Sunday, 8 March 2020

MARI MENGAJI

خيركم من تعلم القران وعلمه

Orang yang terbaik diantara kamu adalah orang 
yang belajar alqur'an dan mengajarkannya. (H.R.Muslim)


Belajar Alqur'an dikatakan Rasulullah saw sebagai orang yahg terbaik. Mari ambil peluang itu teman teman. Menjadi orang terbaik karena belajar Alqur'an.

Banyak diantara kita orang orang yang sibuk. Ya, kita memang mungkin sibuk. Sibuk bekerja, sibuk mengurus Rumah Tangga, sibuk mengasuh anak, sibuk membantu menambah nafkah keluarga, atau sibuk menjadi tulang punggung keluarga, mengumpulkan rezeki demi kelangsungan hidup dan lain sebagainya. Kalau kita perturutkan toh waktu kita tak kan pernah cukup untuk bekerja dengan segala kesibukan itu. 

Kalau tidak kita alokasikan waktu untuk memgaji, toh tidak akan pernah bisa. 

Nah, bagaimana caranya? Tempatkan mengaji pada kuadran PENTING DAN MENDESAK. 

Penting dan mendesak, indak dapek indak. Tanpa menunda dan tanpa ancik atau cah lu. Misalnya 1 jam sekali sepekan atau dua kali sepekan. Menyempatkan diri untuk belajar mengaji hanya satu jam sepekan, insyaallah tidak akan menyita banyak waktu dari kesibukan kita. Pun, insyaallah kita akan dapat keberkahan waktu untuk urusan yang lainnya. 

Kapan? Ya sekarang tanpa tunda tanpa ancit, hehe. Kalau tidak sekarang kapan lagi? Umur terus bertambah. Kita makin menua. Jangan sampai tau tau tua. Tau tau meninggal, wafat. Sedangkan belajar mengaji belum juga terealisasi. Jangan sampai kita menyesal nanti.

Kenapa harus belajar mengaji? Saya kan sudah dewasa, sudah punya anak sudah punya cucu, sudah berminantu. Doeloe saya sudah belajar mengaji kok. Sudah khatam, sudah barolek godang dan sudah bararak.

Teman teman, kaji kita hendaklah disimak oleh orang yang lebih tau, orang yang mengerti dan bisa menerapkan ilmu tajwid dalam bacaannya. Firman Allah dalam Q.S Alqiyamah : 18 "Apabila kami baca, maka ikutilah bacaannya". Ikuti bacaan itu dengan tajwid yang benar. 

 Q.S. Almuzammil :8 "Bacalah alqur'an dengan tartil. Tartil = sesuai dengan tajwid.

Belajar alquran itu hendaklah dengan tallaqqi. Belajar dengan ustadz/ustadzah yang lebih ahli/mahir secara langsung berhadap hadapan. Akan lebih baik lagi kalau dengan pembimbing yang sudah memgambil sanad, sampai ranjinya kepada Rasulullah saw. 

Kenapa harus talaqqi, belajar berhadap hadapan langsung dengan guru? Karena terkadang kalau sendiri kita seringkali menganggap bacaan kita sudah benar saja. Tidak ada yang mengoreksi kalau salah. Dan tidak ada yang membenarkan kalau memang ia benar. 

Terkadang hurufnya/mukhorijul hurufnya salah atau kurang tepat tempatnya dari tempat keluarnya. Atau terkadang panjang pendeknya tidak konsisten. Yang harusnya dibaca 2 harokat terpanjangkan sampai 3-4 harokat atau yang harus dibaca panjang 4 harokat cuma dibaca 2 harokat. Atau kadang kadang dengung dibaca, atau kadang tidak dibaca.

Nah, kemon belajar lagi dengan talaqqi agar terhindar dari kesalahan atau al lahn. Al lahn jaali, kesalahan besar yang bisa merobah arti. Dan kesalahan khoofi, kesalahan kecil yang tidak merobah arti tapi mengurangi kesempurnaan bacaan. 

Bagaimana teman teman? Siap belajar mengaji lagi? 


Payakumbuh, 3 Maret 2020
Betty, Keluarga Pecinta Alqur'an

------------------------------



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...