Wednesday, 15 July 2020

MALIN YANG DIRINDUI

Pengalaman tak terlupakan bersama si Tengah. 

🌻Malin yang dirindui🌻

Delapan belas hari lamanya  menunggu kehadiran Malin  tiba. Menunggu dengan penuh harap. 

Urusan dengan Malin Ketek, serasa hampir selesai, namun tak begitu dengan si Malin Godang.

Malam itu hujan turun sangat lebat. Undangan untuk Malin hendak dibuat. 

Konon galinggang pucuk dipinta. Namun ia tumbuh nun jauh di pinggir bandar. Tak mungkin menembus pekatnya malam di tengah hujan lebat, pergi ke tepi bandar yang mesti melewati petak petak sawah dahulu.

Kabarnya ia tumbuh di samping  tiang listrik, dekat tumpukan pasir di rumah Uwo Era. Rupanya ia sudah dibersihkan Atuk. 

Terdengar pula kabar ada di tepi kolam Uwo Oci. Bergegas  langkah kaki nak tiba disana. Rupanya beberapa hari yang lalu pucuk dicinta dibuang tukang. 

Timah timah, pilihan kedua . Alhamdulillah tumbuh liar di halaman Ninda.

Malam itu lima helai pucuk timah direbus. Disuguhkan waktu hangat. Rebusan daun timah, tidak berbau dan tidak berasa, hanya airnya yang sedikit berubah warna. 

Namun, rebusan pertama itu malah mengeluarkan isi perut. 

Sementara doa dilangitkan, ditambah shalat sunat tobat, dirapal ratusan istighfar, dilengkapi dengan shalat hajat, ditutup dengan ritual bacaan yasin. Pasrah....

Esok hari ba'da subuh, rebusan pucuk timah dicampur sedikit madu. Alhamdulillah lolos habis setengah gelas. Waktu dhuha, dilanjut suguhan kedua. Seperempat gelas saja. Tak apa, mudah mudah yang sedikit itu barokah. 

Afirmasi positif, kata kata motivasi yang menguatkan, saling bekerjasama demi si malin tiba. 

Setiap hari juga di topung, totok punggung, ditapping, dan refleksi bagai.

Antara zuhur dan asar, detik detik bersejarah itu dicatat....

Ucapan syukur dan pelukan erat penuh haru. Alhamdulillah  syukrulillah....

Terbetik hikmah, untuk urusan Malin saja, sebegitu usaha dan doa yang dilangitkan apatah lagi untuk urusan yang lebih besar? 
                    🦋🦋🦋🦋🦋
Tanah Mati, 8 Juli 2020

Catt : Malin Ketek : BAK
          Malin Godang : BAB


No comments:

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...