Tuesday, 25 February 2020

TUKAR KADO BUNCEK

Bismillah, 

"Manajemen Emosi, Anger Management, & Self Healing"

Istriku Bulannya Nesri Baidani terus naik rating. Aku salah seorang pembaca dan penikmat setianya. 
Tidak hanya sebagai bacaan tanpa arti. But, bagiku pribadi novel ini sarat ibroh, kaya makna dan banyak hikmah yang bisa dipetik. Terutama jadi menilik jauh kedalam diri. 

Tak hendak hanya menikmati hikmah untuk diri sendiri. Aku juga mau berbagi pandangan, dan akan kujadikan hadiah buat teman setendaku di perkemahan hutan pinus Bunda Cekatan. 

Hadiah istimewa tentang Manajemen Emosi,Anger Manajement and Self Healing  ini, dengan bahagia akan kuberikan pada mbak Rusna Meswari IP Jember Raya, Maria Ulfah IP Banten, Marini Rachmawati IP Banten. Semoga berkenan ya mbak mbak. :)

 Hadiahnya, berupa beberapa catatan hikmah dari "Istriku Bulan" tentang pendidikan dan pengasuhan, yang saya rujuk dari QS Luqman ayat 12-17 dalam Tafsir Ibnu Katsir.

Dimana kalau "pelajaran"  tsb tidak "selesai" dalam kehidupan maka akan menimbulkan emosi, marah tak berkesudahan, dendam, berbagai penyimpangan, dan segala pernak pernik sakit hati lainnya. 

Seperti para tokoh dan karakter yang ada di Istriku Bulan. ((Authornya piawai sekali mencipta karakter karakter unik, yg mengaduk aduk perasaan pembaca, membuat para telorist terus beraksi.๐Ÿ˜

 Author juga piawai menghadirkan banyak surprise di setiap episodenya. Ga ada yg bisa nebak kisah selanjutnya.)) 

Awalnya saya memang tak habis fikir kenapa Kamal sang idola (ehem) bisa bertindak dan bersikap seperti itu. Sedangkan dia bersekolah di pesantren, belajar agama, bahkan hafidz 6 juz alquran, dan (sepertinya) berasal dari keluarga dan keturunan baik-baik.  

Pertanyaan makin banyak saja memenuhi kepala, ketika tiap episode bertambah. Bagaimana dia sebenarnya dididik dlm keluarga. Besar tumbuh dalam keluarga spt apa dia sebenarnya? Siapa sih yang salah? 

Satu persatu pertanyaan itu terjawab seiring makin tingginya nomor episode novel. (Berkat sabar jadi telorist dan ngikutin kisahnya) :)

Kemon mulai baca catatanku….๐Ÿ˜

๐ŸŒ 1. Keteladanan 
Dalam mendidik keteladanan adalah hal yang sangat penting. Keteladanan asli tanpa penuh kepura puraan. Bukan lain kelihatan  di zohir, dan lain pula yang terbetik di hati. Seperti yang telah dicontohkan Luqman. luqman telah diberikan Allah hikmah untuk mengenal Allah, mengenal dirinya sendiri, mengenal dunia dan mengenal akhirat. Hikmah pemahaman, ilmu, tuturan yang baik dan pemahaman Islam. Hikmah mengontrol pandangan, menjaga lisan, menjaga kesucian makanan, memelihara kemaluan, berkata jujur, memenuhi janji, menghormati tamu, memelihara hubungan baik dengan tamu, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Demikian dia memberikan keteladanan kepada anaknya, setelah terlebih dahulu mempraktekkannya.

๐ŸŒ 2. Bersyukur
Memperakui segala nikmat yg telah diberikan Allah,dan menggunakan nikmat itu dengan baik di jalan Allah. Bersyukur dengan qalbu, lisan dan anggota badan dengan penuh keta'atan. Siapa yang bersyukur niscaya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. 
Bersyukur atas nikmat yang begitu banyak. Tidak terus meratap atas musibah (mis.keguguran mama Kamal) yang menimpa, dan lantas melupakan nikmat lain yang banyak, sekecil apapun itu. 

(Meninggalnya mama Bulan, membuat ayahnya abai dengan Bulan kecuali mencukupi finansial, sdk Riana yang terlahir perempuan disulap ayahnya menjadi laki laki tak terkalahkan) 

๐ŸŒ 3. Tidak mempersyarikatkan Allah, karena itu merupakan kezaliman yang besar. Beribadah dan berbuat hanya karena Allah semata. Beribadah bukan karena dilihat ustadz pesantren, bukan karena ingin dipuji, atau ingin dianggap baik dan sholeh (oleh mama ya, Kamal) 

๐ŸŒ 4. Berbuat baik kepada kedua orang tua. Ibu telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah, dan menyapih dalam dua tahun. Kesulitan dan keletihan ibu terjadi siang dan malam selama perawatan dan pengasuhan. Penceritaan ini dimaksudkan agar anak selalu teringat akan kebaikan ibu. 
(Kamal tau sekali dengan kesulitan dan kasih sayang mamanya. Ia tak ingin menyakitinya sedikitpun. Tapi kenapa ketika jauh dari mamanya ia berbuat hal yang melukai hati mama?) Next, mungkin kurang penanaman aqidah.

๐ŸŒ 5. Penanaman aqidah
Muroqobatullah, bahwa merasa selalu dalam pengawasan  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Tahu seberat biji sawipun kebaikan yang dilakukan, hatta berada di dalam batu, baik di pelataran langit ataupun bumi, niscaya Allah pasti mengetahui dan akan membalasnya. Pun demikian dengan kezaliman atau kesalahan seberat biji sawi pasti Allah Maha Tahu dan Maha Membalas. 

(Ketika tak ada orang melihat, Kamal mencoba bunuh diri. Lepas dari pengawasan pesantren lantas meninggalkan shalat, meninggalkan kepercayaan pada Allah, meniadakan-Nya hatta berzina.) Apakah pembiasaan kurang? Big No. Sungguh di pesantren pembiasaan sangat keren, bukan?. 

๐ŸŒ 6. Mendirikan Shalat 
Setelah semua poin yang diatas terbina, barulah tiba perintah shalat. Belajar shalat dan menerapkan pembiasaan. Mendirikan shalat sejalan dengan kewajiban, hukum, rukun, dan waktunya.

๐ŸŒ 7. Mengerjakan perbuatan yang baik, mencegah pada kemungkaran. 
(Btw, Kamal rajin berbuat baik pada orang lain, rajin berderma dan berdonasi.)

๐ŸŒ 8. Bersabar
Bersabar terhadap apa yang menimpa, sebab orang yang menyeru kepada kebaikan,menyeru pada jalan Allah pasti  mendapat gangguan. Dan itu merupakan ketetapan.

Hampir semua konflik di novel ini berawal dari ketiadaannya poin "pelajaran" diatas. 

Demikian semoga manfaat, teman teman.

Btw, Mbak ikoh Rosikhotunnur, juga minta izin untuk berbagi hadiah ini padaku. Dengan senang hati Mbak Ikoh.๐Ÿ™
http://www.bettyarianti.com/2020/02/berbagi-tes.html?m=1

Daan surprise saya dapat hadiah spesial ini dari adinda Viena Vinto. Jazakillahu khairan diak.๐Ÿ˜˜

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2996974503675746&id=100000896772776

#janganlupabahagia
#bundacekatan
#buncekbatch1
#kelasulat
#minggu6
#ibuprofesional

Monday, 24 February 2020

MENGISTIRAHATKAN HATI

1. Berteman dan bersama orang yang sholeh
Allah selalu mempertemukan kita sesuai dengan kecendrungan hati kita.
"Bird of the same ;;. 

Friday, 21 February 2020

PORTOFOLIO AISYAH

Assalamu'alaikum wr.wb
Gak nyangka kepilih Jum’at hangat minggu ini, dapat kemuliaan dari bunda @zuqlaila nih

Here we goooo ๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ
Nama saya Aisyah El Hafidzoh, seringnya dipanggil Isah, tapi ada yang manggil Ai, Aisyah, Ais
Lahir di kota paling padat se Indonesia, Jakarta saat subuh tanggal 8 Mei 2002.

Setelah tiga tahun menetap di Buncit Raya Mampang, Ummi dan Ayah memutuskan untuk mengakhiri perantauan hahaha, tahun 2005, kami officially beralamat di Tanah Mati,  Payakumbuh.

Tanya-tanya soal pendidikan saya sudah 15 tahun 10 bulan menjalani Homeschooling (Pernah TK di Adzkia dan An Nahl)

Saya yakin, karena saya bilang saya Homeschooler, bundas mau bertanya *Kenapa Homeschooling?* hoho,, because... No PR yang akan memusingkan :Laughcry:

No..no..no.. Kami punya setidaknya 25 Alasan kenapa Homeschooling, salah satunya karena my parents love me... lengkapnya bisa dibaca di http://www.bettyarianti.com/2016/12/kenapa-homeschooling.html

Next question, “Yang sebenarnya pasaran di telinga saya hehhe..” Kegiatan apa yg dilakukan di rumah?
Well Honestly, main gadget, tapi jangan bundas jangan salham nih, saya bukan main kayak Clash of Clan atau Mobil lejen hehe... Tapi, bisnis lewat gadget... he..he.. he.. (read: saya bekerja dengan handphone)

Sejak kecil saya sudah mencintai tulisan di atas kertas dan dicetak jadi satu (baca:Buku) bahasanya kepanjangannya? :LaughCry:

Saya suka menulis, membaca, main game, utak atik blog,utak atik aplikasi hp, nonton, adventure, olah raga dan melompat (?) (sebenarnya terpaksa ngasih dan, karena masih banyak lagi)

Last but not least, I Have A Dream yang banyaknya segudang, jadi ini diantaranya, Naik Haji, Umroh with all family, Be a mom like my mom

๐Ÿ’Prestasi dan Pengalaman๐Ÿ’

1.  MTQ tingkat kab LK , 2007

2. MHQ Syabab Longkor, 2010

3. Eksplore Taman Pintar and History Places at Jogjakarta, 2011

4. Leader Shohibul Hidayah Club for girl, 2013-2014

5. Family Camp Fesper at Salatiga, Jawa Tengah 2014
(involed at Kids activities)

6. Eksplore Kebun Raya Bogor, 2014

7. Family Camp Fesper at Cibodas Bogor, 2015
(involved at kids activities)

8. Explore Taman Bunga Bogor, 2015.

9. Training for Facilitator at Salatiga Jawa Tengah 2016

10. Training of Talents Mapping, at Salatiga Jawa Tengah, 2016

11. Manager at House Training, 2016

12. Kuliah (online) Matrikulasi Institut Ibu Profesional, Feb-Mei 2017

13. Finalis  Duta Baca Sumbar , 2017

14. Family Camp Jamnas Kamus Seru at Cibodas Bogor,
2017 (involved at Teen Activities)

15. Explore Kota Tua , Jakarta 2017

16. Go Star Camp at Holiday Inn Hotel Jakarta 2017

17. Karantina Tahfidz Qur'an at Bukittinggi, 2017

18. Family Camp IIP payakumbuh-LK, area Sumatera, at Torang Lima Puluh Kota, 2017
      (Involved in Teen Changer activities, Yang muda yang berkarya).

19. Tutor at Aksara Club, 2013-2014

20. Facilitator at Aisyah English Club 2014, 2016

21. Pesantren Qur'an at Syabaabul Qur'an, 2015

22. Pesantren Qur'an at KATO, 2016, 2017.

23.  Penulis buku, Dayung ayo dayung, KKPK 2014

24. ASEAN Leadership Academy @Singapore and Malaysia, Dec 2017.

25. Young Excecutive, 2017.

26. Pernah jualan kue dan jajanan lainnya, jualan mukena, jualan pulsa, jualan aplikasi hp, jualan manset, dll...dan sekarang jualan on line.

Wuah, gak terasa, udah panjang aja saya ngetik, hehee...
Terima Kasih IPers ๐Ÿ™ telah berkenan meluangkan waktu membaca kisah saya yang baru 16 tahun ini... wkwkwk

Wednesday, 19 February 2020

BERBAGI TES

Bismillah,

Jumat, jelang tengah malam, Marnita, teman saya menelepon, meminta kesediaan saya untuk ikut Dauroh Alqur'an esok harinya mulai tanggal 22-25 November 2018. Ini bagai pucuk dicinta ulam tiba. I love this moment. But, saya didaulat juga menjadi salah seorang mentornya. Nah ini yang berat. Namun, saya tak bisa lagi menolak karena Marnita sebelumnya sudah menghubungi beberapa orang, dan tidak ada yang menyanggupi. Saya mungkin alternatif terakhirnya tengah malam itu. Bismillah, setelah beroleh izin suami saya jawab "OK."

Tuesday, 18 February 2020

CAMPING ULAT BUNCEK

Wuah tiba saatnya camping para ulat Bunda Cekatan di hutan pinus nan sejuk bersama Kak Peni. Ini gue banget deh. Diantara 1700 peserta seantero Nusantara, Asia dan Non Asia, kita harus mencari teman baru, berkenalan dan ngobrol. Nggak boleh teman yang sudah dikenal. 

Tuesday, 11 February 2020

DUTA KELUARGA PECINTA ALQUR'AN

Bismillah,

Setelah menunggu berpuluh-puluh purnama, finally, ada halaqoh alquran Institut Ibu Profesional tingkat nasional. Merupakan salah satu keluarga dari 40 keluarga yang ada di program Bunda Cekatan. Alhamdulillah bisa bergabung dan berkumpul bersama di keluarga ini, Keluarga Pecinta Alqur'an.  Saya makin cinta dengan keluarga ini.

Monday, 10 February 2020

KELUARGA PECINTA ALQURAN

❤️Keluarga Pecinta Alqur'an❤️

Allah akan selalu mempertemukan kita dengan orang yang sesuai dengan  kecendrungan hati kita.

Alhamdulillah pekan ini di kelas Ulat-ulat Program Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional, kita dipertemukan dan berkumpul dengan keluarga keluarga kita. Setelah sebelumnya berpetualang di Jungle of Knowledge. Terus menjelajah masuk goa bagai ๐Ÿ˜ƒ

Makan besar dan ngemil aneka cemilan ueenak di hutan sampai gendut kekenyangan.
Tiba saatnya bertemu dan berkumpul dengan keluarga.

Dari 40 daftar keluarga yang ada, awak mupeng semuanya.❤️ Rasanya semua ilmu di tiap keluarga menarik dan diperlukan. But, harus berani bilang "menarik tapi awak tidak tertarik" ๐Ÿคฉ

1 Agama Kepala Keluarga : Farahdiba
2 Bahasa Kepala Keluarga : Ika Nurmaya
3 Bermain Bersama Anak Kepala Keluarga : Raisa Dea
4 Bisnis Kepala Keluarga : Ismi Novianti
5 Cooking Kepala Keluarga : Riyadlotus sholichah
6 Counseling & Couching Kepala Keluarga : Titik Maryani
7 Desain Kepala Keluarga : Kishartati
8 Driving Kepala Keluarga : Ratna Sari Dewi
9 Entrepreneurship Kepala Keluarga : Dian Vijayanti
10 Finansial Kepala Keluarga : Indah Pratiwi
11 Fotografi-videografi Kepala Keluarga : Rahmah Chemist
12 gizi anak Kepala Keluarga : Rani Apriyanti
13 Home Schooling Kepala Keluarga : Fitri Meilawati
14 Ilmu Pengetahuan Umum Kepala Keluarga : Eka Rizki Indriyani
15 Kecantikan Kepala Keluarga : NIMAS ZAHROTUL AYNIYAH
16 Kerumahtanggaan (Bebenah, food preparation, kitchen) Kepala Keluarga : Esti Darmawati
17 Keterampilan Kepala Keluarga : Rowfi Fitriana 
18 Komunikasi Kepala Keluarga : Rasmi Widya Rani
19 Lainnya Kepala Keluarga : Asri Diana Kamilin Qoffal
20 Literasi Kepala Keluarga : Andriani Lestari
21 Manajemen Kepala Keluarga : Dewi Fitriana
22 Manajemen Belajar Kepala Keluarga :  Husna Amalya Melati
23 Manajemen emosi Kepala Keluarga : Aisyah Fitriana
24 Manajemen Gadget Kepala Keluarga : Linda Kurniawati
25 Manajemen Ruhiyah & Ibadah Kepala Keluarga : Renny Oceanita Nasution
26 Manajemen Waktu Kepala Keluarga : Nur Laila
27 MPASI dan Laktasi Kepala Keluarga : Ariyantika Wulandari
28 Parenting Kepala Keluarga : Tamia Dian Ayu
29 Pecinta Alquran/tahsin/tahfidz Kepala Keluarga : Siti Rochmatuniyah
30 Pendidikan (anak, abk, fitrah) Kepala Keluarga : Ivorie Rahiema Verandra Asyigah
31 Portofolio Anak Kepala Keluarga : Himmatul Mardliyah
32 Public Speaking Kepala Keluarga : Imaniar Prastiwi
33 Sastra Kepala Keluarga : Rian Andini
34 Seni, olah raga, herbal dan Kesehatan  Kepala Keluarga : Deasy Irawati
35 Suistainable Living ( Berkebun, pilah sampah, komposting, zero waste) Kepala Keluarga : emiria letfiani
36 Talent Mapping Kepala Keluarga : Rima Melanie Puspitasari
37 Teknologi Kepala Keluarga : Andriyani
38 Traveling Kepala Keluarga : Khotimatus Sa'diyah
39 Tutorial Kepala Keluarga : Yuanita Andhina
40 Web-blog-SEO Kepala Keluarga : uminyaaltair

Ingat peta! Bawa peta! Lihat peta agar tak tersesat di hutan belantara ilmu pengetahuan, begitu petunjuk bunda guru. Fokus dan tetap fokus pada apa yang sudah direncanakan. 

Bismillah, awak pilih "Keluarga Pecinta Alqur'an" (nomor 29). Keluarga yang rasanya gue banget. Keluarga yang awak idamkan sejak lama. ๐Ÿ˜Š

Mbak Niyah sang KK nan gercep telah membuatkan rumah buat para anggota keluarga tercinta. Masyaallah, rumah nan sejuk penuh tawadhu' dihuni oleh ukhties yang kuat interaksinya dengan Alqur'an. (Aamiin) 

Para pembelajar dan penghafal alqur'an. Ada yang berjuang belajar Tahsin, perbaikan bacaan sesuai tajwid, Ada yang berjuang Tahfidz, menghafal juz 30, 2 juz, 3 juz, dst, bahkan ada yang sudah hafidzoh 30 juz. Tabaarokallah  (Terasa sekali receh awak)๐Ÿ˜”

Ada yang berjuang menemani proses belajar alqur'an dan menghafal ananda.  Masing masing ananda beragam pula tipe menghafal dan gaya belajarnya. 

Kita saling berdiskusi dan berbagi pengalaman suka suka berinteraksi dengan Alqur'an. Keinginan belajar apa yang ingin diprioritaskan awwalan. Apakah Tahsin, Tahfidz, Terjemah, Tafsir, Tadabbur dst.  Juga memilih nama keluarga dan ambassador keluarga untuk tampil live di facebook group. 

Sesuai dengan cara memilih imam shalat, maka pilihan jatuh pada ukhti yang hafalannya paling banyak. Beliau adalah almukarromah ukhti Fathiya.๐Ÿ’•๐Ÿ’•


#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#InstitutIbuProfesional
-----------------------

Diantara yang juga didiskusikan dalam grup WA Keluarga Pecinta Alquran yang menurut saya perlu dicatat adalah sebagai berikut.



Apakah teman2 sudah pernah belajar tahsin, jika iya metode apa yg pernah dipelajari
2. Apakah teman2 sudah memahami kaidah ilmu tajwid, jika belum.. pada bagian apa yang ingin di mantapkan?
3. Apakah temaan2 sudah pernah mengikuti program menghafal..? Jika iya.. metode apa yg pernah diikuti?
4. Apakah teman2 sudah memiliki hafalan..? Jika iya brp juz..?
5. Apakah teman2 memiliki target hafalan ? Jika iya brp juz dan brp lama?*dalam  masa buncek ini. (Mbak Niyah, Kepala Keluarga)

Selanjutnya Bu KK meminta kita anggota keluarga untuk mengisi 
Form Anggota Kelurga Pecinta Alquran untuk menentukan ambassador yang akan dipilih untuk tampil live berbagi makanan kepada para pembelajar lainnya.

 Dan ini link response nya. Response Anggota Keluarga Alquran

Anggota keluarga berharap grup ini akan terus ada untuk mensupport dan berbagi banyak hal tentang Al Quran. Ada yang berminat pada tahfidz, tetapi kesulitan memperoleh teman baik ofline maupun online. Karena itu berharap bisa belajar banyak disini, dan memperoleh bekal untuk mendampingi anak menghafal al quran.

Ada juga yang berharap, rumah ini bisa menjadi tempat saya untuk belajar mengetahui isi kandungan al quran. Masyaallaah, kujadi terharu๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ
Saling bergandengan ya Mba @⁨iis_istinganatul⁩ ๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค—

Semalam sebelum tidur, sempat diskusi tentang ini sama suamik, gak disangka2 dapat rezeki dari Allah, diberi kesempatan baik tuk berkumpul sama teman2 IIP yang sama2 berjuang jadi pecinta quran..semoga Allah ridhoi langkah kita..๐ŸฅบAamiin Yaa Robb
( mba Lowita)
Ada keluarga pecinta Al Quran rasanya seneng banget.. Seoalah jawaban dari doa² saya, memperoleh tempat belajar Al Quran.

Ninis Puspita berbagi tentang 3T + 1 M

Saya membersamai 2 putri..Yg nomer 1 sedang menyelesaikan juz 29 kelas 2SD Yg no.2 sampai di surat Al-Fajr kelas TKA



Metode yg saya pakai adalah 3T+1M. Krn 2 anak saya termasuk anak auditory. Yg no.1 auditory:visualnya= 70:30 Yg no.2 90% auditory

*tentang 3T+1M*
1. Memlih kepala sekolah yg hafalannya paling banyak >>  Banteng kekar
2. Memulia proses
*T yg pertama*
Talqin atau tasmi
Jd secara bergiliran kami membacakan ayat perayat. Anak mengikuti,mengulang 5x per ayat. Dan bergantian anak menyetorkan hafalan kami meninyimak

*T yg kedua*
Tafahhum
Mengahafal dgn memahami arti. Ini lebih utk kami 2 orang dewasa di rumah. Kalau utk anak2 ini kami gunakan ketika membaca ayat2 yg hampir mirip Spt surat Al-Kafirun. Jadi kami berikan artinya agar mereka mengerti perbedaan kata2nya.

*T yg k'3*
Tikrar = mengulang2
Kami lebih memilih melakukan kegiatan ini diwaktu antara magrib dam isya. Jika weekday saya melakukan dgn anak2,,ketika weekend ditambah dengan banteng kekar

*M yg menutup*
Murojaah
Ini dilakukan mandiri oleh kami dan putri pertama kami.

*Pemberian reward*
Kami membuat visualisasi pencapaian surat apa yg kami baca dengan menempelkan bintang2 di angkasa tahfidz...
Banteng kekar itu sebutan utk suami saya mbak. BApak gaNTENG KERen berKARisma
Eh ternyata singkatan yang asyiiik ๐Ÿ˜„

Karena ada kakaknya,secara otomatis ikut menghafal. Sama halnya ktika anak sering diajak sholat magrib&isya berjamaah ke masjid sama bapaknya...
Seringnya mendengar surat Al-Fatihah lama2 anak2 akan hafal sendiri...

Kakaknya sering menghagak dgn suara lantang di kamar,adeknya mendengar lama2 mengikuti...

Emaknya howar hower mreka cuek2 aja. Begitu bapaknya sedikit bicara tegas,mereka lsg mengkerut.. Maka butuh sosok yg disegani...Jadi ketika di akhir pekan kami melakukan kontes menghafal...Kakak sampai mana Adek sampai mana Ibu sampai mana Bapak sampai mana. Semua ada progressnya.. Krn anak2 menghormati bapaknya

[2/2 15.29] +62 856-1205-699: Saya sering dengerin murotal mbak...
Rutin ikut bapaknya ke masjid...
Cuma.itu aja mbak.. G pernah nyuruh hafal... Jd pas dulu pulang kerja *saya baru resign 7 bukan yg lalu* Setiap mau tidur saya selalu baca surat disebelah dy...
Krn *jujur* utk anak saya bacaan ibunya lebih mengena dibanding murotal oleh orang lain...Krn disitu ada interaksi…

Berikut sharing dari Mbak Fathiya .
Bismillah..ikutan berbagi pengalaman membersamai anak. 

Sulung saya akan genap berusia 7 tahun di bulan ini. Sejak awal, yang saya dan suami jalankan adalah menanamkan kecintaan terhadap Al-Quran. Memulai dari kami orangtuanya terutama yang lebih rajin ya suami. Sering2 murojaah hafalan dekat2 si sulung sejak dalam kandungan. Suami mmng sudah mutqin 30 juz sejak muda jadi lbh kompeten. Saya ya sebisa mungkin dalam berinteraksi dgn Al-Quran di dekat anak2. Biar dapat dulu feelnya.

Sempat anak saya bisa menghafal bbrp ayat di luar juz 30 karena seringnya memutar acara Hafiz Indonesia. Itu di usia 2-3 tahun. 
Sejak masuk PAUD sudah mulai bergeser feelnya. Dia tertarik ingin bisa membaca Al-Quran. Jadilah saya dampingi belajar dari Yanbua jilid pemula smpai bisa mmbc mushaf Al-Quran sndr sebelum usianya genap 6 tahun. 
Adapun hafalannya mengalir saja. Awalny tidak urut. Juz 30 dr depan, lalu pindah dr blkng k depan. Saat ini kurang bbrp surat panjang lagi utk juz 30.

Metodenya talqin berulang ktika blm bisa bc Al-Quran. Ktika sudah bisa, talqin berulang dengan buka tutup mushaf. Masalag tahfiz sudah dihandel Abinya. Agar semangat dan makin melekat, Abinya juga sering menceritakan kandungan makna surat yg dihafalkan. 
Kalau saya bagian megang setoran baca Al-Qurannya. Alhamdulillah ini sudah akan selesai juz 15. 
Kami tidak patok target ketat. Intinya anak semangat dan seneng ngaji aja. Nnti nyetrum semua. 
Oh ya, yg saya rasakan nih klu saya sbg Ibu lagi gak bagus semangat murojaah atau memperbaiki hafalan, kurang bngt interaksinya sm Al-Quran kok otomatis dia juga begitu. Maka saya berkaca dulu sblm mngukur progress anak.

Suami saya bilang, Menghafal Al-Quran itu sama dengan Belajar Al-Quran terus menerus. Tidak berhenti hingga akhir hayat. 
Awalnya mmbaca, lalu menghafal lalu berusaha blajar ilmu2 yg terkait dengn Al-Quran agar makin paham. Tentu sj klu sdh makin paham akan makin terarah utk mengamalkan. Intinya proses seumur hidup gitu. Hrus terus ditingkatkan. 
Jadi kami orangtua hadir, mmberi contoh, dan wajib memperkuat iman dan taqwa. Nah ini kan pekerjaan yang gak mudah, maka hrs bersama sama saling mngingtkn dan menasehati. 

Demikian berbagi pnglmn dr saya. Mhon doanya untuk kami yg masih belajar.

Mbak Fathiya menamatkan setoran hafalan 30 juz sambil kuliah di jogja, 4,5 tahun. memotivasi diri dengan mengembaliak ke niat awal menghafal.

Mbak Resti Utami berbagi : Kalau kami sedikit berbagi membersamai albie dalam menghafal alquran sama metode murojaah diulang-ulang,  tambah hafalan ayat baru 10x diulang dibaca alqurannya, terus tutup alquran diulang 10x, dilanjut diulang dari ayat 1. Untuk tambah ayat biasanya bada shubuh,  untuk setor biasanya bada maghrib. 

Biasanya untuk murojaah kita pakai metode bermain bersama,  karena albie type anak linguistik ada kineatetiknya juga, kita bermain sesuai dengan permainan albie, misal main kartu gambaran,  siapa yang kalah maka wajib murojaah, suratnya kita yang tentuin, ato gimana albie maunya mau murojaah surat apa. 
Sebagai ortu disini kita kerjasama,  dan masih sama-sama belajar membersamai sulung kami.  

Teman-teman biasa lihat di blog  http://albiethar.blogspot.com 

Saya pernah dokumentasikan menghafal saat bermain robot-robotan, robotnya suruh hafalan tapi gantian, suranya suara albie. Kisaran usia albie 4th. 

Tambahan lagi untuk murojaah juga kita bertiga sambung ayat, usia tk alhamdulillah juz 30, tp skr di sdit diulang lagi,  soalnya di tk albie hanya menghafal tanpa melihat alquran, sering didengarkan murottal, nah untuk sekarang saya lebih menekankan kepada tajwidnya, panjang pendeknya, karena sedikit-sedikit sudah bisa membaca alquran dengan benar, usianya sekarang 7th. Alhamdulillah pernah juara 2 sekecamatan tahfidz dan tahsin di tk. Yang melatih tahsinnya gurunya.
Sedikit cerita kami Mudah-mudah bermanfaat.

[2/2 21.18] +62 856-2186-536: Berbinar-binar sekali masuk keluarga pecinta Al-Qur'an.. Saling Menambah semangat kita utk menambah keimanan...MasyaAllah

Mbak IIs: Masyaallah.. 
Izinkan kami mengambil ilnu dari pengalaman teman²...

Adakah tips bagi kami orang tua yang baru akan memulai belajar menghafal dan mengkaji al quran? Dan belum bermodal apapun.

Anak sulung kami juga 7 tahun, karena keterbatasan ilmu kami, maka si sulung kami sekolahkan di sd it tahfidzul quran. Sejujurnya kami orang tualah yang banyak belajar dari anak-anak.

Pernah kakak ngajak bermain sambung ayat, ibu tak boleh pegang Al Quran, tak ada toleransi bagi ibu meski ibu belum hafal. Jika salah maka harus berdiri, sampai benar baru boleh duduk kembali. 

Ika Farikhoh selanjtnya sharing, saya membersamai 2 anak yg belajar tahfidz di sekolah tahfidz. Kakak (9th) dan Teteh  (5th). 

sekolah tahfidznya dg metode tabarok. lebih banyak menggunakan audio dan visual. kalau untuk level 3 keatas audio sangat dominan.

alhamdulillah kakak dan  teteh sekarang sudah masuk juz 5. Teteh belajar tahfidz dari umur 3 th, jadi sdh 2 th  mengikuti kelas tahfidz ini. kl kakak baru 1,5th. tapi sekarang mereka satu kelas , dengan kualitas hafalan yg berbeda, karena si teteh ini juga ada huruf yg dia belum sempurna mengucapkan.

dengan ikut kelas tabarok ini , kami sangat terbantu, karena di rumah kami hanya menemani murojaah dan tikror. menghafalnya lebih banyak di kelas.

hanya saja yg masih jadi PR besar kami, menumbuhkan kemandirian ananda untuk mau murojaah dalam jumlah yg cukup banyak tiap harinya.



karena murojaah nya sedikit, maka hafalan yg telah lalu banyak yg lupa....๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ

Een Laelah : Mau sharing juga tentang proses menghafal Qur'an. Sebenarnya awal proses menghafal sudah cukup lama diawali saat masuk lembaga tahfizh, disitu saya merasakan betul kita lebih disiplin dalam menyetorkan Hafalan sesuai target di kelas kita, namun ternyata saat itu ada satu hal penting yang terlupakan yaitu murojaah.

Akhirnya Hafalan  saya tidak begitu mutqin meski sdh memasuki 4 juz, faktor lainnya karena saya sempat berganti ganti tempat belajar dan qodarullah selama proses menghafal saya melewati 4 kali kehamilan. Sempat down rasanya... Namun tahun 2019 saya mencoba bangkit kembali. Sambil berihtiar mencari guru tahfizh yang dekat dengan rumah karena kondisi saya sekarang tdk memungkinkan untuk keluar rumah di hari ahad karena Senin-sabtu bekerja di ranah publik.

Alhamdulillah Allah pertemukan saya dengan komunitas Sobat Quran sehingga saya bisa melakukan ziyadah dan murojaah secara kontinyu meski lewat online. Sambil terus berihtiar mencari guru tahfizh yang bisa langsung bertatap muka. Doakan ya sahabat agar saya dan sahabat semua bisa istiqomah..

Maaf bukan promosi, awalnya saya subscribe channel nya, lalu ada follow up gabung ke WAG, alhamdulillah sangat membantu para pemula seperti saya yg belum menemukan partner yang bisa menerima Setoran Hafalan setiap hari

Bu KK : Nama Keluarga : Pecinta Al-Qur'an

Buah : 
-ilmu 3T+1M >> teknis membersamai anak auditory
-metode belajar tajwid dengan talaqqi langsung kepada seorang guru
-metode talqin berulang ketika belum bisa baca Al-Qur'an
-metode Talqin dengan buka tutup mushaf ketika sudah bisa membaca Al-Qur'an
-metode flashcard&permainan pengenalan huruf hijaiyah bagi anak linguistik-kinestetik
-berkomunitas untuk memupuk semangat menghafal
-mendengarkan murotal untuk pembiasaan & mempermudah hafalan
-metode Dirosa Lanjutan

[2/2 21.46] +62 856-2186-536: Iya... MasyaAllah.... Kudu nangis trnyta saya banyak lalai di usia lampau...dan baru tertatih2 belajar sekarang.. Bismillahirrahmanirrahim

Rifni Puspita : Izin sharing juga yah. Kalo saya ikut kelas di rumah qur'an dekat rumah. Sebelum bisa masuk ke tahfizh harus meniti tangga dulu dari kelas tahsin, karena yg berhak masuk tahfizh yg sudah benar dan baik makhrajnya. Sekarang sy masih di tahsin level 4. Masih ada level 5 dan level talaqqi sebelum masuk ke tahfizh. Masih jauh perjalanannya ๐Ÿค—

Venny: Dengan buku ap mbk? 
Kemarin saat nyari sekolah keponakan..saat bertanya ngaji pake metode apa.. 
Saya jwb pake Iqro dan tartil... Qodarullah langsung di tolak sm skolahnya. Hehehe... Katany hanya menerima dengan metode tilawati...
Saya yang masih baru belum paham ad berapa saja metode untuk anak... Dan apa perbedaan metode2 tersebut

Anda : Mau sharing juga tentang metode Mulazamah tahsin yang saya ikuti, Mulazamah sudah dikenal sejak zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Secara harfiah, mulazamah bisa diartikan menetap dan tidak meninggalkan.

Istilah ini kemudian dialamatkan pada metode pendidikan non-formal, dimana para santri menetapi dan tinggal bersama gurunya dalam rangka mempelajari suatu ilmu. tapi karena pesertanya ibu-ibu berkeluarga semua, jadi g mungkin  ikut-ikutan mondok jadi pertemuannya 2x sepekan, jadi metode Mulazamah ini sang guru akan mendampingi muridnya cara belajarnya pun berhadapan langsung dengan guru _talaqqi_ , bermulazamah tidak mempunyai target waktu, jika murid belum selesai satu pembahasan maka tidak akan berpindah ke pembahasan lain. Selain mempelajari tahsin , murid-murid juga mempelajari adab pembawa AlQuran.

Rifni Puspita : Saya pernah belajar 2 metode tahsin: bil qolam dan utsmani dan di rumah anak saya belajar pake Iqro. Kalo saya bandingin sebenarnya ilmunya sama ya, cuma urutan belajarnya aja yg berbeda. Kalo metode utsmani mushaf yg digunakan yg standar madinah.

Camila Noor : saya juga belajar menggunakan metode ustmani. Alhamdulillah Masya Allah sy belajar dengan guru bersanad yaitu ustadzah ririn, atau yang biasa d panggil umi alma. pertama masuk untuk mengikuti kajian ini, kami harus mengikuti test, biasanya testnya, membaca Al fatihah, test tulis surat2 pendek dan test tajwid. Setelah itu baru d kelompokan kelas2 nya, ada kelas talaqi ( yg bacaannya masih awal, panjang pendeknya blm konsisten, makhraj hurufnya blm bagus dll ) lalu pra tahsin, dan  tahsin. 

Alhamdulillah dg belajar langsung dengan ustadzah,  bacaan Al qur'an dan hapalan kita ada yg mengkoreksi, jadi kita tahu kesalahan kita dimana, jd bs memperbaikinya.

Lowita F : Kalau dari pengalaman saya, untuk meningkatkan interaksi dengan Al Quran, memang harus dimulai dari *Niat* dalam diri.. sekalinya lupa dengan niat, jadi buat ga fokus gt..๐Ÿ˜ง

Kemudian sebisa mungkin *mencari lembaga quran* yang bisa diikuti. Karena belajar quran memang harus dengan guru bertatap muka langsung. Karena saya domisilinya sering pindah2 jadi sering pindah2 tempat mengaji juga๐Ÿ˜.
Nah baru2 ini ikut di salah satu lembaga yang ada 5 tahap kelasnya, yaitu: kelas Hijaiyah, Tahsin 1, Tahsin 2, Tahfidz 1, Tahfidz 2.
Sebelum memulai kelas tahfidz, harus mengikuti kelas *tahsin* dulu, jadi memang harus benar2 memperbaiki dan memperbagus bacaan Al Qurannya agar saat menghafal sudah sesuai dengan kaidah yang benar. Saya masih di tahap kelas tahsin 2, di sini ditalaqqi dan langsung dikoreksi bacaan yang salah oleh Guru.

Dahulu kala, sebelum mendapatkan lembaga quran untuk belajar langsung dengan guru, karena belum bisa membaca dengan baik dan benar, saya belajar sendiri di rumah. 
Pernah mengikuti Dauroh Quran, dikasi buku2nya. Nah dari buku2 itulah saya belajar tahsin. Selain itu juga mengikuti pembelajaran tahsin di youtube, banyak bertebaran Ustadz/ah yang menyediakan pembahasan tahsin. Tinggal diikuti dan dipelajari di waktu khusus.
Nah, untuk memperlancar bacaan Qurannya, harus *ditarget untuk konsisten tilawah* setiap harinya, 1/2 - 1 juz. Dengan begitu akan terbiasa berinteraksi dengan Al Quran. 

Untuk *menghafal*, karena saya ikut di suatu kelompok mentoring yang ada tugas menghafal gitu, jadi semangat buat menghafal karena ada temannya๐Ÿ˜, jadi ada yang menerima setoran hafalan kita dan mengoreksi.

Untuk proses *menambah hafalannya di rumah*, saya menyiapkan waktu khusus untuk menghafal, mengulang2 membaca ayat yang dihafalkan kurleb 15x, setelah itu dihafalkan tanpa liat diulang2 15x, kemudian sambung ayat yang sudah dihafal sebelumnya.
Nah di luar waktu itu karena aktivitas banyak di rumah, jadi sering2 *putar murottal* surat yang dihafal biar familiar dengan ayat2nya. Kemudian malam hari, saling setor dan koreksi bersama suami, kemudian setelahnya *murojaah*.
Poin pentingnya adalah *konsisten murojaah* ini yang masih jadi PR, banyak ilangnya๐Ÿ˜ท.

Semoga Allah selalu bimbing langkah kita untuk menjadi orang2 yang dekat dengan Al Quran. Aamiin Yaa Robbal'aalamiin.
------------------

Tanah Mati, 10 Februari 2020
Betty Hafidzoh, aamiin Ya Allah


Credit pic. Mulyani
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...