CIRCLE ALITA TANJUNG


Bismillah, 

Izin berbagi circle 'A' Home Team (AHT) saya yang ke-8, ya. πŸ™

Circle ini adalah circle istimewa karena rata-rata terdiri dari ibu-ibu berusia Alita (Atas Lima Puluh tahun). Beliau adalah teman-teman ibuku di kelas Tahsin Tanjung Mengaji yang aku ampu. Beralamat disebuah kampung bernama Tanjung yang susah dijangkau sinyal.

Selepas mengaji pekan sebelumnya banyak ibu yang curhat tentang anak-anak dan cucu-cucu beliau, dan bertanya bagaimana menghadapi cucu yang begini atau tingkahnya yang begana.  Nah, kesempatan deh saya jalankan gawean kita di circle 'A' Home Team. Saya tawarkan kelasnya. Maka gayung bersambut alhamdulillah. 

Saya menyarankan agar pelatihan A home teamnya tidak diadakan di Mushalla, tapi dirumah. Lalu seorang ibu, yang biasa saya panggil Uni Wit, langsung ngacung dan meminta agar pelatihan diadakan dirumahnya. 

Kebetulan sekali beliau mengusulkan, sebab sudah beberapa bulan beliau tidak hadir karena terkena covid dan lebih terdampak trauma daripada sakit virus covidnya. Trauma karena pulang dari Rumah Sakit diangkut ambulan dengan petugas berpakaian standar covid, (astronot), lengkap dengan pengawalan polisi, plus pandangan ngeri masyarakat disepanjang jalan. Saat yang tepat untuk recovery mental beliau yang lagi down. 

Singkat cerita, Sabtu ba'da Subuh, ibu-ibu Alita sudah berkumpul di rumah Uni Wit. Terhidang cemilan kue bolu dan air hangat. Hhmm sarapan pagi nan nikmat. 

Acara dimulai dengan pembukaan dan murojaah beberapa surat alquran. Lalu saya memasang kertas flipchart di dinding, dan menerangkan sedikit pengantar tentang apa itu ' A' Home Team. Menjelaskan istilah berbahasa asing kepada ibu-ibu Alita di kampung Tanjung jadi tantangan tersendiri, dehπŸ˜€

Kemudian yel yel dong, πŸ˜€.

Suasana semakin hangat dan akrab. Dicoba juga yel yel home team pakai bahasa Minang. Jadinya makin lucu but sarat makna yach. Sama sama belajar dari yel yel, yang merupakan rumus jitu 'A' home team. Selanjutnya perkenalan, yang dimulai dari saya pribadi sebagai contoh, terus  perkenalan satu-persatu peserta. Walaupun sudah bergaul lama, dan kelas mengaji sudah berlangsung hampir satu tahun, tapi ternyata masih banyak juga hal-hal lain yang belum diketahui antar peserta. 

Perkenalan adalah saat yang seru. Ketika peserta mengungkapkan momen yang membuat bangga menjadi seorang perempuan/istri/ibu atau nenek.  Banyak insight yang didapat. Banyak harta karun berharga. Saling belajar dan menginspirasi, maasyaallah. 

Ada nuansa haru biru, ada cerita sedih yang membuat  mata tak sadar berair, ada kisah yang mengundang tawa lucu, ada tebaran bahagia dari wanita-wanita tangguh yang beranjak sepuh itu. Keyakinan saya tambah-menambah bahwa sesungguhnya menjadi fasilitator itu, adalah terbukanya pintu-pintu belajar yang tiada terduga.

Next, melihat perbandingan antara kerumunan di pasar dan tim sepakbola. Didiskusikan bersama, mencari persamaan dan perbedaan antara keduanya. 

Terakhir merefleksikan, "kira kira keluarga kita termasuk yang mana? Kerumunan di pasar atau tim sepak bola?

Hal apa yang akan diperbaiki dalam tim keluarga? 

Kemudian penutup dengan kembali menekankan pentingnya main bareng, ngobrol bareng dan aktivitas bareng. 

O ow, ada surprise, ibu ibu Alita Tanjung ini, request agar kegiatan AHT diadakan sekali sebulan, dirumah-rumah peserta secara bergiliran. (Haha, ini yang kusukaπŸ˜„, tidak aku yang minta, but beliau).πŸ™

Sesi terakhir adalah makan makan. Rupanya Uni Wit dan keluarga  sudah menyiapkan makan besar, yeay.Alhamdulillah ibu-ibu senang, beroleh rezeki makan pagi sebelum berangkat bekerja ke sawah dan ke ladang ba'da pelatihan. 

Sayang sekali nih, mama, mak tuo (kakak mama), dan etek (adik mama) harus ijin karena ada urusan keluarga di kota Padang. 

Oh ya, ini peserta pelatihan Circle Alita Tanjung

  1. Rasniati, 61 th

  2. Murniati, 49 th

  3. Emnizar, 59 th

  4. Afrinas, 61 th

  5. Irdati, 59 th

  6. Witnismarti, 62 th

  7. Irna dewita, 42 th

  8. Titin Andriani, 42 th

  9. Yetni Feri, 63 th

  10. Sensusyantini, 58 th

  11. Wirnatul Aini, 63 th

  12. Zuhani, 82 th

  13. Wirda Sofia, 52 th

  14.  Elendawati, 56 th

  15. Marni Andri, 60 th

  16. Hafni, 72 th

  17. Yusmatuti, 49 th

  18. Elnita, 52 th

  19. Aci Sri Widya, 37 th

  20. Irmawati, 67 th (izin)

  21. Indrawati, 68 th (izin)

  22. Asra Yustiti, 56 th (izin)

  23. Zulfa, 63 th (izin)

Apakah teman teman makin percaya kalau kajian 'A' Home cocok untuk semua umur? 🀩

Awak sudah cobakan main bareng sama semua tingkat usia, mulai dari circle anak-anak, remaja, ibu-ibu muda, ibu-ibu paruh baya, dan ibu ibu Alita. 

AHT juga cocok untuk semua jenis pekerjaan dan strata sosial di masyarakat. 

Maasyaallah, barokah melimpah buat Gurunda Bundo Septi dan Padepokan Margosari. 

Dan buat kita bersama juga, Aamiin Allahumma Aamiin.

             πŸŒ±πŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒ±

Tanah Mati, 20 Sept 2021.

Betty Arianti, Tim Seru, tim yang suka menyeru, alias tukang ngajak. 

Comments

Popular posts from this blog

PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI

SHARING FASIL BUNDA SAYANG OFF LINE