Sunday, 18 October 2020

KEBUN BAHAGIA

KEBUN BAHAGIA


Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya,”  

Q.S Ar-Rahman Ayat 6

Salah satu kegiatan menyenangkan, yang membuat mata berbinar dan membahagiakan bagi kami (eh, terutama saya) adalah berkebun. πŸ₯¦

Kayaknya ini termasuk ranah passion juga deh. Sebab saya  akan melakukannya tanpa diminta dan disuruh. Segala kendala dapat diubah menjadi tantangan yang dapat diselesaikan. Tidak juga tergantung pada kesenangan musiman, seperti sekarang yang lagi ngetrend, hehe. 

Saya tidak punya tanah di pekarangan yang dapat ditanami. Area halaman juga sangat kecil. But, it's ok. Saya bisa menanam di pot, polibag, karung bekas, plastik bekas minyak goreng atau bekas deterjen, kaleng bekas cat,  ember bocor ataupun panci bolong. Pokoknya semua wadah yang bisa diisi tanah, dimanfaatkan πŸ˜…

Tanah bisa diangkut sedikit demi sedikit dari KATO. Ga papa jauh, itu bukan halangan. Sekam bisa diambil di heller, rice milling, terus berangsur saya buat arang sekamnya . Sekarung itu bahkan bisa sampai empat atau lima kali proses pembakaran. Saya bakar dalam wajan bekas, hehe. Kompos saya bikin sendiri juga dari sampah organik rumah tangga.  Lalu pupuk kandang bisa dipesan dengan peternak. Asyiik bukan? 🀩

Lega luar biasa kalau media tanam tersedia banyak. Dapat langsung diambil saat keinginan menanam dan sela waktu tersedia. Seringkali menanam hanya satu atau dua pot saja dalam satu kesempatan, karena berbagai keterbatasan. 

Jadi berkebun ini saya lakukan dengan mencicil, one bit at a time, berangsur-angsur dikala senggang, atau bisa bersama keluarga kala GfoS (Gadget free on Sunday)  

Senang sekali kalau mau masak itu tinggal petik-petik. Segar, sehat, hemat dan dekat. Segar karena ditaruh di kulkas alami. Sehat karena bebas dari racun kimia. Kalau ada hama disiasati dengan pestisida alami dan ramah lingkungan. Hemat karena tidak mesti mengeluarkan uang untuk membeli. Dekat karena tidak harus ke warung kalau butuh. 

Saya biasa menanam sayuran yang disukai keluarga saja, seperti bayam, kangkung, selada, pokcoy, daun singkong, terung, tomat, seledri, daun katuk, kol, lobak, sawi, brokoli, wortel cabe dll. Bumbu dapur seperti kunyit, jahe, serai, kencur, jeruk nipis, jeruk kesturi, pandan dll. Sebenarnya jumlahnya tidaklah banyak, but Alhamdulillah sejak lama saya sudah bisa swasembada sayuran. 

Senang aja melihat hijau-hijau memanjakan mata. Terasa sejuk dan damai di hati. Apalagi dilengkapi indahnya warna-warni bunga. "Maka nikmat Tuhan yang mana yang kmu dustakan?" (Q.S. Arrahman) 

Kebahagiaan juga bertambah kala bisa berbagi tanaman dan sedikit hasil panen dengan teman dan saudara di hari Jumat nan barokah. Maasyaallah.πŸ₯¦πŸ₯¦

🌸🌸🌸🌸🌸

Tanah Mati, 18 Oktober 2020

2 comments:

  1. MasyaAllah ya Nibet.. Barakallah.. Semakin bersyukur semakin bertambah nikmat oleh Allah..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...