Sunday, 29 November 2020

RENUNGAN QUR'ANI 2

Setelah menyimak, belajar dan berdiskusi bersama tentang positif parenting, kekerasan seksual pada anak, terus boosting semangat dari walikota hexagon city, sebuah kota virtual pertama di indonesia, maka mari sejenak kita menyimak sebuah Renungan Qur'ani.

Saya pengen menyampaikan desclaimer dulu ya. Mohon maaf saya bukanlah ahli, bukan master. Saya juga baru belajar. Saya yakin banyak disini kita yang lebih faham dan lebih faqih, namun kali ini kebetulan saja saya berkesempatan berbagi, ya. Mencoba mengambil peluang menambah jam terbang. Tersebab addinnushihah agama adalah nasehat. Sampaikanlah walau satu ayat. Semoga ada pelajaran yang bisa kita petik ya.

Insyaallah saya akan berbagi SATE SUPER (Saya Teringat Satu Peristiwa), renungan saya tentang surat luqman ayat 12-19.

Berawal dari kerinduan yang memuncak tersebab berpisah jarak dengan si sulung dalam waktu yang lumayan lama. Tiada tempat bergantung terbaik kecuali hanya pada Allah SWT semata. 

Teringat betapa masih terasa minimnya lembaran pendidikan dan pengasuhan yang telah diberikan kepada ananda. Maaasih banyak terasa hutang hutang pengasuhan yang belum terbayarkan. 

Berikut beberapa catatan saya, tentang nasehat agung Luqman kepada anaknya, sehingga diabadikan dalam Al-Qur'an di surat Luqman ayat 12-19. Nasehat komprehensif tentang aqidah, iman, akhlak dan adab.

🍓Dalam tafsir Ibnu Katsir dikatakan bahwa Luqman adalah seorang hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu diidentifikasikan bahwa ia adalah seorang hamba sholeh  yang berpostur pendek dan berhidung pesek namun memiliki kekuatan dan akhlak nan agung, beroleh hikmah dari Allah Ta'ala.

🍓Luqmanul Hakim memiliki keteladanan dalam mendidik. Keteladanan adalah hal yang sangat penting. Keteladanan asli tanpa penuh kepura puraan. Bukan lain kelihatan  di zohir, dan lain pula yang terbetik di hati.

Luqman telah diberikan Allah hikmah untuk mengenal Allah, mengenal dirinya sendiri, mengenal dunia dan mengenal akhirat. Hikmah pemahaman, ilmu, tuturan yang baik dan pemahaman Islam. Hikmah mengontrol pandangan, menjaga lisan, menjaga kesucian makanan, memelihara kemaluan, berkata jujur, memenuhi janji, menghormati tamu, memelihara hubungan baik dengan tamu, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. 

Demikian Luqman memberikan keteladanan kepada anaknya, setelah terlebih dahulu mempraktekkannya.

🍓Bersyukur

Memperakui segala nikmat yg telah diberikan Allah, dan menggunakan nikmat itu dengan baik di jalan Allah. Bersyukur dengan qalbu, lisan dan anggota badan dengan penuh keta'atan. Siapa yang bersyukur niscaya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. 

Bersyukur atas nikmat yang begitu banyak. Tidak terus meratap atas musibah. 

🍓Tidak mempersyarikatkan Allah, karena itu merupakan kezaliman yang besar. Beribadah dan berbuat hanya karena Allah semata. Beribadah bukan karena dilihat ustadz pesantren, bukan karena ingin dipuji, atau ingin dianggap baik dan sholeh dsb.

🍓Berbuat baik kepada kedua orang tua. Ibu telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah, dan menyapih dalam dua tahun. Kesulitan dan keletihan ibu terjadi siang dan malam selama perawatan dan pengasuhan. Penceritaan ini dimaksudkan agar anak selalu teringat akan kebaikan ibu. 

🍓Jika kedua orang tua memaksa untuk mempersyarikatkan Allah, maka janganlah mentaatinya, namun tetaplah berbuat baik kepada mereka berdua. Hanya kepada Allah tempat kita kembali, dan Allah akan memberitahukan apa yang telah kamu kerjakan.

🍓Penanaman aqidah

Muroqobatullah, bahwa merasa selalu dalam pengawasan  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Tahu. Walau hanya seberat biji sawipun kebaikan yang dilakukan, hatta berada di dalam batu, baik di pelataran langit ataupun bumi, niscaya Allah pasti mengetahui dan akan membalasnya. 

Sungguh Allah Maha Tahu walaupun tidak di share di media sosial, tidak di upload di facebook, instagram dan lainnya. 

Pun demikian dengan kezaliman atau kesalahan seberat biji sawi pasti Allah Maha Tahu dan Maha Membalas. 

🍓Mendirikan Shalat 

Setelah semua poin yang diatas terbina, barulah tiba perintah shalat. Belajar shalat dan menerapkan pembiasaan. Mendirikan shalat sejalan dengan kewajiban, hukum, rukun, dan waktunya.

🍓Mengerjakan perbuatan yang baik, menganjurkan dan menyuruh orang untuk berbuat baik lalu mencegah pada kemungkaran. 

🍓Bersabar

Bersabar terhadap apa yang menimpa, sebab orang yang menyeru kepada kebaikan, menyeru pada jalan Allah pasti  mendapat gangguan, kendala, dan tantangan. Dan itu merupakan ketetapan. Maka bersabarlah,dan sabar itu adalah perkara yang besar.

🍓Janganlah kamu memalingkan wajahmu dihadapan manusia, karena sombong. Walaupun sombong itu adalah penyakit hati, tapi akan kelihatan secara zohir. Akan nampak dalam cara memandang, cara berjalan, cara berpakaian, cara berpakaian, memalingkan wajah, memotong pembicaraan dan sebagainya. Janganlah berjalan dimuka bumi dengan sombong. Sombong dalam penampilan, sombong dalam perkataan, pamer sehingga lupa bahwa nikmat itu adalah pemberian Allah Ta'ala. 

🍓Berjalanlah dengan sederhana, biasa biasa saja. Rendahkanlah suara, jangan berteriak. Jangan angkat suara kalau tidak perlu. Sungguh suara yang paling buruk itu adalah suara keledai. Toh, tingginya suara bukan menunjukkan kemualiaan.

Wallahua'lam. 


Tanah Mati, 29 Nov 2020.



Sunday, 15 November 2020

STRONG WHY

PENGABDIAN MASYARAKAT

(KKN kata orang kuliahan)


Aha, ummi sepertinya aku sudah menemukan strong why,  kenapa aku belum sekolah di perguruan tinggi. 


Aku selalu dikumpulkan dengan orang orang yang kayaknya fikiran dan kegiatannya sama dengan aku. Selalu ada saja jalannya untuk itu. Seperti kegiatan di Rumah Baca Kato, di Fesper, Jamnas Kamus Seru, di kemping Ibu Profesional, di Syabab Longkor, di Gerak Perak, Amani, Lebah Putih, Ashoka, Art Lab, dll.


Sang commander, arranger, developer, motivator, communicator, sport,  and  interested in psychology especially in mental health. 


Terdapuk menjadi Leader di Projek Kato Art Lab. Katanya tiga malam ga bisa tidur memikirkannya. Tersebab yang dihandle adalah dari berbagai tingkat umur,  sebagian besar para senior di segi usia, anak kuliahan dan para fresh graduate. 


Tentu tak mudah baginya menata diri, mengharmoniskan bahasa, agar semua klop dan berjalan sinkron dan kompak. 


Finally, ia bisa memanage diri, bangun dan bangkit, "Bukankah aku suka tantangan? Ini tantangan ada di depan mata.


Dilapangan memang jungkir balik juga dia kayaknya. Ada tawa bahagia, ada senyum senang hati, ada tangis kecewa, marah dan emosi. But,  I believe she can make it.


Ummi lebih banyak berperan menjadi pengamat dan penyimak, mendengar dan melebarkan telinga. Tak hendak mendikte dan mengatur. Tentu ummi pribadi juga berjuang untuk ini. Belajar tega yang berlipat lipat 😀.


Memang tidak sederhana yang dia urus bersama tim-timnya.

Rapat demi rapat, menyusun program, mengurus ini itu, memikirkan dan memanage dana, menjalankan program, hatta kerjasama memasak untuk konsumsi, dst dst. 


Big thank to maestro, mentor dan fasilitator Mak Omi Romi dan Om Rijal Tan Menan yang telah mencipta ruang buat para anak muda negri untuk bersinergi menghasilkan karya karya bermanfaat.


Projek demi projek telah terselenggara dengan sukses di KATO. Ada juga projek projek yang akan dan sedang OTW. Masa pandemi bukanlah halangan untuk tetap berkarya, bukan? Tetap perhatikan protokol kesehatan, of course.  Cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. 


You can do it anak muda 👍💪




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...