Wednesday, 19 February 2020

BERBAGI TES

Bismillah,

Jumat, jelang tengah malam, Marnita, teman saya menelepon, meminta kesediaan saya untuk ikut Dauroh Alqur'an esok harinya mulai tanggal 22-25 November 2018. Ini bagai pucuk dicinta ulam tiba. I love this moment. But, saya didaulat juga menjadi salah seorang mentornya. Nah ini yang berat. Namun, saya tak bisa lagi menolak karena Marnita sebelumnya sudah menghubungi beberapa orang, dan tidak ada yang menyanggupi. Saya mungkin alternatif terakhirnya tengah malam itu. Bismillah, setelah beroleh izin suami saya jawab "OK."

Rupanya esok harinya, tugas saya bersama 4 orang akhowat lainnya adalah  menyimak dan menguji para guru mengaji di TPA/TPQ dan MDA sekodya Payakumbuh untuk tes kelayakan menjadi peserta Dauroh Alquran metode TES. Mentor lainnya adalah para alumni Dauroh Metode TES angkatan sebelumnya, sedangkan saya sama sekali belum mengerti apa itu metode TES. 

Alhamdulillah wa syukrulillah, saya merasa beruntung sekali bisa ikut terpilih dalam Dauroh ini, walaupun kalau dilogikakan, jauh panggang dari api, baik dari segi kemampuan, tempat domisili, aktivitas dan lainnya. Terasa sekali, ini semua qadarullah,  Allah Ta'ala yang berkehendak. Maasyaallah.

TES adalah kependekan dari Tilawah/Tahfidz Evaluasi Sederhana, Merupakan sebuah metode untuk memperbaiki interaksi kita dengan alquran. Foundernya adalah bang Jemmy Gumilar seorang alumni ITB, yang kemudian juga resign dari ASN, karena ingin fokus dan konsentrasi dengan alqur'an, dan keinginan beliau mencetak 10.000 hafidz Alquran. 

Metode TES mengkombinasikan antara aktifitas dengan interaksi bersama alquran, baik itu tilawah maupun tahfidz, jadi yang mau mengaplikasikan metode TES tidak perlu berhenti bekerja atau beraktifitas untuk dapat berinteraksi dengan alquran. Semua aktifitas ini bisa dipadukan dengan baik secara bersamaan.

Parameter interaksi dengan alquran adalah seberapa sering kita mengkhatamkan alquran. Jadi kemampuan berinteraksi dengan alquran urusannya bukan dengan usia tua, muda atau dengan pekerjaan sibuk atau yang lainnya. Kenapa malah interaksi dengan HP bisa intens sedangkan dengan alqur'an kok berat?. HP sering kali dibuka tutup, menurut penelitian, rata rata seseorang membuka HP 213 kali per hari. Wow fantastis ya. Nah, bagaimana dengan alqur'an? Mari menilik kedalam diri. 

Ada beberapa tipe penghafal Alquran;
  1. Kalah sebelum bertanding
  2. Bisa menghafal dengan syarat
  3. Menghitung-hitung, cepat puas, dan mencari cari alasan
  4. Menghafal tidak pernah menyerah sebelum tugas selesai. Ada motivas internal/motivasi pribadi yang kuat, plus motivasi eksternal (dibantu guru)

Rumus Metode TES


Rumus pertama, Pede (Percaya Diri)

Yakin, tidak boleh ragu  (zalikal kitaabu la raiba fiih) . Sebelum bisa mencerna 
yakin dulu, pemahaman bisa ditingkatkan kemudian. Sesungguhnya  orang yang berinvestasi waktu dengan alquran tidak akan pernah rugi, orang yang berinvestasi dengan uang boleh saja rugi, bukan? Orang yang berinteraksi dengan alquran akan memperoleh kemuliaan. Memperkuat pede dengan meyakinkan diri bahwa hisab yang kan diperoleh itu detail, Balasan pahalanya perhuruf bukan perkata atau perkalimat, Masyaallah. 

Tugas kita hanya memperbaiki proses bukan pada hasil, hafal itu adalah bonus
Memperbaiki ikhtiar, yang menentukan kita hafal itu hanya Allah, memperbaiki cara memandang, setiap prosesnya pun berbuah pahala.

Memperbaiki cara memandang alquran
  1. Memperbaiki niat, meluruskan niat lillahi Ta'ala karena niat akan menentukan hasil
  2. Memanjangkan niat, Allah meninggikan sebagian kamu dengan alquran, dan menghinakan sebagian yang lain, ini kalau salah salah niat
  3. memperbanyak istighfar, orang yang berhak bertemu alquran adalah orang yang suci, al muthohharuun
  4. kuatkan dengan DOA, 

Rumus kedua,  IM2

IM2 adalah singkatan dari Ingat Membaca Murojaah. IM2 merupakan aktifitas bersama alqur'an yang harus dilakukan selain tahfidz. Ketiga aktifitas bersama alqur'an ini merupakan satu rangkaian yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi. 

Tilawah yang sering dan banyak akan memudahkan tahfidz dan sebaliknya, banyak ayat yang kita hafal akan mempengaruhi tilawah. Sedangkan murajaah adalah cara yang baik untuk menguatkan hafalan. Ketiganya laing berkaitan dan tidak boleh dibenturkan.

Membaca  (Tilawah 10/120)

Tilawah adalah membaca alqur'an mulai dari Surat Alfatihah, Albaqoroh sampai Annas. Begitu seterusnya diulang lagi dar awal hingga khatam.

Tilawah 10 menit setiap 120 menit, diambil 10 menit dari 120 menit, artinya, setiap 2 jam, baca alqur'an 10 menit. Merubah kebiasaan membaca alquran, tidak hanya dibaca ba'da subuh atau ba'da magrib saja.
Syaratnya adalah fokus dan tidak diganggu HP. Segera mulai, jangan ditunda, kalau sudah khatam jangan berhenti di akhir, atau di surat An Naas. Segera mulai beberapa ayat dari awal albaqoroh kembali.

Syarat utama untuk bisa menggunakan rumus 10/120 ini adalah (AM2) yakni Anti Malu dan Menunda. Sifat ini saling berkaitan satu sama lain, saling mendukung dan berpadu. Jika ada sifat malu dalam membaca alquran, maka yang timbul adalah sifat menundanya. Atau sebaliknya jika terbiasa menunda tilawah alqur'an, maka sifat malu untuk tilawah akan semakin besar. Malu untuk membaca/tilawah alqur'an dimana saja. Ini sebenarnya hanya perasaan yang kita miliki saja. Tantangan yang harus diselesaikan :D

Murojaah/ Mengulang

Murojaah adalah proses mengingat kembali hafalan yang telah disetorkan kepada ustadz/ustadzah. Murojaah juga termasuk upaya untuk memperbanyak membaca alqur'an, sehingga tiadalah sebuah kerugian andai hafalan kita menghilang, karena ia bisa diulang atau dimurojaah kembali. Dan itu adalah baik untuk kita. :)

Murojaah atau menambah hafalan? Seringkali kita dibuat ragu melakukan dua hal ini. Apakah memutqinkan hafalan yang lalu atau menambah hafalan yang baru? Maka lakukan keduanya. Ingat keragu-raguan itu datangnya dari syetan. Salah satu kelihaian syetan adalah menimbulkan rasa was was dalam hati kita. menimbulkan keraguan atas perbuatan baik yang akan kita lakukan. Tujuannya sederhana, yakni agar kita tidak melakukannya. 

Termasuk dalah hal menghafal alqur'an, syetan senantiasa memebrikan keragu-raguan atas hafalan yang lalu, sudah kuat atau belum. Perasaan inilah yang memunculkan keraguan untuk menambah hafalan. selanjutnya kita enggan menambah  hafalan, yang otomatis murojaah juga berkurang.

Bagaimana cara murojaah? Bagi menjadi 4 bagian 
1. Murojaah Harian, bisa 10 20, atau 30 menit setiap harinya, 
2. Murojaah Pekanan di hari Jumat, so hari Jumat tidak ada menghafal tapi memurojaah hafalan.  
3. Murojaah Bulanan misalnya setiap gajian, murojaah hafalan  dilakukan setiap tanggal satu.
4. Murojaah tahunan di bulan Ramadhan.

Ctt : Untuk murojaah, sesuaikan juga dengan halaman yang diulang ,setiap halaman diulang 10 menit.  

Rumus ketiga, 120/4

Artinya adalah menggunakan 120 menit dibagi 4 untuk menghafal Alqur'an Atau dengan kata lain, menggunakan minimal 30 menit perhari atau kelipatannya untuk menghafal Alqur'an. 

Waktu 30 menit, insyaallah tidak memberatkan. Ini akan memudahkan kita mengatur aktifitas bersama alqur'an yang lainnya seperti tilawah dan murojaah. Bahkan juga bisa mensikronkan dengan aktifitas selain itu.  Sehingga tidak ada lagi ungkapan mau tilawah tapi tidak bisa tahfidz, atau sebaliknya. Dan tidak ada lagi anggapan bahwa tidak bisa menghafal karena banyak pekerjaan.

Bagaimana mengatur 30 menit untuk menghafal? 30 menit tersebut dibagi tiga aktifitas yang berbeda, yakni 10 menit untuk membaca, 10 menit menghafal dan 10 menit untuk menyetor.  

Skala Prioritas, jadikan alquran sebagai prioritas, berlelah lelah dengan alquran dengan harapan nanti istirahatnya di surga, tidak mungkin disebut sahabat alquran kalau tidak berlelah lelah bersamanya.

Boleh jadi  kita dibuat lupa karena alquran terlalu suci buat kita. Yang membuat kita hafal alquran itu Allah. Mungkin ada dosa yang tidak bisa dihapus kecuali dengan menghafal dan membaca alquran lebih banyak. 

Mengukur kemampuan adalah dengan kemampuan kita sebelumnya bukan dengan kemampuan orang lain. Walaupun kita tidak bisa namun, berjanjilah akan memberikan yang terbaik . Ayo terus bergerak jangan berhenti sampai kau telah memberikan semuanya, jangan menyerah!!!!!! Biarlah kehilangan hafalan daripada kehilangan semangat menghafal!!!!!
Pada hakikatnya cara menghafal tidak ada yang berubah, yang berubah itu adalah cara memperbaiki cara interaksi kita dengan alquran.

Wallahu a'lam bisshowaab.
Tanah Mati, 19 Feb 2020
Betty Keluarga Pecinta Alqur'an


----------------------------
Sumber;

* Catatan pribadi saat Dauroh Alquran metode TES di Payakumbuh tanggal 22-25 November 2018.
* Jemmy Gumilar, Metode TES : Ketika Tilawah dan Tahfidz menyatu. Bandung, Jemm Publishing House :2017




2 comments:

  1. Subahanallah.memang Allah punya rencana yang kita tidak tahu dan pertemuan itu menambah semangat kita utk selalu bersama quran dan pencintanya..jazakumullah khair

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...