu a'lam) namun lewat SOMK saya jadi lebih tahu tentang konseling yang Islami, alhamdulillah.

Alhamdulillah, dari pertama bergabung saya sudah yakin SOMK adalah tempat belajar yang keren, dibimbing oleh bunda Djauharah yang maasyaallah luar biasa. Beliau seorang psikolog dan konselor yang telah berpengalaman lebih dari 35 tahun. Master Tekhnologi Pendidikan, Konsultan Pendidian, Terapis, Trainer Motivator dan inspirator menciptakan model sistem pendidikan Bunyan. Beliau juga pernah belajar SEFT, belajar di Ma'had Al Hikmah Jakarta, dan LIPIA Jakarta, dimana saya juga salah satu almamaternya (berasa sejodoh deh :)). Beliau juga seorang hafidzoh alqur'an 30 juz, saat usia 70 tahun masyaallah. 

Finally, bisa lulus dengan predikat maksimal di SOMK ini, merupakan nikmat yang luar biasa. Bisa hadir di kelas setiap hari (Senin-Jumat) selama lima bulan,  tanpa absen kecuali hanya 2 hari aja, kalau ga salah. Terus bisa mengerjakan tugas berupa resume materi setiap hari, ditambah dua buah tugas resume buku sehingga lulus dan berhak ikut tergabung di majelis alumni SOMK, maasyaallah.


๐ŸŒธKelas Alqur'an๐ŸŒธ

Saya mempunyai keinginan yang kuat untuk selalu berinteraksi dekat dengan Alqur'an. Namun,  kesibukan harian seringkali melenakan. 

Berkali kali membuat komitmen dengan diri sendiri, berkali kali pula lengah dan dilanggar. 

Berusaha mencari teman, berkumpul dan berniat untuk merealisasikan mimpi yang sama, but kadang hanya semangat di awal saja. 

Sampai suatu hari di bulan September 2018, saya bulatkan tekad untuk bergabung dengan sebuah sekolah khusus Alqur'an. Alot juga diskusi dan proses perizinan dengan Uda. Beliau beralasan, 

"Kamu sudah belajar di berbagai Dauroh Alqur'an, sudah belajar di Ma'had Almadaniy, Ma'had Alhikmah, sudah pula kuliah di LIPIA. Sekarang saatnya kamu praktekkan semua ilmu itu."

"Da, sudah puluhan tahun diusahakan belum juga bisa tuntas alqur'annya. Mohon izin Da, please."

Akhirnya dengan tersenyum beliau memberi lampu hijau. Bahkan beliau pula yang seringkali berjasa untuk antar jemput ke tempat belajar. Menjadi partner diskusi, berdebat dan bertengkar ๐Ÿ˜…. Thank you my lovely hubby.❤️

Bulan berikutnya, November, kelas dimulai. Kelas Tahfidz itulah yang saya incar. Namun ternyata tak bisa ujug-ujug langsung masuk kelas tahfidz. Harus mulai dari kelas Tahsin level 1, 2,3 dan 4. 

That's OK, bismillah. Saya mulai belajar dan juga mengamati, dong, hehe. Ketika menerima buku panduan, langsung saya tamatkan membaca dan berlatih dengan suara nyaring sampai tamat. Dua kali pertemuan di level satu, saya mohon untuk bisa ikut ujian naik tingkat level 1. 

Alhamdulillah lulus, dan pekan berikutnya boleh langsung ikut ujian naik tingkat level 2. Alhamdulillah lulus lagi dan saya harus ikut belajar di level 3. Ini level untuk belajar teori dan matan tajwid Imam Aljazary. Tiga bulan lamanya belajar di level 3. 

Setelah lulus ujian tingkat, maka masuk ke kelas tallaqi 30 juz alqur'an. Hmm luar biasa. Maka nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan? 

Kurang lebih setahun lamanya tasmi' alqur'an tiba saatnya wisuda. Ujian munaqosah layaknya sidang skripsi….oh..deg degan. Bacaan Alquran,  semua teori tajwid dan matan Aljazary diuji. 

Namun, ujian lain  yang ada dihadapan mata. Merawat ananda yang masih terbaring di Rumah Sakit. Tambahan lagi ini semua terjadi dimasa pandemi yang tantangannya makin berlipat. 

Notifikasi latihan ujian dari ustadzah selalu masuk ke ponsel. Tiada satupun bisa aku hadiri. 

Sudah kuputuskan untuk mengundurkan diri saja, toh sejatinya aku sudah tamat kok. Ujian dan wisuda hanya formalitas saja, begitu aku menghibur diri. 

Lagi lagi diluar dugaan, ustadzahku memotivasi dan menguatkan bahwa aku bisa ikut ujian dan wisuda. Kemudahan demi kemudahan juga ditawarkan. Maasyaallah.

Aku diperbolehkan hadir saat sudah bisa datang saja. Setelah beroleh izin ananda dan kira kira sudah bisa ia ditinggal. Jadi tidak harus seperti peserta wisuda yang lain harus hadir jam 07.00 pagi dan pulang sore sekitar asar. 

Alhamdulillah saat saya datang, langsung dipersilahkan naik ke panggung dan mesti siap tampil membaca alqur'an menjawab soal soal ujian. Setelah selesai saya langsung pamit pulang. Dan tidak sempat menyimak hasil wisuda. 

Fa inna ma'al 'usri yusro. Inna ma'al 'usri yusro . Maka sungguh bersama kesulitan ada kemudahan. Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan. 

Dapat kejutan ketika menerima ijazah, predikat mumtaz tertera di sana. Alhamdulillah.

Biiznillah, dapat menyelesaikan kelas-kelas dengan high energy ending. Maasyaallah. 

Berani berkisah bukan untuk berbangga, namun hanya berharap semoga ada yang terinspirasi. Sebab, segala sesuatu yang kita miliki bila tidak menjadikan kita lebih dekat kepada Allah, dan menjadi bekal kita untuk menghadap Allah, maka semua itu bukanlah menjadi bukti kecintaan Allah kepada kita. Wallahu a'lam bishshowab.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

Tanah Mati, Jumat 23 Oktober 2020.


Monday, 19 October 2020

DETIK-DETIK

DETIK
Oleh : Betty Arianti

Semburat jingga telah menimpa langit biru. Tak lama lagi mentari akan tenggelam sempurna. Aku bersiap-siap untuk pulang, sejenak setelah mama datang untuk bergantian menemani papa di shif malam. 

Remuk redam rasanya badan. Letih tiada terkira. Tiga malam sebelum papa dirawat di Rumah Sakit ini, kami bertiga, mama, papa dan aku nyaris tiada dapat terpejam walau sebentarpun. 

Sakit papa kian parah, rasanya aku tak tega untuk sekedar memicingkan mata. Rintihan sakit yang memilukan. Tiap beberapa menit ke toilet. Kalau dalam keadaan susah berjalan ini, kamar mandi rasanya jauh sekali.
Berdua dengan mama, aku bolak balik membantu papa naik kursi roda, menuntun untuk ke belakang. 

Duduk beliau tak nyaman, tiduran pun tak bisa. Tumpukan bantal yang disusun di tempat tidur juga tak membantu papa untuk istirahat. Sebentar bersandar ke bantal, sebentar duduk meringkuk. Nafas beliau makin sesak. Makan tak mau, minumpun beliau enggan.
 
                     *******
Malam itu aku sudah berniat untuk tidak menginap di rumah sakit. Aku sudah minta izin sama mama untuk pulang. Lagipula papa juga sudah dibantu para dokter dan perawat. Kuperkuat rasa tega untuk pulang, satu malam saja. 

Sampai dirumah, aku harus memasak untuk makan malam. Lengkap sudah rasanya kelelahan itu. Setelah semua beres, aku gelar tikar dilantai, terus rebahan melepas penat yang berlipat.
 
Tak lama adikku, Rahmad datang. Suamiku membukakan pintu. 
"Uda saja yang antar kasur ke rumah sakit ya, Da. Saya tak bisa pergi, anak anak tak mungkin ditinggal,"kata Rahmad menjelaskan.

"Baiklah,"jawab Uda pendek. 

Aku lega, karena Uda yang akan ke Rumah Sakit malam itu. Jadi aku bisa istirahat, mengumpulkan tenaga untuk esok pagi menggantikan mama menemani papa lagi. 

Sembari rebahan kurapal zikir Fathimah. Biasanya zikir putri Rasulullah itu sangat membantu mengurangi rasa penat yang mendera.

Belum selesai aku mengucap zikir semuanya, tiba tiba suara suami mengagetkanku, "Ayo kita berangkat ke Rumah Sakit."

"Ya Rabb, aku lelah sekali, beri aku kekuatan"batinku. 

Tak tahan, sambil merajuk, kuutarakan juga pada suami, "Da, bagaimana kalau Uda saja yang berangkat? Aku capek sekali Da."
 
"Masak Uda sendiri, sih? Ayo berangkat sama sama, sekalian sama anak anak juga,"kata suamiku tegas. 

Aku tak kuasa lagi menolak. "Bismillah,"Kami berangkat sekeluarga. 

Namun, tiba di Rumah Sakit rupanya jam bezuk sudah habis. Pintu yang dijaga dua orang satpam itu sudah ditutup. 

"Pak, mohon izin kami buat masuk. Kami mau mengantar kasur ini kedalam,"kataku pada Pak Satpam. Alhamdulillah para satpam baik hati itu mengizinkan kami masuk, padahal biasanya peraturannya ketat sekali. 

Setelah meletakkan kasur, menanyakan keadaan papa. Aku dan suami pamit untuk pulang.

 Satu lagi yang aku tak kuat di ruang rawat papa itu adalah, bau busuk khas yang membuat ludahku tak bisa ditelan. Seperti bebauan dari septiteng. Adik-adikku paham sekali tentang kelebihan penciumanku ini. Kalau buat orang lain, biasa saja. Pasti bagi hidungku luar biasa. 

Sampai dipintu, papa melihatku seperti memelas, "Bet, kamu tidur disini saja. Kamu tidur disini saja,"kata beliau mengulang sampai dua kali. 
Aku tertegun dipintu. Galau antara menolak dan mengiyakan. Tak tega menolak karena memang biasanya selama hampir setahun belakangan papa bolak-balik dirawat di Rumah Sakit, aku selalu ikut menemani beliau. Akan tetapi kalau aku jawab, "iya"aku dalam keadaan lelah sekali.

 "Aku izin Uda dulu ya, Pa."kataku menunda memberi jawaban, lalu keluar menemui suami dan anak anak. 

"Papa minta, aku nginap disini,Da". Suamiku diam sejenak, lalu mengangguk tanda memberi izin. 

Anak anak yang protes, "Ngga usah Mi, Ngga usah Mi, Ummi kan capek,nanti Ummi sakit, Ummi tidur dirumah saja"kata mereka bertiga bergantian, dengan nada khawatir.
 
Tapi, suami sudah memberi izin. Aku lebih baik taat saja. 
              ********
Aku masuk ruang inap papa lagi, lalu mencek selang infus dan selang oksigen yang membantu pernapasan papa, sebelum menemui perawat jaga malam itu.

 Aku harus menyelamatkan hidungku dulu, agar bebas dari penciuman tak sedap di ruangan itu. Agar aku bisa menelan ludah dan bisa rebahan walau sejenak. 

"Suster, maaf apakah ruangan ini dekat dengan septikteng? Atau septiktengnya sudah penuh? Kenapa bau sekali?"tanya saya pada perawat jaga. 

"Mungkin dari kamar mandi, Buk. Coba semprotkan aja parfum ini,"Jawab perawat itu sambil memberikan tabung pewangi ruangan.

Aku terima tabung pewangi itu, walau kurang yakin, karena rasanya sumber bau bukan dari kamar mandi.

Setelah menyemprot kamar mandi, aku mulai menggelar kasur berniat hendak rebahan. Kami mengatur posisi. Selain papa, ada pasien lain diruangan ini. Dia ditemani ibunya. Jadi kami mesti berbagi tempat agar muat tidur bertiga di lantai. 

"Ya, Rabb, setelah punggung diluruskan di kasur, bau busuk itu makin menyengat tajam. Sungguh aku tak kuat dengan bebauan ini. 

Alhamdulillah papa lumayan tenang, beliau bisa tidur telentang, tidak meringkuk seperti di rumah. 
Kulihat semua sudah tidur. Mama juga sudah terlelap, pasien sebelah dan ibunya juga sudah pulas. Aku mulai bergerilya mencari sumber bau. Mana tahu dari barang-barang pasien sebelah. Kuintip satu persatu, termasuk beberapa tas kresek mereka di bawah tempat tidur. Hasilnya nihil. Sumber bau bukan dari barang-barang mereka. 

"Atau jangan jangan benar ya obrolan dengan pasien sebelah tadi, kalau ruangan ini bekas merawat pasien muntaber? Ah,entahlah…."Aku membatin.

Aku melapor lagi ke loket perawat jaga. Barangkali bisa pindah keruangan lain karena ruangan lain banyak yang kosong. Mereka menjawab tidak bisa. Ya Rabb.

Jam menunjukkan hampir pukul 12 malam. Papa makin gelisah. Beliau tak bisa tidur. 
"Apa yang sakit,Pa?"tanyaku berusaha tenang. 
"Ngga ada yang sakit," beliau menjawab sambil menggeleng.
 
Cairan infus papa rupanya hampir habis. Aku lapor lagi ke perawat. Lalu, dua orang perawat masuk. Kulihat mereka juga mencium bau tak sedap setiap kali masuk ruang rawat papa ini. Selesai memasang tabung infus baru, mereka buru-buru keluar, dan memanggilku untuk ikut mereka ke ruang piket perawat. 

"Beneran Ibuk mau pindah ruangan?". 

"Ya Suster!"Aku menjawab penuh semangat.

 "Tapi kedua pasien ruangan itu harus pindah juga Buk,"lanjutnya.

 "Baik, saya akan mengajak mereka pindah juga, Sus."

Aku yakin, pasien sebelah itu mau untuk pindah juga, karena mereka berdua sebenarnya juga merasa kurang nyaman.

Tepat jam 12 malam, akhirnya kami pindah keruangan baru. Papa didorong naik kursi roda, karena beliau tak kuat lagi berjalan. Alhamdulillah, leganya hidungku. Semua juga senang karena merasakan kelegaan yang sama. 

Karena penasaran dengan sumber bau tak sedap itu, diam-diam, aku balik kembali ke ruang rawat tadi. Kulihat perawat membuka semua sprei sarung bantal, dan selimut. Memindahkan lemari-lemari dan dispenser. Kurasa mereka juga penasaran dengan sumber bau itu. 

Tak tahan, kutanya juga akhirnya, "Apa sebenarnya yang bau itu, sus?"
Perawat itu tidak menjawab dengan kata-kata, tapi arah telunjuknya sudah cukup membuatku mengerti. 
Dibawah kolong lemari, yang posisinya tadi persis diatas kepalaku ketika rebahan, ada seonggok noda kuning kecoklatan yang sudah mulai mengering.
***********
Tantangan bau menusuk hidung sudah selesai. 
Tikar dan kasur digelar kembali dilantai ruang inap yang baru. Aku berharap bisa istirahat. Aku coba meluruskan punggung di kasur tipis itu. Oh, ternyata tidak semudah yang diharapkan. Aku tak tega untuk tidur, sedangkan papa kelihatan sangat kepayahan, seperti kesakitan, tapi setiap ditanya beliau selalu menjawab tidak. Beliau baru menjadi lebih tenang ketika mengucap, "astaghfirullahal'aziim"dengan suara cukup keras.

Jam menunjukkan pukul setengah tiga dinihari. Entah sudah berapa kali papa minta ditemani ke kamar mandi, mau buang air besar kata beliau, namun tidak pernah berhasil. Tidaklah gampang perjuangan ke kamar mandi. Naik kursi roda dan membawa membawa peralatan infus. 

Setelah papa berbaring, aku berwudhuk hendak shalat tahajjud. Baru selesai dua rakaat, mama mengajakku duduk berdua ditepi pembaringan papa. Papa sudah bisa tidur dengan kaki lurus dan satu bantal saja dikepala. Alhamdulillah, ini kemajuan menurutku.

Lalu mama menyuruhku membaca surat Yasin. Aku enggan, sangat enggan, dan entah mengapa aku malah memilih membaca surat Alkahfi. Aku sangat berharap papa sembuh. Bisa segera pulang dari Rumah Sakit ini. Tapi papa makin kepayahan.

 Tak selesai kubaca surat alkahfi, kuikuti saran mama. Aku baca surat Yasin. Papa lebih tenang dan makin tenang. Disitu aku baru yakin kenapa surat Yasin dianjurkan dibaca.

Jantungnya Alqur'an adalah Yasin. Seorang yang membacanya karena mengharap ridha Allah dan hari akhirat maka Allah akan mengampuni dosanya. Bacakanlah bagi orang yang mendekati maut. (H.R. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i dan yang lainnya)

Tak sanggup kuselesaikan membaca surat Yasin, aku menghambur naik ke tempat tidur papa. Kuusap kepala beliau. Talqin, "Laa ilaha illallah."Kalimat yang sungguh tak ingin kuucap sama sekali saat ini. 
Tak ingin, tapi kutalqin juga di telinga papa. Kulihat beliau mengikuti. Kuulang beberapa kali, lidah beliau naik turun bergerak. Berangsur, napas beliau mulai keluar satu persatu. Kutunggu sampai beliau pergi begitu tenang, dengan seulas senyum mengembang. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun.  

Tanah Mati, 17 Juni 2020

Sunday, 18 October 2020

KEBUN BAHAGIA

KEBUN BAHAGIA


Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya,”  

Q.S Ar-Rahman Ayat 6

Salah satu kegiatan menyenangkan, yang membuat mata berbinar dan membahagiakan bagi kami (eh, terutama saya) adalah berkebun. ๐Ÿฅฆ

Kayaknya ini termasuk ranah passion juga deh. Sebab saya  akan melakukannya tanpa diminta dan disuruh. Segala kendala dapat diubah menjadi tantangan yang dapat diselesaikan. Tidak juga tergantung pada kesenangan musiman, seperti sekarang yang lagi ngetrend, hehe. 

Saya tidak punya tanah di pekarangan yang dapat ditanami. Area halaman juga sangat kecil. But, it's ok. Saya bisa menanam di pot, polibag, karung bekas, plastik bekas minyak goreng atau bekas deterjen, kaleng bekas cat,  ember bocor ataupun panci bolong. Pokoknya semua wadah yang bisa diisi tanah, dimanfaatkan ๐Ÿ˜…

Tanah bisa diangkut sedikit demi sedikit dari KATO. Ga papa jauh, itu bukan halangan. Sekam bisa diambil di heller, rice milling, terus berangsur saya buat arang sekamnya . Sekarung itu bahkan bisa sampai empat atau lima kali proses pembakaran. Saya bakar dalam wajan bekas, hehe. Kompos saya bikin sendiri juga dari sampah organik rumah tangga.  Lalu pupuk kandang bisa dipesan dengan peternak. Asyiik bukan? ๐Ÿคฉ

Lega luar biasa kalau media tanam tersedia banyak. Dapat langsung diambil saat keinginan menanam dan sela waktu tersedia. Seringkali menanam hanya satu atau dua pot saja dalam satu kesempatan, karena berbagai keterbatasan. 

Jadi berkebun ini saya lakukan dengan mencicil, one bit at a time, berangsur-angsur dikala senggang, atau bisa bersama keluarga kala GfoS (Gadget free on Sunday)  

Senang sekali kalau mau masak itu tinggal petik-petik. Segar, sehat, hemat dan dekat. Segar karena ditaruh di kulkas alami. Sehat karena bebas dari racun kimia. Kalau ada hama disiasati dengan pestisida alami dan ramah lingkungan. Hemat karena tidak mesti mengeluarkan uang untuk membeli. Dekat karena tidak harus ke warung kalau butuh. 

Saya biasa menanam sayuran yang disukai keluarga saja, seperti bayam, kangkung, selada, pokcoy, daun singkong, terung, tomat, seledri, daun katuk, kol, lobak, sawi, brokoli, wortel cabe dll. Bumbu dapur seperti kunyit, jahe, serai, kencur, jeruk nipis, jeruk kesturi, pandan dll. Sebenarnya jumlahnya tidaklah banyak, but Alhamdulillah sejak lama saya sudah bisa swasembada sayuran. 

Senang aja melihat hijau-hijau memanjakan mata. Terasa sejuk dan damai di hati. Apalagi dilengkapi indahnya warna-warni bunga. "Maka nikmat Tuhan yang mana yang kmu dustakan?" (Q.S. Arrahman) 

Kebahagiaan juga bertambah kala bisa berbagi tanaman dan sedikit hasil panen dengan teman dan saudara di hari Jumat nan barokah. Maasyaallah.๐Ÿฅฆ๐Ÿฅฆ

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

Tanah Mati, 18 Oktober 2020

Saturday, 17 October 2020

BEDAH BUKU TARBIYATUL AULAD

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

*Bedah Buku*
*Tarbiyatul Aulad Fil Islam*

Karya Abdullah Nashih Ulwan 

Bab 3 Pasal 2

Kaidah Dasar Dalam Pendidikan Anak 
(Bagian 1)

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

"Ibu harus tegas,harus tega, anak ini harus mengenalaturan, perlu konsekuensi, agar perilakunnya terkendali."
"Aku tahu, aku harus tegas...tapi aku nggak
bisa...nggak mampu...aku takut anakku membenciku, takut
nanti kalau besar dia akan dendam sama aku, dan tidak
menyayangiku."

Jika niat merawat anak dari kecil sampai besar
supaya anak sayang pada orangtua, apa boleh? Inilah yang
disebut“pamrih”, dan hal yang seperti ini kurang tepat untuk
dimiliki orangtua yang mendidik anak.

"Ibu, apakah benar sedemikian banyak masalah anak ibu?"
Nampak dikertas tertulis anak malas, susah
dibangunin, sering marah, pemalu, gak paham pelajaran, dan
seterusnya. Ini anaknya yang bermasalah, atau ibunya yang
mudah mengeluh?

"Ibu, coba diingat-ingat satu atau dua kelebihan anak,
agar nanti kami bisa mulai konselingnya dari situ, agar anak
merasa punya harga diri."
"Hmmmmm....apa ya...???" Lha, ibu ini, mengeluh iya
mengenal anak tidak sama sekali.

Karakter ini juga kurang sesuai untuk tersemat pada
orangtua yang mendidik anak : suka mengeluh.

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ
Syaikh Ulwan menyatakan bahwa ada ada sifat-sifat
dasar yang harus dimiliki orangtua dalam mendidik anak:

1. IKHLAS
Orangtua dan guru sebagai pendidik anak harus
memiliki niat yang tulus dalam mendidik anak
untuk mendapatkan keridhaan Allah. Jika niat
mendidik anak belum lurus dan tulus, maka Allah
tidak akan menerima segala usaha mendidik
anak, sebab ikhlas dalam melakukan perbuatan
apapun adalah keharusan. Jika orangtua berniat
dengan ikhlas mendidik anak hanya untuk
mendapat keridhaan Allah, pendidikan orangtua
akan mudah “membekas” dalam diri dan benak
anak, dan juga mudah membuat anak-anak cinta
dan patuh pada orangtua. Jika orangtua terlalu
fokus pada “hasil” agar anak begini dan begitu,
tidak fokus pada “niat untuk Allah”, harapan yang
ini itu malah tidak mungkin dicapai.

2. SABAR
Sifat sabar akan membuat anak suka pada
orangtua. Dengan sabar, orangtua akan
terjauhkan dari sikap negatif dalam mendidik
anak. Dengan sabar, orangtua tidak akan mudah
marah pada anak. Dengan sabar, orangtua akan memahami kesalahan anak. Kekuatan terbesar
orangtua adalah pada kuatnya dalam bersabar.
Ketika orangtua bersabar, maka kita akan bisa
bersikap lebih ramah dan tetap lemah lembut
dalam segala masalah. Tentu saja, sabar bukan
berarti menjadi lemah di depan anak, ketegasan
harus dilakukan, tidak boleh ragu mengingatkan,
menegur, atau menghukum anak jika diperlukan.
Sabar mendidik yang dimaksud, adalah menahan
diri agar tidak emosional menghadapi anak
sehingga orangtua dapat terus berpikir jernih,
berkata baik, dan juga berlaku baik pada anak.

3. TANGGUNG JAWAB
Orangtus harus memiliki sifat tanggung jawab,
dimana sifat ini akan mendorong upaya mendidik
anak yang menyeluruh, juga memperhatikan
anak secara penuh. Tanggung jawab dalam diri orangtua akan membuatnya yakin jika suatu saat
melalaikan atau mengabaikan tugas mendidik
anak, berakibat akan terjerumusnya anak dalam
kerusakan. Jika tidak ada tanggung jawab penuh,
anak-ank akan semakin nakal dan susah
diarahkan, dan orangtua akan menyesal. Bahkan
Allah memberikan tanggung jawab besar ini, danakan menuntut pertanggung jawaban di akhirat kelak.

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

Kita dapat belajar apapun, dimana pun, sebanyak apapun tentang macem-macem teori mendidik anak tapi
kalau tidak ikhlas, kalau tidak sabar, dan kalau tidak dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab maka semua
usaha dan upaya akan jadi percuma saja.

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ
[7/10 19.45] +62 852-7182-5011: ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

*Bedah Buku*
*Tarbiyatul Aulad Fil Islam*

Karya Abdullah Nashih Ulwan 

Bab 3 Pasal 2

*Kaidah Dasar dalam Pendidikan Anak (Bagian 2)*

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

"Bu, maaf anaknya ibu kadang suka menggesekkan tangan di bagian kemaluan. Kami takut ditiru sama teman-temannya.” lapor bu guru TK dari salah seorang walimurid. 
"Sudah saya sering bilangi, nggak boleh, saya cuma bolehkan kalo mau tidur. Soalnya dia susah tidur yang gak digosok-gosok, jadi susah tidur."
"Maaf bu, tapi itu kan tidak boleh. Walaupun untuk pengantar tidur, akan tetap jadi kebiasaan. Bisa ada gangguan seksual nanti"
"Oo...gitu ya?"

๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ


Ketidaktahuan kita tentang suatu hal seringkali membuat anak kita berada dalam lingkaran masalah yang tidak kita sadari. Maka sungguh, para orangtua wajib mencari ilmu cara mendidik anak agar tidak terjebak dalam ketidaktahuan. Seperti bahasan Syaikh Ulwan pada bagian berikut ini.
Syaikh Ulwan menyatakan ada sifat-sifat dasar yang harus dimiliki orangtua untuk mendidik anak, setelah sabar, ikhlas, dan tanggungjawab, 2 yang lain yaitu:


1. KEINGINAN MENCARI ILMU
Orangtua yang memiliki ilmu mendidik anak akan dapat bersikap dengan tepat: 
• Bijaksana dalam melihat masalah.
• Meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.
• Mendidik anak dengan perencanan sesuai pokok-pokok penting yang seharusnya.
• Mendidik anak dengan pijakan atau dasar yang kuat.
Sebaliknya, jika orangtua tidak memiliki ilmu mendidik anak maka akan ada beberapa bahaya terjadi:
• Anak akan dilanda berbagai persoalan.
• Anak akan menjadi pribadi yang tidak punya eksistensi dalam berbagai aspek kehidupan.
• Anak mendapatkan “aniaya”, ketidakadilan, dan kesengsaraan karena orangtua tidak punya pengetahuan.


Pada intinya, orangtua yang tidak berilmu tidak akan bisa memberi “sesuatu” pada anaknya. Oleh karena itu, para orangtua hendaklah membekali diri dengan pengetahuan dan segala ilmu yang bermanfaat tentang metode mendidik anak yang tepat. 
Ilmu utama yang harus dipelajri orangtua tentunya adalah ajaran kitab suci Al Quran sebagai pedoman manusia, wasiat Rasulullah dalam mendidik anak, syariat tentang hukum halal-haram, kaidah dan etika berperilaku, dan baru teknis mendidik anak.



2. TAQWA
Para orangtua adalah panutan utama bagi anak, maka bagaimana anak akan menjadi baik jika orangtua tidak menjaga diri dalam ketaqwaan. Taqwa, artinya orangtua menjaga dirinya agar tidak sampai melanggar aturan Allah dan senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah. Jika orangtua tidak bertaqwa, maka perilakunya akan menyimpang dari nilai-nilai yang seharusnya, dan anak akan menirunya sehingga menjadi pribadi yang menyimpang pula.  Sungguh mendidik dengan keteladanan adalah hal yang utama.


๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

Mari kita terus belajar, menimba ilmu untuk mendidik anak kita. Karena setiap ketidaktahuan kita akan dipertanggungjawabkan di akhirat, mengapa kita tidak belajar saat di dunia? Dan tentunya setiap pengetahuan kita juga akan diminta pertanggungjawaban pula, sudahkah kita menerapkan apa yang kita tahu? Sudahkah kita mengamalkannya?


๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐ŸŒณ

Friday, 4 September 2020

KELAS IDAMAN

Alhamdulillah wasyukrulillah, sudah berada di kelas idaman setelah berproses hampir dua tahun. Awal yang baik, bismillah. Ini hadiah ulang tahun dari dan oleh diri sendiri haha ....yeeay.๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘September nan punya banyak cerita,  juga bertepatan dengan awal bulan hijriah, Muharram. Masyaallah. 

Beroleh tiga ijazah ditahun ini, luar biasa buat aku sendiri. 

Monday, 3 August 2020

SALAD MEDAN

Bahan : 
Kacang tanah 1 ons
Mentega 1 sdm
Garam 1 sdt
Bawang putih 1 rimpang
Gula 2 sdm
Lado kutu 7 biji

Sayur : timun, wortel rebus, nanas, daun selada

Caranya : 
Goreng kacang lalu giling + lado kutu + garam + bawang putih + gula + mentega + air hangat + cuka atau limau sorieng. 

Resep : Tek nen bkt

Sunday, 19 July 2020

KUPU-KUPU CANTIK

Saya menikmati setiap kejutan yang disajikan bundo Septi dalam play ground bunda cekatan, mulai dari tahap telur telur, ulat ulat, kepompong, dan kupu kupu. 
Prosesnya tidak hanya bermanfaat buat saya pribadi, tapi juga buat anak anak dan keluarga.

Terima kasih tak terhingga saya haturkan pada Bundo Septi  dan Mak Ika, sebagai fasilitator dan co fasilotator yang mengampu dengan sangat apik dan keren perkuliahan bunda cekatan ini. Jazakumallahu khairon katsiro. 

Terima kasih juga buat semua teman teman sekelas, keluarga pecinta Alqur'an, buddy, mentor dan mentee yang berasal dari berbagai IP regional diseluruh Nusantara, Asia dan Non Asia, Maasyaallah. 

Kadang serasa mimpi bisa lulus sampai tahap akhir ini. Banyak tantangan yang muncul di setiap prosesnya. Alhamdulillah kupu kupu cantik menjelma juga. 

Banyak sebenarnya aliran rasa kuliah buncek yang hendak saya tulis. Namun berhubung, qadarullah, saat ini sedang berada di rumah sakit, belum semua rasa bisa saya alirkan, karena mesti berbagi waktu dan perhatian pada si tengah yang sedang dirawat. Insyaallah, tulisan ini akan saya edit kembali. 
 https://youtu.be/Ou2SV5pfsKA 

Wednesday, 15 July 2020

MALIN YANG DIRINDUI

Pengalaman tak terlupakan bersama si Tengah. 

๐ŸŒปMalin yang dirindui๐ŸŒป

Delapan belas hari lamanya  menunggu kehadiran Malin  tiba. Menunggu dengan penuh harap. 

Urusan dengan Malin Ketek, serasa hampir selesai, namun tak begitu dengan si Malin Godang.

Malam itu hujan turun sangat lebat. Undangan untuk Malin hendak dibuat. 

Konon galinggang pucuk dipinta. Namun ia tumbuh nun jauh di pinggir bandar. Tak mungkin menembus pekatnya malam di tengah hujan lebat, pergi ke tepi bandar yang mesti melewati petak petak sawah dahulu.

Kabarnya ia tumbuh di samping  tiang listrik, dekat tumpukan pasir di rumah Uwo Era. Rupanya ia sudah dibersihkan Atuk. 

Terdengar pula kabar ada di tepi kolam Uwo Oci. Bergegas  langkah kaki nak tiba disana. Rupanya beberapa hari yang lalu pucuk dicinta dibuang tukang. 

Timah timah, pilihan kedua . Alhamdulillah tumbuh liar di halaman Ninda.

Malam itu lima helai pucuk timah direbus. Disuguhkan waktu hangat. Rebusan daun timah, tidak berbau dan tidak berasa, hanya airnya yang sedikit berubah warna. 

Namun, rebusan pertama itu malah mengeluarkan isi perut. 

Sementara doa dilangitkan, ditambah shalat sunat tobat, dirapal ratusan istighfar, dilengkapi dengan shalat hajat, ditutup dengan ritual bacaan yasin. Pasrah....

Esok hari ba'da subuh, rebusan pucuk timah dicampur sedikit madu. Alhamdulillah lolos habis setengah gelas. Waktu dhuha, dilanjut suguhan kedua. Seperempat gelas saja. Tak apa, mudah mudah yang sedikit itu barokah. 

Afirmasi positif, kata kata motivasi yang menguatkan, saling bekerjasama demi si malin tiba. 

Setiap hari juga di topung, totok punggung, ditapping, dan refleksi bagai.

Antara zuhur dan asar, detik detik bersejarah itu dicatat....

Ucapan syukur dan pelukan erat penuh haru. Alhamdulillah  syukrulillah....

Terbetik hikmah, untuk urusan Malin saja, sebegitu usaha dan doa yang dilangitkan apatah lagi untuk urusan yang lebih besar? 
                    ๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹
Tanah Mati, 8 Juli 2020

Catt : Malin Ketek : BAK
          Malin Godang : BAB


Tuesday, 7 July 2020

RAYAKAN KEMAJUANMU

JURNAL PEKAN KE-7
Hatiku berbunga bunga, seperti surat-surat cinta, eeaaa. Pekan ini memang pekan yang menyenangkan karena mahasiswa buncek kelas kupu kupu sedang merayakan kemajuan. Setelah pekan sebelumnya merayakan kesalahan atau False Celebration.

Merayakan kemajuan adalah menguatkan momentum, fokus pada keberhasilan. Fokus  merayakan kemajuan walau sekecil apapun, karena ia akan mengeluarkan hormon endorphin dalam diri 

Merayakan kemajuan sama dengan menarik energi baru. Memberikan apresiasi pada diri sendiri sebagai wujud dari syukur. Bersyukur atas kemajuan yang telah diperoleh walaupun hanya kecil dan sedikit. Tersebab mengapresiasi kesuksesan demi kesuksesan kecil lama lama akan menjadi besar, insyaallah. 

Seseorang tidak akan bisa mensyukuri dan mengapresiasi yang besar, kalau tidak bisa mengapresiasi yang kecil. 

Namun, merayakan kesuksesan dan kebahagiaan tidaklah boleh berlebihan, karena itu akan mengurangi energi. So rayakan dengan secukupnya saja. 

Demikian pula halnya dengan merayakan kemajuan di program mentoring ini. Mentor menuliskan kemajuan mentee, dan sebaliknya mentee menuliskan kemajuan mentor. Dibuat berupa surat cinta berbunga bunga ๐Ÿ˜๐Ÿ˜€
Tarra....ini dia....


Surat Cinta untuk Uni Betty❤️

Terimakasih Uni untuk semua kebersamaannya selama mentorship❤️. Uni yang selalu perhatian dan sabar dalam membersamai membuatku selalu bersemangat untuk berbenah. Jadi bisa menemukan apa yang sebenarnya urgent untuk anak-anak saya. 
Yang awalnya saya galau dan bingung mau memulai akhirnya mulai terbuka step demi step tinggal semangat dan konsisten untuk melakukannya.
Membuat anak-anak itu bahagia menjalani hari-harinya itu lebih penting bagi saya, karena rasa bahagia bisa menyerap apa yang saya sampaikan. 
Meskipun perjuangan saya masih panjang tapi berkat kebersamaan dari Uni Betty saya menjadi lebih rileks menjalaninya.
Sekalilagi terimakasih banyak Uni Betty.

Salam sayang dari mente Uni,

Febie
Ini kupu kupu versi terbaikku. Warnanya sejuk dan cerah, menggambarkan suasana hatiku. Cantik bukan?

Hijau itu warna favoritku, launul jannah, warna surga. Sejuk mata memandangnya. Kuning warna cerah yang paling cepat ditangkap mata. Kuning melambangkan suasana hati yang cemerlang, gembira dan bahagia. Hitam penuh inspirasi dan kepastian. Sedangkan warna putih menyiratkan hati nan bersih dan suci, aamiin. 

#jurnalpekanke-7
#kelaskupukupu
#buncekbatch1
#institutibuprofesional

Saturday, 16 May 2020

JUMAT HANGAT AISYAH EL HAFIDZOH

Assalamu'alaikum wr.wb
Gak nyangka kepilih Jum’at hangat minggu ini, dapat kemuliaan dari bunda @zuqlaila nih

Here we goooo ๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ
Nama saya Aisyah El Hafidzoh, seringnya dipanggil Isah, tapi ada yang manggil Ai, Aisyah, Ais
Lahir di kota paling padat se Indonesia, Jakarta saat subuh tanggal 8 Mei 2002.

Setelah tiga tahun menetap di Buncit Raya Mampang, Ummi dan Ayah memutuskan untuk mengakhiri perantauan hahaha, tahun 2005, kami officially beralamat di Tanah Mati,  Payakumbuh.

Tanya-tanya soal pendidikan saya sudah 15 tahun 10 bulan menjalani Homeschooling (Pernah TK di Adzkia dan An Nahl)

Saya yakin, karena saya bilang saya Homeschooler, bundas mau bertanya *Kenapa Homeschooling?* hoho,, because... No PR yang akan memusingkan :Laughcry:

No..no..no.. Kami punya setidaknya 25 Alasan kenapa Homeschooling, salah satunya karena my parents love me... lengkapnya bisa dibaca di http://www.bettyarianti.com/2016/12/kenapa-homeschooling.html

Next question, “Yang sebenarnya pasaran di telinga saya hehhe..” Kegiatan apa yg dilakukan di rumah?
Well Honestly, main gadget, tapi jangan bundas jangan salham nih, saya bukan main kayak Clash of Clan atau Mobil lejen hehe... Tapi, bisnis lewat gadget... he..he.. he.. (read: saya bekerja dengan handphone)

Sejak kecil saya sudah mencintai tulisan di atas kertas dan dicetak jadi satu (baca:Buku) bahasanya kepanjangannya? :LaughCry:

Saya suka menulis, membaca, main game, utak atik blog,utak atik aplikasi hp, nonton, adventure, olah raga dan melompat (?) (sebenarnya terpaksa ngasih dan, karena masih banyak lagi)

Last but not least, I Have A Dream yang banyaknya segudang, jadi ini diantaranya, Naik Haji, Umroh with all family, Be a mom like my mom

๐Ÿ’Prestasi dan Pengalaman๐Ÿ’

1.  MTQ tingkat kab LK , 2007

2. MHQ Syabab Longkor, 2010

3. Eksplore Taman Pintar and History Places at Jogjakarta, 2011

4. Leader Shohibul Hidayah Club for girl, 2013-2014

5. Family Camp Fesper at Salatiga, Jawa Tengah 2014
(involed at Kids activities)

6. Eksplore Kebun Raya Bogor, 2014

7. Family Camp Fesper at Cibodas Bogor, 2015
(involved at kids activities)

8. Explore Taman Bunga Bogor, 2015.

9. Training for Facilitator at Salatiga Jawa Tengah 2016

10. Training of Talents Mapping, at Salatiga Jawa Tengah, 2016

11. Manager at House Training, 2016

12. Kuliah (online) Matrikulasi Institut Ibu Profesional, Feb-Mei 2017

13. Finalis  Duta Baca Sumbar , 2017

14. Family Camp Jamnas Kamus Seru at Cibodas Bogor,
2017 (involved at Teen Activities)

15. Explore Kota Tua , Jakarta 2017

16. Go Star Camp at Holiday Inn Hotel Jakarta 2017

17. Karantina Tahfidz Qur'an at Bukittinggi, 2017

18. Family Camp IIP payakumbuh-LK, area Sumatera, at Torang Lima Puluh Kota, 2017
      (Involved in Teen Changer activities, Yang muda yang berkarya).

19. Tutor at Aksara Club, 2013-2014

20. Facilitator at Aisyah English Club 2014, 2016

21. Pesantren Qur'an at Syabaabul Qur'an, 2015

22. Pesantren Qur'an at KATO, 2016, 2017.

23.  Penulis buku, Dayung ayo dayung, KKPK 2014

24. ASEAN Leadership Academy @Singapore and Malaysia, Dec 2017.

25. Young Excecutive, 2017.

26. Pernah jualan kue dan jajanan lainnya, jualan mukena, jualan pulsa, jualan aplikasi hp, jualan manset, dll...dan sekarang jualan on line.

Wuah, gak terasa, udah panjang aja saya ngetik, hehee...
Terima Kasih IPers ๐Ÿ™ telah berkenan meluangkan waktu membaca kisah saya yang baru 16 tahun ini... wkwkwk



November, 2018
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...